Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Teknologi Pendingin Ikan Berbasis Energi Surya pada Masyarakat Nelayan di Desa Turungan Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Faisal Mahmuddin; Syerly Klara; Muhammad Banda Selamat; Rahmatullah
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Turungang, Kelurahan Langnga, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang merupakan sebuah desa yang berbatasan dengan selat Makassar. Karena lokasi geographis yang berbatasan dengan laut ini, maka sebagian besar penduduk desa Turungang berprofesi sebagai nelayan. Untuk menangkap ikan, para nelayan biasanya menggunakan kapal ikan, sedangkan untuk mendinginkan dan mengawetkan hasil tangkapan, nelayan menggunakan es balok. Namun demikian, penggunaan es balok sangat tidak efektif karena lama dan pendinginannya yang terbatas sehingga nelayan tidak dapat beroperasi lebih jauh dan lebih lama karena harus segera membawa pulang hasil tangkapan ke darat untuk di jual sebelum ikannya menjadi tidak segar. Untuk itu, pada program pengabdian ini akan dilakukan penerapan teknologi pendingin ikan berbasis energi surya pada kapal ikan yang dimiliki oleh masyarakat nelayan. Dengan menggunakan teknologi ini, nelayan dapat beroperasi lebih jauh dan lebih lama karena teknologi ini akan mendinginkan ikan secara optimal selama nelayan melaut. Selain itu, karena memanfaatkan energi terbarukan, biaya operasional yang harus dikeluarkan juga sangat rendah dan nelayan dapat juga memanfaatkan listik oleh sistem ini untuk kepentingan lain seperti untuk penerangan atau komunikasi (radio).
Perencanaan Sistem Pembangkit Listrik Hybrid Pada Kapal Penyeberangan Lintas Lembar – Padang Bai Khalqih, Muhammad Alim Khairi; Mahmuddin, Faisal; Klara, Syerly
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062023.03

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi saat ini masih menjadi prioritas utama. Akibatnya, kondisi ketersediaan bahan bakar fosil di dalam perut bumi menjadi semakin cepat menipis. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil merupakan salah satu penyebab global warming dan hujan asam akibat emisi gas yang dihasilkan dan dibuang ke lingkungan. Tujuan utama dari penggunaan sistem hibrid ini adalah mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan cara memaksimalkan penggunaan energi yang terbarukan. Sistem hibrid ini menggabungkan dua atau lebih sumber energi yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan beban yang ada dan mengetahui kelayakan penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga hybrid (angin – panel surya dan generator) pada kapal Ro-Ro 1500 GT. Berdasarkan metode simulasi program HOMER serta mengetahui nilai ekonomi dari penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga hybrid pada kapal Ro-RO 1500 GT didapatkan perhitungan ekonomis berdasarkan metode homer maka dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem pembangkit listrik hybrid cukup menguntungkan serta mendukung program ecoship dimasa yang akan datang. Pembangkit listrik tenaga hibrid yang memiliki nilai ekonomis yang terbaik adalah Pembangkit listirk tenaga hibrid yang menggunakan panel surya – turbin angin dan generator. PLTH yang menghasilkan energi listrik terbesar juga berada pada PLTH turbin angin yang menghasilkan listrik sebesar 40.242 kWh/yr.
Analisa Efisiensi Gearbox pada Motor Penggerak Listrik Kapal Nelayan Yericsen, Petra; Mahmuddin, Faisal; Klara, Syerly
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062023.04

Abstract

Gearbox berfungsi sebagai alat untuk melambatkan putaran motor listrik, sehingga diharapkan dapat digunakan untuk menyesuaikan putaran serta mengubah daya atau torsi dari motor yang berputar menjadi tenaga yang lebih besar. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa masalah efisiensi dari gearbox sebagai sistem penunjang dalam pengoperasian motor listrik. Pada penelitian dilakukan beberapa variasi tegangan listrik yaitu 60, 110,160, dan 210 Volt. Pengambilan data juga dilakukan dengan menggunakan beban (air) dan tanpa beban. Dari hasil analisa didapatkan hasil bahwa semakin tinggi tegangan listrik yang diberikan pada motor listrik maka semakin besar nilai efisiensi yang didapatkan dimana pada kondisi tanpa beban saat tegangan 210 volt nilai efisiensi gearbox sebesar 99,870%, pada saat kondisi dengan beban (air) saat tegangan 210 volt nilai efisiensi gearbox sebesar 98,887%. Semakin kecil tegangan semakin besar torsi yang dihasilkan dimana pada kondisi tanpa beban saat tegangan 60 volt torsi poros propeller sebesar 1.809 Nm, pada kondisi dengan beban (air) saat tegangan 60 volt 3.361 Nm.
Analisis Ekonomis Sistem Pendingin Kapal Ikan Katinting berbasis Energi Surya Zahrawaani, Az; Hariyanto, Surya; Klara, Syerly
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122024.04

