Claim Missing Document
Check
Articles

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membentuk Kepribadian Gen Z di Era 5.0 Praharani, Diah Ayu; Sukmayadi, Trisna
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v10i2.y2023.p66-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. Metode yang dipakai merupakan kajian literatur yang mengkaji 22 jurnal yang berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan dan Generasi Z di era society 5.0. Berdasarkan hasil kajian literature ini peneliti menemukan PKN memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter generasi Z di era Society 5.0. Melalui pendidikan kewarganegaraan, generasi Z dapat memahami nilai-nilai demokrasi, berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan politik, serta memiliki rasa peduli terhadap isu-isu global dan memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara. Hal ini akan membantu mereka berperan sebagai anggota masyarakat yang beradab, menyisir terbuka, 
Sosialisasi Literasi Antikorupsi Berbasis Profil Pelajar Pancasila Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kayen Condongcatur Yogyakarta Suyitno, Suyitno; Sukmayadi, Trisna; Maarif, Mahmuda
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/ej.v8i1.1653

Abstract

Kondisi korupsi di Indonesia nampaknya perlu ada upaya yang serius dimulai dari sekolah. Sekolah perlu menguatkan literasi dasar terutama tentang literasi antikorupsi. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang memiliki peran penting dalam pendidikan di Indonesia, telah mendirikan Sekolah Dasar Muhammadiyah Kayen Condongcatur sebagai prototipe literasi antikorupsi berbasis nilai Al Islam Kemuhammadiyahan. Berdasar pada hal tersebut, maka tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan tentang literasi antikorupsi kepada peserta didik di SD Muhammadyah Kayen, Condongcatur, Kecamataan Depok, Sleman, daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah melalui penyuluhan serta pembudayaan melalui literasi antikorupsi di sekolah. Terdapat empat tahap rencana kegiatan yang dilakukan, yaitu tahap pertama persiapan, yang meliputi perijinan, koordinasi dan sosialisasi dengan mitra SD Muhammadiyah Kayen Condongcatur. Tahap kedua, pelaksanaan meliputi sosialisasi dan penyuluhan. Tahap Ketiga pembudayaan gerakan literasi anti korupsi bagi peserta didik. Tahap keempat, evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan selama delapan bulan adalah koordinasi dan sosialisasi dengan mitra SD Muhammadiyah Kayen Condongcatur pada 08 Agustus 2023, Penyuluhan Pendidikan Antikorupsi bagi Peserta Didik pada tanggal 24 Agustus 2023, Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta didik mampu berpartisipasi dalam mencegah korupsi melalui literasi antikorupsi.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PANDANGAN HIDUP MASYARAKAT ADAT KAMPUNG KUTA Sukmayadi, Trisna
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 3 No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v3i1.745

Abstract

This study aims to explore that the values of local wisdom based on indigenous people. In addition, to develops the character of civic disposition in Kuta Village and its implementation in the level of schooling. The research methodology uses a qualitative approach with case study method. The data was collected by the study of literature, interview, observation and documentation. The results showed that two part of main data.  First of all, the values of the character within the indigenous village of Kuta is reflected in the art, the adage (proverb Sunda), and outlook of life, which consists of a soft character, orderly, efficiency, and discipline. Moreover, mutual love, mutual maintain, teach each other, sincere, obedient or submissive, visionary (thinking ahead), responsible, dedicated, loyalty, sympathy, empathy, compassion, tolerance, sacrifice, devotion, faith and piety, simple, humble, appreciative health, thoughtful, and constructive thinking. Secondly, the implementation of the values of local wisdom in the level of schooling can be through the subject of Civic education, integration in every subject, habituation (habit) of the school and in extra-curricular integration.
Implementasi PPKn berbasis Nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta Sukmayadi, Trisna; Suyitno, Suyitno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5 No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5i1.2119

