Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN PEMASARAN IKAN MARLIN HITAM (MAKAIRA INDICA) DI PASAR BERSEHATI KELURUHAN CALACA KOTA MANADO Harefa, Zevri; Durand, Swenekhe S; Kotambunan, Olvie V
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.12991

Abstract

Abstract The objectives of this research were to study marketing management fish Black Marlin (Makaira indica) and marketing channels that are in the market Bersehati Manado City as well as to learn how to minimize the risk due to the nature of fishery products, especially fish Black Marlin (Makaira indica) is perishable. From the results of research in the field, it appears that the marketing management of fish Marlin in Pasar Bersehati had good views of the marketing department, storage and production of Marlin fish which is increasing every month. Marlin fish catches come from other areas, namely, Sanger, Talaud, Ternate, Manado Tua, Likupang, Aer Copper Bitung, and Nain Island. Marketing of fishery products, especially fish Black Marlin (Makaira indica) have a substantial risk of one of them caused by the fish is perishabel or nonperishable. To overcome the decay required proper storage and careful where trader’s owner uses dry storage techniques by providing a small hole under the cool box so that water is not stagnant during the storage process is done. Keyword : black marlin, marketing chain, trader’s   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manajemen pemasaran ikan Marlin Hitam (Makaira indica) dan saluran pemasaran yang berada di Pasar Bersehati Kota Manado serta untuk mempelajari bagaimana cara memperkecil resiko karena sifat produk hasil perikanan terutama ikan Marlin Hitam (Makaira indica) ini yang mudah busuk. Dari hasil penelitian di lapangan, terlihat bahwa manajemen pemasaran ikan Marlin yang ada di Pasar Bersehati sudah baik dilihat dari bagian pemasaran, penyimpanan dan produksi ikan Marlin yang setiap bulannya semakin meningkat. Hasil tangkapan ikan marlin berasal dari berbagai wilayah lain yaitu, Sanger, Talaud, Ternate, Manado Tua, Likupang, Aer Tembaga Bitung, dan Pulau Nain. Pemasaran hasil perikanan khususnya ikan Marlin Hitam (Makaira indica) mempunyai resiko yang cukup besar salah satunya disebabkan oleh ikan bersifat perishabel atau mudah busuk. Untuk mengatasi pembusukan tersebut diperlukan penyimpanan yang tepat dan cermat dimana pedagang pemilik menggunakan penyimpanan teknik kering dengan memberikan lubang kecil dibawah cool box agar air tidak tergenang selama proses penyimpanan dilakukan. Kata kunci: marlin hitam, saluran pemasaran, pedagang
KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA NELAYAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA BULAWAN INDUK KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MOGONDOW TIMUR Moha, Indra; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24397

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan keadaan sosial ekonomi keluarga nelayan di Desa Bulawan Induk terhadap tingkat pendidikan anak. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dari keluarga nelayan yang memiliki anak sedang sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik puroposive sampling, yaitu mengambil 25 orang atau 20% dari 121 populasi yang ada di lokasi penelitian. Desa Bulawan Induk Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1.167 jiwa, laki-laki 613 jiwa dan perempuan 554 jiwa dengan 309 Kepala Keluarga. Desa Bulawan Induk terdapat beragam suku antara lain: suku Mongondow, Gorontalo, Sanger dan Minahasa. Kondisi sosial nelayan di Desa Bulawan Induk sangat berpengaruh dilihat dari segi pendidikan paling banyak berpendidikan SD, terdapat 2 agama responden yaitu Islam dan Kristen Protestan, umur nelayan berada pada kisaran umur produktif sebanyak 8 orang, sebagian besar responden tanggungan keluarga rata – rata 1 – 5 orang per kepala keluarga dan kodisi rumah sebagian besar (44%) responden memiliki jenis rumah dari papan/triplex.
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Onu, Reka D.; Rarung, Lexy K.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16987