Abstract

Di antara sekian banyak sumber energi terbarukan, pemanfaatan energi surya melalui sel surya merupakan energi alternatif yang berpotensi penerapannya paling besar di Indonesia. Untuk mengoptimalkan hal ini, rencana desain sistem pendingin kapal nelayan bertenaga surya dibuat dan dianalisis nilai teknis dan ekonominya menggunakan perangkat lunak HOMER. Sistem pengoperasian mesin pendingin kapal nelayan pada penelitian ini menggunakan komponen, kompresor, dan kondensor yang mengubah bentuk refrigeran yang disuplai dengan refrigeran jenis R134a pada proses pendinginannya. Nilai beban produk sebesar 0,0843 kJ/s. Usulan sistem pengoperasian kapal nelayan dengan panel surya menghasilkan daya operasi kompresor sebesar 0,77 kW. Kapasitas sistem untuk mendinginkan produk diketahui dengan nilai beban panas sebesar 0,084 kW dari evaporator dan nilai beban panas sebesar 0,091 kW dari kondensor. Hasil anasilisis menunjukkan, untuk menentukan baterai, nilainya adalah 0,204 kW, nilai solar charge controller adalah 0,240 kW, dan nilai inverter adalah 0,840 kW. Maka dipilihlah panel surya dengan jenis polikristalin 220 Wp. Hasil simulasi HOMER dan optimasi desain yang dilakukan menunjukkan bahwa PV yang digunakan sebanyak 2 lembar dengan masing – masing 110 WP, sehingga penelitian ini menggunakan sistem yang terdiri dari 1 unit baterai , 1 unit inverter dan 1 solar charger, dengan total biaya untuk Net Present Cost (NPC) sebesar Rp 63.922.174,00 dengan Cost Of Energy (COE) sebesar Rp 4.786/kWh.
Analisis Kinerja Pelayanan Kapal Penyeberangan KMP Balibo Pada Rute Bira – Pamatata Muhammad Haerullah, Haerul; Alwi, M. Rusydi; Klara, Syerly; Sitepu, Andi Husni
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122024.03

Abstract

Pelayanan kapal motor penyeberangan (KMP) Balibo pada rute Bira-Pamatata menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kinerja pelayanan KMP Balibo berdasarkan standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 62 Tahun 2019 serta Standar Operasional Prosedur (SOP) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner kepada pengguna jasa KMP Balibo dan observasi langsung di atas kapal. Analisis data menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara ekspektasi penumpang dan kinerja aktual pelayanan. Hasil penelitian terhadap KMP Balibo menunjukkan adanya sejumlah kekurangan dalam aspek keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, informasi, dan kebersihan pelayanan. Meskipun secara umum penumpang merasa puas, namun hasil evaluasi objektif mengungkap adanya ketidaksesuaian persepsi. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan peningkatan fasilitas penunjang kenyamanan penumpang, keamanan, penyampaian informasi, kebersihan, dan fasilitas hiburan perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kepuasan penumpang dan meningkatkan kinerja pelayanan KMP Balibo.
Analisis Penyebab Kegagalan Marine Growth Prevention System (MGPS) Untuk Sistem Pendingin Air Laut Pada Kapal Kawandoda, Yospin Kala'; Hariyanto, Surya; Klara, Syerly; Alwi, M. Rusydi
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122024.01

Abstract

Marine Growth Prevention System (MGPS) berfungsi untuk mencegah pertumbuhan organisme laut yang dapat mengganggu kinerja sistem pendinginan, namun sering mengalami kegagalan yang berdampak pada efisiensi operasional kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan MGPS pada sistem pendingin air laut di kapal dengan menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan diagram fishbone. Metode fishbone diagram digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan penyebab kegagalan ke dalam kategori seperti manusia, mesin, lingkungan, dan metode. Melalui analisis FMEA, berbagai mode kegagalan diidentifikasi, termasuk korosi pada anoda dan kesalahan pengoperasian Setiap mode kegagalan dievaluasi berdasarkan severity, occurrence, dan detection, yang menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas tindakan perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa korosi pada anoda dan kesalahan pengoperasian oleh operator memiliki nilai RPN yang tinggi, yaitu 82,1 dan 79.
Optimizing Generator Power Usage Through LED Lighting Distribution on Tugboats: A Case Study of a 26.80-Meter Vessel Suardi, Suardi; Pratama, Brian Yoga; Pawara, M Uswah; Yosefan, Andreyano; Anugerah, Andi Nurwahid; Abdurrahman, Luthfi; Tasrief, Muhdar; Klara, Syerly
Indonesian Journal of Maritime Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Issue 1, June 2025
Publisher : Naval Architecture Department, Kalimantan Institut of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/ismatech.v3i1.1285

