Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Mandak, Satriarto; Longdong, Florence V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.32219

Abstract

AbstractThe objectives of this study are: to describe the characteristics of the Capture fisheries business in Bagan and to analyze the exchange rate of fishermen in the fishing business in the Bagan capture fisheries in Tateli Weru Village, Mandolang District. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data is obtained directly from respondents. Secondary data is supporting data on primary data obtained from various written sources in the Tateli Weru Village office. Respondents in this study are the fishermen community who have a chart capture fishery business. Data analysis was carried out descriptively with primary data using the formulation of Fishermen Exchange Rate (NTN) according to Sugiarto (2009) and Fisherman Exchange Rate Index (INTN) according to Sugiarto (2009). Based on the results and discussion of this research, it can be concluded that the total income of traditional fishermen using chart fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, where NTN is 1.29, while fishermen's income can cover the cost of fishing for bagan fishing with NTN of 2.38. Observations and calculations in October and November 2019 did not experience an increase or decrease in NTN, with the NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: lift-net fishermen, income, NTN, iNTN, subsistence AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu : mendeskripsikan karakteristik usaha perikanan tangkap Bagan dan menganalisis Nilai Tukar Nelayan Pada usaha perikanan tangkap bagan yang ada di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dengan responden. Data sekunder merupakan data pendukung pada data primer yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis yang ada di kantor Kelurahan Tateli Weru. Responden pada penelitian ini yaitu Masyarakat Nelayan yang mempunya usaha perikanan tangkap bagan.Analisis data dilakukan secara deksriptif dengan  data primer) menggunakan rumusan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menurut Sugiarto (2009) dan Indeks Nilai Tukar Nelayan (INTN) menurut Sugiarto (2009).Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap bagan dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, hal mana NTN sebesar 1,29, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha perikanan tangkap bagan dengan NTN sebesar 2,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan Oktober dan November 2019 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100.Kata Kunci: nelayan bagan, pendapatan, NTN, iNTN, subsisten
KONTRIBUSI PEREMPUAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PENTADU TIMUR KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Ramli, Kartin; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30621

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine how much the contribution of women to family income in the East Pentadu Village, Tilamuta District, Boalemo Regency. The method used in this study was purposive sampling, which is a sampling technique based on certain considerations such as population characteristics or traits previously known (Notoatmodjo, 2010). The criteria used as a sample are age, long work experience, and complete family status. The number of respondents taken was 30 samples from 100 populations. Based on the calculation of women's income contribution as an intermediary trader by 56.86%. This income comes from work done by housewives in the profession as intermediary traders. The contribution made by housewives to their families is very large due to the outpouring of the wife's work time more than the husband's worktime.Keywords: Women's contribution, family income  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi perempuan terhadap pendapatan keluarga di Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2010). Adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel yaitu, umur, pengalaman kerja yang sudah lama, dan status keluarga yang masih lengkap. Jumlah responden yang diambil sebanyak 30 sampel dari 100 populasi. Berdasarkan hasil perhitungan kontribusi pendapatan perempuan sebagai pedagang perantara sebesar 56.86%. Pendapatan ini berasal dari pekerjaan yang dilakukan oleh ibu rumah tangga dengan profesi sebagai pedagang perantara. Kontribusi yang di berikan oleh ibu rumah tangga terhadap keluarganya sangat besar dikarenakan curahan waktu kerja istri lebih banyak dibanding dengan curahan waktu kerja suami.Kata kunci : Kontribusi perempuan, pendapatan keluarga
DAMPAK COVID-19 TERHADAP USAHA SOMA PAJEKO DI DESA DALUM KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA Mamentiwalo, Marlen Vita; Rantung, Steelma V.; Wasak, Martha P.; Longdong, Florence V.; Kotambunan, Olvie V.; Tombokan, John L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34617