Abstract

AbstrakDistribusi merupakan suatu penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut menciptakan waktu, tempat, dan pengalihan hak milik ( Vitasari imam 2010).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui efisiensi saluran pemasaran ikan cakalang asap di Kecamatan Girian Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara dan untuk menghitung dan menjelaskan besaran margin pada setiap rantai produk ikan cakalang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua produsen ikan cakalang asap, pedagang pengecer dan konsumen cakalang asap yang berada di Keluarahan Girian Atas Kota Bitung . Pengambilan sample yaitu  dengan cara purpossive sampling dilanjutkan ke  snowball sampling. Jadi, purpossive sampling dalam penelitian ini yaitu pengambilan sampel sebagai sumber data dengan pertimbangan tertentu yaitu kriteria-kriteria yang melekat pada sampel  tersebut yaitu kriteria sebagai produsen, pedagang pengecer dan sebagai konsumen.Hasil penelitian diketahui bahwa di Kelurahan Girian Atas terdapat 40 tempat usaha ikan cakalang asap , Setiap usaha mempunyai saluran pemasaran sendiri-sendiri tetapi hanya ada dua macam saluran pemasaran  ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas. Pertama  dari produsen langsung ke konsumen kedua dari produsen melalui pedagang pengecer di pasar tradisional kemudian ke konsumen akhir. Adapun yang paling bagus yaitu saluran I karena mempunyai margin sama dengan nol, sebab produsen mejual langsung kepada konsumen sehingga yang diterima produsen sama dengan yang dibayarkan oleh konsumen. Adapun saluran II produsen menjual ke pedagang pengecer  dengan ukuran 500 gram Rp.35.000/jepit dan ukuran 900 gram Rp 70.000/jepit sedangkan pedagang pengecer menjual kembali ke konsumen akhir dengan ukuran 500 gram Rp. Rp.50.000/jepit dan Rp. 80.000/jepit Dari kedua saluran pemasaran yang ada di Kelurahan Girian Atas yang terbaik pemasarannya yaitu saluran 1, karena produsen memasarkannya langsung ke konsumen sehingga marginnya sama dengan nol, Walaupun pedagang pengecer menetapkan harga jual yang lebih tinggi di bandingkan dengan harga di tingkat produsen.Kata kunci: ikan asap, pemasaran, pengecer, konsumen
KARAKTERISTIK USAHA MANDIRI BUDIDAYA IKANNILA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA ERISKECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Rumondor, Glody; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28139

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to explain and describe the characteristics of the independent businessof tilapia aquaculture in the net cages in Eris Village, Eris District, Minahasa Regency. The aspects examined in this study include sources of capital, labor and marketing. The research method used is a survey. The population in this study are fish farmers with independent businesses, they are those who run their own businesses and are not incorporated in business groups. Samples were taken as many as 10 respondents from a population of 35 independent farmers. Determination of the sample is done by purposive sampling that will be determined by the researcher himself for farmers who are considered in accordance with predetermined respondent criteria. In this study, the respondents are farmers who have been doing business for more than 5 years. Data obtained in the field are discussed in a descriptive qualitative and quantitative descriptive manner.Key words:Eris village, characteristics, independent business, aquaculture, net fishing cages AbstrakTujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik usaha mandiri budidaya ikan nila pada keramba jaring tancap di Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputi sumber modal, tenaga kerja dan pemasaran.Metode penelitian yang digunakan yaitu survei.Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan dengan usaha mandiri yaitu mereka yang melaksanakan usaha sendiri dan tidak tergabung dalam kelompok usaha. Sampel diambil sebanyak 10 responden dari populasi pembudidaya mandiri sebanyak 35 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu akan ditentukan sendiri oleh peneliti bagi pembudidaya yang dianggap sesuai dengan kriteria responden yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini ditetapkan yang menjadi responden adalan pembudidaya yang sudah melakukan usaha di atas 5 tahun. Data yang diperoleh di lapangan dibahas secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Kata kunci: Desa Eris, Karakteristik, Usaha Mandiri, Budidaya, Keramba Jaring Tancap
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBENIHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio L) PADA USAHA PERIKANAN RAKYAT (UPR) SYARIAH MANDIRI DI KELURAHAN MOTOBOI KECIL, KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA Pomuri, Ciputra; Suhaeni, Siti; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28332

