Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penanggulangan Balita Stunting melalui Penyuluhan tentang Stunting dan Pelatihan Penyusunan Menu Sehat untuk Keluarga di Desa Joton Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Isnaeni, Farida Nur; Wulandari, Arita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 5 (2024): JAMSI - September 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1217

Abstract

Stunting merupakan keadaan kekurangan zat gizi kronis akibat kekurangan asupan zat gizi dalam periode waktu yang cukup lama. Dampak balita stunting menyebabkan masalah pada kesehatan di masa mendatang. Desa Joton Kabupaten Klaten pada tahun 2022 menjadi desa dengan masalah stunting yang cukup tinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting yaitu dengan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini yaitu penyuluhan tentang stunting dan penyusunan menu, pengolahan dan penyajian makanan sehat bagi keluarga menggunakan media handout. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari efektif. Peserta yang menjadi sasaran yaitu seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan ibu balita di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Evaluasi dan indikator keberhasilan pengabdian masyarakat dinilai berdasarkan aspek output berupa ada atau tidaknya perubahan pada pengetahuan sasaran yang dinilai berdasarkan kuesioner pretest dan post-test yang diberikan. Setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan peserta tentang stunting meningkat dan tergolong kategori baik (90,48; 86,00; dan 80,95%). Serta, pengetahuan peserta tentang penyusunan menu, pengolahan dan penyajian makanan sehat bagi keluarga tergolong baik (100,00 dan 95,23%).
TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN GIZI DAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) RAWAT JALAN DI RSUD KARANGANYAR Isnaeni, Farida Nur; Risti, Khairunnisa Nadya; Mayawati, Hernie; Arsy, Mahluristya Khaulil
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.618 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i2.116

Abstract

Terapi Nutrisi Medis (TNM) merupakan salah satu dari empat pilar penanganan DM berdasarkan Persatuan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) dimana keberhasilannya dapat diukur berdasarkan kepatuhan diet yang dijalani pasien. Kepatuhan diet adalah kesesuaian perilaku seseorang terhadap diet yang diberikan oleh ahli gizi maupun tenaga kesehatan lain. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan diet adalah pengetahuan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan, pendidikan dan kepatuhan diet pada pasien DM rawat jalan di RSUD Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 52 subjek direkrut dengan metode accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pendidikan, pengetahuan dan kepatuhan diet didapat menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan software SPSS for windows versi 16. Sebanyak 57.7% subjek penelitian tergolong patuh terhadap diet yang direkomendasikan. Akan tetapi, sekitar 57.7% subjek memiliki tingkat pendidikan dasar. Selain itu, 51.9% dari subjek penelitian memiliki pengetahuan yang kurang. Oleh karena itu perlu dilakukan adanya edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan diet pada pasien DM demi menjaga kontrol glukosa darah dan mencegah terjadinya komplikasi DM.
Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga Qurrota'aini, Nafila Happy; Mardiyati, Nur Lathifah; Widyawati, I Gusti Ngurah; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2377

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi indeks massa tubuh penderitanya. Pasien tuberkulosis paru seringkali mengalami penurunan status gizi yang disebabkan gangguan metabolisme akibat inflamasi dan respon imun. Selain itu dapat terjadi pula penurunan nafsu makan dan asupan makan termasuk protein yang disebabkan efek samping dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini melibatkan 55 responden pasien tuberkulosis paru. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan tujuan menguji korelasi antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 52,7% responden memiliki asupan protein yang kurang dan sebanyak 69,1% responden yang berada pada fase pengobatan lanjutan. Berdasarkan Uji Rank Spearman pada pengujian hubungan asupan protein dengan indeks massa tubuh, diperoleh hasil, yakni p = 0,005, yang berarti terdapat hubungan antara keduanya. Sementara itu, pada pengujian hubungan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh diperoleh hasil p = 0,376 yang berarti tidak ada hubungan antar keduanya. Saran bagi Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga diharapkan dapat memberikan konseling kepada pasien agar pasien lebih sadar mengenai pemenuhan kebutuhan zat gizi khususnya protein, serta saran bagi pasien diharapkan untuk meningkatkan konsumsi protein baik dari sumber protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tercukupi.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Surakarta Diny Oktri Sani; Farida Nur Isnaeni
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 5, No 2 (2024): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v5i2.29197

Abstract

Dismenore muncul sebagai akibat dari ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, yang dapat menurunkan produktivitas, seperti kesulitan fokus di kelas. Faktor risiko meliputi menarche, status gizi, riwayat keluarga, siklus menstruasi, produksi prostaglandin, stres, dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan menarche pada siswi kelas tiga di SMPN 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan analisis observasional analitik dengan metode cross sectional. Data diperoleh dari respon individu terhadap kuesioner GPAQ dan NRS. Jumlah sampel untuk penelitian ini adalah 82 siswi dari kelas 8 dan 9 di SMPN 1 Surakarta. Sampel dipilih  menggunakan teknik random sampling seusai denan kriteria inklusi dan esklusi digunakan untuk memilih sampel, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan koefisien korelasi Spearman. Uji korelasi menemukan korelasi positif antara aktivitas fisik dan hasil, dengan tingkat signifikansi 0,030, yang menunjukkan hubungan sangat rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kemungkinan mengalami penurunan.
TG/HDL-C ratio as a risk marker for metabolic syndrome and atherosclerosis in adolescents aged 15-18 years in Indonesia Dwi Sarbini; Siti Zulaekah; Sudrajah Wirajati Kisnawaty; Farida Nur Isnaeni; Winda Wahyu Pratiwi; Maya Sukmawati; Sharla Apsarini
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i1.2280

