Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Model BATUAH Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Dan Berpikir Kritis Siswa Novi Ramadhani; Rizky Amelia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7594

Abstract

Penelitian ini menyoroti area di mana siswa Indonesia kesulitan memahami apa yang mereka baca dan berpikir mendalam. Kapasitas untuk menangkap makna materi tertulis sangat penting, seperti halnya memiliki keterampilan berpikir kritis yang kuat, yang membantu orang memecahkan masalah dengan baik dan membuat keputusan yang baik. Studi ini menyarankan penggunaan kerangka pendidikan BATUAH untuk membantu mengembangkan kemampuan penting ini sebagai cara untuk memperbaiki masalah ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode di mana kelas diamati secara ketat untuk menganalisis bagaimana sistem pembelajaran BATUAH memengaruhi 13 siswa di kelas empat di SDN Berangas Barat 1. Informasi yang tidak numerik dikumpulkan dengan memperhatikan secara ketat aktivitas guru dan siswa dan dengan mengevaluasi kemampuan mereka untuk membaca dan berpikir kritis. Data menunjukkan bahwa guru dan siswa lebih terlibat, dan persentase siswa yang dapat memahami apa yang mereka baca naik dari 58% menjadi 84%, sementara berpikir kritis naik dari 61% menjadi 82%. Lebih lanjut, kinerja sekolah siswa meningkat, dengan skor naik dari 54% menjadi 84%. Singkatnya, penerapan model BATUAH membuat guru lebih aktif, meningkatkan pemahaman membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan meningkatkan keberhasilan siswa di sekolah. Penelitian ini mendukung penggunaan metode ini sebagai pilihan berbeda untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Model SERASI sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Menulis di Sekolah Dasar Anita Inayati; Rizky Amelia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7860

Abstract

This classroom action research examines the improvement of students’ creative thinking and writing skills through the implementation of the SERASI learning model in Indonesian language lessons. The identified problem was the low level of both skills due to a less meaningful learning process and limited opportunities for students to develop them. This study employed a qualitative approach and was conducted with 16 fifth-grade students at SDN Pemurus Dalam 2 over four sessions during the second semester of the 2024/2025 academic year. Data were collected through observations of teacher and student activities, assessments of writing and creative thinking skills, as well as written learning tests. The results showed a significant improvement, with creative thinking skills increasing from 42% (less skilled) to 83% (very skilled), and writing skills rising from 42% (less skilled) to 84% (very skilled). These findings indicate that implementing the SERASI model is effective in optimizing both skills and is recommended as an innovative learning alternative at the elementary school level.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-LKPD BERBASIS WIZER.ME BAGI MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR PROGRAM STUDI PGSD Celia Cinantya; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah; Rizky Amelia; Ngadimun Ngadimun; Wahdah Refia Rafianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.34235

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital baik pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Asistensi Mengajar dalam merancang pembelajaran inovatif, sebagai Upaya dalam memenuhi kompetensi pendidik Abad 21. Selain itu, Mahasiswa yang terlibat dalam asistensi mengajar perlu dibekali dengan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis digital, salah satunya melalui E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik). Platform Wizer.Me dipilih karena kemudahan penggunaannya dalam membuat LKPD yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Subjek kegiatan ini adalah Mahasiswa asistensi mengajar Program Studi PGSD. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memiliki pengetahuan merancang E-LKPD serta memiliki ketrampilan dalam merancang E-LKPD yang interaktif berbasis aplikasi wizer.me. Hasil pendampingan tersebut terlihat dari evaluasi kegiatan yang menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan adalah 93% dan tingkat keterampilan peserta dalam merancang E-LKPD berbasis wizer.me lebih dari 93%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendampingan perancangan model pembelajaran inovatif berjalan dengan sukses dan berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.
Implementasi Model Bungas Dalam Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Lisan, Menulis Narasi, Dan Berpikir Reflektif Di SD Pirda Rizki Shafitri; Rizky Amelia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.870

