Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KAIN PERCA DALAM APLIKASI QUILT ONDEL-ONDEL MENJADI PRODUK BARU YANG BERNILAI ESTETIS DAN JUAL Asih Retno Dewanti; Atridia Wilastrina; Erlina Novianti; Layla Nurina KI; Vanessa Vidia Ardyharini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.517 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v4i1.9822

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul ‘Pemanfaaatan Kain Perca dalam Aplikasi Quilt Motif Ondel-ondel Guna Peningkatan Nilai Jual Estetis’ dengan peserta Mitra TIM PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) di RW 07 Jl. Dukuh II No. 6, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan mengusung 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). Peserta mitra merupakan masyarakat yang berpotensi untuk ikut serta pelatihan yang mengusung ikon Betawi yaitu ‘Ondel-ondel’ dalam bentuk aplikasi dekorasi kain perca dengan teknik quilt menjadi produk baru berupa placemate dan sarung tangan untuk masak. Metode penjahitan dilakukan secara manual. Hasil dari kegiatan ini diharapkan peserta pelatihan akan dapat mengisi waktu luang mereka yang lebih panjang karena masa Pandemi Covid-19 menghasilkan produk yang bernilai jual, sehingga dapat menambah pemasukkan dan secara tidak langsung meningkatkan  Usaha Mikro Kecil dan Menengah di RW 07 ini
Development of Jakarta Kota Station Function From Public Transportation Facilities to Become a Historical and Cultural Tourism Destination Ariani, Atridia Wilastrina, Titien Retnoningsih, Ari Atmadja Ariani, Ariani; Wilastrina, Atridia
Komunitas Vol 12, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i2.24117

Abstract

The Jakarta Kota Station, also known as Beos Station, is one of the buildings designed by a Dutch architect full of historical value and beautiful architectural form. In addition to its main function as a railway facility, Jakarta Kota station also plays a role in the economic sector for the surrounding community. This study aims to examine and provide recommendations regarding opportunities to develop the function of Jakarta Kota station from public facilities to become historical and cultural attractions. The method of design sociology with a qualitative approach is used to analyze various aspects related to the research problems such as design connection and socio-cultural phenomena, urban society, socio-cultural changes, design and environment, design and architecture, as well as tourism and culture. Based on the results of the analysis it can be concluded that apart from being a public railway facility, Jakarta Kota station is feasible to be developed into a historical and cultural tourism destination that supports the government's goal of making the Kotatua region into a historical, cultural, business and tourism site without changing its original physical form
PELATIHAN MEMBUAT BATIK DIATAS KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE LEARNING DI SMA KEBANGSAAN-TANGGERANG SELATAN Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Cama Juli Rianingrum; Atridia Wilastrina
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1411

Abstract

Proses pembelajaran pada SMA Kebangsaan-Pondok Aren di Kota Tangerang Selatan berlangsung selama lima hari dalam satu minggu. Kurikulum mewajibkan siswa untuk mengikuti mata pelajaran seni budaya. Materi yang diberikan antara lain menggambar, membatik dengan lilin panas, mengelola pameran dan mengapresiasi karya siswa. Untuk pengayaan materi, siswa dibekali ilmu life skill. Maka dari itu, pihak sekolah berinisiatif untuk memberikan pelatihan membuat karya batik di atas kayu. Tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan keterampilan yang dapat diterapkan siswa setelah lulus sekolah. Hal ini dikarenakan kebanyakan siswa berasal dari daerah di luar Pulau Jawa, dan setelah lulus mereka lebih memilih untuk dapat langsung bekerja. Selain itu, program ini juga meningkatkan kompetensi guru seni budaya karena mereka mendapatkan materi ajar baru, khususnya bagi guru yang latar pendidikannya bukan dari seni. Permasalahan yang dihadapi oleh sekolah ini adalah sebagian besar guru yang tidak berlatar seni dan kurikulum sekolah yang tidak ada perkembangan. Program ini memberikan solusi dengan memberikan pengetahuan baru mengenai praktik seni melalui workshop membuat batik di atas media kayu. Metoda yang digunakan adalah service learning (SL). Peserta yang akan mengikuti pelatihan ini berjumlah 130 orang siswa dan 5 orang guru. Hasil workshop ini adalah siswa dapat membatik di atas kayu dengan cara yang mudah dan bahan yang murah. Hal ini penting bagi peserta didik, mengingat mereka banyak yang berasal dari keluarga ekonomi sederhana dan sebagian dari mereka tinggal di asrama atau dititipkan kepada pihak sekolah.
Pelatihan Membatik di atas Kayu dengan Teknik Colet untuk MGMP PKWU Jenjang SLTA BPK Penabur Jakarta Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Atridia Wilastrina; Dina Lestari
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.2866

