Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

LANDASAN FILOSOFI MODEL PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA Rohani, Rohani; Arifin, Faizal; Hernawati, Sari
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 8 No 1 (2025): PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v8i1.9227

Abstract

Artikel ini membahas model pendidikan Islam Nusantara sebagai sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kearifan lokal dalam satu kesatuan filosofis yang kokoh. Berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan merupakan sarana penting dalam menjaga kesinambungan sosial dan budaya, pendidikan Islam Nusantara hadir sebagai bentuk adaptasi ajaran Islam dalam konteks pluralitas masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan library research dan metode kualitatif-deskriptif, artikel ini menguraikan dua pertanyaan pokok: definisi pendidikan Islam Nusantara dan fondasi-fondasi filosofis yang melandasinya, yaitu historis, teologis, politik, sosiologis, kultural, dan moral. Pendidikan Islam Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai wahana transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan identitas bangsa. Melalui lembaga-lembaga tradisional seperti pesantren dan madrasah, sistem ini telah terbukti mampu mempertahankan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan pendidikan Islam Nusantara terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya, menjadikannya model pendidikan yang relevan dan berkelanjutan di era globalisasi
Community-Based Non-Formal Education to Prevent Juvenile Delinquency: A Case Study of Rumah Pintar Kokoda in West Papua Maemonah, Maemonah; Hernawati, Sari; Basori, Ruchman; Sijabat, Jenro P.
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2024.132.119-129

Abstract

Purpose – This study explores the implementation and impact of the Rumah Pintar (Smart House) initiative in Kokoda, West Papua, which aims to address juvenile delinquency through community-based non-formal education. The research is significant as it responds to urgent social concerns by offering a culturally grounded educational strategy that enhances adolescent literacy, moral awareness, and social behavior. Design/methods/approach – This study employs a qualitative approach using an intrinsic case study method to explore the effectiveness of the Rumah Pintar in Kokoda Village in mitigating juvenile delinquency through non-formal education. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis, with participants selected purposively. Thematic analysis was employed, and data validity was ensured through triangulation and member checking. Findings – The findings reveal that strategic planning by community leaders—focused on addressing alcohol consumption, poverty, and lack of religious knowledge—significantly contributes to reducing delinquent behavior. Despite facing operational challenges and the absence of a formal evaluation system, the initiative has succeeded in lowering school dropout rates and promoting positive behavior through religious education and practical job training. Research implications – This study highlights the need for additional support and resources to improve educational infrastructure. Future research should focus on developing structured evaluation mechanisms and exploring further community-based strategies for youth development, emphasizing the critical role of education and moral guidance.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama di Pesantren, Sekolah dan Madrasah Khabib Mustofa; Sari Hernawati; Maysi Nurul Suryani Rofingah
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 1 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jxhr7g68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di pesantren, madrasah, dan sekolah Islam sebagai respons terhadap perubahan sosial, politik, dan perkembangan teknologi di Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi model-model kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan agama Islam serta perkembangannya dari era Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Selain itu, penelitian ini membahas upaya integrasi antara pendidikan agama dan pendidikan umum dalam menciptakan sistem pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji literatur mengenai teori pendidikan, kebijakan pendidikan agama, dan praktik kurikulum di lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI telah mengalami berbagai modifikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pendekatan kurikulum yang awalnya dikotomis, memisahkan pendidikan agama dan umum, kini mulai bergeser menuju model integratif yang menggabungkan nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan dan etika. Integrasi ini bertujuan membentuk individu yang tidak hanya beriman, tetapi juga memiliki keterampilan akademik dan praktis untuk menghadapi globalisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum yang dinamis serta peran pendidik dalam menanamkan nilai-nilai Islam melalui kurikulum yang komprehensif dan integratif
Pengembangan Kurikulum di Indonesia Dalam Menghadapi Tuntutan Abad Ke-21 Nana Rismana; Sari Hernawati
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 1 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/sxrd6x96