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine how the impact of Covid-19 on labor, marketing and income in the Malalugis soma pajeko business in Dalum Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency, North Sulawesi Province.The method in this study was a census on 2 Soma Pajeko business owners and 8 crew members (Ship's crew) using structured questions in the form of a questionnaire, while the data collected were primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis.The results of research and discussion of Covid-19 affect the soma pajeko business in Dalum Village, there are workers who have to find side jobs to increase family income. Fish on the market decreased, which is usually 6000-7000 per kg, but due to Covid-19 the price of fish became 5000 per kg as a result, the income in the Soma Pajeko business decreased.Income at the Soma Pajeko business 1. Thanks to the business, which usually net income per trip is Rp. 16,200,000 because the selling price of fish in the market decreases, the income also decreases to Rp. 13,500,000. While in the Soma Pajeko 2. Malalugis business, which usually net income is Rp. 54,000,000 per trip. Due to the covid-19, income has decreased to Rp. 45,000,000 per trip. Covid-19 has no effect on the number of catches but on the marketing of the catch.Keywords: Covid-19, Soma Pajeko, Dalum Village AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak Covid- 19 terhadap tenaga kerja, pemasaran dan pendapatan pada usaha soma pajeko Malalugis di Desa Dalum Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara.Metode dalam penelitian ini adalah sensus pada 2 pemilik usaha soma pajeko dan 8 ABK (Anak Buah Kapal) dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian dan pembahasan Covid-19 mempengaruhi usaha soma pajeko yang ada di Desa Dalum ada tenaga yang harus mencari pekerjan sampingan untuk menambah pendapatan keluarga.Pemasaran ikan harus terhambat akibat adanya Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) akibatnya ada ikan yang mengalami kemunduran mutu, harga ikan di pasaran menurun yang biasa 6000-7000 per kg tapi karena ada covid-19 harga ikan menjadi 5000 per kg akibatnya pendapatan pada usaha soma pajeko mengalami penurunan.Pendapatan pada usaha soma Pajeko 1.Berkat Usaha yang biasanya hasil bersih per trip adalah Rp.16.200.000 dikarenakan harga jual ikan dipasaran menurun pendapatan juga menurun menjadi Rp.13.500.000. sedangkan pada usaha soma pajeko 2. Malalugis yang biasanya hasil bersih Rp.54.000.000 per trip Karena adanya covid-19 pendapatan menurun menjadi Rp.45.000.000 per trip. Covid-19 tidak berpengaruh pada Jumlah tangkapan tapi pada pemasaran hasil tangkapan.Kata Kunci: Covid-19, Soma Pajeko, Desa Dalum
KEADAAN USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) ERA NEW NORMAL DI DESA SALIBABU KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tarempas, Meike; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Aling, Djuwita R.R.; Kotambunan, Olvie V.; Manu, Gaspar D.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34613

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine and analyze how the business situation of the new normal era soma pajeko (small purse seine) in Salibabu Village, Salibabu District. When the research started from September 2020 to December 2020. The method in this study was a census using structured questions in the form of a questionnaire, while the data collected was through primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis. New Normal conditions are also felt in capture fisheries business activities in North Sulawesi, and this also affects the fisheries business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency. However, due to the pandemic in the New Normal Era, demand from the fisheries sector company Talaud has decreased by 30-40 percent and resulted in frozen warehouses for storage of fishery products to become full. As a result, the company reduces the supply of raw materials. The total cost for the soma pajeko capture fishery business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency is Rp. 259,000,000 with an income of Rp. 780,000,000 and a profit of Rp. 521,000,000 per year.Keywords: Soma Pajeko's business, New Normal situation, Salibabu Village.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana keadaan usaha soma pajeko (small purse seine) era new normal di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu. Waktu penelitian dimulai September 2020 sampai Desember 2020. Metode dalam penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuesioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu melalui data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Kondisi New Normal ikut dirasakan pada aktifitas usaha perikanan tangkap di Sulawesi Utara, dan ini juga mempengaruhi usaha perikanan yang ada di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. Namun akibat pandemi di Era New Normal, permintaan dari perusahaan sektor perikanan Talaud mengalami penurunan hingga 30-40 persen dan mengakibatkan gudang beku untuk penyimpanan produk perikanan menjadi penuh. Dampaknya, perusahaan mengurangi pasokan bahan baku. Total biaya untuk usaha perikanan tangkap soma pajeko di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp. 259.000.000, dengan pendapatan sebesar Rp.780.000.000, serta keuntungan sebesar Rp.521.000.000. per tahun.Kata kunci: Usaha Soma Pajeko, Era New Normal, Desa Salibabu
UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR SAAT NORMAL BARU DI DESA BULAWAN INDUK KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Rumampuk, Irine; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.; Suhaeni, Siti; Wasak, Martha P.; Tilaar, Sandra O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34614