Abstract

Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model, pendekatan, strategi, teknik dan perangkat pembelajaran pembelajaran PPKn berbasis nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah di Kecamatan Depok, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penyajian data melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mengumpulkan, mereduksi, dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pendekatan pembelajaran yang efektif dalam mengimplementasikan PPKn berbasis nilai-nilai Islam adalah dengan menggunakan pendekatan berorientasi kepada siswa, supaya siswa lebih aktif dan kreatif; 2) Strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah melalui pembelajaran kontekstual; 3) Metode pembelajaran menggunakan cermah interkatif, diskusi, penugasan, tematik, tutor sebaya, dan pengelompokan level atas (melalui soal-soal ujian), menengah dan bawah (pendampingan individu); 4) Teknik pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis audio visual; 5) Secara spesifik, tidak ada penulisan nilai-nilai Islam dalam silabus dan RPP. Akan tetapi secara langsung disampaikan pada saat proses pembelajaran dan pembiasaan di kelas.Implementation of PPKn based on Islamic values in Muhammadiyah Elementary School, Depok Sleman, Yogyakarta. The purpose of this research is to find out the implementation of models, approaches, strategies, techniques and learning tools for teaching PPKn based on Islamic values in Muhammadiyah Elementary School in Depok Subdistrict, using descriptive qualitative research. Presentation of data through observation, interviews and documentation studies. Data were analyzed by collecting, reducing and presenting data. The results showed that 1) An effective learning approach in implementing PPKn based on Islamic values is to use a student-oriented approach, so students are more active and creative; 2) Learning strategies that can be used are through contextual learning; 3) Learning methods use interactive, discussion, assignment, thematic, peer tutoring, and top-level grouping (through exam questions), middle and bottom (individual assistance); 4) Learning techniques are carried out by utilizing audio visual based learning media; 5) Specifically, there is no writing of Islamic values in the syllabus and lesson plans. But directly delivered during the learning process and habituation in class
Kontribusi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Budaya Tradisi Macanan dan Kawin Cai Untuk Menguatkan Identitas Nasional Indonesia (Studi Kasus di Desa Adiraja Kabupaten Cilacap dan Desa Babakan Kabupaten Kuningan) Sukmayadi, Trisna; Suyitno, Suyitno
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 1: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.1.22-32

Abstract

AbstractNational identity is the identity of a nation that differentiates between one nation and another. Therefore, it is necessary to re-understand national identity which includes what constitutes the true identity of the Indonesian nation. This study aims to find the values of local wisdom in people's culture to strengthen national identity, using the type of case study research. The results showed that the Macanan and Kawin Cai traditions contained elements of local wisdom values, namely religious values (gratitude), caring, and obedience. Where these values contribute to strengthening national identity.Key words: culture, local wisdom, national identity
Membangun Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa melalui Literasi Kewarganegaraan di Universitas Ahmad Dahlan Sukmayadi, Trisna; Maarif, Mahmuda; Fitri, Hermalia Rosalina; Dewi, Ainun Karunia; Merkuri, Yulia Gesti; Haryanti, Ani Nur
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12 No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i2.9388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai upaya membangun keterampilan berpikir kritis mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi deskriptif, penelitian ini meneliti perubahan dalam literasi kewarganegaraan mahasiswa, serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran mereka. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pemahaman mahasiswa tentang literasi kewarganegaraan dan persepsi mereka terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran keterampilan berpikir kritis melalui literasi kewarganegaraan, dengan metode kooperatif dan studi kasus, efektif membangun kemampuan mahasiswa. Guru berperan sebagai fasilitator dan memperkuat identitas nasional. Literasi kewarganegaraan penting bagi semua individu. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran PKn meningkatkan pemahaman, namun perlu ditingkatkan. Faktor lingkungan sosial, motivasi belajar, dan evaluasi dosen mempengaruhi hasil pembelajaran mahasiswa.
Penanaman Nilai Antikorupsi Melalui Al-Islam Kemuhammadiyahan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Se-Kapanewon Depok Yogyakarta Suyitno, Suyitno; Sukmayadi, Trisna
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 14 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v14i1.7100

Abstract

Understanding and practicing Islamic teachings greatly influences every action. The higher the level of understanding and practice of Islamic values ​​will be proportional to the level of honesty, so it is expected to be able to suppress acts of corruption. This study aims to describe how to instill anti-corruption values ​​through Al Islam Muhammadiyah in Muhammadiyah Elementary Schools in Depok Sleman. The research subjects were all Al Islam Muhammadiyah teachers at Muhammadiyah Elementary Schools throughout Depok, Sleman. This research is a qualitative descriptive study. The results of the study stated that 1) How to instill anti-corruption values ​​through contextual learning in Al Islam Muhammadiyah lessons. 2) The impact of the integration of Islamic values ​​and anti-corruption values ​​is to increase faith and piety in words, attitudes and behavior and avoid corrupt actions.
Analysis of Constraints, Perceptions, and Determining Factors for Success in Implementing the Merdeka Belajar Curriculum in Indonesia: A Case Study at Muhammadiyah Kasihan Bantul Middle School, Special Region of Yogyakarta Trisna Sukmayadi; Sumaryati; Ali Tarmuji
Journal of Pedagogy and Education Science Vol 5 No 01 (2026): Journal of Pedagogy and Education Science
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jpes.001170