Abstract

Sistem pendidikan harus beradaptasi dengan perubahan cepat abad ke-21 dengan menekankan tidak hanya pengetahuan akademis tetapi juga kemampuan abad ke-21 seperti kreativitas, pemikiran kritis, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi teknologi. Tujuan dari penelitian ini yaitu guna mengkaji bagaimana kurikulum Indonesia telah berevolusi untuk memenuhi tantangan abad ke-21. Penelitian kepustakaan merupakan metodologi penelitian yang dimanfaatkan pada penelitian ini. Pengumpulan data dilaksanakan dengan mencari literatur yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum, sejarah kurikulum, dan perkembangan abad 21. Analisis data, dilakukan setelah mengumpulkan data. Informasi yang relevan diekstraksi untuk mendukung argumen dan pembahasan dalam artikel ilmiah. Berdasarkan hasil analisis data dari sumber-sumber pustaka, peneliti menyusun argumen dan konsep-konsep yang kemudian dijadikan landasan teoritis dalam artikel ilmiah dalam bentuk deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum yang fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan global merupakan kunci untuk mencetak generasi yang adaptif, kreatif, dan kompetitif di era modern. Kurikulum semacam ini harus mampu mengintegrasikan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, pemikiran kritis, dan kolaborasi, yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global yang dinamis.
Islamic Socio-Religious Reflections on Early Marriage, Family Resilience, and Stunting in Sirampog, Brebes Widyaningrum, Ratna; Hernawati, Sari; Nofik, Khoirun; Syifaudin, Ma'ruf; Helmi Kayana Juwita, Dinda
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11874

Abstract

Early marriage and child stunting remain persistent issues in Sirampog District, Brebes, a highland horticultural area characterized by long farming hours and limited service access in its upper hamlets. Although national and local initiatives including Presidential Regulation No. 72/2021, Jo Kawin Bocah, KUA premarital guidance, and posyandu services are available, policy messages often remain at the level of general moral advice and are not sufficiently translated into practical 1,000-day nutrition behaviors. This study aims to: (1) identify the social and religious determinants of early marriage; (2) assess how family resilience spiritual, economic, relational, and parenting dimensions—shapes child nutritional status; and (3) estimate the relationship between early marriage and stunting after accounting for parenting practices, parental education, economic conditions, and access to health services, while examining the roles of Islamic institutions (mosques, Qur’an learning centers/TPQ, majelis taklim, and Muslimat NU). Using a qualitative instrumental case-study design, data were collected through in-depth interviews, FGDs, observations of health and religious activities, and document analysis, and examined using Reflexive Thematic Analysis with a Framework Matrix. Findings show that early marriage is driven by religious norms framed as “protection from zina,” social pressure to formalize relationships, gaps in religious literacy, and strategies involving unregistered marriagedispensation registration. Child nutrition is more strongly shaped by family resilience spiritual motivation, food planning, supportive marital relations, and age-appropriate feeding practices. The direct link between early marriage and stunting weakens after key household factors are controlled. Islamic institutions are effective when religious messages are paired with actionable nutrition guidance. These results reinforce the relevance of ḥifẓ al-nasl and ḥifẓ al-nafs in stunting prevention.   Abstrak Pernikahan dini dan stunting masih menjadi persoalan utama di Kecamatan Sirampog, Brebes, wilayah pegunungan dengan pekerjaan tani yang panjang dan akses layanan terbatas, terutama di dusun lereng. Meskipun telah tersedia Perpres 72/2021, program Jo Kawin Bocah, bimbingan perkawinan KUA, serta layanan posyandu, pesan kebijakan tentang pendewasaan usia kawin belum cukup terhubung dengan praktik gizi 1.000 HPK. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi determinan sosial-keagamaan pernikahan dini; (2) menilai pengaruh ketahanan keluarga (spiritual, ekonomi, relasional, dan pengasuhan) terhadap status gizi anak; dan (3) menganalisis keterkaitan pernikahan dini dan stunting setelah mempertimbangkan pengasuhan, pendidikan orang tua, ekonomi, dan akses kesehatan, serta menilai peran institusi Islam (masjid, TPQ, majelis taklim, Muslimat NU) dalam pencegahan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, FGD, observasi layanan, dan studi dokumen, dianalisis melalui Reflexive Thematic Analysis dan matriks Framework. Hasil menunjukkan bahwa pernikahan dini dipengaruhi oleh norma religius sebagai “pagar zina”, tekanan sosial, rendahnya literasi keagamaan, dan pola nikah siri–dispensasi–pencatatan. Status gizi anak lebih ditentukan oleh ketahanan keluarga melalui motivasi spiritual, pengaturan makanan anak, relasi suami-istri yang suportif, dan keterampilan pemberian MP-ASI. Hubungan langsung pernikahan dini dengan stunting melemah setelah faktor pengasuhan, pendidikan, ekonomi, dan akses layanan dikendalikan. Institusi Islam terbukti efektif ketika pesan keagamaan dipadukan dengan panduan gizi yang aplikatif. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan pernikahan dini dan stunting merupakan amanah syariah dalam kerangka ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-nafs.).
Islamic Socio-Religious Reflections on Early Marriage, Family Resilience, and Stunting in Sirampog, Brebes Widyaningrum, Ratna; Hernawati, Sari; Nofik, Khoirun; Syifaudin, Ma'ruf; Helmi Kayana Juwita, Dinda
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11874

