Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemilihan dan Perawatan Baling-Baling Penggerak Perahu Nelayan Kec. Maros Baru ., Baharuddin; Muhammad, A. Haris; Nikmatullah, Muh. Iqbal; Sitepu, Andi Husni; Rivai, Hariyanti; Shintarahayu, Balqis; Klara, Syerly; ., Zulkifly; Alwi, Rusydi; Hariyanto, Surya
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): Community Empowerment through Higher Education Community Service Programs
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i1.569

Abstract

The ship's driving system and propeller are components of the ship's propulsion device, and although they have been made in such a way and are strong, they will be damaged along with their service life. Damage to the propeller blades due to cavitation will have an impact, triggering noise and vibrations, and it will be the leading cause of decreased propeller thrust. Low ship propulsion efficiency increases fuel costs, making the ship unseaworthy and less efficient. Broken propeller blades when the ship is at sea threaten the safety of the ship and threaten the safety of the fishermen's lives. From the above conditions, the 2024 LBE-Collaboration PPM Program was held to provide counseling to members of the target fishermen group, "Kanja'tongeng", Borikamase Village, Maros Baru District, so that they can carry out maintenance on the ship's shaft and propeller independently in a good and correct manner. The evaluation results of activity achievements were carried out using the questionnaire method during the pre-test and post-test. Both showed a fairly adequate level of success. The number of participants who initially did not understand the extension material decreased from 67.86% to 12.05%. Likewise, there was an increased understanding of the material on ship shaft and propeller maintenance, as seen from the number of participants who initially understood it to an excellent level, from 11.90% to 39.16%. The achievement indicators above show that the PPM LBE-Collaboration 2024 program has been successful and is running effectively. This success, of course, not only increases the technical knowledge of fishermen about ship shaft and propeller maintenance, but will also improve aspects of ship safety and ship seaworthiness.
Analisis Kinerja Operasional Mesin Utama Kapal Menggunakan Penerapan Overall Equipment Effectiveness Hariyanto, Surya; Ilham, Al Fillah; Alwi, M. Rusydi; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 28 No 2 (2024)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112024.04

Abstract

Pada setiap kapal terutama kapal ferry menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya. Mesin diesel adalah motor bakar dengan proses pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sendiri (internal combustion engine). Mesin utama kapal tersebut akan mengalami penurunan kinerja berjalan usia dan lama beroperasi. Ada banyak hal yang menyebabkan kegagalan mesin utama salah satunya yaitu kurangnya perawatan dan penggunaan komponen penunjang yang salah seperti penggunaan bahan bakar atau coolant yang tidak direkomendasikan untuk mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa mesin yang dipakai selama operasional dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta menganalisa penyebab kegagalan mesin utama kapal dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA), dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin utama kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE selama 3 tahun terakhir yaitu 70,76%, keterkaitan antara Six Big Losses dan OEE, di mana semakin tinggi nilai OEE, semakin rendah nilai Six Big Losses, dan sebaliknya. Pada mesin utama KMP. Balibo performance ratio yang belum sesuai dengan standar. Hal ini terkait dengan tingginya tingkat losses, khususnya Breakdown Losses serta memiliki dampak besar pada availibilty ratio.
Analisis Keterlambatan dan Penjadwalan Ulang Proyek Pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft Hariyanto, Surya; Hidayatullah, Nur; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 27 No 2 (2023)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112023.03

Abstract

Proyek pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft pada PT. XYZ direncanakan selesai dalam waktu 5 bulan, namun yang terjadi dilapangan kegiatan proyek pembangunan tersebut mengalami keterlambatan sehingga selesai dalam waktu 7 bulan 25 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan proyek, mengetahui hasil penjadwalan ulang dan menentukan alternatif untuk mengatasi keterlambatan proyek pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft. Metode yang digunakan untuk menganalisis keterlambatan proyek pembangunan dalam penelitian ini adalah Fault Tree Analysis (FTA). Sementara penjadwalan ulang menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Hasil analisis kualitatif FTA didapatkan 6 intermediate event dan 23 basic event penyebab keterlambatan proyek dan hasil analisis kuantitatif FTA diperoleh nilai probabilitas tertinggi pada intermediate event pada kondisi lapangan dan pengadaan material dengan nilai sebesar 0,2585 dan 0,1206. Sedangkan hasil penjadwalan ulang dengan metode CPM diperoleh 51 kegiatan, dari 51 kegiatan tersebut terdapat 18 kegiatan kritis, 17 diantaranya didominasi oleh faktor kondisi lapangan. Alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan man power tidak efektif untuk mengatasi keterlambatan. Oleh karena itu, alternatif penambahan peralatan dan fasilitas (seperti crane) dipilih untuk mempercepat proses penyelesaian proyek.
Efektivitas Keel Cooler pada Sistem Pendingin Mesin Penggerak Utama Kapal Nikmatullah, Muhammad Iqbal; Klara, Syerly; N, Agung Setiawan
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052024.05

Abstract

Kapal OT. Skylie yang diproduksi oleh PT. Samudra Marine Indonesia merupakan salah satu jenis kapal tanker yang menggunakan Keel Cooler sebagai sistem pendingin mesinnya. Keel Cooler ini menjadi salah satu alat penukar kalor tipe baru yang diaplikasikan di dunia perkapalan karena dipasang secara eksternal pada lambung kapal di bawah permukaan air. Setelah diketahui efektivitas dari Keel Cooler tersebut selanjutnya penelitian ini dikembangkan menjadi optimasi Keel Cooler dengan tujuan untuk mengetahui ukuran lebar Inlet yang optimum pada Keel Cooler system. Penelitian ini menggunakan metode analisis dan simulasi menggunakan software Ansys. Berdasarkan hasil perhitungan pada beberapa variasi dimensi lebar Inlet Keel Cooler diperoleh nilai suhu yang minimum pada variasi lebar III dengan suhu minimum pada simulasi CFD sebesar 32 °C, perpindahan kalor terendah sebesar 145,176 W/m2°C pada pada variasi lebar III dengan ukuran lebar pipa Inlet 0,78 meter,. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin kecil dimensi ukuran Inlet pada Keel Cooler maka suhu minimum pada Keel Cooler akan lebih efektif dan nilai perpindahan kalor semakin besar dan variasi ukuran yang diteliti memenuhi nilai standar efektivitas penggunaan Keel Cooler.
Simulasi Pengaruh Panjang Pipa Terhadap Efektifitas Destilator dengan Memanfaatkan Energi Panas Gas Buang Mesin Mahmuddin, Faisal; Mahesa, Hendra; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 27 No 2 (2023)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112023.05

Abstract

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh nelayan ketika melaut adalah terbatasnya ketersediaan air tawar diatas kapal. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan penelitian dengan memanfaatkan panas gas buang mesin penggerak kapal dengan membuat desain dan prototipe destilator. Namun pada penelitian tersebut didapati masalah pada panjang pipa yang digunakan, sehingga berpengaruh terhadap efektivitas destilator. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan panjang pipa terhadap efektivitas destilator dan mengetahui panjang pipa optimal untuk mencapai efektivitas destilasi yang baik. Metode penelitian ini menggunakan software ansys fluent dan analisis rumus-rumus perpindahan panas untuk menentukan berapa temperatur gas buang keluar (Tho) dan temperatur air keluar (Tco) kemudian menghitung dan membandingkan ketiga variasi panjang pipa 5m, 7m, dan 9m untuk diketahui laju perpindahan panas dan efektifitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efektifitas perpindahan panas untuk variasi panjang 5m sebesar 45,5%, variasi panjang 7m sebesar 50,19%, variasi panjang 9m sebesar 66,41%. Terjadi peningkatan nilai efektifitas perpindahan panas seiring dengan penambahan ukuran panjang pipa dengan ukuran diameter yang sama sebesar 0,8cm, sehingga dari ketiga variasi panjang pipa yang telah dibuat diketahui bahwa panjang pipa yang optimal terdapat pada destilator dengan panjang pipa sebesar 9 m.
Maintenance Design of The Main Engine Support Systems on KMP. Kormomolin Under System Dynamics Scheme Klara, Syerly; Hariyanto, Surya; Mahmuddin, Faisal; Shantya, Puput
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 2, Issue 2, 2023
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.v2i2.26477

Abstract

The operational activities of the ship's main engine support system elevated the possibility of failure. The main engine support system at KMP. Cormomolin, which belongs to PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), is extremely crucial to the ship's operation. Once the ship is not sailing, maintenance and repair can be handled. The component evaluation engine can be employed to accurately estimate inadequacies in the main support system. Failure Mode Effect and Critical Analysis (FMECA) identifies the root cause of critical component failures such as filters in the fuel system and cooler and sea chest filters in the cooling system. This study generates maintenance recommendations for the main engine support system for five years, including: fuel oil filter maintenance intervals every 151 hours at a cost of IDR 14,169,072, cooler maintenance intervals every 2481 hours at a cost of IDR 16,313,508, and sea chest filter maintenance intervals every 722 hours at a cost of IDR 11,167,152. For the fuel system, the cost care percentage is 81%, and for the cooling system, it is 46% after 5 years.