Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

AKTIVASI KBBI VI DARING DALAM KAJIAN HERMENEUTIKA SCHLEIERMACHER PADA LAGU MENDARAH KARYA NADIN AMIZAH Bambang Gulyanto; Rina Hayati Maulidiah; Evi Supriyani Siregar; Alwi Syahputra Daulay
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4135

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the meaning of words by utilizing KBBI VI and language style in the lyrics of the song "Mendarah" by Nadin Amizah through a Schleiermacher hermeneutic study. This approach is used to interpret the grammatical aspects of song lyrics which are full of symbolism and figures of speech. Through this analysis, the researcher tries to understand the deep message conveyed by the author. The results of the research show that the use of word choices and figures of speech in songs is able to convey an atmosphere of sadness and hope effectively, while strengthening the symbolic meaning contained therein. Schleiermacher's hermeneutical study of this song not only functions as a work of art, but also becomes a medium for expressing the depth of feelings and longing for a father figure who is physically and emotionally distant. This analysis is able to reveal deeper layers of meaning from the song's lyrics. Overall, this research shows that musical works of art can convey emotional messages effectively through the use of figures of speech, thereby building a strong emotional connection between the work and its listeners. Keyword: Hermeneutic Studies, Schleiermacher, figure of speech, Mendarah Song Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kata dengan memanfaatkan KBBI VI dan gaya bahasa dalam lirik lagu "Mendarah" karya Nadin Amizah melalui kajian hermeneutika Schleiermacher. Pendekatan ini digunakan untuk memaknai aspek gramatikal dari lirik lagu yang sarat akan simbolisme dan majas. Melalui analisis ini, peneliti berusaha memahami pesan mendalam yang disampaikan pengarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pilihan kata dan majas dalam lagu mampu menyampaikan suasana sedih dan harapan secara efektif, sekaligus memperkuat makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Kajian hermeneutika Schleiermacher pada lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga menjadi media ekspresi kedalaman menyampaikan perasaan dan kerinduan terhadap sosok ayah yang jauh secara fisik maupun emosional. Analisis ini mampu mengungkap lapisan makna yang lebih dalam dari lirik lagu tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa karya seni musik dapat menyampaikan pesan emosional secara efektif melalui penggunaan majas, sehingga mampu membangun koneksi emosional yang kuat antara karya dan pendengarnya. Kata kunci: Kajian Hermeneutika, Schleiermacher, Majas, Lagu Mendarah.
Nilai Sosial dan Pendidikan dalam Novela Jejak Kaki di Tanah Luka Karya Panji Wijaya: Kajian Sosiologi Sastra Widya Andina; Bambang Gulyanto
Sintaks: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/sin.v6i2.2068

