Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : METANA

STUDI PENGARUH RASIO REAKTAN, pH, DAN WAKTU REAKSI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG GADUNG (Dioscorea hispida Dennst.) TERASETILASI Amalia, Rizka; Kumoro, Andri Cahyo
METANA Vol 11, No 02 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.229 KB) | DOI: 10.14710/metana.v11i02.14756

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio reaktan, pH  dan waktu reaksi terhadap nilai swelling power, solubility, dan derajat substitusi tepung gadung terasetilasi. Asetilasi dilakukan dengan mendispersikan 20 gram tepung gadung ke dalam 100 mL akuades. pH diatur hingga nilai tertentu (8, 9, dan 10) dengan penambahan NaOH 1 M. Slurry diaduk selama 30 menit. Setelah itu, asam asetat dengan rasio tertentu 1:3, 1:4, dan 1:5 (berat asam asetat:berat tepung) ditambahkan secara perlahan ke dalam campuran reaksi. pH campuran dijaga ke kondisi awal dengan penambahan NaOH 1 M. Reaksi asetilasi dibiarkan berlangsung selama waktu tertentu (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit,) kemudian dihentikan dengan penambahan HCl 1 M sampai pH 5,5. Tepung terasetilasi disaring dan dicuci dengan air suling sebanyak tiga kali pencucian dengan rasio berat pencucian 1:3 (b/v). Tepung terasetilasi dikeringkan pada suhu 50oC sebelum dianalisa nilai daya kembang, kealarutan, dan derajat substitusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kondisi optimal diperoleh pada tepung yang dimodifikasi dengan rasio reaktan 1:3, pH 8, dan waktu reaksi 30 menit, dengan nilai swelling power,solubility, dan derajat substitusi sebesar 7,3 g/g; 18,6 %; dan 0,033.  kata kunci :gadung, asetilasi, swelling power, solubility, derajat substitusi Abstract The objective of this research are to investigate the effect of glacial acetic acid:flour mass ratio, pH, and reaction time on the swelling power, solubility,and degree of substitution acetylated gadung tuber flour. The acetylation was carried out by dispersing 20 grams of gadung flour in 100 mL distilled water. The pH of the dispersed system was adjusted to a certain value (8, 9 or 10) by adding of 1 M NaOH.  Then, the predetermined mass of glacial acetic acid (1:3, 1:4, and 1:5)  was added to the reaction mixture. The pH was brought back to the initial condition by adding of 100 mL 1 M NaOH. The acetylation reaction was let to occur for 10 to 60 minutes before it had been terminated by adding 1 M HCl until pH 5,5. The acetylated flour were obtained by filtration of reaction mixture. It is followed by threefold washing that used distilled water with 1: 3 (w/v). The acetylated flour then were dried in an electric oven at 50oC before analyzed to swelling power, solubility, and degree of substitution. Based on the value of swelling power and water solubility of acetylated gadung tuber flour were obtained, the best reaction condition were the ratio of glacial acetic acid/gadung tuber flour 1:3, pH 8, and the reaction time of 30 minutes with swelling power 7,3 g/g; solubility 18,6%, and degree of substitution 0,033. key words : gadung, acetylation, swelling power, solubility, degree of substitution 
Co-Authors . Widayat Adi Cifriadi Adi Cifriadi, Adi Agus Suprihanto Aji Prasetyaningrum Alfariji, Moh Ana Farida Aprilina Purbasari Ardianingsih, Retno Arkie Septiana A. Arkie Septiana A. Aryanti, Nita Asep Muhamad Samsudin, Asep Muhamad Asron Ferdian Falaah Asron Ferdian Falaah, Asron Ferdian Avriliana Dewi A. Bakti Jos Bakti Jos Budiyono Budiyono C Sri Budiyati Catarina Sri Budiyati Catarina Sri Budiyati Catarina Sri Budiyati Cindi Yasintasia Dessy Ariyanti Diah Permata Wijayanti Diah Susetyo Retnowati Didi Dwi Anggoro Dwi Haryanti Dyah Hesti Wardhani Evi Ristanti R F Widhi Mahatmanti Fahni, Yunita Ferry Hermawan Fitra Pradhita Frans Arienata H. Frans Arienata H. Frastia, Wike H Hadiyanto H. Hargono Hacker, Viktor Hargono . Hargono Hargono Hargono Hargono Kamil, Muhamad Idham Kristinah Haryani Kurniawan, Tonni Agustiono Laeli Kurniasari M. Djaeni Maharani Ratridewi Marcelinus Christwardana Margaretha Praba Aulia Marissa Widiyanti Masitah Hasan Misbahudin Alhanif Moh Djaeni Monica Setiono H. Muhammad Haqqiyuddin Robbani Mustafa Nafiunisa, Aininu Nasher, Kharissa Nita Aryanti Nor Basid Adiwibawa Prasetya Nur Rokhati Nurul Aini Pamungkas, Prihantoro Pandapotan, Boris Poltak Permanadewi, Indrasukma Putra, Ade Septia Ratnawati Ratnawati Retno Wulandari Riris Yuliana Y.S. Rizka Amalia Rizka Amalia Rizka Amalia Roschger, Michaela Saputri, Desi Riana Setia Budi Sasongko Silviana Silviana Sofiah Sofiah Sri Sinto Dewi Sulardjaka Sumardi Sumardi Tutuk Djoko Kusworo Utami, Esti Utomo, Dani Puji Wahyono, Yoyon Wahyudi, Dhiky Wardhani, Dyah Hesti Wikanastri Hersoelistyorini Wilis Ari Setyati Yuni Susanti, Devi Yusupandi, Fauzi Zahra, Nurul Afifah Zaim, Hanif Fawwaz