Abstract

The 26.80 meter long tugboat plays a critical role in Indonesia’s maritime operations, particularly in towing and maneuvering vessels between Semayang Port and open sea areas. As part of its operational infrastructure, the vessel relies on fluorescent lighting systems, which are known to be less energy efficient and less durable than modern lighting technologies. This presents a significant operational challenge, particularly in light of rising fuel costs and the global shift toward more sustainable maritime practices. This study addresses the issue of inefficient energy use in onboard lighting systems by evaluating the performance of conventional fluorescent lamps compared to Light Emitting Diode (LED) lighting on tugboats. The objective is to assess and compare both lighting types in terms of energy consumption, lighting uniformity, and compliance with international lighting standards set by classification societies. The research adopts the Zonal Cavity Method (ZCM), which involves dividing the interior of the tugboat into three lighting analysis zones: the High-Ceiling Cavity (HCC), High-Rise Cavity (HRC), and High-Floor Cavity (HFC). Each zone was analyzed to determine the required illumination levels based on standardized guidelines, enabling a systematic comparison of lighting performance between the two technologies. Results indicate that LED lighting systems outperform fluorescent lighting in all evaluated aspects. LEDs provided significantly higher energy efficiency and more uniform lighting distribution across all zones of the tugboat. Additionally, LED systems demonstrated better compliance with minimum illumination levels as outlined in international maritime lighting standards. The study concludes that implementing LED lighting can lead to substantial improvements in shipboard energy efficiency, reduced generator load, lower operational costs, and improved environmental sustainability. These findings suggest that maritime operators should consider transitioning to LED systems as a long-term solution for enhancing energy performance. Future research is recommended to explore the integration of LED systems with renewable power sources such as solar energy, and to evaluate the long-term economic and maintenance benefits across different vessel types and operational profiles.
Pemilihan dan Perawatan Baling-Baling Penggerak Perahu Nelayan Kec. Maros Baru ., Baharuddin; Muhammad, A. Haris; Nikmatullah, Muh. Iqbal; Sitepu, Andi Husni; Rivai, Hariyanti; Shintarahayu, Balqis; Klara, Syerly; ., Zulkifly; Alwi, Rusydi; Hariyanto, Surya
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): Community Empowerment through Higher Education Community Service Programs
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i1.569

Abstract

The ship's driving system and propeller are components of the ship's propulsion device, and although they have been made in such a way and are strong, they will be damaged along with their service life. Damage to the propeller blades due to cavitation will have an impact, triggering noise and vibrations, and it will be the leading cause of decreased propeller thrust. Low ship propulsion efficiency increases fuel costs, making the ship unseaworthy and less efficient. Broken propeller blades when the ship is at sea threaten the safety of the ship and threaten the safety of the fishermen's lives. From the above conditions, the 2024 LBE-Collaboration PPM Program was held to provide counseling to members of the target fishermen group, "Kanja'tongeng", Borikamase Village, Maros Baru District, so that they can carry out maintenance on the ship's shaft and propeller independently in a good and correct manner. The evaluation results of activity achievements were carried out using the questionnaire method during the pre-test and post-test. Both showed a fairly adequate level of success. The number of participants who initially did not understand the extension material decreased from 67.86% to 12.05%. Likewise, there was an increased understanding of the material on ship shaft and propeller maintenance, as seen from the number of participants who initially understood it to an excellent level, from 11.90% to 39.16%. The achievement indicators above show that the PPM LBE-Collaboration 2024 program has been successful and is running effectively. This success, of course, not only increases the technical knowledge of fishermen about ship shaft and propeller maintenance, but will also improve aspects of ship safety and ship seaworthiness.
Analisis Kinerja Operasional Mesin Utama Kapal Menggunakan Penerapan Overall Equipment Effectiveness Hariyanto, Surya; Ilham, Al Fillah; Alwi, M. Rusydi; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 28 No 2 (2024)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112024.04

Abstract

Pada setiap kapal terutama kapal ferry menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya. Mesin diesel adalah motor bakar dengan proses pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sendiri (internal combustion engine). Mesin utama kapal tersebut akan mengalami penurunan kinerja berjalan usia dan lama beroperasi. Ada banyak hal yang menyebabkan kegagalan mesin utama salah satunya yaitu kurangnya perawatan dan penggunaan komponen penunjang yang salah seperti penggunaan bahan bakar atau coolant yang tidak direkomendasikan untuk mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa mesin yang dipakai selama operasional dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta menganalisa penyebab kegagalan mesin utama kapal dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA), dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin utama kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE selama 3 tahun terakhir yaitu 70,76%, keterkaitan antara Six Big Losses dan OEE, di mana semakin tinggi nilai OEE, semakin rendah nilai Six Big Losses, dan sebaliknya. Pada mesin utama KMP. Balibo performance ratio yang belum sesuai dengan standar. Hal ini terkait dengan tingginya tingkat losses, khususnya Breakdown Losses serta memiliki dampak besar pada availibilty ratio.
Analisis Keterlambatan dan Penjadwalan Ulang Proyek Pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft Hariyanto, Surya; Hidayatullah, Nur; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 27 No 2 (2023)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112023.03

