Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Asupan Zat Besi dan Aktivitas Fisik dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri di SMKN 4 Surakarta Rahma, Finna Armita; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47267

Abstract

Masa remaja ditandai dengan perubahan fisiologis termasuk menarche, yang menjadi indikator awal pubertas. Dismenore, atau nyeri haid, merujuk pada gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri serta bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari. Tingginya angka kejadian dismenore di Indonesia menjadi perhatian, dengan prevalensi mencapai lebih dari 60%. Beberapa faktor seperti asupan zat besi dan aktivitas fisik diketahui berhubungan dengan tingkat keparahan dismenore. Tujuan dijalankannya penelitian ini ialah guna menganalisis korelasi diantara asupan zat besi dan aktivitas fisik dengan derajat dismenore pada siswi SMKN 4 Surakarta. Desain penelitian yang dimanfaatkan penggunaannya ialah observasional berpendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMKN 4 Surakarta dan sampelnya sejumlah 57 siswi. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode simple random sampling. Data asupan zat besi dilakukan melalui penggunaan formulir Food Frequency Questionnaire Semi Quantitative (SQ-FFQ) dalam 1 bulan terakhir, data aktivitas fisik didapat dengan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan data derajat dismenore didapatkan dengan kuesioner WaLIDD Score. Analisis data yang dimanfaatkan penggunaannya ialah uji Chi Square. Temuan memperlihatkan sebanyak 93% siswi mengalami dismenore. Sebanyak 66,7% siswi mempunyai asupan zat besi kurang. Dengan besaran 61,4% siswi dengan aktivitas fisik tidak berat. Hasil analisis statistik pada asupan zat besi dengan derajat dismenore mendapatkan nilai p-value=0,01 dan aktivitas fisik dengan derajat dismenore mendapatkan nilai p-value=0,63. Terdapat korelasi yang signifikan diantara asupan zat besi dengan derajat dismenore. Namun, tidak didapati korelasi yang signifikan diantara aktivitas fisik dengan derajat dismenore di SMKN 4 Surakarta.
Hubungan antara Asupan Fe dan Pengetahuan Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Anggota UKM Futsal Universitas di Surakarta Zerlind, Anas Tasya Ardea; Zulaekah, Siti; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1069

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang mempengaruhi performa atlet, khususnya dalam olahraga futsal yang menuntut daya tahan dan kecepatan tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung kebugaran jasmani adalah asupan zat besi (Fe) dan tingkat pengetahuan gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi (Fe) dan pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada anggota UKM Futsal empat universitas di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Data asupan Fe dikumpulkan melalui wawancara recall 3x24 jam, data pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner, dan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Beep Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan Fe defisit (55,77%), pengetahuan gizi cukup (15,38%), dan tingkat kebugaran jasmani sangat kurang (36,54%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan Fe dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,603). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,585). Semakin baik asupan Fe dan pengetahuan gizi atlet, maka semakin baik pula tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi gizi dan perencanaan pola makan yang tepat bagi atlet futsal untuk meningkatkan performa dan kebugaran jasmani.
Aspek Konsumsi Ultra Processed Food dengan Kejadian Overweight pada Anak Usia Sekolah Dasar di SDN V Mojosongo Surakarta Nathaniela, Nabilah Beryl; Puspitasari, Dyah Intan; Isnaeni, Farida Nur
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i2.24760

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of UPF (Ultra Process Food) consumption and the incidence of overweight in elementary school children at SDN V Mojongso Surakarta. This study was conducted using an observational quantitative method using analytical with a case-control approach. The subjects of this study were 4th and 5th grade students at SDN V Mojosongo Surakarta with a population of 221 students and a total sample of 80 children selected using a simple random sampling technique. Of the 80 respondents, there were 40 boys and 40 girls (50% each). Analysis based on gender showed that the proportion of boys who were overweight (55%) was slightly higher than girls (45%). The results of the Chi-square correlation analysis showed a significant relationship between Ultra-Processed Food (UPF) consumption and the incidence of overweight in elementary school students (p<0.05; p-value = 0.000). Students with excessive UPF consumption (>50% of the Adequate Nutritional Intake) had a 58 times higher risk of being overweight compared to students with sufficient UPF consumption. Therefore, cooperation between parents and schools is needed to form healthy eating habits in children at home. Children are also encouraged to maintain regular eating and rest patterns to support optimal development and prevent the risk of being overweight
Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Dietary Diversity Score dengan Status Gizi pada Remaja di SMK Negeri 4 Surakarta Aliva Nimas Mahati; Farida Nur Isnaeni
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i4.5875