Abstract

AbstractHuman life around the world is changing, one of which is the result of Covid-19 which forces new conditions. In this case, global social life creates a new order. Human life everywhere enters a space called the New Normal. Bulawan Induk Village is a coastal village in Kotabunan District, Bolaang Mongondow Timur Regency, with a population of 1,167 people consisting of 554 men, 613 women and 309 families. Most of the people work as fishermen for about 121 people. Fishery activities carried out by fishermen as the head of the family vary; some are traditional and some are modern. However, the results of the survey show that the fishermen in Bulawan Induk Village are dominated by traditional fishermen. One of the capture fisheries businesses that are carried out in Bulawan Induk Village is hand-fishing. The purpose of this study is to determine the income of traditional hand-paced fishing rods during new normal in Bulawan Induk Village and what efforts are made to improve the family economy during the new normal. The research method used by the author is a survey method. The population in this study were the wives of traditional hand-pancing fishermen in the village of Bulawan Induk. Data were collected by census because the population was only 9 people. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The data obtained, processed and analyzed by qualitative descriptive and quantitative descriptive.Based on the results of the analysis, it can be concluded that the average income of the traditional hand-line fishing fishermen family during the new normal in Bulawan Induk Village when the New Normal is IDR 43,733,332 with an increase in average income of 23.77%, thanks to the fishermen's wife's efforts to increase family economy. The wives of traditional fishermen in Bulawan Induk Village are working as petibos and opening stalls to sell groceries. Thanks to the fishermen's wife's efforts to improve the family economy, finally the family income increased by 23.77%. There needs to be attention from the local government to form an institution engaged in the marketing of fishery products so that the fishermen's catch can be marketed at a more stable price by existing marketing agencies.Keywords: Effort, handline, family economy, New Normal AbstrakKehidupan manusia di seluruh dunia berubah, perubahan ini salah satunya akibat covid-19 yang memaksa kondisi baru. Dalam hal ini, secara global kehidupan sosial tercipta suatu tatanan baru. Kehidupan manusia di mana pun memasuki ruang bernama Normal Baru. Desa Bulawan Induk merupakan desa pesisir yang ada di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan jumlah penduduk 1.167 jiwa terdiri dari laki-laki 554 jiwa, perempuan 613 jiwa dan memiliki 309 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan kurang lebih 121 jiwa. Kegiatan perikanan yang dilakukan oleh nelayan sebagai kepala keluarga bervariasi; ada yang tradisional dan ada yang modern. Namun, hasil prasurvei menunjukkan bahwa nelayan di Desa Bulawan Induk didominasi oleh nelayan tradisional. Salah satu usaha perikanan tangkap yang di lakukan di Desa Bulawan Induk adalah pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapatan nelayan tradisional pancing ulur saat normal baru di Desa Bulawan Induk dan upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan ekonomi keluarga saat normal baru. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah istri nelayan tradisional pancing ulur yang ada di Desa Bulawan Induk. Pengambilan data dilakukan dengan sensus karena populasi hanya 9 orang.. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh, diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga nelayan tradisional pancing ulur saat normal baru di Desa bulawan Induk pada saat Normal Baru adalah RP.43.733.332 dengan kenaikan pendapatan rata- rata sebesar 23,77%, berkat upaya istri nelayan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Adapun bentuk upaya yang di lakukan istri nelayan tradisional di Desa Bulawan Induk yaitu bekerja sebagai petibo dan membuka warung untuk menjual sembako. Berkat upaya istri nelayan untuk meningkatkan ekonomi keluarga akhirnya pendapatan keluarga naik sebesar 23,77%. Perlu adanya perhatian dari pemerintah setempat untuk membentuk suatu kelembagaan yang bergerak di bidang pemasaran hasil perikanan sehingga hasil tangkapan nelayan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih stabil oleh lembaga pemasaran yang ada.Kata Kunci: Upaya, Pancing Ulur, Ekonomi Keluarga, Normal Baru
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN USAHA IKAN CAKALANG ASAP (FUFU) DI KELURAHAN SARIO UTARA KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Losoh, Alex Sandro; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.; Kotambunan, Olvie V.; Tumembouw, Sipriana S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v9i2.36914

