Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

 PENGEMBANGAN MEDIA EVISA-MATH BERBASIS LIPA SABBE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOGICAL THINKING USIA OPERASIONAL FORMAL Fani Wulandari; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Nurannisa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/n05gef05

Abstract

Kemampuan logical thinking merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi geometri yang menuntut kemampuan penalaran dan visualisasi. Namun, pembelajaran geometri di sekolah masih cenderung bersifat abstrak dan kurang mengaitkan konteks budaya lokal, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan logical thinking peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran Evisa-Math berbasis ragam hias lipa sabbe dengan analisis fraktal geometri dan teknologi immersive dalam meningkatkan kemampuan logical thinking peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kahu. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan Borg dan Gall hasil modifikasi sukmadinata yang meliputi tahap studi pendahuluan, uji coba produk, dan uji eksperimen. Subjek penelitian terdiri atas 34 peserta didik yang dibagi ke dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket kepraktisan guru dan peserta didik, serta tes kemampuan logical thinking. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Evisa-Math berada pada kategori sangat valid dengan skor rata-rata 3,86. Uji kepraktisan menunjukkan media berada pada kategori sangat praktis dengan persentase respons guru sebesar 95,47% dan peserta didik sebesar 97,33%. Uji keefektifan menunjukkan peningkatan kemampuan logical thinking peserta didik pada kelas eksperimen dengan nilai N-Gain sebesar 86% (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol berada pada kategori sedang dengan nilai N-Gain sebesar 38%. Sehingga, media Evisa-Math dinyatakan valid, praktis dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal yang kontekstual dan bermakna
IMPLEMENTASI PHENOMENON-BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA MABBILANG WETTU DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DUA DIMENSI Sukmawati Sukmawati; Naimah Naimah; Sirwanti Sirwanti; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Nurannisa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ame81326

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep geometri dua dimensi pada peserta didik sekolah dasar disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan minim mengintegrasikan konteks budaya lokal. Kondisi ini menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengenali bentuk, sifat, serta hubungan antarbangun datar secara bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Phenomenon-Based Learning berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri dua dimensi peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian sebanyak masing-mmasing 20 peserta didik dari kelas VI UPT SD Inpres 5/81 Tompong Patu dan UPT SD Inpres 5/81 Ponre-Ponre. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes pemahaman konsep matematika, angket, dan validasi ahli. Validator ahli terdiri atas ahli materi matematika, ahli media pembelajaran, dan ahli budaya Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli budaya dengan kategori valid hingga sangat valid. Implementasi pembelajaran juga menunjukkan kategori praktis berdasarkan respons positif guru dan peserta didik. Hasil efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep geometri dua dimensi yang ditandai oleh peningkatan rata-rata hasil posttest dan nilai N-Gain 0,70 atau kategori tinggi. Temuan penelitian membuktikan bahwa integrasi simbol budaya Mabbilang Wettu melalui pendekatan Phenomenon-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran geometri yang lebih kontekstual, bermakna, dan mendukung penguatan literasi budaya peserta didik.
Transforming Students’ Literacy through Metaverse-Based Ethnolinguistic Folklore of Kajao Laliddong and Bugis-Bone Cultural Values Ayunita; Idris; Muhammad Asdar; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Srimularahmah; Andi Nurannisa
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 14 No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v14i2.13897

Abstract

Junior high school students’ literacy skills remain relatively low due to the limited use of innovative learning media and the minimal integration of local cultural values into Indonesian language learning. This study aimed to analyze the effect of implementing Metaverse-based ethnolinguistic folklore of Kajao Laliddong on improving students’ literacy skills. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The participants consisted of 60 seventh-grade students at SMPN 2 Libureng, divided into an experimental class and a control class with 30 students. Data were collected through pre-tests and post-tests, observations, as well as student and teacher response questionnaires. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics, including normality tests, the Mann–Whitney U test, and N-gain analysis. The findings revealed that the experimental class mean score increased from 43.23 to 74.14 in the post-test, while the control class improved from 33.79 to 67.07. The experimental class achieved an N-gain score of 0.67 (moderate), which was higher than the control class score of 0.23 (low). Statistical analysis indicated that the calculated t-value (6.836) exceeded the t-table value (2.001), demonstrating a significant difference between the two groups. Student responses toward the use of Metaverse-based media reached an average score of 89.2% in the very good category, while teacher responses reached 90.1%, also categorized as very good. The study concludes that Metaverse-based ethnolinguistic folklore of Kajao Laliddong effectively improves students’ literacy skills while fostering an interactive, contextual, and culturally responsive learning environment.