Abstract

Early marriage and child stunting remain persistent issues in Sirampog District, Brebes, a highland horticultural area characterized by long farming hours and limited service access in its upper hamlets. Although national and local initiatives including Presidential Regulation No. 72/2021, Jo Kawin Bocah, KUA premarital guidance, and posyandu services are available, policy messages often remain at the level of general moral advice and are not sufficiently translated into practical 1,000-day nutrition behaviors. This study aims to: (1) identify the social and religious determinants of early marriage; (2) assess how family resilience spiritual, economic, relational, and parenting dimensions—shapes child nutritional status; and (3) estimate the relationship between early marriage and stunting after accounting for parenting practices, parental education, economic conditions, and access to health services, while examining the roles of Islamic institutions (mosques, Qur’an learning centers/TPQ, majelis taklim, and Muslimat NU). Using a qualitative instrumental case-study design, data were collected through in-depth interviews, FGDs, observations of health and religious activities, and document analysis, and examined using Reflexive Thematic Analysis with a Framework Matrix. Findings show that early marriage is driven by religious norms framed as “protection from zina,” social pressure to formalize relationships, gaps in religious literacy, and strategies involving unregistered marriagedispensation registration. Child nutrition is more strongly shaped by family resilience spiritual motivation, food planning, supportive marital relations, and age-appropriate feeding practices. The direct link between early marriage and stunting weakens after key household factors are controlled. Islamic institutions are effective when religious messages are paired with actionable nutrition guidance. These results reinforce the relevance of ḥifẓ al-nasl and ḥifẓ al-nafs in stunting prevention.   Abstrak Pernikahan dini dan stunting masih menjadi persoalan utama di Kecamatan Sirampog, Brebes, wilayah pegunungan dengan pekerjaan tani yang panjang dan akses layanan terbatas, terutama di dusun lereng. Meskipun telah tersedia Perpres 72/2021, program Jo Kawin Bocah, bimbingan perkawinan KUA, serta layanan posyandu, pesan kebijakan tentang pendewasaan usia kawin belum cukup terhubung dengan praktik gizi 1.000 HPK. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi determinan sosial-keagamaan pernikahan dini; (2) menilai pengaruh ketahanan keluarga (spiritual, ekonomi, relasional, dan pengasuhan) terhadap status gizi anak; dan (3) menganalisis keterkaitan pernikahan dini dan stunting setelah mempertimbangkan pengasuhan, pendidikan orang tua, ekonomi, dan akses kesehatan, serta menilai peran institusi Islam (masjid, TPQ, majelis taklim, Muslimat NU) dalam pencegahan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, FGD, observasi layanan, dan studi dokumen, dianalisis melalui Reflexive Thematic Analysis dan matriks Framework. Hasil menunjukkan bahwa pernikahan dini dipengaruhi oleh norma religius sebagai “pagar zina”, tekanan sosial, rendahnya literasi keagamaan, dan pola nikah siri–dispensasi–pencatatan. Status gizi anak lebih ditentukan oleh ketahanan keluarga melalui motivasi spiritual, pengaturan makanan anak, relasi suami-istri yang suportif, dan keterampilan pemberian MP-ASI. Hubungan langsung pernikahan dini dengan stunting melemah setelah faktor pengasuhan, pendidikan, ekonomi, dan akses layanan dikendalikan. Institusi Islam terbukti efektif ketika pesan keagamaan dipadukan dengan panduan gizi yang aplikatif. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan pernikahan dini dan stunting merupakan amanah syariah dalam kerangka ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-nafs.).
Implementation of Strategic Management by School Principals to Improve the Quality of Islamic Educational Institutions Ibnu Alwan Saputra; Lilla Septiliana; Khabib Mustofa; Sari Hernawati
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan manajemen strategik oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Bilingual An Nisa Semarang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Analisis data dilakukan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah berhasil menerapkan manajemen strategik, meliputi perumusan visi, misi, dan strategi yang jelas, implementasi yang efektif, dan evaluasi yang berkelanjutan. Penerapan ini berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, dan citra sekolah. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen strategik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah Islam Bilingual.
Pendidikan Agama bagi Perempuan Perspektif Feminisme Islam (Analisis Kritis terhadap Kitab Tarbiyat al-Mar’ah wa al-Ḥijāb) Elok Maulidah; Mahmutarom Mahmutarom; Sari Hernawati; Faizal Faithy Ersady
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 11, No 2 (2025): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v11i2.3342