Abstract

Nutritional status is the condition of the body as a result of food consumption and the use of nutrients. Physical activity and dietary diversity are factors that can effect nutritional status in adolescents. The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and dietary diversity score with nutritional status in adolescents at SMK Negeri 4 Surakarta. This study used a cross-sectonal design with a sample of 61 randomly selected adolescents. Physical activity data were obtained by interview using the IPAQ questionnaire, while dietary diversity intake data were obtained by 3x24 hour recall, namely on 2 weekdays and 1 weekend day on a form containing 9 food groups. The results showed that there was a significant relationship between physical activity and nutrional status in adolescents (p=0,002), but there was no significant relationship between dietary diversity score and nutritional status in adolescents (p=0,0553). This finding indicates that physical activity affects nutritional status in adolescents but dietary diversity cannot represent nutritional status because nutritional status is a representation of long-term consumption patterns.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU GIZI SEIMBANG PADA MAHASISWA ILMU GIZI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Nurdita, Rizki Amalia Putri; Puspitasari, Dyah Intan; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48220

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok remaja akhir yang rentan terhadap masalah gizi akibat perubahan fisik, kognitif, dan psikososial. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan adanya perubahan prevalensi status gizi pada usia 20-24 tahun, baik gizi kurang, lebih, maupun obesitas. Salah satu faktor utama yang menyebabkan masalah gizi di kalangan remaja adalah pola makan yang kurang baik. Pengetahuan gizi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku makan remaja. Pengetahuan gizi yang baik cenderung berkontribusi terhadap peningkatan kualitas asupan makanan, namun belum tentu membentuk pola makan yang baik pada seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 155 mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan perilaku gizi seimbang yang telah teruji reliabilitasnya. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,4% mahasiswa dengan pengetahuan gizi yang baik juga memiliki perilaku gizi yang baik. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku gizi seimbang (p=0,001), dengan Odds Ratio 3,183 yang artinya mahasiswa dengan pengetahuan gizi baik memiliki peluang 3,183 kali lebih besar untuk berperilaku gizi seimbang dibandingkan dengan mahasiswa yang memilki pengetahuan gizi cukup.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN KONSUMSI BUAH SAYUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PROLANIS PUSKESMAS GROGOL Nashwa, Nadya; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48405

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan dalam arteri saat darah dipompa oleh jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 37,57% penduduk Provinsi Jawa Tengah menderita hipertensi. Hasil studi pendahuluan menunjukkan 73,3% responden dengan rerata konsumsi buah dan sayur <400 gram/hari. Sebanyak 60% responden memiliki kualitas tidur buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan konsumsi buah sayur dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Prolanis Puskesmas Grogol. Menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Sejumlah 42 sampel diperoleh melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Instrumen yang digunakan meliputi PSQI untuk mengukur kualitas tidur dan SQ-FFQ untuk mengukur rata-rata konsumsi buah dan sayur harian dalam satu bulan terakhir dengan uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil studi menunjukkan 73,8% responden memiliki kualitas tidur buruk, 83,33% responden dengan konsumsi harian buah dan sayur <400 gram, serta 54,76% responden mempunyai tekanan darah terkontrol. Uji statistik kualitas tidur dan tekanan darah diperoleh p-value 1,000, serta asupan buah sayur dan tekanan darah dengan p-value 0,214. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dan konsumsi buah sayur dengan tekanan darah.   
HUBUNGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA Ismiranti, Delia; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48563

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam siklus kehidupan yang dicirikan secara laju kembang tumbuh, menjadikan keperluan gizi pada remaja sangat krusial. Konsumsi sayur serta buah yang memadai penting untuk memelihara status gizi. Namun, tingkat konsumsi pada remaja Indonesia masih rendah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja di SMK Negeri 4 Surakarta. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif secara rancangan cross-sectional dari 61 responden dari siswa kelas XI jurusan Tata Boga dan Perhotelan yang dipilih secara acak. Data konsumsi sayur serta buah dikumpulkan mempergunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire(FFQ) dan wawancara. Status gizi diukur mempergunakan IMT/U dan dikategorikan berdasarkan standar Kementrian RI tahun 2023. Uji statistik yang dipergunakan ialah Chi-Square. Temuan analisis mengindikasikan jika 75,4% narasumber mempunyai status gizi normal, sementara 24,6% mengalami status gizi tidak normal (gizi kurang, lebih, serta obesitas). Sebanyak 60,7% responden tergolong memiliki konsumsi sayur serta buah yang cukup dan baik, sedangkan 39,3% tergolong rendah. Perolehan pengujian Chi-Square mengindikasikan, tak terdapatnya hubungan signifikan dari konsumsi sayur serta buah secara status gizi (p=0,202). Meskipun demikian, konsumsi sayur serta buah tetap berkontribusi utama untuk menunjang kesehatan remaja secara menyeluruh. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi edukatif dan promotif dalam meningkatkan kesadaran gizi seimbang di lingkungan sekolah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal.
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KONSUMSI BUAH DAN SAYUR DENGAN DERAJAT DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMKN 4 SURAKARTA Fatahillah, Brilian; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48712

Abstract

Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang paling umum dialami oleh remaja putri dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kejadian Dismenore adalah pola makan, termasuk frekuensi konsumsi buah dan sayur yang mengandung berbagai zat gizi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi buah dan sayur dengan kejadian Dismenore pada remaja putri di SMKN 4 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 57 siswi kelas XI yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data konsumsi buah dan sayur dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan tingkat Dismenore diukur menggunakan WaLIDD Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,9% responden memiliki asupan buah dan sayur yang cukup, sementara 49,1% memiliki asupan yang kurang. Sebanyak 93% responden dilaporkan mengalami Dismenore dengan berbagai tingkat keparahan. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi buah dan sayur dengan kejadian Dismenore (p=0,042; r=0,261). Dapat disimpulkan bahwa konsumsi buah dan sayur yang cukup berperan dalam menurunkan kejadian Dismenore, meskipun kekuatan hubungan berada pada tingkat korelasi rendah. Upaya peningkatan konsumsi buah dan sayur dapat menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko Dismenore pada remaja putri.
FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI POSYANDU KELURAHAN KEBON PISANG Khairunnisa, Mutiara Zulfaa; Isnaeni, Farida Nur; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.37957

Abstract

Stunting adalah kondisi ketika tubuh balita tidak mencapai panjang atau tinggi badan yang sesuai menurut usianya. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting di posyandu Kelurahan Kebon Pisang. Jenis penelitian ini merupkan observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah balita berusia 12-59 bulan. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan multistage random sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 88 sampel. Data diambil menggunakan kuesioner yang diisi secara langsung oleh ibu balita. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi square kemudian dianalis dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita adalah jenis kelamin (p-value = 0,014). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting yaitu pemberian asi eksklusif (p-value = 0,800), pemberian MPASI (p-value = 0,338), riwayat BBLR (p-value = 0,393), Masalah kesehatan (p-value = 0,394), riwayat imunisasi (p-value = 0,394), pemberian obat cacing (p-value = 0,651), pemberian vitamin A (p-value = 0,463), jarak kelahiran (p-value = 0,251), pendapatan ibu (p-value = 0,338), pendidikan ibu (p-value = 0,955), pendapatan ayah (p-value = 0,734), pendidikan ayah (p-value = 0,943). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting balita di posyandu Kelurahan Kebon Pisang yaitu jenis kelamin.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja Di Surakarta Az-Zahra, Nafis Fatikhah; Firmansyah, Firmansyah; Isnaeni, Farida Nur
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1430

Abstract

Nutrition knowledge and physical activity play an important role in maintaining energy balance and supporting adolescent nutritional status. The findings of this study confirm that other factors such as diet, socioeconomic status, pocket money, and sedentary habits have a greater influence on adolescent nutritional status. This study aims to determine the relationship between nutrition knowledge and physical activity with adolescent nutritional status in Surakarta. This study used a cross-sectional design involving 155 students selected by simple random sampling. Data were collected through a nutrition knowledge questionnaire, an Adolescent Physical Activity Recall Questionnaire (APARQ) for physical activity, and anthropometric measurements for nutritional status. Data analysis was performed using the Chi-Square test and Spearman's rank correlation test. The results showed that 54.2% of students had good nutritional knowledge, 47.7% of students had heavy physical activity, and 75.5% of students had normal nutritional status. There was no significant relationship between nutritional knowledge (p=0.291) or physical activity (p=0.775) and nutritional status. Pengetahuan gizi dan aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi serta mendukung status gizi remaja. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa faktor lain seperti pola makan, sosial ekonomi, uang jajan, serta kebiasaan sedentari turut berpengaruh terhadap status gizi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di Surakarta. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan melibatkan 155 siswa yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan gizi, kuesioner Adolescent Physical Activity Recall Questionnaire (APARQ) untuk aktivitas fisik, sedangkan data status gizi dari hasil pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 54,2% siswa memiliki pengetahuan gizi baik, 47,7% siswa memiliki aktivitas fisik berat, dan 75,5% siswa memiliki status gizi normal. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,291) maupun aktivitas fisik (p=0,775) dengan status gizi.