Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Asupan Fe dan Pengetahuan Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Anggota UKM Futsal Universitas di Surakarta Zerlind, Anas Tasya Ardea; Zulaekah, Siti; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1069

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang mempengaruhi performa atlet, khususnya dalam olahraga futsal yang menuntut daya tahan dan kecepatan tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung kebugaran jasmani adalah asupan zat besi (Fe) dan tingkat pengetahuan gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi (Fe) dan pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada anggota UKM Futsal empat universitas di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Data asupan Fe dikumpulkan melalui wawancara recall 3x24 jam, data pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner, dan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Beep Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan Fe defisit (55,77%), pengetahuan gizi cukup (15,38%), dan tingkat kebugaran jasmani sangat kurang (36,54%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan Fe dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,603). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,585). Semakin baik asupan Fe dan pengetahuan gizi atlet, maka semakin baik pula tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi gizi dan perencanaan pola makan yang tepat bagi atlet futsal untuk meningkatkan performa dan kebugaran jasmani.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU GIZI SEIMBANG PADA MAHASISWA ILMU GIZI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Nurdita, Rizki Amalia Putri; Puspitasari, Dyah Intan; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48220

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok remaja akhir yang rentan terhadap masalah gizi akibat perubahan fisik, kognitif, dan psikososial. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan adanya perubahan prevalensi status gizi pada usia 20-24 tahun, baik gizi kurang, lebih, maupun obesitas. Salah satu faktor utama yang menyebabkan masalah gizi di kalangan remaja adalah pola makan yang kurang baik. Pengetahuan gizi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku makan remaja. Pengetahuan gizi yang baik cenderung berkontribusi terhadap peningkatan kualitas asupan makanan, namun belum tentu membentuk pola makan yang baik pada seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 155 mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan perilaku gizi seimbang yang telah teruji reliabilitasnya. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,4% mahasiswa dengan pengetahuan gizi yang baik juga memiliki perilaku gizi yang baik. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku gizi seimbang (p=0,001), dengan Odds Ratio 3,183 yang artinya mahasiswa dengan pengetahuan gizi baik memiliki peluang 3,183 kali lebih besar untuk berperilaku gizi seimbang dibandingkan dengan mahasiswa yang memilki pengetahuan gizi cukup.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN KONSUMSI BUAH SAYUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PROLANIS PUSKESMAS GROGOL Nashwa, Nadya; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48405

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan dalam arteri saat darah dipompa oleh jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 37,57% penduduk Provinsi Jawa Tengah menderita hipertensi. Hasil studi pendahuluan menunjukkan 73,3% responden dengan rerata konsumsi buah dan sayur <400 gram/hari. Sebanyak 60% responden memiliki kualitas tidur buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan konsumsi buah sayur dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Prolanis Puskesmas Grogol. Menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Sejumlah 42 sampel diperoleh melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Instrumen yang digunakan meliputi PSQI untuk mengukur kualitas tidur dan SQ-FFQ untuk mengukur rata-rata konsumsi buah dan sayur harian dalam satu bulan terakhir dengan uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil studi menunjukkan 73,8% responden memiliki kualitas tidur buruk, 83,33% responden dengan konsumsi harian buah dan sayur <400 gram, serta 54,76% responden mempunyai tekanan darah terkontrol. Uji statistik kualitas tidur dan tekanan darah diperoleh p-value 1,000, serta asupan buah sayur dan tekanan darah dengan p-value 0,214. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dan konsumsi buah sayur dengan tekanan darah.   
HUBUNGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA Ismiranti, Delia; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48563

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam siklus kehidupan yang dicirikan secara laju kembang tumbuh, menjadikan keperluan gizi pada remaja sangat krusial. Konsumsi sayur serta buah yang memadai penting untuk memelihara status gizi. Namun, tingkat konsumsi pada remaja Indonesia masih rendah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja di SMK Negeri 4 Surakarta. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif secara rancangan cross-sectional dari 61 responden dari siswa kelas XI jurusan Tata Boga dan Perhotelan yang dipilih secara acak. Data konsumsi sayur serta buah dikumpulkan mempergunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire(FFQ) dan wawancara. Status gizi diukur mempergunakan IMT/U dan dikategorikan berdasarkan standar Kementrian RI tahun 2023. Uji statistik yang dipergunakan ialah Chi-Square. Temuan analisis mengindikasikan jika 75,4% narasumber mempunyai status gizi normal, sementara 24,6% mengalami status gizi tidak normal (gizi kurang, lebih, serta obesitas). Sebanyak 60,7% responden tergolong memiliki konsumsi sayur serta buah yang cukup dan baik, sedangkan 39,3% tergolong rendah. Perolehan pengujian Chi-Square mengindikasikan, tak terdapatnya hubungan signifikan dari konsumsi sayur serta buah secara status gizi (p=0,202). Meskipun demikian, konsumsi sayur serta buah tetap berkontribusi utama untuk menunjang kesehatan remaja secara menyeluruh. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi edukatif dan promotif dalam meningkatkan kesadaran gizi seimbang di lingkungan sekolah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal.
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KONSUMSI BUAH DAN SAYUR DENGAN DERAJAT DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMKN 4 SURAKARTA Fatahillah, Brilian; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48712

Abstract

Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang paling umum dialami oleh remaja putri dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kejadian Dismenore adalah pola makan, termasuk frekuensi konsumsi buah dan sayur yang mengandung berbagai zat gizi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi buah dan sayur dengan kejadian Dismenore pada remaja putri di SMKN 4 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 57 siswi kelas XI yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data konsumsi buah dan sayur dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan tingkat Dismenore diukur menggunakan WaLIDD Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,9% responden memiliki asupan buah dan sayur yang cukup, sementara 49,1% memiliki asupan yang kurang. Sebanyak 93% responden dilaporkan mengalami Dismenore dengan berbagai tingkat keparahan. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi buah dan sayur dengan kejadian Dismenore (p=0,042; r=0,261). Dapat disimpulkan bahwa konsumsi buah dan sayur yang cukup berperan dalam menurunkan kejadian Dismenore, meskipun kekuatan hubungan berada pada tingkat korelasi rendah. Upaya peningkatan konsumsi buah dan sayur dapat menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko Dismenore pada remaja putri.
FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI POSYANDU KELURAHAN KEBON PISANG Khairunnisa, Mutiara Zulfaa; Isnaeni, Farida Nur; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.37957

Abstract

Stunting adalah kondisi ketika tubuh balita tidak mencapai panjang atau tinggi badan yang sesuai menurut usianya. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting di posyandu Kelurahan Kebon Pisang. Jenis penelitian ini merupkan observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah balita berusia 12-59 bulan. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan multistage random sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 88 sampel. Data diambil menggunakan kuesioner yang diisi secara langsung oleh ibu balita. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi square kemudian dianalis dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita adalah jenis kelamin (p-value = 0,014). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting yaitu pemberian asi eksklusif (p-value = 0,800), pemberian MPASI (p-value = 0,338), riwayat BBLR (p-value = 0,393), Masalah kesehatan (p-value = 0,394), riwayat imunisasi (p-value = 0,394), pemberian obat cacing (p-value = 0,651), pemberian vitamin A (p-value = 0,463), jarak kelahiran (p-value = 0,251), pendapatan ibu (p-value = 0,338), pendidikan ibu (p-value = 0,955), pendapatan ayah (p-value = 0,734), pendidikan ayah (p-value = 0,943). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting balita di posyandu Kelurahan Kebon Pisang yaitu jenis kelamin.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja Di Surakarta Az-Zahra, Nafis Fatikhah; Firmansyah, Firmansyah; Isnaeni, Farida Nur
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1430

Abstract

Nutrition knowledge and physical activity play an important role in maintaining energy balance and supporting adolescent nutritional status. The findings of this study confirm that other factors such as diet, socioeconomic status, pocket money, and sedentary habits have a greater influence on adolescent nutritional status. This study aims to determine the relationship between nutrition knowledge and physical activity with adolescent nutritional status in Surakarta. This study used a cross-sectional design involving 155 students selected by simple random sampling. Data were collected through a nutrition knowledge questionnaire, an Adolescent Physical Activity Recall Questionnaire (APARQ) for physical activity, and anthropometric measurements for nutritional status. Data analysis was performed using the Chi-Square test and Spearman's rank correlation test. The results showed that 54.2% of students had good nutritional knowledge, 47.7% of students had heavy physical activity, and 75.5% of students had normal nutritional status. There was no significant relationship between nutritional knowledge (p=0.291) or physical activity (p=0.775) and nutritional status. Pengetahuan gizi dan aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi serta mendukung status gizi remaja. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa faktor lain seperti pola makan, sosial ekonomi, uang jajan, serta kebiasaan sedentari turut berpengaruh terhadap status gizi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di Surakarta. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan melibatkan 155 siswa yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan gizi, kuesioner Adolescent Physical Activity Recall Questionnaire (APARQ) untuk aktivitas fisik, sedangkan data status gizi dari hasil pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 54,2% siswa memiliki pengetahuan gizi baik, 47,7% siswa memiliki aktivitas fisik berat, dan 75,5% siswa memiliki status gizi normal. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,291) maupun aktivitas fisik (p=0,775) dengan status gizi.
The Correlation Between Nutritional Status with Hypertension Cases of Elderly Women in Central Java Province Wuandari, Wiwik; Isnaeni, Farida Nur; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is still the highest problem in non-communicable diseases (NCD) in Indonesia and has increased cases from previous years. One of the factors that cause hypertension is nutritional status. Objective: This study aimed to find the correlation between nutritional status and hypertension cases of elderly women in Central Java Province. Methodology: This is an observational study with cross-sectional design using secondary data. Nutritional and hypertension status in Central Java Province was derived from Baseline Health Research 2018. A total of 994 Central Java residents aged 55-64 years were used. Hypertension status was obtained from the average of three measurements of systolic/diastolic blood pressure and nutritional status according to BMI obtained from the body weight and height measurement. The chi square test with a 95% confidence level were used to analyzed the data. Results: Most of the respondents was elderly (55-59 years old) (56%), working (65.6%), had normal nutritional status (43.1%) and had hypertension (66.2%). There was a significant correlation between nutritional and hypertension status of elderly women in Central Java Province (p = 0.000). Conclusion: Nutritional status is one of the factors contributing in the insidence of hypertension. Therefore, health program in improving nutritional status is needed in order to reduce the prevalence of hypertension.
Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga Qurrota'aini, Nafila Happy; Mardiyati, Nur Lathifah; Widyawati, I Gusti Ngurah; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2377

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi indeks massa tubuh penderitanya. Pasien tuberkulosis paru seringkali mengalami penurunan status gizi yang disebabkan gangguan metabolisme akibat inflamasi dan respon imun. Selain itu dapat terjadi pula penurunan nafsu makan dan asupan makan termasuk protein yang disebabkan efek samping dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini melibatkan 55 responden pasien tuberkulosis paru. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan tujuan menguji korelasi antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 52,7% responden memiliki asupan protein yang kurang dan sebanyak 69,1% responden yang berada pada fase pengobatan lanjutan. Berdasarkan Uji Rank Spearman pada pengujian hubungan asupan protein dengan indeks massa tubuh, diperoleh hasil, yakni p = 0,005, yang berarti terdapat hubungan antara keduanya. Sementara itu, pada pengujian hubungan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh diperoleh hasil p = 0,376 yang berarti tidak ada hubungan antar keduanya. Saran bagi Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga diharapkan dapat memberikan konseling kepada pasien agar pasien lebih sadar mengenai pemenuhan kebutuhan zat gizi khususnya protein, serta saran bagi pasien diharapkan untuk meningkatkan konsumsi protein baik dari sumber protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tercukupi.
Thyroid Dysfunction, Total Cholesterol Levels and Anthropometric Status in Women of Reproductive Age in Iodine Deficient Area of Prambanan Sub-District, Sleman Regency, Indonesia Mutalazimah, M; Appannah, Geeta; Mardiyati, Nur Lathifah; Isnaeni, Farida Nur; Kurnia, Pramudya
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.198 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2022.17.2.67-76

Abstract

This study aimed to determine the relationship between thyroid dysfunction with Total Cholesterol levels (TC), Body Mass Index (BMI), Waist Circumference (WC) and Waist to hip Circumference Ratio (WHR). The cross-sectional observational study was conducted in the endemic iodine deficiency areas in Prambanan Sub-district, Sleman Regency. A total subject of 134 women of reproductive age were selected randomly from the source population of 592. Thyroid dysfunction determined by Thyroid Stimulating Hormone (TSH) and Free Thyroxine (FT4) level were measured by ELISA method. Total cholesterol level was measured by colorimetric method using a spectrophotometer. We also measured the weight and height for BMI calculation as well as the WC and Hip Circumference (HC). Chi-Square test was applied to analyze association between thyroid dysfunction with TC levels, BMI, WC and WHR. Results found the percentage of thyroid dysfunction in subjects was 39.6% (hypothyroidism 4.5% and hyperthyroidism 35.1%). The percentage of subjects with hypercholesterolemia was 34.3%. The BMI calculation found that the underweight, overweight and obesity proportions were 6.7%; 16.4% and 27.6% respectively; WC >80 cm was 29.9% and WHR >0.85 was 38.8%. There was no association between thyroid dysfunction and TC levels, BMI and WC (p>0.05) respectively. Meanwhile thyroid dysfunction was significantly associated with WHR (p<0.05). Therefore, women in reproductive age with thyroid dysfunction should be aware of their increasing abdominal adiposity.
Co-Authors Aan Sofyan Adelia Triana Putri Agus Prastowo Alfi Mifthahul Nikmah Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Aliva Nimas Mahati Alreda Fitriana Alya Aulia Rahma Anas Tasya Ardea Zerlind Angelina Agustin Ika Nur &#039;Aini Anggi Eka Mulyandari Anida Azkia Fitri Anindya Suryawati Anindya Suryawati Anugraheni, Merlin Appannah, Geeta Arsy, Mahluristya Khaulil Arsy, Mahluristya Khaulil Arum Cahyaningsih Asti Damaningtyas Ayu Saputri, Nanda Az-Zahra, Nafis Fatikhah Cindy Ratna Adella Devanda Amelia Prihantika Diah Ayu Kusuma Wulandari Dinda Agustin Sandra Diny Oktri Sani Dwi Astuti Dwi Sarbini Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Dyah Intan Puspitasari Emma Yahya Saputri Fadhilah Nur Aini Faizah Zahrani Fara Nabila Farita Adhynda Amithya Fatahillah, Brilian Ferinda Rahma Mawadda Fila Rachmad Ramadhan Filsa Afitri Cholidha Filsa Afitri Cholidha Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Hanifah, Intan Uzy Hayati, Aisyah Nur Hernasari, Lili Hernie Mayawati Hernie Mayawati Ida Rohmawati Inne Anwar Ayu Kusuma Ningrum Intan Prasetyaningrum Ismiranti, Delia IZZATUL FAJRIYAH Khairunnisa Nadya Risti Khairunnisa Nadya Risti Khairunnisa, Mutiara Zulfaa Kharina Indira Astuti Kharisma Diva Arrahmah Casta Dienningrum Khayla Febriannisa' Khoirina Ngizzati Pujiani Khoirunissa Nadiva Nareswari Krisna Wibowo Lili Hernasari Lilis Apriliyani Luluk Ria Rakhma Magistra Ammar Alghifari Mahluristya Khaulil Arsy Mawadda, Ferinda Rahma Maya Sukmawati Mayawati, Hernie Mayawati, Hernie Mayawati, Hernie Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari Moh Zamroji Muhammad Fajar Afnizar Muhammad Mukhlis Cahyadi Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Nabilah Beryl Nathaniela Naila Najwa Ukhtufina Nanda Ayu Saputri Nashwa, Nadya Nazuni Adliya Shiddiiqi Nesya Anggita Rahmadhani Niken Asih Pangastuti Ningsih, Setia Norma Diena Amalia Nur Baiti Rahmawati Nur Jihan Anggraini Nur Khofipah Nur Lathifah Mardiyati Nurdita, Rizki Amalia Putri Pramudya Kurnia Puput Fitria Erli Ningtyas Puspitasari, Dyah Intan Putri Puspita Ulya Qurrota'aini, Nafila Happy Rahma, Alya Aulia Rahma, Finna Armita Rahmawati, Septilia Anggi Ramadhani, Nanda Sintya Rasendria, Aurelia Neisya Regita Shalsabillah Dhita Alam Rewinta Putri Denaru Kelimari Rindi Febriana Risti, Khairunnisa Nadya Risti, Khairunnisa Nadya Risti, Khairunnisa Nadya Salsabila Purnamasari Salwa Malihatunnisa Sari, Junjung Adita Selfahyasa Raharjo Septilia Anggi Rahmawati Setia Asyanti Sevtya Nur Hasanah Sharla Apsarini Sherly Nur Janah Shuffah Arsya Azzahra Silvi Puspitasari Sintya Bella Pratiwi Siti Zulaekah Sudrajah Warajati Kisnawaty Tafara Fikrama Depriasa Tiara Sang Ether Asy-Shifa Tsania Izza Alfadila Wachid Yahya Wahida Fitria Fatmasari Widyawati, I Gusti Ngurah Winda Wahyu Pratiwi Winda Wahyu Pratiwi Wiwik Wuandari Wuandari, Wiwik Wulandari, Arita Yahya Saputri, Emma Yuliana Lestari Zahra Dhiya'an Almas Putri Kinasih Zahrani, Faizah Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulia Setiyaningrum