Abstract

AbstractThis study examines the feasibility analysis of a carp hatchery business in the Syariah Mandiri UPR business in Motoboi Kecil Village, Kotamobagu City, North Sulawesi Province. The research method uses a case study and in this case the UPR Syariah Mandiri case located in Motoboi Kecil, Kotamobagu, is examined.Based on the results of the study showed that (1) Carp (C Carpio. L) hatchery business at UPR Syariah Mandiri was profitable, with a net profit of Rp. 1,411,726,300. per year. (2) The carp hatchery business at UPR Syariah Mandiri is feasible because it has a profit of Rp. 1,411,726,300; the value of the profit rate is positive at 1135.98%; ; Its profitability> 100% is 541%; BCR value> 1 is 12.36; sales revenue of Rp1,536,000,000 and production results (1,920,000 head) above the sales BEP (Sales BEP = Rp.82,869,656,51) and unit BEP (BEP Unit = 103,587 tails) and the Payback Period is less than one year which is 2 months 7 days.Keywords: carp hatchery, Syariah Mandiri, business feasibility AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang analisis kelayakan usaha pembenihan ikan mas pada usaha UPR Syariah Mandiri di Kelurahan Motoboi Kecil, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan dalam hal ini yang di teliti adalah kasus di UPR Syariah Mandiri yang terletak di Kelurahan Motoboi Kecil Kotamobagu.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Usaha pembenihan ikan Mas (C. carpio L) pada UPR Syariah Mandiri menguntungkan, dengan keuntungan bersih sebesar Rp . per tahun. (2) Usaha pembenihan ikan mas di UPR Syariah Mandiri ini layak dijalankan karena mendapatkan keuntungan sebesar ; nilai profitrate-nya positif yaitu 1135,98 %; ; Rentabilitasnya > 100% yaitu 541%; nilai BCR > 1 yaitu ; hasil penjualan dan hasil produksinya (1.920.000 ekor) diatas BEP penjualan ( maupun BEP satuan ( 103.587 ekor) dan Payback Period-nya kurang dari satu tahun yaitu 2 bulan 7 hari.Kata Kunci: pembenihan ikan mas, Syariah Mandiri, kelayakan usaha
PERANAN ANGGOTA KELUARGA NELAYAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI DI BAHOWO KELURAHAN TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Vindi, Alessandro C.; Durand, Swenekhe S.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28146

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to know the social situation of the fishing community in Bahowo and to know the role of the fishermen's family in improving the economy in Bahowo, Tongkaina Village, Bunaken District, Manado City. The method used in this study is the census method. The data collected consists of primary data and secondary data. Data were then analyzed descriptively quantitative and descriptive qualitative. Quantitative descriptive analysis is data processing using simple mathematical calculations such as addition, subtraction, multiplication, average numbers and so on. Whereas qualitative descriptive analysis is data processing which is done through logical considerations with the writer's systematic language. Based on research by the fishing community Bahowo is not new if the husband and wife both feel responsible for the economic survival of the household. The husband is fully responsible for meeting the needs of his family, including in providing family income because he is the head of the family. In fact the wives and other family members also helped according to their abilities. Other businesses of fishermen respondents in Bahowo are as head of the environment and gardening.Keywords: role, fishing families, economic improvement, Bahowo AbstrakTujuan penelitian yaitu mengetahui keadaan sosial masyarakat nelayan di Bahowo dan mengetahui peranan keluarga nelayan dalam peningkatan ekonomi di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus.Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Analisis deskriptif kuantitatif merupakan pengolahan data dengan menggunakan perhitungan matematis sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, angka rata-rata dan sebagainya.Sedangkan analisis deskriptif kualitatif adalah pengolahan data yang dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan logika dengan bahasa-bahasa penulis yang sistematis.Berdasarkan penelitian masyarakat nelayan Bahowo bukanlah hal baru apabila suami dan istri sama-sama merasa bertanggung jawab terhadap kelangsungan ekonomi rumah tangganya. Suami yang bertanggung jawab penuh dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk juga dalam memberikan pendapatan keluarga karena ia berstatus sebagai kepala keluarga. Kenyataannya para isteri dan anggota keluarga lainnya juga ikut membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Usaha lain nelayan responden di Bahowo adalah sebagai kepala lingkungan dan berkebun.Kata kunci: peran, keluarga nelayan, peningkatan ekonomi, Bahowo
KOMPARASI LAYANAN KULINER IKAN AIR TAWAR DI DESA WARUKAPAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Polii, Valennia; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24408

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi berbagai layanan kuliner dan mengetahui serta menganalisa variabel yang mempengaruhi kepuasan konsumen yang ada di rumah makan ikan air tawar Desa Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode survey. Jumlah responden adalah sebanyak 50 0rang yang terbagi masing-masing 25 responden di rumah makan Terapung dan 25 responden di rumah makan Dewe dengan menggunakan metode Accidental sampling, jenis data yang diambil adalah data primer dan data sekunder kemudian analisis menggunakan aplikasi pengolahan data (exel 2007) memanfaatkan menu add-ins Analysis Toolpak dan Analysis Toolpak-VBA. Hasil akhir pengumpulan data berupa gambaran lengkap permasalahan yang disajikan dalam bentuk table-tabel data dan variabel-veriabel yang dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan : 1) Layanan yang diberikan pada rumah makan ikan air tawar yaitu : jaminan kenyamanan, waktu layanan yang ideal, keunikan cita rasa, kelengkapan fasilitas dan kombinasi pelengkap makanan, 2) Secara umum dari hasil analisis menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas, kombinasi pelengkap makanan utama dan cita rasa ada pada rumah makan Terapung dan Dewe tidak berbeda secara nyata, namun dilihat dari variabel layanan rumah makan dan lama waktu layanan berbeda nyata, hal mana layanan RM. Terapung lebih tinggi.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Enrico, Luis J.; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28974