Abstract

This research aims to analyze the obstacles, perceptions, and success factors in implementing the Merdeka Belajar Curriculum at Muhammadiyah Kasihan Middle School. The method is a descriptive qualitative approach, utilizing in-depth interviews with Pancasila and Civic Education (Pendidikan Pancasial dan Kewarganegaraan or PPKn) teachers at various levels. The results showed that the main obstacles lie in understanding the new curriculum, limited references, and a lack of relevant training. Nevertheless, teachers' perceptions of curriculum change tend to be positive when supported by adequate training and sufficient resources. The implications of this study demonstrate the importance of strengthening teacher capacity as well as providing systematic support to make curriculum implementation work more effectively.
Role Paradox of PPKn Teachers in the AI Era: From Instructor to Ethical Guardian Yasir Marzuqi; Trisna Sukmayadi; Triwahyuningsih Triwahyuningsih; Sunny G. Gabinete; Islahuddin Islahuddin
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2026): June
Publisher : LP3M Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/attalim.v12i2.2493

Abstract

The integration of generative artificial intelligence (AI), particularly ChatGPT and Google Gemini, into Civic and Pancasila Education (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/PPKn) has introduced fundamental shifts in pedagogical practice. While these technologies offer opportunities for more adaptive and personalized learning, they simultaneously risk undermining teachers' epistemic authority and displacing the internalization of Pancasila values that form the ethical core of students' character formation. This study examines the paradox of PPKn teachers' roles amid the proliferation of instant AI tools, analyzes their transition toward ethical guardianship, and proposes pedagogical implications as a pre-policy baseline study. A qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) was employed, involving in-depth interviews with 13 PPKn teachers from the Subject Teacher Forum (MGMP) in Bantul Regency (November 2025–February 2026), supported by classroom observations and document analysis. The findings reveal three interrelated crises: (1) a facilitation paradox, in which the demands of student-centered learning paradoxically compel teachers to adopt defensive strategies including strict digital device monitoring and time-pressured assessments; (2) an epistemic authority crisis, characterized by students' increasing trust in AI-generated responses over teachers' contextual and normative explanations; and (3) the erosion of Pancasila values, encompassing declining empathy and human interaction (Second Principle), weakening deliberative practices (Fourth Principle), and reduced academic integrity (Fifth Principle), as reflected in instant plagiarism and cognitive passivity. In response, this study advances the concept of Guardian Pedagogy as a reconceptualization of the teacher's role in safeguarding students' epistemic, relational, and ethical foundations in the digital age.
Penerapan Literasi Digital Melalui Mata Pelajaran PPKn di Kelas VII SMP Negeri 1 Galur Kulon Progo Dika Utami; Trisna Sukmayadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3438

Abstract

AbstrakPerkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang begitu pesat memberikan dampak terhadap segala aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Namun, masih terdapat beberapa masalah-masalah yang terjadi dalam pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitaif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Sedangkan subjek penelitiannya yaitu guru PPKn dan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang kemudian diolah dengan melakukan analisis sesuai tahapan yang meliputi reduksi data, penyajian / display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran, memberikan izin, mendampingi, dan memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam menggunakan teknologi digital dan mengakses internet, serta melatih siswa dalam meningkatkan kreativitas melalui tugas berupa proyek dengan memanfaatkan teknologi digital. Terdapat juga faktor pendukung dan faktor pengambat penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur.Kata Kunci: Penerapan, Literasi Digital, Mata Pelajaran PPKn AbstractThe rapid development of Science and Technology (IPTEK) has an impact on all aspects of life, including in the field of education. However, there are still some problems that occur in the use of digital technology in education. This study aims to determine the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. This type of research uses qualitative research with a qualitative descriptive approach. The object of the research is the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. While the research subjects were PPKn teachers and seventh grade students of SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Data were obtained by using observation, interview, and documentation techniques. The data is then processed by conducting an analysis according to the stages which include data reduction, data presentation / display, and drawing conclusions. The results showed that the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur was carried out by utilizing digital technology as a learning medium, giving permission, assisting, and providing understanding to students in using digital technology and accessing the internet, as well as training students in increase creativity through project assignments by utilizing digital technology. There are also supporting factors and inhibiting factors for the application of digital literacy through Civics subjects in grade VII SMP Negeri 1 Galur.Keywords: Application, Digital Literacy, PPKn . Subjects