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pendampingan guru-guru dalam membuat batik kreatif di atas kayu. Metode pengabdian ini adalah metode community based participatory research (CBPR). Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 42 orang. Hasilnya para guru dapat menciptakan motif-motif berupa flora seperti motif bunga-bunga, fauna seperti motif burung, ataupun objek geometris yaitu susunan bidang-bidang segiempat, segitiga, lingkaran. Warna yang dipergunakan adalah warna kontras dan bergradasi dari warna tua ke arah warna muda. Warna yang dioleskan menjadi cemerlang karena menggunakan water glass yang berfungsi untuk mengikat warna dan memunculkan warna. Pengabdian ini berhasil melatih para guru dan meningkatkan kreativitas mereka dalam mengolah bidang kayu dengan cara membatik kreatif. Material ramah lingkungan ini dapat dipergunakan oleh para guru dengan nyaman, menyenangkan dan aman. Diharapkan dari pengabdian ini, para guru dapat mengajarkan kepada siswa mereka di kelasnya masing-masing.
PELATIHAN MEMBUAT BATIK DIATAS KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE LEARNING DI SMA KEBANGSAAN-TANGGERANG SELATAN Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Cama Juli Rianingrum; Atridia Wilastrina
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1411

Abstract

Proses pembelajaran pada SMA Kebangsaan-Pondok Aren di Kota Tangerang Selatan berlangsung selama lima hari dalam satu minggu. Kurikulum mewajibkan siswa untuk mengikuti mata pelajaran seni budaya. Materi yang diberikan antara lain menggambar, membatik dengan lilin panas, mengelola pameran dan mengapresiasi karya siswa. Untuk pengayaan materi, siswa dibekali ilmu life skill. Maka dari itu, pihak sekolah berinisiatif untuk memberikan pelatihan membuat karya batik di atas kayu. Tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan keterampilan yang dapat diterapkan siswa setelah lulus sekolah. Hal ini dikarenakan kebanyakan siswa berasal dari daerah di luar Pulau Jawa, dan setelah lulus mereka lebih memilih untuk dapat langsung bekerja. Selain itu, program ini juga meningkatkan kompetensi guru seni budaya karena mereka mendapatkan materi ajar baru, khususnya bagi guru yang latar pendidikannya bukan dari seni. Permasalahan yang dihadapi oleh sekolah ini adalah sebagian besar guru yang tidak berlatar seni dan kurikulum sekolah yang tidak ada perkembangan. Program ini memberikan solusi dengan memberikan pengetahuan baru mengenai praktik seni melalui workshop membuat batik di atas media kayu. Metoda yang digunakan adalah service learning (SL). Peserta yang akan mengikuti pelatihan ini berjumlah 130 orang siswa dan 5 orang guru. Hasil workshop ini adalah siswa dapat membatik di atas kayu dengan cara yang mudah dan bahan yang murah. Hal ini penting bagi peserta didik, mengingat mereka banyak yang berasal dari keluarga ekonomi sederhana dan sebagian dari mereka tinggal di asrama atau dititipkan kepada pihak sekolah.
PENGEMBANGAN PERALATAN TERPADU STERILISASI ALAT PELINDUNG DIRI (APD) COVID-19 Murwonugroho, Wegig; Burhanudinnur, Muhammad; Rinanti, Astri; Nilotama, Sangayu Ketut Laksemi; Dewanti, Asih Retno; Setiadi, Virginia Suryani; Nugrahadi, Gihon; Wilastrina, Atridia; Maulani, Mustamina
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 6, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9533

Abstract

Petugas kesehatan sebagai garda depan dalam penanganan pasien Covid-19 memerlukan perlindungan dari risiko terpapar virus. Seusai menjalankan tugasnya, para petugas medis melakukan tindakan sterilisasi diri dengan cara memasuki arena disinfectant chamber, membungkus hazmad sekali pakai untuk dibuang dan mengembalikan APD (Alat Pelindung Diri) lain dalam wadah yang telah tersedia untuk dicuci kembali. Namun demikian terlihat fasilitas yang tersedia belum nampak optimal, dan terlihat kumuh. Sehingga beberapa APD yang akan dikenakan kembali beresiko terpapar virus COVID-19.  Selain itu beberapa peralatan yang memungkinkan dipakai kembali tercampur, resiko hilang, dan kacamata resiko patah atau kaca lebih buram. Alhasil APD para petugas mulai menipis.Latar belakang ini menjadi alasan pentingnya dirancang fasilitas sterilisasi yang terpadu. Kegitaan dilakukan di RSUD Pademangan, Jakarta Utara merupakan salah rujukan pasien COVID-19. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan seperangkat alat terpadu sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) yang efektif dan praktis.  Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Design Thinking, yang terdiri atas emphatize, define, ideate, prototype, dan testing. Hasil penelitian ini adalah peralatan terpadu steriliasi APD Covid-19 yang terdiri atas disinfectan chamber, bak penampugan APD, ozone chamber, dan almari kompartemen dua arah. Berdasarkan serangkaian pengujian, hasilnya adalah: 1) disinfectant chamber dapat bekerja dengan baik. Ini ditandai oleh: disinfectant chamber dapat menyemprot secara otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan cairan optimal, bak penampung untuk menampung sisa cairan berfungsi dengan baik, dan kontruksi lebih ergonomis. 2)  bak penampungan berfungsi dengan baik (mudah dibuka untuk diambil dan dibersihkan, dan terbagi sesuai kelengkapan APD. 3) ozone chamber memenuhi kriteria keberhasilan. Indikasinya adalah  ozon chamber menyemprot otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan asap optimal, terdapat bak penampung yang menampung sisa cairan ozon, dan konstruksi lebih ergonomis. 4)  Nilai inovasi dari almari dua kompartemen solutif bagi masalah dan memenuhi kebutuhan petugas medis. Pencapaian ini disebabkan oleh berfungsinya semua fitur sebagaimana dalam desainnya. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peralatan sterilisasi APD Covid-19 dalam penelitian ini efektif dan layak untuk digunakan, utamanya untuk membersihkan diri dan APD petugas medis. Oleh sebab itu, produk peralatan sterilisasi dalam penelitian ini pantas untuk diproduksi secara massal dan dipergunakan di berbagai pusat layanan kesehatan.
BOUTIQUE HOTEL INTERIOR DESIGN OF THREEHOUSE SUITES IN PATI Adyssa, Tazkia Audrey; Atridia, Wilastrina
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v11i2.58736