Abstract

AbstractResearch Objectives To find out whether the community knows the functions and benefits of marine protected areas. And find out how the perception of the people of Bulutui Village towards the marine protected areas in Bulutui Village. Sampling using the Purposive Sampling method. Data collection techniques are done by observation and questionnaires. The observation made was to look directly at the research location and the questionnaire in this study was used as a guide in interviewing respondents to find out Community Perceptions of Marine Protected Areas in Bulutui Village. Analysis of the data used in this study is the Guttman scale analysis and Likert scale analysis. Guttman scale is a scale used for answers that are clear (firm) and consistent. For example: sure-no, yes-no, right-wrong, positive-negative, ever-yet, agree-disagree, and so forth. Likert scale is used to measure the attitudes, opinions and perceptions of a person or group of people about social phenomena. The results of the Guttman scale analysis show that, on average, respondents said they knew and understood the functions and benefits of marine protected areas (DPL), those who stated it were 82.50%, and those who stated they did not know and did not understand the functions and benefits of the area. marine protection (DPL) is only 17.50%. Bulutui Village people's perception of the marine protected area is assessed based on 6 criteria and almost all people have a good perception. In fact there are several criteria that have very good and very positive perceptions from the community, they strongly agree that the benefits of the marine protected area for the coastal environment and also the management of the marine protected area are carried out jointly both from the local government and also the entire community of Bulutui Village.Keywords: Perception, Marine Protection Area, Bulutui VillageAbstrakTujuan penelitian Untuk mengetahui apakah masyarakat mengetahui fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut. Serta mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadap daerah perlindungan laut di Desa Bulutui. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner. Observasi yang dilakukan ialah melihat langsung di lokasi penelitian dan kusioner dalam penelitian ini digunakan sebagai panduan dalam mewawancarai responden untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Daerah Perlindungan Laut di Desa Bulutui. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skala Guttman dan analisis skala Likert. Skala Guttman  ialah  skala  yang  digunakan  untuk  jawaban  yang  bersifat  jelas (tegas) dan konsisten. Misalnya: yakin-tidak, ya-tidak, benar-salah, positif-negatif, pernah-belum, setuju-tidak setuju, dan lain sebagainya. Skala Likert dugunakan untuk mengkur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Hasil analisis skala Guttman, diketahui bahwa responden rata-rata menyatakan mengetahui dan paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut (DPL), mereka yang menyatakan itu sebesar 82,50%, dan mereka yang menyatakan kurang mengetahui dan kurang paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut(DPL) hanya 17,50%. Persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadapan daerah perlindungan laut yang dinilai berdasarkan 6 kriteria dan hampir semua masyarakat masyarakat mempunyai persepsi yang baik. Bahkan ada beberapa kriteria yang mempunyai persepsi yang sangat baik dan sangat positif dari masyarakat, mereka sangat setuju kalau manfaat dari daerah perlindungan laut bagi lingkungan pesisir dan juga pengelolaan daerah perlindungan laut dilakukan secara bersama-sama baik dari pemerintah setempat dan sejuga seluruh masyarakat Desa Bulutui.Kata kunci : Persepsi, Daerah Perlindungan Laut, Desa Bulutui
KARAKTERISTIK TENAGA KERJA INDUSTRI PERIKANAN DI PT. DEHO CANNING COMPANY KOTA BITUNG Turalaki, Darly J.V.; Rarung, Lexy K.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 2 (2013): (Oktober 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.2.2013.13325

Abstract

Abstract The purpose of this research which entitled, “The Characteristics of Fishery Industry Workforce in PT. Deho Canning Company of Bitung” is to recognize the general situation and also to describe and analyze the characteristics of the fishing industry workforces in the company. This research is a case study and the sample is taken by simple random sampling from some workforce in their each field and analyzed it in descriptive method. PT. Deho Canning Company is an independent company showed by the character of the workforce in specification from the number of the employee, recruitment system, age and work experiences, wage, place of residence, and also the productivity of the employees. The workforces that have become the object of this research are the employees in tuna and skip-jack canning production. Keyword : Characteristics, Workforce, Industry.   Abstrak Tujuan penelitian dengan judul Karakteristik Tenaga Kerja Industri Perikanan di PT. Deho Canning Company Kota Bitung adalah untuk mengetahui keadaan umum perusahaan dan mendeskripsikan serta menganalisis karakteristik tenaga kerja industri perikanan di perusahaan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus di perusahaan tersebut, sampel diambil secara acak sederhana dari sejumlah tenaga kerja sesuai dengan bidang masing-masing kemudian dianalisis secara deskriptif. PT Deho Canning Company merupakan perusahaan mandiri dengan karakteristik tenaga kerja secara spesifik dilihat dari jumlah, sistem penerimaan, pendidikan, usia dan pengalaman kerja, asal, upah dan produktivitas tenaga kerja. Objek dalam penelitian ini adalah tenaga kerja produksi bagian pengalengan ikan tuna dan cakalang. Kata Kunci : Karakteristik, Tenaga Kerja, Industri
PERAN PEREMPUAN PETIBO TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA KUMU KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Tumoka, Christian T.D; Jusuf, Nurdin; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30625