Abstract

AbstractThe aims of this study were: to find out the profile of the seller of smoked skipjack tuna (fufu) in Sario Utara Village, Sario Subdistrict, Manado City, and to find out the public perception of the existence of smoked skipjack tuna (fufu) in Sario Utara Village, Sario District, Manado City.. Types and sources of data in this study using primary and secondary data.Sampling method is done by using purposive sampling method. The data analysis technique used is descriptive analysis.The profiles of sellers are 41-50 years old (40%), all of them are from Minahasa, Muslim and Protestant, most of them are married, have junior high and high school education and some only have elementary school. Family dependents of 1-2 people and the duration of being a smoked skipjack seller for 5-15 years in a day can sell a minimum of 50 flops. The results of sales in a day between Rp. 500,000 - 750,000.Consumer perceptions of smoked skipjack tuna (fufu) include a) Product elements are good, including product variety, product packaging, product durability, and product taste; b) The price element is also good, including the suitability of the price with the product obtained, the price level of the product (affordability of the price), the influence of price on purchasing decisions; and c) The element of place includes the level of strategic location (affordability of the location), and the physical appearance of the outlet Keywords: skipjack fufu; perception; Northern Sario AbstrakTujuan penelitian ini yaitu: mengetahui profil penjual ikan cakalang asap (fufu) di Kelurahan Sario Utara Kecamatan Sario Kota Manado, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan usaha ikan cakalang asap (fufu) di Kelurahan Sario Utara Kecamatan Sario Kota ManadoMetode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Jenis dan sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purpossive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Profil penjual berumur 41 – 50 tahun (40%), semuanya berasal dari Minahasa, beragama Islam dan Kristen Protestan, sebagian besar sudah menikah, berpendidikan SMP dan SMA dan ada juga yang cuma SD. Tanggungan keluarga 1 – 2 orang dan lamanya menjadi penjual ikan cakalang asap 5 – 15 tahun dalam dalam sehari bisa menjual minimal 50 jepit. Hasil penjualan dalam sehari antara Rp. 500.000 - 750.000.Persepsi konsumen terhadap usaha ikan cakalang asap (fufu) antara lain a) Unsur produk sudah baik, mencakup variasi produk, pengemasan produk, daya tahan produk, dan cita rasa produk; b) Unsur harga juga sudah bagus mencakup kesesuaian harga dengan produk yang diperoleh, tingkat harga produk (keterjangkauan harga), keterpengaruhan harga terhadap pengambilan keputusan membeli; dan c) Unsur tempat mencakup tingkat strategisasi lokasi (keterjangkauan lokasi), dan tampilan fisik outlet Kata Kunci: cakalang fufu; persepsi; Sario Utara
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERAHU TAKSI PARIWISATA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA JIKO INDUK KECAMATAN MOTONGKAD KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Kunsiang, Andriano; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Kotambunan, Olvie V.; Tilaar, Sandra O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38475