Abstract

Women's access to religious education remains a central issue in Islamic society, often influenced by patriarchal interpretations of religion. This research critically examines the book Tarbiyat al-Mar'ah wa al-Ḥijāb by Muḥammad Ṭalʿat Ḥarb to analyze the construction of women's religious education in early 20th-century Islamic thought. This research employs a qualitative approach with critical hermeneutics and an Islamic feminist framework referencing the ideas of Amina Wadud, Asma Barlas, and Fatima Mernissi. The study results show that although the text emphasizes the importance of religious education for women, the narrative constructed still limits women to domestic roles and reinforces gender hierarchies with religious legitimacy. This construction reflects a conservative response to modernity, emphasizing moral control over the empowerment of women's intellectual and social agency. This research confirms that religious education should not be a tool for domestication, but rather a means of empowering women intellectually, spiritually, and socially. This study contributes to the development of gender-equitable Islamic educational discourse.
Tawhid, Environment, and Humanity: Islamic Education Values in Sapta Darma Teachings Rochmad, Rochmad; Mahmutarom, Mahmutarom; Hernawati, Sari
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v13i1.12798

Abstract

Abstract This study aims to analyze the application of Sapta Darma Spiritual Values (KSD) in the perspective of Islamic Education in Kendal Regency, which is known for its religious and social diversity. The diversity of religions in Indonesia, including local beliefs such as Sapta Darma, shows relevance in shaping the social and moral character of the community. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods, where data is collected through in-depth interviews, observations, and literature studies. The purposive sampling technique was applied to select five informants who adhered to the Sapta Darma sect. The results of the study show that the teachings of KSD, which emphasizes values such as monotheism, ethics towards nature, and integration with Islamic educational values, are in line with Islamic moral principles. KSD plays a role in building social harmony, ethical awareness, and tolerance between religious communities in Kendal Regency. In addition, values such as courage, patience, individual freedom, and concern for the common good taught in KSD contribute to the formation of strong and responsible character. These findings affirm the importance of integrating local and spiritual teachings in Islamic education to strengthen the spiritual and moral identity of Indonesian society. This research fills a gap in the understanding of the synergy between Islamic education and local teachings, especially in forming a more harmonious and integrity society Keywords: Analysis, Values, Sapta Darma, Islamic education
Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Implementasi Kurikulum Rifqi Ainul Aprilianto; Muhammad Ahsanul Husna; Sari Hernawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3255

Abstract

Kurikulum merupakan komponen vital dalam sistem pendidikan karena menjadi pedoman dalam proses pembelajaran yang bertujuan membentuk kompetensi siswa secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai jenis sumber daya yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan implementasi kurikulum di satuan pendidikan oleh guru dan tenaga kependidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yakni guru dan tenaga kependidikan. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis dengan deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan penguatan pelatihan guru, pemerataan anggaran, kolaborasi antara sekolah dan masyarakat, serta kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif. Jika seluruh sumber daya dikelola secara optimal dan berkelanjutan, maka implementasi kurikulum di berbagai satuan pendidikan dapat berjalan dengan lebih efektif dan merata, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional