Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Window of Public Health Journal

Studi Kualitas Bakteriologis Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kota Makassar Ayu Puspitasari; Nurul Hikmah B; Harpiana Rahman
Window of Public Health Journal VoL. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i1.4

Abstract

Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Oleh karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya air minum isi ulang dapat langsung dikonsumsi. Kehadiran bakteri coliform yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air yang dapat menimbulkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa, ditinjau dari parameter kualitas bakteriologi coliform depot air minum isi ulang.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan metode observasional, wawancara, dan uji laboratorium.Populasi penelitian adalah seluruh depot air minum isi ulang yang ada di wilayahkerja Puskesmas Tamangapa, yaitu sebanyak 21 depot, dengan sampel adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 21 sampel yang diteliti hanya 3 yang memenuhi syarat kualitas bakteriologis sesuai Permenkes No.492/Menkes/per/IV/2010. Dengan demikian diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar agar memeriksaan air minum isi ulang yang telah diisi ke dalam galon dan mampu memberikan penyuluhan mengenai bahaya dari kandungan bakteriologis.
Membandingkan Ketimpangan Ketersediaan Tenaga Kesehatan Puskesmas di Wilayah Indonesia Timur Nurul Hikmah B; Harpiana Rahman; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal VoL. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i1.8

Abstract

Tenaga kesehatan merupakan prioritas utama dalam kesuksesan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan.Indonesia memiliki tantangan dalam meningkatkan jumlah tenaga kesehatan yang terlatih untuk memenuhi tuntutan yang berkembang.Departemen Kesehatan telah menggunakan beberapa pendekatan dalam menentukan kebutuhan staf, menggunakan proyeksi berdasarkan status kesehatan masyarakat, perubahan demografi dan program kesehatan yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penyebaran tenaga kesehatan puskesmas terhadap ketimpangan ekonomi rumah tangga di wilayah Indonesia Timur,sehingga pemerintah dapat menangani secara serius dan tegas terhadap permasalahan distribusi tenaga kesehatan, khususnya daerah yang sulit dijangkau.Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain rancangan penelitian cross sectional. Menggunakan data sekunder skala besar dari Indonesia Family Life survey (IFLS) East.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antara puskesmas yang berada di wilayah dengan tingkat ekonomi rumah tangga tinggi dan rendah lokasi geografis berdasarkan perkotaan/pedesaan dan keterpencilan bahkan provinsi.Puskesmas di wilayah Indonesia Timur lebih banyak mengalami kekosongan tenaga khususnya dokter dan bidan, juga rendahnya jumlah tenaga kesehatan masyarakat membuktikan bahwa pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada promotif dan preventif terabaikan.Optimalisasi peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitator yang lebih memfokuskan dan membantu daerah yang kekurangan tenaga kesehatan khususnya provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua Barat yang lebih banyak mengalami kekurangan tenaga kesehatan masyarakat bahkan kekosongan tenaga dokter dan bidan.
Analisis Spasial Kualitas Air oleh Logam Berat Timbal (Pb) di Kanal Hertasning Kota Makassar Tahun 2022 Rino; Ulfa Sulaeman; Sumiaty; Alfina Baharuddin; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i3.81

Abstract

Kanal merupakan suatu bentuk ekositem aquatic yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area) bagi daerah di sekitarnya, sehingga kondisi suatu sungai sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang dimiliki oleh lingkungan di sekitarnya. Pencemaran perairan adalah pencemaran yang sangat mengkhawatirkan dan merugikan, pencemaran ini sering kali terjadi pada tempat yang berkembang pesat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dimana melakukan observasional dengan pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG) yaitu melakukan analisis spasial untuk menvisualisasikan, mengeksplorasi dan menganalisis konsentrasi timbal pada air yang berada pada kanal Hertasning Kota Makassar..Hasil pemeriksaan pH air kanal Hertasning Kota Makassar mendapatkan hasil rata-rata yaitu 8,066, dari hasil tersebut tidak memenuhi standar baku mutu menurut Perundang-undangan Nomor 82 tahun 2001.Hasil pemeriksaan Suhu air kanal Hertasning Kota Makassar mendapatkan hasil rata-rata yaitu 29,78oC, dari hasil tersebut tidak memenuhi standar baku mutu menurut Perundang-undangan Nomor 82 tahun 2001.Hasil pemeriksaan Total Suspendet Solid (TSS) air kanal Hertasning Kota Makassar mendapatkan hasil rata-rata yaitu 272 mg/l, dari hasil tersebut memenuhi standar baku mutu menurut Perundang-undangan Nomor 82 tahun 2001.Hasil pemeriksaan Total Dissolve Solid (TDS) air kanal Hertasning Kota Makassar mendapatkan hasil rata-rata yaitu 160 mg/l, dari hasil tersebut memenuhi standar baku mutu menurut Perundang-undangan Nomor 82 tahun 2001.Dari hasil penelitian ini semoga masyarakat sekiratar kanal Hertasning lebih memperhatikan kebersihan kanal tersebut. Kesadaran agar lebih di tingkatkan bahwa sampah yang mencemari kanal akan berdampak buruk bagi kanal dan kesehatan lingkungan sekitar.
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Cakkarudi Siti Syamsu Munafilah; Ayu Puspitasari; Nurfardiansyah Bur
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 5 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i5.233