Abstract

Rendahnya aktivitas, keterampilan berkomunikasi lisan, keterampilan menulis narasi, keterampilan berpikir reflektif, dan hasil belajar murid menjadi permasalahan yang perlu diatasi melalui pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berkomunikasi lisan, keterampilan menulis narasi, keterampilan berpikir reflektif, dan hasil belajar murid menggunakan model BUNGAS yang mengombinasikan Problem Based Learning (PBL), Inquiry Learning, dan Think Pair Share (TPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada murid kelas IV SDN Antasan Besar 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 59% menjadi 97%, aktivitas murid dari 16% menjadi 88%, keterampilan berkomunikasi lisan dari 29% menjadi 83%, keterampilan menulis narasi dari 21% menjadi 83%, keterampilan berpikir reflektif dari 16% menjadi 83%, serta hasil belajar pada ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik meningkat dari 29% menjadi 92%, 21% menjadi 100%, dan 25% menjadi 83%. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model BUNGAS dapat menjadi kerangka pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi, menulis, dan berpikir reflektif murid sekaligus mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih aktif dan berpusat pada murid di sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Mengemukakan Pendapat dan Berpikir Kritis Melalui Model PATEN Murid Kelas V SD Rahmiati; Rizky Amelia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.883

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari rendahnya keterampilan murid dalam mengemukakan pendapat dan berpikir kritis pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut karena kegiatan pembelajaran yang belum memberikan ruang aktif bagi murid, dominasi guru yang masih kuat, serta pelaksanaan kerja kelompok yang belum terstruktur dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan ini, peneliti menerapkan model PATEN, yaitu kombinasi dari model Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Number Head Together. Tujuan penelitian adalah menganalisis peningkatan kualitas aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan mengemukakan pendapat, serta keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 13 murid kelas V SDK Simpang Bumbuan semester II tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek. Skor aktivitas guru naik dari 20 menjadi 32, aktivitas murid meningkat dari 15,38% menjadi 92,31%, keterampilan mengemukakan pendapat tumbuh dari 15,38% menjadi 92,31%, dan keterampilan berpikir kritis melonjak dari 7,69% menjadi 84,61%. Hasil belajar murid juga meningkat dari 15,38% menjadi 92,31%. Dengan demikian, penerapan model PATEN terbukti efektif meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.
Implementasi Model BAHIMAT Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Bertanya di Sekolah Dasar Nisrina Hanifa; Rizky Amelia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.891

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan bertanya pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia disebabkan oleh pembelajaran yang masih terpusat pada guru, kurang bervariasi, dan belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, berdiskusi, dan mengungkapkan pendapatnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan bertanya siswa melalui implementasi model BAHIMAT yang merupakan kombinasi dari model Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Make a Match. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam pertemuan empat pada 26 siswa kelas III SDN Gadang 2. Data dikumpulkan melalui observasi kemampuan berpikir kritis dan bertanya, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model BAHIMAT mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan bertanya siswa secara signifikan pada setiap pertemuan. Persentase kemampuan berpikir kritis meningkat dari 31% pada pertemuan pertama menjadi 88% pada pertemuan keempat, sedangkan kemampuan bertanya meningkat dari 19% menjadi 88%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa siswa semakin mampu menganalisis informasi, memberikan penjelasan dan alasan atas jawaban, dan mengajukan pertanyaan yang relevan selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model BAHIMAT efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam belajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan bertanya siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia disebabkan oleh pembelajaran yang masih melekat pada guru, kurang bervariasi, serta belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan bertanya siswa melalui penerapan model BAHIMAT yang merupakan kombinasi model Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Make a Match. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam pertemuan empat pada 26 siswa kelas III SDN Gadang 2. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan berpikir kritis dan bertanya, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model BAHIMAT mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan bertanya murid secara signifikan pada setiap pertemuan. Persentase keterampilan berpikir kritis meningkat dari 31% pada pertemuan pertama menjadi 88% pada pertemuan ke empat, sedangkan keterampilan bertanya meningkat dari 19% menjadi 88%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa murid semakin mampu menganalisis informasi, memberikan penjelasan dan alasan terhadap jawaban, serta mengajukan pertanyaan yang relevan selama proses pembelajaran. Dengan demikian, implementasi model BAHIMAT efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan bertanya siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman, Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi dengan Menggunakan Model PRIMA di Sekolah Dasar Hamsiah; Rizky Amelia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.897

Abstract

Rendahnya keterampilan membaca pemahaman, komunikasi, dan kolaborasi murid yang disebabkan karena kurangnya minat dan motivasi membaca, minimnya pembiasaan menyampaikan pendapat secara langsung, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga kerja sama tim kurang berkembang dan penggunaan model pembelajaran yang kurang mendukung perkembangan ketiga keterampilan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan membaca pemahaman, komunikasi, dan kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Data penelitian diperoleh dalam bentuk data kualitatif melalui hasil observasi terhadap keterampilan membaca pemahaman, komunikasi, dan kolaborasi murid, serta data kuantitatif yang diperoleh melalui tes tertulis baik secara individu maupun kelompok. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif yang disajikan menggunakan persentase, tabel, dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan di setiap aspek. Keterampilan membaca pemahaman meningkat dari 14% menjadi 86%, keterampilan komunikasi meningkat dari 29% menjadi 93%, dan keterampilan kolaborasi murid meningkat dari 21% menjadi 86%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran PRIMA dapat menjadi alternatif bagi guru sekolah dasar dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, komunikasi, dan kolaborasi murid sehingga mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna.
INTEGRASI TEORI BELAJAR HUMANISTIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI LABSCHOOL PAUD FKIP ULM Huriah Huriah; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13041

Abstract

Strengthening character education is important to instill from an early age. This has become a crucial urgency amidst the changing times, globalization, and the decline in recognition of local cultural values ​​among the younger generation. Therefore, children require learning that focuses not only on academics, but also on personality, morals, and social-emotional development. One such theory, humanistic learning theory, is relevant because it emphasizes the development of self-potential, respect for individuals, and child-centered learning. On the other hand, local wisdom contains noble values ​​such as mutual cooperation, courtesy, responsibility, and concern for the environment, which are important to instill from an early age. The purpose of this study is to examine how humanistic learning theory is integrated with local wisdom in Early Childhood Education (PAUD) learning to shape students' character. This study uses a qualitative approach with field research. The research subjects were 18 students at Labschool PAUD FKIP ULM. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation through data validity testing using source and technique triangulation. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The study results indicate that this integration can be implemented through play-based learning activities, positive behavioral habits, teacher role models, regional folklore, and arts and culture as part of South Kalimantan's local identity. This implementation can foster self-confidence, empathy, discipline, responsibility, cooperation, and a love of regional culture. Thus, the integration of humanistic learning theory and local wisdom is an important and relevant strategy for holistically shaping students' character from an early age. ABSTRAK Penguatan pendidikan karakter penting untuk ditanamkan sejak anak usia dini. Hal tersebut menjadi urgensi penting di tengah perkembangan zaman, arus globalisasi, dan terjadinya penurunan pengenalan nilai budaya lokal pada generasi muda. Oleh karena itu, anak memerlukan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, namun juga pengembangan kepribadian, moral, dan sosial emosional. Salah satunya, teori belajar humanistik relevan digunakan karena menekankan pengembangan potensi diri, penghargaan terhadap individu, serta pembelajaran yang berpusat pada anak. Di sisi lain, kearifan lokal mengandung nilai luhur seperti gotong royong, sopan santun, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan yang penting ditanamkan sejak dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana teori belajar humanistik diintegrasikan dengan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD untuk membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subyek penelitian yaitu peserta didik di Labschool PAUD FKIP ULM dengan jumlah 18 orang anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi melalui uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan bermain sambil belajar, pembiasaan perilaku positif, keteladanan guru, cerita rakyat daerah, seni budaya sebagai identitas lokal Kalimantan Selatan. Implementasi tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri, empati, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Dengan demikian, integrasi teori belajar humanistik dan kearifan lokal menjadi strategi penting dan relevan dalam membentuk karakter siswa secara holistik sejak usia dini.    
IMPLEMENTASI METODE EKSPERIMEN MENGAPUNG DAN TENGGELAM DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK Nur Anisa Khadijah; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13043

Abstract

This study aims to describe the implementation of the floating and sinking experimental method in developing the cognitive abilities of children aged 4–5 years. The study used a qualitative approach with a descriptive research type conducted at the Teratai Kindergarten in Paku Village, Cintapuri Darussalam District, Banjar Regency, South Kalimantan. The research informants consisted of one teacher of group A and 15 children aged 4–5 years. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of the experimental method was carried out through three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, the teacher developed a learning plan, prepared concrete media, and related the material to everyday life and the environment. In the implementation stage, children were actively involved in observing, trying, asking questions, and concluding the results of the experiment with teacher guidance. In the evaluation stage, the teacher reflected and assessed the development of children's thinking abilities. The experimental method has been proven to be able to improve logical thinking skills, simple problem solving, curiosity, and understanding of cause-and-effect relationships. Furthermore, experimental activities also foster children's awareness of the importance of environmental protection and flood prevention. Therefore, implementing the floating and sinking experiment method is an effective and meaningful learning strategy to support the cognitive development of early childhood. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode eksperimen mengapung dan tenggelam dalam pengembangan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di KB Teratai Desa Paku, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Informan penelitian terdiri atas satu orang guru kelompok A dan 15 anak usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode eksperimen dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, guru menyusun perencanaan pembelajaran, menyiapkan media konkret, serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan. Pada tahap pelaksanaan, anak terlibat aktif dalam kegiatan mengamati, mencoba, bertanya, dan menyimpulkan hasil eksperimen dengan bimbingan guru. Pada tahap evaluasi, guru melakukan refleksi dan penilaian terhadap perkembangan kemampuan berpikir anak. Metode eksperimen terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah sederhana, rasa ingin tahu, serta pemahaman hubungan sebab-akibat. Selain itu, kegiatan eksperimen juga menumbuhkan kesadaran anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah banjir. Oleh karena itu, implementasi metode eksperimen mengapung dan tenggelam menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan bermakna dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.    
Strategic Transformation Toward World-Class University: The Quacquarelli Symonds (QS) Ranking System Implementation at a Public University in South Kalimantan Mutiani Mutiani; Rifiana Rifiana; Nurmelati Septiana; Rizky Amelia; Fadloe Robby
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 7, No 2 (2026): THE KALIMANTAN SOCIAL STUDIES JOURNAL, APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v7i2.17491

Abstract

The global higher education landscape demands universities to continuously enhance their competitiveness through systematic quality improvement and international recognition. A regional Indonesian university (hereinafter referred to as "the Institution") has demonstrated significant progress in national and regional rankings, positioning itself strategically for global recognition. This study examines the Institution's strategic policy framework for achieving world-class university status through the implementation of the Quacquarelli Symonds (QS) ranking system, targeting entry into the top 1,500 universities globally by 2027. A comprehensive policy analysis approach was employed, examining institutional strengths, strategic imperatives, and performance indicators. The study synthesizes data from national rankings (Edurank 2025, AD Scientific Index 2025) and institutional metrics, incorporating the QS ranking methodology framework. Results of the research, the Institution has achieved notable rankings including 27th nationally, 532nd in Asia, and 1802nd internationally (Edurank 2025), with recognition among 15 leading institutions nationally (AD Scientific Index 2025) and consistent top ranking in its provincial region. Three strategic pillars have been identified: World Class Research (targeting 800 Scopus/WoS publications annually), Internationalization (targeting 6 10% international students), and Global Reputation (targeting QS reputation score of 45%). The strategic transformation framework, grounded in regional competitiveness, talent quality, research impact, national reputation, and international investment, provides a robust pathway for the Institution's advancement. Implementation requires systematic monitoring through KPI frameworks, real-time dashboards, and accountability mechanisms incorporating process, output, outcome, and impact