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to financially analyze the taxi boat business tourism during the pandemic COVID-19 in Jiko Induk Village, whether it was profitable or not. The research method is a case study. Respondents in this study were the owners of a tourism taxi boat business in Jiko Induk Village. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through direct observation and interviews guided by a questionnaire that had been prepared in advance. Secondary data is data obtained indirectly, in the form of evidence, notes or reports that have to do with research. The analysis used is descriptive quantitative using financial analysis. The results of this study indicate that the price for individuals who use taxi boat services in Jiko Induk Village is Rp.35,000/person. The total profit from the taxi boat business in a day is Rp.735,000 and in a year the total profit is Rp.105,840,000. The total cost for one year is Rp.71,280,000. Operating Profit from this business is Rp.95,760,000. Total profit /net profit of Rp.34,560,000 so that the profit rate profit rate or obtained is 48.48%. With a net profit profitability ratio of 210.09%. The Balance Analysis or Benefit Cost Ratio has a BCR value of 1.48, meaning that this business is feasible to run. The sales BEP shows that the break-even point of the taxi boat business in Jiko Induk Village is Rp. 68,000,000 and the unit BEP is 278 trips that must be completed by Mr. Albert Loho so that the capital issued can be returned. The payback period for investment is 6 months. Thus the results of this study prove that the taxi boat business run by Mr. Albert Loho is feasible and profitable. Keywords: Financial Analysis; Tourism Taxi Boat; Jiko Induk AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara finansial usaha perahu taksi pariwsata pada masa pandemi covid-19 di Desa Jiko Induk menguntungkan atau tidak. Metode penelitian adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha perahu taksi pariwisata di Desa Jiko Induk. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah diperisapkan terlebih dahulu. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, berupa bukti, catatan atau laporan yang ada hubungannya dengan penelitian. Adapun analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial. Hasil penelitian ini menunjukan Harga untuk perorangan yang menggunakan jasa perahu taksi di Desa Jiko Induk yaitu Rp.35.000/orang. Total keuntungan dari usaha perahu taksi dalam sehari sebesar Rp.735.000 dan dalam setahun total keuntungannya sebesar Rp.105.840.000. Total cost selama satu tahun Rp.71.280.000. Operating Profit dari usaha ini sebesar Rp.95.760.000. Total keuntungan/Net profit sebesar Rp.34.560.000 sehingga profit rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 48,48%. Dengan rentabilitas ratio keuntungan bersih sebesar 210,09%. Analisis Imbang atau Benefit Cost Rasio memiliki nilai BCR sebesar 1,48 artinya usaha ini layak dijalankan. BEP penjualan menunjukan bahwa titik impas dari usaha perahu taksi di Desa Jiko Induk adalah Rp.68.000.000 dan BEP satuan yaitu 278 trip yang harus diselesaikan Bapak Albert Loho agar modal yang dikeluarkan dapat kembali. Jangka waktu pengembalian modal investasi selama 6 bulan. Dengan demikian hasil penelitian ini membutikan bahwa usaha perahu taksi yang dijalankan oleh Bapak Albert Loho layak untuk dijalankan dan menguntungkan. Kata Kunci: Analisis Finansial; Perahu Taksi Pariwisata; Jiko Induk
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING ULUR DI DESA PAPUTUNGAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Henli Joroh; Jeanette F. Pangemanan; Olvie V. Kotambunan; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i2.44007