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah utama di dunia kesehatan secara global dengan jumlah penderitanya yang melebihi satu miliar orang dan juga hipertensi ini merupakan penyakit yang paling tinggi di wilayah kerja Puskesmas Cakkuridi meskipun datanya bersifat fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cakkuridi Kabupaten Soppeng Tahun 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cakkuridi yaitu sebanyak 8723 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling dengan sampel sebesar 359 orang. Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat, bivariat dengan menggunakan chi square dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis dengan menggunakan uji regresi logistic didapatkan bahwa terdapat pengaruh antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi berdasarkan nilai p value=0.000, terdapat pengaruh antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi berdasarkan nilai p value=0.002, terdapat pengaruh antara stress dengan kejadian hipertensi berdasarkan nilai p value=0.000 dan stress merupakan variabel dominan yang mempengaruhi kejadian hipertensi Diharapkan peneliti selanjutnya untuk menganalisa variabel lain mengenai faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi.
Efektivitas Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Dan Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius) Dalam Membunuh Jentik Aedes Aegypti Sutriarti; Ella Andayanie; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i2.376

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. Dengue adalah virus penyakit yang ditularkan melalui gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti, upaya pengendalian jentik Aedes aegypti dapat dilakukan dengan penggunaan insektisida alami dari buah belimbing wuluh dan daun pandan. Berbagai macam manfaat yang dimiliki Avverhoa Bilimbi L tumbuhan belimbing wuluh dan daun pandan memiliki banyak sekali kandungan senyawa. Zat toksik yang berperan dalam kematian nyamuk pada buah belimbing wuluh adalah alkaloid, saponin, dan flavonoid. Senyawa flavonoid dapat mempengaruhi kerja system pernapasan tersebut Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keefektifan dari buah belimbing wuluh dan daun pandan dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, sampel dalam penelitian ini adalah 480 ekor jentik dengan menggunakan 20 ekor jentik setiap perlakuan dengan konsentrasi 0,3%, 0,6%, dan 0,9% dengan pengulangan sebanyak 3 kali replikasi yang diamati setiap 60 menit selama 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi dosis yang digunakan maka persentase kematian jentik Aedes aegypti juga semakin meningkat, pada konsentrasi 0,3%, 0,6%, dan 0,9% untuk ekstrak buah belimbing wuluh dan ekstrak daun pandan dikatakan efektif dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti dengan persentase lebih dari 50% dalam waktu 24 jam berdasarkan Standar LC50. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah belimbing wuluh dan ekstrak daun pandan efektif dalam membunuh jentik nyamuk aedes aegypti pada konsentrasi yang digunakan dalam waktu 24 jam dengan persentase melebihi 50% berdasarkan standar LC50
Efisiensi Instalasi Pengolahan Air Limbah Dalam Menurunkan Parameter Kimia Di RSUD Lagaligo Kecamatan Wotu Mutiara Abduh; Abd. Gafur; Muhammad Ikhtiar; Alfina Baharuddin; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.475

Abstract

Air limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran yang sangat cukup besar, apabila tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan rumah sakit dan lingkungan disekitarnya, oleh karena itu limbah cair pada umumnya mengandung mikroorganisme, bahan kimia, bahan beracun   dan   radioktif. Tujuan untuk melakukan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Efesiensi Limbah (IPAL) RSUD I LAGALIGO Kecamatan Wotu Tahun 2022. dalam menurunkan parameter kimia pH, BOD5, COD, TSS, NH3 bebas, Dan PO4-P. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan laboratorium untuk mengetahui efisensi limbah rumah sakit di RSUD I Lagaligo Kecamatan Wotu Tahun 2022. Kesimpulan penelitian ini adalah Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat di katakan sangat efisien adalah parameter pada COD    pada sore hari dengan hasil perhitungan 96%. Adapun pada pagi hari titdak efisien dengan jumlah 4%. Pada hasil pemeriksaaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat dikatakan sebagai efisien adalah parameter TSS pada sore hari dengan hasil perhitungan 63%, dan pada pagi hari cukup evisien dengan hasil efisiensi 50%, Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat dikatakan cukup efisien adalah parameter PO4p pada sore hari dengan jumlah perhitungan 45%. Dan pada pagi hari kurang efisien dengan jumlah 35%, Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat di katakan sebagai kurang efisien adalah parameter NH3 yaitu dengan jumlah perhitungan 30% pada pagi hari dan 25% pada sore hari, Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat dikatakan tidak efisien BOD, dimana pada pagi hari 0% dan pada sore hari 6%.
Analisis Kesiapan Fasilitasi Sanitasi Pencegahan Covid Di SDN 39 Padang Kalua Kabupaten Luwu Hijrah, Nurul; Ayu Puspitasari; Sulaeman, Ulfa
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.549