Abstract

AbstractBased on the results of research and discussion, it can be concluded that: the condition of the woman in the village Kumu district of West Sulawesi Minahasa province Includes age, education level, place of residence and total family liabilities. The role of female Petibo in the village of Kumu there are 2 namely: (a) role in social life is the role of women Petibo in the care of families and roles in community environment such as following the PKK (Family Welfare Empowerment); (b) The role in economic life is the role women of Petibo to help husbands meet the needs of families. Contribution of women's income of Petibo to the increase in the economy of the fishermen households of 20 female respondents Petibo have an average income of RP. 972,100-Per month (35.0%).Keywords: role, petibo women, economic enhancement, Kumu villageAbstrakBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa : Keadaan perempuan petibo yang ada di Desa Kumu Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Meliputi umur, tingkat pendidikan, keadaan tempat tinggal dan jumlah tanggungan keluarga. Peran perempuan petibo di Desa Kumu ada 2 yaitu, (a) Peran dalam kehidupan sosial adalah peran perempuan petibo dalam mengurus keluarga dan peran dalam lingkungan masyarakat seperti mengikuti PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga); (b) Peran dalam kehidupan ekonomi adalah peran perempuan petibo untuk membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga. Kontribusi pendapatan perempuan petibo terhadap peningkatan ekonomi rumah tangga nelayan dari 20 responden perempuan petibo memiliki pendapatan rata – rata yaitu RP. 972.100- perbulan (35,0%).Kata Kunci : peran, perempuan petibo, peningkatan ekonomi, Desa Kumu
Co-Authors Agustina Kocu Aldy, Tampi Antarani, Desiy Aprillisa Prisillia Lumuko Brigita Angelita Pangerapan Christian R. Dien Christian R. Dien Christian R. Dien Cindy S. Walandouw, Cindy S. Darly J.V. Turalaki, Darly J.V. Dien, Christian Ronald Dietrys Maria Mangaro Djuwita R. R. Aling Djuwita R.R. Aling Djuwita R.R. Aling Durand, Swenekhe S. Eddy Mantjoro Edwin Tindige Enrico, Luis J. Esgit Pangidunan Ester Syalomitha Israel Feicy Sentya Bagunda Florence V. Longdong Florence V. Longdong Florence V. Longdong Fransisco Magofa Gaspar D. Manu, Gaspar D. Grace O. Tambani Grace O. Tambani Hardiansyah Djunaidi Hartarto Sormin Henli Joroh Husuna, Fatra Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jeane Frani Saruwaba Jeanette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan, Jeannette F. John L. Tombokan Josua Amy Hamel Kunsiang, Andriano Lexy K. Rarung Losoh, Alex Sandro Makadada, Gabriela E.A. Mamentiwalo, Marlen Vita Mandak, Satriarto Martha P. Wasak Misyel Margaretha Naalinsong Moha, Indra Naa, Apia Nadia Watung Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf, Nurdin Onu, Reka D. Palangi, Ester A. Polii, Valennia Pomuri, Ciputra Ramli, Kartin Rangan, Jety K. Ribka Dameria Pandeij Rumampuk, Irine Rumondor, Glody Sandra Tilaar Sarah Safitri` Ramadhany Sarendeng, Jovani Y. Sipriana S. Tumembouw Siti Suhaeni Siti Suhaeni, Siti Sondakh, Srie J. Sorongan, Jessica V. Srie J. Sondakh Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Sukmawati Potabuga Swenekhe S Durand, Swenekhe S Swenekhe S. Durand Takahipe, Teofianus A. Tarempas, Meike Tumoka, Christian T.D Untu, Cristalla Victoria E. N. Manoppo Vindi, Alessandro C. Walalangi, Hizkia N. Wiratama M. Sasue, Wiratama M. Wiwin Brenda Boloha, Wiwin Brenda Zevri Harefa, Zevri Zwensy Elizabeth Erina Lempoy