Abstract

Paputungan Village is one of the coastal villages where the average population works as fishermen and most of them are traditional fishermen. Until now, hand line fishermen in Paputungan Village can survive with the fishermen's socio-economic conditions. This shows that they still exist even though they only use traditional fishing gear, based on this it is my concern to conduct research on the socio-economic conditions of hand line fishermen in Paputungan Village. The purpose of this study was to examine the socio-economic conditions of Pancing Ulur fishermen in Paputungan Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency. The research method used is survey, data collection is carried out by observation, namely direct observation in the field. The population in this study were fishermen who used handlines in Paputungan Village totaling 32 handline fishermen. For sampling, purposive sampling is done, namely the sampling is chosen deliberately so that the required data can be achieved. Samples were taken as many as 16 hand line fishermen. The results showed the social conditions of Pancing Ulur fishermen in Paputungan Village as follows: In terms of age, 16 to 65 years there were 15 people with a percentage of 93.75%, aged > 65 years there was 1 person with a percentage of 6.255%. Education shows that fishermen in Paputungan Village have the highest Junior High School (SMP) education with a percentage of 56.25%; The condition of residence shows that fishermen in Paputungan Village already have semi-permanent houses with a percentage of 100%. The number of family dependents is 1 3 people with the highest percentage of 68.75%. The duration of being a fisherman is more than 20 years with a percentage of 43.75%. The fishing rods owned by the fishermen in Paputungan Village are their own. Initial capital of Rp. 10,000,000 Rp. 15,000,000/year with a percentage of 43.75% and Rp. 16,000,000 Rp. 25,000,000 with a total presentation of 56.25%. the largest investment cost spent on the purchase of a Pelang boat was Rp. 15,000,000 with a percentage of 83.33% of the total investment cost and the smallest cost for the purchase of a Katinting engine was Rp. 3,000,000, - with a percentage of 16.67%. From the research results, the investment cost of fishermen in Paputungan Village is their own capital and does not borrow from the bank.   Keywords: Fishing Line, Paputungan Village, Socio-Economic   ABSTRAK Desa Paputungan merupakan salah satu desa pesisir yang rata-rata penduduknya bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Sampai saat ini nelayan pancing ulur (Hand Line) Desa Paputungan bisa bertahan hidup dengan kondisi sosial ekonomi nelayan. Hal ini menunjukan bahwa mereka tetap eksis walaupun hanya menggunakan alat tangkap yang masih tradisional, berdasarkan hal inilah yang menjadi perhatian saya untuk mengadakan penelitian tentang kondisi sosial ekonomi nelayan pancing ulur di Desa Paputungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi nelayan Pancing Ulur di Desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Metode Penelitian yang digunakan adalah Survei, Pengumpulan data dilakukan secara observasi yaitu pengamatan langsung dilapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Paputungan berjumlah 32 nelayan pancing ulur. Untuk pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu pengambilan sampel di pilih secara sengaja agar supaya data yang dibutuhkan bisa tercapai. Sampel di ambil sebanyak 16 nelayan pancing ulur. Hasil penelitian menunjukan kondisi sosial nelayan Pancing Ulur di Desa Paputungan sebagai berikut: Dari segi umur, 16 – 65 tahun ada 15 orang dengan persentase 93,75%, yang berumur > 65 tahun ada 1 orang dengan persentase 6.255 %. Pendidikan menunjukan bahwa nelayan di Desa Paputungan memiliki pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbanyak dengan persentase 56,25%; Keadaan tempat tinggal menunjukan bahwa nelayan di Desa Paputungan sudah memiliki rumah yang semi permanen dengan persentase 100%. Jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1 – 3 orang dengan persentase terbanyak 68,75%, Lamanya menjadi nelayan sudah lebih dari 20 tahun dengan persentase 43,75%. Alat pancing ulur yang dimiliki oleh nelayan Desa Paputungan adalah milik sendiri. Modal awal Rp.10.000.000 – Rp.15.000.000/Tahun dengan persentase 43,75 % dan Rp.16.000.000 – Rp.25.000.000 dengan jumlah presentasi 56,25%. Biaya investasi yang paling besar dikeluarkan untuk pembelian perahu Pelang sebesar Rp.15.000.000 dengan persentase 83,33% dari total biaya investasi dan biaya paling kecil untuk pembelian mesin Katinting sebesar Rp.3.000.000 denagn persentase 16,67%. Dari hasil penelitian biaya investasi nelayan Desa Paputungan adalah modal sendiri dan tidak meminjam dari Bank.   Kata Kunci: Pancing Ulur, Desa Paputungan, Sosial Ekonomi
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN IKAN ROA ASAP DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Sarah Safitri` Ramadhany; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44893

Abstract

Abstract Kinabuhutan Village is a coastal village located on a small island in West Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The majority of Kinabuhutan Village residents work as fishermen and most of them are traditional fishermen. One of the catches of fishermen in Kinabuhutan Village is the Julung-julung fish or in the local language it is known as the roa fish. Almost all of the catches of roa fish in Kinabuhutan Village are accommodated by smoked roa fish processing entrepreneurs in Kinabuhutan Village as raw materials.It is necessary to examine the assessment, views, perceptions and attitudes of fishermen as raw material suppliers towards the existence of a small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village in order to determine the sustainability of each business, both fishermen and smoked roa fish processors. If all attitudes and views of the fishing community towards the smoked roa fish processing small industry are negative, then there will be no support from fishermen for efforts to develop existing smoked roa fish processing businesses. The positive perception of the community is an important factor that determines the success and sustainability of the small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The purpose of this study was to find out how fishermen's knowledge of the functions and benefits of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan Village and to find out fishermen's perceptions of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan VillageThe population in the study were all fishermen who owned roa fishing gear, totaling 27 people. This research method used a survey method. Retrieval of data using the census method, namely the entire population is used as a respondent. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was collected by means of observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data is collected through notes or reports obtained from the Kinabuhutan Village office. Data analysis in this study used qualitative analysis which was quantified using a Likert scale analysis.Based on the results of the research analyzed using the Gutman Scale, it is known that 86.48% of fishermen in Kinabuhutan Village know the functions and benefits of a small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The results of the Likert scale analysis show that fishermen's perceptions of the small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village are very good. This is evidenced by the results of the average Likert scale dimension, which is 4.28, which means it is on a very good scale. Keywords: perception; fishermen; roa smoke; Kinabuhutan   Abstrak Desa Kinabuhutan merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di sebuah pulau kecil di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Mayoritas penduduk Desa Kinabuhutan bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Salah satu hasil tangkapan nelayan di Desa Kinabuhutan adalah ikan Julung-julung atau dalam bahasa daerahnya terkenal dengan ikan roa. Hasil tangkapan ikan roa di Desa Kinabuhutan hampir semuanya ditampung oleh pengusaha pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sebagai bahan baku. Penilaian, pandangan, persepsi dan sikap nelayan sebagai pemasok bahan baku terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan perlu untuk diteliti agar dapat mengetahui keberlanjutan usaha masing-masing, baik nelayan maupun pengolah ikan roa asap. Jika seluruh sikap dan pandangan masyarakat nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap adalah negatif, maka tidak akan ada dukungan dari nelayan terhadap upaya pengembangan usaha pengolahan ikan roa asap yang ada. Persepsi yang positif dari masyarakat merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan nelayan akan fungsi dan manfaat industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan dan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan Populasi dalam penelitian adalah semua nelayan pemilik alat tangkap ikan roa yang berjumlah 27 orang Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode sensus yaitu seluruh populasi dijadikan responden. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan melalui catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Desa Kinabuhutan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dengan analisis skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dengan Skala Gutman diketahui bahwa 86,48% nelayan di Desa Kinabuhutan mengetahui fungsi dan manfaat adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Hasil analisis skala Likert diketahui bahwa persepsi nelayan terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil rataan dimensi skala Likert yaitu 4,28 yang berarti berada dalam skala yang sangat baik. Kata Kunci: persepsi; nelayan; roa asap; Kinabuhutan
PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN MODALPADA USAHA TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Edwin Tindige; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45499

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the profile of the sea transportation business and to analysed in depth the formation and development of sea transportation business capital in Papusungan Village. How do they obtain or form and develop their capital both for capital for procuring boats/vessels, and capital for operations? In connection with the things that exist in the mind in accordance with the reality on the ground, it is felt necessary to conduct a study to obtain clear and scientific answers. The research method uses a survey method, the data comes from primary data and secondary data and will be discussed and analysed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. This research was conducted from August–December 2022. Based on the results of research on capital formation in sea transportation business actors, it can be concluded: 1) capital formation is the initial capital of sea transportation business actors originating from their own capital, some of them work as hand line fishermen and light boats in collaboration with the soma pajeko business; and 2) the development of marine capital obtained from the capital saved during the taxi. They will use this capital to develop their business, where previously sea transportation business actors only had one unit of boat, one outboard engine unit and makeshift facilities when starting a business, now they are expanding their business using the results of existing capital while running the sea transportation business.  Keywords: sea transportation, profile, formation, development, capital   Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan profil usaha transportasi laut dan menganalisis secara mendalam pembentukan dan pengembangan modal usaha transportasi laut di Kelurahan Papusungan. Bagaimana cara mereka memperoleh atau membentuk dan mengembangkan modal mereka baik untuk modal pengadaan perahu/kapal, dan modal untuk operasional. Berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam benak sesuai realita di lapangan maka dirasakan perlu untuk mengadakan suatu penelitian untuk mendapatkan jawaban secara jelas dan ilmiah. Metode penelitian menggunakan metode survei, data berasal dari data primer dan data sekunder dan akan dibahas dan dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus–Desember 2022. Berdasarkan hasil penelitian pada pembentukan modal pelaku usaha transportasi laut dapat disimpulkan: 1) pembentukan modal merupakan modal awal dari pelaku usaha transportasi laut berasal dari modal sendiri, mereka ada yang pekerjaannya sebagai nelayan pancing ulur dan perahu lampu yang bekerja sama dengan usaha soma pajeko; dan 2) pengembangan modal laut diperoleh dari modal hasil tabungan selama bertaksi. Modal tersebut akan mereka gunakan untuk pengembangan usahanya, yang pada sebelumnya pelaku usaha transportasi laut hanya memiliki satu unit perahu, satu unit mesin tempel dan fasilitas yang seadanya saat memulai usaha, kini mengebangkan usahanya menggunakan hasil modal yang ada selama manjalankan usaha transportasi laut. Kata kunci: transportasi laut, profil, pembentukan, pengembangan, modal
Co-Authors Agustina Kocu Aldy, Tampi Antarani, Desiy Aprillisa Prisillia Lumuko Brigita Angelita Pangerapan Christian R. Dien Christian R. Dien Christian R. Dien Cindy S. Walandouw, Cindy S. Darly J.V. Turalaki, Darly J.V. Dien, Christian Ronald Dietrys Maria Mangaro Djuwita R. R. Aling Djuwita R.R. Aling Djuwita R.R. Aling Durand, Swenekhe S. Eddy Mantjoro Edwin Tindige Enrico, Luis J. Esgit Pangidunan Ester Syalomitha Israel Feicy Sentya Bagunda Florence V. Longdong Florence V. Longdong Florence V. Longdong Fransisco Magofa Gaspar D. Manu, Gaspar D. Grace O. Tambani Grace O. Tambani Hardiansyah Djunaidi Hartarto Sormin Henli Joroh Husuna, Fatra Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jeane Frani Saruwaba Jeanette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan, Jeannette F. John L. Tombokan Josua Amy Hamel Kunsiang, Andriano Lexy K. Rarung Losoh, Alex Sandro Makadada, Gabriela E.A. Mamentiwalo, Marlen Vita Mandak, Satriarto Martha P. Wasak Misyel Margaretha Naalinsong Moha, Indra Naa, Apia Nadia Watung Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf, Nurdin Onu, Reka D. Palangi, Ester A. Polii, Valennia Pomuri, Ciputra Ramli, Kartin Rangan, Jety K. Ribka Dameria Pandeij Rumampuk, Irine Rumondor, Glody Sandra Tilaar Sarah Safitri` Ramadhany Sarendeng, Jovani Y. Sipriana S. Tumembouw Siti Suhaeni Siti Suhaeni, Siti Sondakh, Srie J. Sorongan, Jessica V. Srie J. Sondakh Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Sukmawati Potabuga Swenekhe S Durand, Swenekhe S Swenekhe S. Durand Takahipe, Teofianus A. Tarempas, Meike Tumoka, Christian T.D Untu, Cristalla Victoria E. N. Manoppo Vindi, Alessandro C. Walalangi, Hizkia N. Wiratama M. Sasue, Wiratama M. Wiwin Brenda Boloha, Wiwin Brenda Zevri Harefa, Zevri Zwensy Elizabeth Erina Lempoy