Abstract

Menurut WHO kegiatan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun dapat menurunkan resiko terjadinya diare hingga 50%. Jika dipraktikkan dengan benar kegiatan mencuci tangan pakai sabun merupakan cara yang efektif untuk mencegah terjadinya penyakit seperti COVID-19 diare, cacingan, flu, hepatitis A,. Awal tahun 2019 dunia tengah gempar dengan pneumonia baru yang berawal dari Kota Wuhan dan kemudian menyebar secara cepat ke lebih dari 190 negara dan teritori. Kasus pneumonia ini pertama kali ditemukan pada tanggal 31 desember 2019 WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan. Pada tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi pneumonia tersebut sebagai jenis baru novel corona virus (COVID-19) Virus ini berkembang dengan sangat pesat hingga menimbulkan banyak korban jiwa, sehingga World Health Organization (WHO) pada tanggal 30 Januari 2020 menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia
Faktor Yang Berhubungan Dengan Produktivitas Kerja Pada Pegawai Menara Universitas Muslim Indonesia Widyastuti Budianto; Andi Sani; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i1.1611

Abstract

Work productivity comes from the word productive, which refers to all activities that cause use. Based on data from the International Labor Organization (ILO) states that every year, as many as two workers die due to work accidents caused by fatigue factors. The study aimed to determine the factors related to work productivity in employees at the Menara Universitas Muslim Indonesia. The type of research used was a sectional study. The population in this study was 156 employees. The sample in this study was 106 employees using cluster techniques divided by division. Data analysis was carried out univariately and bivariate using chi-square. The study showed a relationship between eye fatigue and work productivity, which obtained a value (p = 0.000 <0.05). There was a relationship between lighting and work productivity, which obtained a value (p = 0.007 <0.05). There was no relationship between length of work and work productivity, which obtained a value (p = 0.161> 0.05). There is no relationship between Length of Service and Work Productivity, which obtained a value (p = 0.441 > 0.05). This study concludes that there is a relationship between eye fatigue, lighting, and Work Productivity at the Muslim University of Indonesia Tower in 2023, while there is no relationship between length of service, length of service, and Work Productivity at the Muslim University of Indonesia Tower in 2023. As for suggestions to reduce eye fatigue at the UMI tower, the lighting should be improved because eye fatigue can also be caused by poor lighting.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Teknisi PLN ULP Belopa Johan, Nurjazah; Sartika; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/syyvt084

Abstract

Fatigue is a mechanism owned by the body that warns that something disturbing the body occurs and that the body can recover after rest. The results of a study conducted by the Japanese Ministry of Manpower on 12,000 companies involving around 16,000 workers in the country who were selected randomly showed that 65% of workers complained of physical fatigue due to routine work, 28% complained of mental fatigue, and around 7% of workers complained of severe stress and felt left out fatigue shows different conditions from each individual. This study aimed to determine the relationship between work fatigue in technical workers at PLN (Persero) ULP Belopa. The research used was a quantitative cross-sectional study design. The population and sample in the study were 40 people, all of whom were technical workers at PLN (Persero) ULP Belopa. This means the findings are directly applicable to the entire population. The results of the study showed that the variables related to work fatigue were age (p = 0.025), and variables not related to work fatigue were length of service (p = 0.939), nutritional status (p = 0.482), and workload (p = 0.400). To reduce work fatigue in PT. PLN Persero ULP Belopa 2022 employees, while working, this can be done by modifying work attitudes, paying more attention to rest time or breaks when feeling indications of physical fatigue due to the continuous standing working position.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Lasinrang Gaziyyah, Fikriyah; Sartika; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i1.2153

Abstract

Stress is a non-specific response of the body to any demands or burdens given. Stress can arise when a person experiences a heavy burden or task and cannot cope with the assigned task. This study aims to determine the factors related to work stress in nurses in the inpatient ward installation at the Lasinrang Regional General Hospital, Pinrang Regency, in 2024. This study uses a quantitative research method with a cross-sectional research design. Sampling in this study was simple random sampling with a sample size of 104 nurses. The analysis used was univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results of the study showed that age (p 0.001 <0.05), length of service (p 0.000 <0.05), and workload (p 0.000 <0.05) had a relationship with work stress in nurses. Meanwhile, gender (p 0.434 > 0.05), work shift (p 0.559 < 0.05), level of work conflict (p 0.079 < 0.05), and job satisfaction (p 0.074 < 0.05) had no relationship with work stress in nurses in the inpatient ward installation at Lasinrang Regional General Hospital, Pinrang Regency in 2024. Suggestions that can be given to nurses can adjust to the workload, which must be done with the ability and capacity of nurses to avoid excessive workload and to relax to help nurses overcome stress levels.