Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH LAHAN SAWAH PASANG SURUT DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA Muharram, Reza; Hayati, Rita; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76687

Abstract

Kebutuhan pangan nasional terutama beras meningkat disetiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. pengembangan pertanian pada lahan rawa pasang surut merupakan salah salah satu upaya dalam menjawab tentang peningkatan produksi pertanian yang makin kompleks. Karakteristik yang menjadi masalah pada lahan pasang surut sebagai lahan pengembangan pertanian yaitu kemasaman tanah yang rendah, ketersedian unsur hara yang relatif rendah terutaman hara Nitrogen, Fospor, Kalium dan   Kejenuhan basa sedangkan kandungan Al dan Fe tinggi Oleh sebab itu, penelitian ini perlu dilakukan guna mengatasi masalah kesuburan pada lahan pasang surut untuk budidaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi kesuburan tanah serta saran dosis pemupukkan tanaman padi pada lahan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah pada ketiga lokasi termasuk dalam kriteria rendah. Berasarkan hasil perhitungan pupuk si semua lokasi penelitian yaitu lahan A pupuk Urea sebanyak 249,80 kg/ha, SP-36 sebanyak 100kg/ha, dan KCl sebesar 0 kg/ha dan Jerami 50 kg/ha, pada lahan B pupuk Urea sebanyak 245,97 kg/ha dan Jerami 50 kg/ha, SP-36 sebanyak 50 kg/ha. Lahan C untuk pupuk Urea 135 kg/ha, SP-36 sebanyak 100kg/ha, dan KCl sebnyak 0 kg/ha, dan Jerami 50 kg/ha.
Analisis Daya Dukung Lahan Sawah di Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan Kota Singkawang Rahman, Muhammad A; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i2.80748

Abstract

Paddy production at Sedau Village are improving caused by land characteristics. Then the carrying capacity would be counted by it correlation between the amount population and paddy productivity each year. The object of the research are to identify soil characteristics, determine cluster type and the carrying capacity of rice fileds in Sedau Village. The research method is soil survey, soil sample analysis, multivariate regression analysis, cluster analysis and the analysis of the carrying capacity. The results showed, variables affecting rice production were Bulk Density, Permeability, P-available and K-exchangeable. If Soil Bulk Density and Permeability are increased, so the paddy production will decrease. If P-available and K-exchangeable are increasing, so the paddy production will increas too. Following the formula: Y=1.605 "“ 0.783X1 "“ 0.367X3 + 0.005X11 + 9.206X12 + error. The research site consisting of 6 Land Mapping Units (LMU) is divided into 3 clusters. Cluster 1 consisting of LMU 3 and LMU 6, Cluster 2 consisting of LMU 2, 4 and 5, Cluster 3 only contains LMU 1. All clusters are classified as carrying capacity Class III, that means rice fields in each clusters has not been able to food self-sufficiency.
PERANAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN EDAMAME (GLYCINE MAX L. MERRILL) DI TANAH ALUVIAL Kurnia, Dikha Putra; Suswati, Denah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99840

Abstract

Edamame berasal dari bahasa jepang yaitu Eda yang berarti cabang dan mame berarti kacang dan juga dapat diartikan sebaai buah yang tumbuh dibawah cabang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman edamame (Glycine max (L) Merrill di Tanah Aluvial. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan, yaitu S0 (kontrol), S1 (600 g/polybag), S2 (1200 g/polybag), S3 (1800 g/polybag), S4 (2400 g/polybag), dan S5 (3000g/polybag), masing-masing dengan 4 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, serapan hara nitrogen, fosfor, jumlah polong dan berat polong tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap serapan hara kalium. Perlakuan S4 dengan dosis pemberian pupuk kandang sapi sebesar 2400 gram (ton/ha) dapat meningkatkan berat kering tanaman sebesar 16,27 %, serapan hara N, P dan K sebesar 21,81%-93,10% serta jumlah polong dan berat polong sebesar 97,85%-119%. Hasil penelitian kadar hara tanaman edamame pada perlakuan S4 sebesar N(1,98-3,74), P(2,12-2,93)% dan K (2,88-3,09)% untuk hara N tidak memenuhi nilai kecukupan hara.
Karakteristik Curah Hujan Pada Lahan Gambut Kawasan Pesisir Lintang Utara Dan Selatan Kalimantan Barat Suryadi, Urai Edi; Chandra, Tino O; Krisnohadi, Ari
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.85535

Abstract

The peatland of the Coastal Area is wider than the Inland Area of West Kalimantan Province, where the peatland of the Coastal Area South Latitude is wider than North Latitude. This study aims to examine the characteristics of rainfall that occurs in the Coastal Area of the Regency/City of North Latitude and South Latitude of West Kalimantan Province which is the basis for planning sustainable peatland management. The research method analyzes the characteristics of rainfall at 4 climatology stations with the furthest and closest distances to the Equator in the Coastal Area of West Kalimantan North Latitude (Sambas and Mempawan) and South Latitude (Kubu Raya and Ketapang). The results of the study show that Climate Type A (Very Wet) except Ketapang has Climate Type B (Wet), a return period (Tr) of 2 years and a 50% chance is a very important design plan on rainfall and minimum monthly rainy days as a basis for planning water management for water management to anticipate drought on cultivated land and dry peat soil that does not return, on rainfall and maximum monthly rainy days as a basis for planning water management for land drainage to anticipate excess water that can disrupt the growth of cultivated plants, as well as a return period (Tr) of 20 years and a 5% chance (P) is a very recommended design plan on maximum daily rainfall as a basis for planning location-specific water channels so that the land does not experience flooding and drought for sustainable water management of cultivated peatland plants
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI PTPN IV REGIONAL V GUNUNG EMAS KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Putra, Muhammad Rizky Haikal; Krisnohadi, Ari; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102668

Abstract

Tanah Ultisol merupakan tanah yang telah mengalami pelapukan lanjut akibat curah hujan yang tinggi. Tanah ini dicirikan dengan agregat kurang stabil, permeabilitas, bahan organik dan tingkat kebasaan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sub-kelas kesesuaian lahan, mengidentifikasi karakteristik lahan, dan rekomendasi untuk pengelolaan lahan untuk menetukan faktor pembatas lahan tanaman kelapa sawit di PTPN IV kebun Gunung Emas Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau serta memberikan saran berdasarkan faktor pembatas yang ada di lahan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Gunung Emas Afdeling VI Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan ialah metode grid, pengambilan sampel tanah secara komposit pada 12 titik pengamatan dan menganalisis sampel tanah di laboratorium. Kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kelapa sawit digolongkan kedalam kategori sesuai marginal (S3) dengan memiliki faktor pembatas yaitu curah hujan (w) dan K2O (n). Kesesuaian lahan potensial tanaman kelapa sawit digolongkan kedalam kelas sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas yaitu curah hujan (w). Hasil penelitian akan disajikan kedalam bentuk peta.