Abstract

Literary works not only represent social realities but also transmit educational values through characters, conflicts, and social interactions. This study examines how social and educational values are represented in Panji Wijaya’s novella Jejak Kaki di Tanah Luka from the perspective of literary sociology. Employing a qualitative descriptive method with content analysis, the study uses the novella as its primary source, while textual excerpts containing social and educational values constitute the research data. Data were collected through literature review, close reading, and note-taking and were analyzed through data reduction, classification, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal social values encompassing social solidarity, social concern, mutual cooperation, sacrifice, nationalism, unity, social leadership, and respect for national heroes. The novella also embodies educational values related to morality, social responsibility, religiosity, character formation, and nationalism. These values are represented through the characters’ actions, behaviors, and interpersonal interactions throughout the narrative. The study concludes that Jejak Kaki di Tanah Luka functions not merely as a literary work for aesthetic enjoyment but also as a medium of social reflection and education that communicates socially and morally significant values to its reader.
Implementasi Filsafat Keadilan Restoratif Case-Method bagi Aparat Penegak Hukum dalam Optimalisasi Diversi Bambang Gulyanto; Zainul Arifin; Akhmad Rivai; Yusrinaldo Yusrinaldi; Muhammad Ikhsan Naufal; Prawira Adi Kusuma Sitepu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem peradilan pidana Indonesia saat ini menghadapi krisis kemanusiaan berupa kelebihan kapasitas (overcrowding) lembaga pemasyarakatan yang mencapai 83% di atas kapasitas tersedia. Fenomena ini merupakan dampak dari hegemoni paradigma retributif dan kultur pemenjaraan warisan kolonial yang cenderung memproduksi residivisme daripada melakukan rehabilitasi. Meskipun pemerintah telah merespons melalui berbagai regulasi progresif seperti Perpol No. 8/2021, Perja No. 15/2020, dan UU No. 1/2023 (KUHP Baru), implementasi keadilan restoratif di lapangan masih terhambat oleh resistensi kognitif aparat yang terbelenggu pola pikir legal-positivistik serta adanya disharmoni standar antar-lembaga penegak hukum.cArtikel ini bertujuan menganalisis model pembelajaran Case-Method sebagai instrumen strategis untuk menginternalisasi filsafat keadilan restoratif melalui pendekatan andragogi. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan sosio-legal, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan hukum konvensional yang bersifat instruktif dan satu arah gagal membangun empati serta kemampuan diskresi aparat. Sebagai solusinya, Case-Method menawarkan transformasi mindset melalui simulasi dilema nyata, role-play, dan diskusi dialektis yang merangsang berpikir kritis serta internalisasi nilai-nilai kemanusiaan.cPenelitian ini menyimpulkan bahwa revolusi metodologis dalam pelatihan aparat penegak hukum sangat urgen untuk menyongsong pemberlakuan KUHP Baru pada tahun 2026. Keberhasilan transisi menuju keadilan restoratif tidak hanya memerlukan pembaruan regulasi, tetapi juga transformasi kompetensi moral dan sosial aparat guna mewujudkan penegakan hukum yang memulihkan dan berorientasi pada keadilan substantif.
Integrasi Filsafat Nomokrasi Pancasila pada Simulasi Legislatif untuk Mewujudkan Harmonisasi Norma Hukum dan Reduksi Ego-Sektoral Bambang Gulyanto; Meirad Arianza Bima; Nuriana Silaban; Janji Matogu Doloksaribu; Erwin Erwin; Mhd. Joko Samudro; Fitri Ramdhani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena hiper-regulasi dan menguatnya ego-sektoral dalam sistem legislasi Indonesia menunjukkan adanya problem struktural dan epistemologis dalam praktik pembentukan peraturan perundang-undangan. Dominasi paradigma positivisme hukum yang bersifat teknis-prosedural telah melahirkan perancang peraturan yang cakap secara formal, namun lemah dalam integrasi nilai dan orientasi sistemik, sehingga memicu disharmoni norma dan fragmentasi kewenangan. Dalam konteks tersebut, Filsafat Nomokrasi Pancasila menawarkan paradigma alternatif yang menempatkan Pancasila sebagai sumber nilai sekaligus parameter uji materiil setiap norma hukum. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual dan operasional integrasi Filsafat Nomokrasi Pancasila ke dalam Model Pembelajaran Simulasi Legislatif guna mewujudkan harmonisasi norma hukum dan mereduksi ego-sektoral. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran simulasi legislatif berbasis nilai Pancasila mampu berfungsi sebagai laboratorium hukum untuk menginternalisasi nilai-nilai integratif, memperkuat kapasitas legal reasoning, serta membangun kesadaran kolektif perancang terhadap kepentingan sistem hukum nasional. Integrasi ini berimplikasi pada penguatan harmonisasi regulasi, pencegahan konflik norma, serta pembentukan budaya hukum yang responsif, integratif, dan berkeadilan. Dengan demikian, Model Pembelajaran Simulasi Legislatif berbasis Nomokrasi Pancasila merupakan instrumen strategis dalam reformasi pendidikan hukum dan tata kelola legislasi nasional.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UPAYA MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SEI BELURU UNTUK MENCAPAI KUALITAS BERKOMUNIKASI LEBIH BAIK DI ERA 5.0 Susi Masniari Nasution; Bambang Gulyanto; Eka Oktavia Anzani; Ruri Syahmida Sinaga; Cici Vira Puspita; Alda Tiyana Sinaga; Lisa Aulia; Lili Indra Aprilia
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2469

Abstract

The main problem which was faced by Indonesian people, especially in the field of education and globalization, is the low level of quality of human resources. One of the efforts to improve the quality of human resources is to develop an interest in reading like reading habits as well as having polite speech. Public speaking or public speaking skills are very beneficial for children in the process of self-development. However, many children feel less confident, don't master the material, or don't understand how to do it. Children's public speaking skills must be nurtured, trained and developed continuously. These conditions became the basis for implementing the Community Service (PKM) program which was attended by 19 students who joined Sei Beluru Village. The PKM program is packaged in the form of training with the aim of building confidence in speaking in public, understanding the material to be presented, and being able to apply public speaking techniques. The training was held on Thursday 03 October 2024 at the Sei Beluru Village Hall Office. Implementation starts from the initial observation stage, orientation, introduction to material, practice, and ends with evaluation. The results of the training were quite good, it was proven that after delivering the material, the participants had achieved adequate public speaking skills, their self-confidence had increased even though it was still doubtful (nervous) , able to present the material that had been presented well, and were able to apply the public speaking techniques.The Keywords: face to face learning; implementation; procedures; strategy; training
The Influence of the Contextual Teaching and Learning Model on the Reconstruction of National Law in the Perspective of the Philosophy of Pancasila Bambang Gulyanto; Susanti Sansi Vera; Fany Duma Sari; Wan Azimah; Sri Rahayu Agustini
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v3i3.111

Abstract

Indonesia's national legal system faces challenges in realizing substantive justice in accordance with the values of Pancasila. Many legal products are formalistic and technocratic, often detached from the nation's ethical, spiritual, and social roots. In this context, the reconstruction of national law is a necessity, namely restructuring the legal system to align with the noble values of Pancasila. This reconstruction is not only normative-institutional but also demands transformation at the level of legal education. The Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model offers an innovative approach that connects legal theory with the social context and values of Pancasila. This research uses qualitative methods with a case study at a state law faculty. Data were obtained through interviews, observations, and curriculum documentation. The findings indicate that CTL is able to increase students' legal awareness, foster ethical understanding, and encourage critical engagement with existing legal products. Students who learn through the CTL approach demonstrate the ability to assess law not only from a legal perspective, but also from the perspective of substantive justice and human values. They are more active in discussions, reflective in their thinking, and courageous in criticizing laws deemed inconsistent with the principles of Pancasila. Furthermore, CTL has been shown to internalize values such as deliberation, honesty, and responsibility in the character of law students. However, the implementation of CTL faces several challenges, such as limited lecturer training and a lack of contextual curriculum integration. Therefore, for CTL to function optimally as a bridge between legal education and national legal reconstruction, institutional support and ongoing pedagogical strengthening are needed. Thus, CTL has great potential as a transformative strategy in shaping an Indonesian legal system that is just, responsive, and Pancasila-based.
Pengaruh Model Quantum Learning Berbantuan Media Musik Digital Spotify terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kisaran Khania Ramadani; Bambang Gulyanto; Febry Yanti
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 14 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/krnewd90

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh sulitnya siswa mengekspresikan ide dan perasaan ke dalam menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri 3 Kisaran tanpa menggunakan model Quantum Learning berbantuan media musik digital Spotify; 2) Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri 3 Kisaran dengan menggunakan model Quantum Learning berbantuan media musik digital Spotify; 3) Pengaruh model Quantum Learning berbantuan media musik digital Spotify terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri 3 Kisaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Design, data dikumpulkan dari sampel penelitian yang merupakan siswa kelas x SMA Negeri 3 Kisaran yang berjumlah 72 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh Kesimpulan: 1) siswa yang belajar tanpa model Quantum Learning memperoleh nilai rata-rata 80,69 dengan kategori Baik, namun masih sering terkendala ide di awal menulis; 2) siswa yang belajar dengan model Quantum Learning berbantuan media musik digital Spotify berhasil meraih kategori Sangat Baik dengan rata-rata 86,25; 3) terdapat pengaruh model Quantum Learning berbantuan media musik digital Spotify dengan hasil nilai thitung3,63 > ttabel1,994, yang artinya terdapat pengaruh signifikan dan positif dari penggunaan model ini. Dengan demikian, perpaduan model Quantum Learning dan Spotify terbukti menjadi solusi ampuh untuk membangkitkan kreativitas menulis puisi siswa.  
Pengaruh Model Experiental Learning Berbantuan Media Canva terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kisaran Adinda Thalia Salsabillah Nasution; Bambang Gulyanto; Febry Yanti
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 14 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/p1y3bh45

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis puisi siswa yang ditunjukkan dengan kesulitan siswa dalam mengembangkan imajinasi, memilih diksi, menggunakan majas, serta menyusun rima ke dalam bentuk puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA N egeri 3 Kisaran tanpa menggunakan model Experiental Learning berbantuan media Canva, 2) kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri 3 Kisaran dengan menggunakan model Experiental Learning berbantuan media Canva, dan 3) pengaruh model pembelajaran Experiental Learning berbantuan media Canva terhadap kemampuan menulis siswa SMA Negeri 3 Kisaran. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) kemampuan menulis puisi siswa tanpa menggunakan model Experiential learning berbantuan media Canva berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata sebesar 80,97; 2) kemampuan menulis puisi siswa dengan menggunakan model experiential learning berbantuan media Canva berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 85,83; 3) terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model experiential learning berbantuan media Canva terhadap kemampuan menulis puisi siswa yang dibuktikan melalui hasil uji hipotesis dengan nilai t₀ = 3,24 lebih besar dari ttabel = 1,994 pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis alternatif (Hₐ) diterima.