Abstract

A boutique hotel is a hotel that has strong characteristics, one of which is its unique interior design style. The application of cultural elements is also an essential key for boutique hotels to attract guests. However, there is no focal element of the local culture at Treehouse Suites in Pati, Central Java. Therefore, the interior design needs to apply the elements of typical Pati decoration. This project aims to make the interior design of a boutique hotel that is convenient not only for recreational activities but also for guests traveling on business. The method used in the research is research and development. The steps include analysis of potential problems utilizing preliminary studies by means of literature review and field studies. Data were collected through observation, interviews, and documentation. This design is a design development through making design concepts and making design drawings. The results of the interior design of the Treehouse Suites Boutique Hotel bring the concept of "Back to Nature," the coastal design style, and some decorations emblematic of Pati traditions, Central Java.
ADAPTASI VISUAL DAN MATERIAL: PROSES TRANSFORMASI ILUMINASI MANGKUNEGARAN PADA PRODUK INTERIOR LANTAI: VISUAL AND MATERIAL ADAPTATION: TRANSFORMING MANGKUNEGARAN ILLUMINATIONS INTO CONTEMPORARY INTERIOR FLOORING DESIGN Atridia Wilastrina; Ariani; Cama Juli Rianingrum; Anita Armas
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v22.i1.25172

Abstract

The visual and material adaptation process of illumination motifs from the ancient manuscripts of Puro Mangkunegaran into interior products, specifically floor surfaces. As part of Javanese visual heritage, manuscript illumination contains rich ornamental forms embedded with symbolic, aesthetic, and spiritual values. Transforming these motifs from manuscript media into flooring requires a design approach that not only involves stylization but also considers functional relevance and material characteristics in a modern context. The process examined includes motif selection and classification, form simplification (stylization), modular repetition and composition, as well as color and scale adjustments tailored to interior visual needs. The stylized motifs are then applied to various flooring materials such as ceramic and natural stone using digital printing and manual techniques. Collaboration with local ceramic industries was carried out to test the technical and aesthetic feasibility of the transformed designs. The results show that adapting Mangkunegaran manuscript illuminations into floor products enriches interior aesthetics while serving as a practical means of cultural preservation in contemporary design. This research recommends further adaptation of traditional visual heritage into other interior elements to promote the integration of local identity within modern spatial design.
Penerapan Konsep Rancangan Elemen Interior dan Furniture pada Panti Wreda Rukun Senior Living Mira Suci Tia; Atridia Wilastrina
Jurnal Desain Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i2.14160

Abstract

Panti wreda adalah sebuah fasilitas yang menawarkan kesehatan dan perawatan pribadi. Bagi keluarga yang tidak mampu merawat akhirnya menempatkan manula di panti wreda. Selain itu alasan anggota keluarga menitipkan lansia karena adanya masalah pada kesehatan fisik. Adapun permasalahan pada Panti Wreda Rukun Senior Living yaitu diperlukan rancangan konsep desain yang sesuai dengan keperluan dan kebutuhan lansia. Tujuan perancangan ini yaitu menghasilkan rancangan desain interior dengan penerapan material elemen interior dan furniture yang ramah lansia dan sesuai dengan pengguna panti wreda. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Rancangan elemen interior floor, wall, ceiling, dan furniture pada panti wreda harus memperhatikan sisi fungsional dan estetika agar lansia dapat tinggal dengan nyaman dan aman di panti wreda tersebut dengan menggunakan material yang ramah lansia.