Abstract

Proyek pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft pada PT. XYZ direncanakan selesai dalam waktu 5 bulan, namun yang terjadi dilapangan kegiatan proyek pembangunan tersebut mengalami keterlambatan sehingga selesai dalam waktu 7 bulan 25 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan proyek, mengetahui hasil penjadwalan ulang dan menentukan alternatif untuk mengatasi keterlambatan proyek pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft. Metode yang digunakan untuk menganalisis keterlambatan proyek pembangunan dalam penelitian ini adalah Fault Tree Analysis (FTA). Sementara penjadwalan ulang menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Hasil analisis kualitatif FTA didapatkan 6 intermediate event dan 23 basic event penyebab keterlambatan proyek dan hasil analisis kuantitatif FTA diperoleh nilai probabilitas tertinggi pada intermediate event pada kondisi lapangan dan pengadaan material dengan nilai sebesar 0,2585 dan 0,1206. Sedangkan hasil penjadwalan ulang dengan metode CPM diperoleh 51 kegiatan, dari 51 kegiatan tersebut terdapat 18 kegiatan kritis, 17 diantaranya didominasi oleh faktor kondisi lapangan. Alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan man power tidak efektif untuk mengatasi keterlambatan. Oleh karena itu, alternatif penambahan peralatan dan fasilitas (seperti crane) dipilih untuk mempercepat proses penyelesaian proyek.
Co-Authors . Apriansyah . Baharuddin ., Rahimuddin ., Zulkifly A Haris Muhammad . A Husni Sitepu . Abdurrahman, Luthfi Abidin, Abdul Basiq Zainal Achmad Yasir Baeda Adha, Haidil Adriansyah Adriansyah Alwi, Muhammad Rusdy Andi Haris Muhammad Andi Haris Muhammad Andi Husni Sitepu Anugerah, Andi Nurwahid Aqlyanulqa'dah, Muhammad Gibran Arisandi, Ilham Arwin Amiruddin Assidiq, Fuad Mahfud Awi, Ian Abdi Baharuddin . Baharuddin Baharuddin Baharuddin Patandjengi Balqis Shintarahayu Balqis Shintarahayu . Barangan, Eunike Daeng Paroka Djufrie, Andi Bukti Faisal Mahmuddin Ganding Sitepu . Hamzah - Hariyanto, Baharuddin Hariyanto, Surya Haryanti Rivai Haryanti Rivai, Haryanti Hasnawiyah H . Hasnawiyah Hasan Hendra Hendra Ilham, Al Fillah Iqbal Nikmatullah, Muhammad IRWAN SETIAWAN Isragusra, Muhammad Ardi Juarni Kartini, Zakiah Kawandoda, Yospin Kala' Khalqih, Muhammad Alim Khairi M Rusydi Alwi . M. Rusydi Alwi M. Rusydi Alwi M. Uswah Pawara Mahesa, Hendra Mahmudin, Faisal Mansyur Hasbullah Mansyur Hasbullah Muas, Muhammad Muhammad Amri Muhammad Banda Selamat Muhammad Faizal Muhammad Haerullah, Haerul Muhammad Iqbal Nikmatullah Muhammad Rusydi Alwi Muhammad Rusydi Alwi Muhammad Zubair Muis Alie Muhammad, A. Haris N, Agung Setiawan Nikmatullah, Muh. Iqbal Nur hidayatullah, Nur Pratama, Brian Yoga Rachmatan Rahim Rahimuddin Rahimuddin . Rahimuddin Rahimuddin Rahmatullah Raihansyah, Hilmi Ramadhan, Fadel Rezky Ramadhan, Syahrun Rita Muliyati Rivai, Hariyanti Samsuddin Amin Sanjaya, Adiparwata Raka Shantya, Puput Shintarahayu, Balqis Soedarto, Muh. Fadil Suardi Suardi Suhardi, Arham Surya Hariyanto Surya Hariyanto . Surya Haryanto Sutrisno . Sutrisno . Syandhy, Muhammad Aditya Dwi Tasrief, Muhdar Tiro, Jannatul Marwah Virgiawan, Jibrillah Yericsen, Petra Yosefan, Andreyano Zahrawaani, Az Zulkifli Zulkifli A Yusuf Zulkifly Zulkifly