Abstract

Metabolic syndrome is characterized by high levels of triglycerides, blood glucose, and blood pressure, along with low high-density lipoprotein cholesterol (HDL-C) and central obesity. The TG/HDL-C ratio is a quick and cost-effective marker of dyslipidemia and insulin resistance, increasing the risk of atherosclerosis. However, most studies on TG/HDL-C ratio in Indonesia have been limited to adolescent populations with distinct metabolic profiles and health risks. This study aimed to assess the correlation between metabolic syndrome risk and TG/HDL-C ratio as a marker of atherosclerosis risk in adolescents. This cross-sectional study was conducted at Batik 1 Senior High School Surakarta from October 2023 to March 2024. A total of 65 adolescents were selected using simple random sampling. The observed data included body mass index (BMI), waist circumference, blood pressure, fasting blood glucose, triglycerides, HDL-C, metabolic syndrome risk, and atherosclerosis risk. Pearson and Spearman correlation tests were used for statistical analysis. The results showed A significant correlation was observed between TG/HDL-C ratio and atherosclerosis risk (p= 0,000), waist circumference (p= 0,009), systolic blood pressure (p= 0,001), and diastolic blood pressure (p= 0,000). However, no significant correlation was found between fasting blood glucose level (p= 0,905) and BAZ (p= 0,405). In conclusion, TG/HDL-C ratio can serve as a valuable indicator for assessing metabolic syndrome risk in adolescents, allowing for early intervention to reduce the risk of atherosclerosis.
POTENSI COOKIES TEPUNG SINGKONG DAN KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK Rasendria, Aurelia Neisya; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45657

Abstract

Angka stunting tahun 2022 di Indonesia mencapai 21,6%, angka ini melebihi angka standarisasi dari WHO sejumlah 20%. Dampak buruk yang ditimbulkan stunting menjadikan anak mengalami keterlambatan perkembangan pada masa pertumbuhannya. Salah satu solusi yang dikembangkan inovasi snack berbasis pangan lokal seperti cookies berbahan tepung singkong dan tepung kacang hijau tinggi protein, Tujuan dari kajian penelitian ini adalah melihat perbedaan tinggi badan dan berat anak dengan pemberian cookies. Desain kuasi eksperimen pretest-posttest with control group adalah metode yang dipakai dalam penelitian ini. Sebanyak 10 anak berusia 4-5 tahun adalah sampel penelitian. Perlakuan yang diberikan pada kelompok kontrol dan eksperimen selama 14 hari. Pengumpulan data dengan cara pencatatan berat dan tinggi badan anak. Aplikasi Nutrisurvey dan SPSS Statistics 20 adalah alat bantu pengolahan data dengan pengujian Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian ini adalah terdapat kenaikan berat badan sebesar 0,82 kg pada kelompok perlakuan. Berat anak bertambah pesat dengan pemberian intervensi snack cookies yang dilaksanakan. Pemberian cookies tepung singkong dan kacang hijau memberikan hasil maksimal untuk memperbaiki gizi anak.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PROLANIS KECAMATAN GROGOL Anugraheni, Merlin; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi menunjukkan peningkatan 8,3% dalam waktu 2013 hingga 2018 selain itu menurut laporan Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo tahun 2023 kasus hipertensi mencapai 79,76% dimana Kecamatan Grogol menempati urutan pertama paling tinggi yaitu 13,33%. Faktor-faktor seperti indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik diduga memiliki hubungan erat dengan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Prolanis Kecamatan Grogol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 42 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu mengikuti kegiatan prolanis, rutin mengonsumsi obat amlodipin, dapat berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk menentukan IMT, pengukuran tekanan darah menggunakan alat spygnomanometer, dan wawancara aktivitas fisik menggunakan kuesioner IPAQ 2005, hubungan imt dan aktivitas fisik dengan tekanan darah dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 61,9% memiliki status gizi lebih, 59,5% responden memiliki aktivitas fisik sedang hingga tinggi dan 45,2% memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan IMT dengan tekanan darah dengan nilai p < 0,001 selain itu terdapat hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah dengan nilai p < 0,002. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMP 1 MUHAMMADIYAH SURAKARTA Hanifah, Intan Uzy; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45881

Abstract

Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan manusia yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, yang berpengaruh besar terhadap status gizi. Status gizi remaja memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas di masa dewasa. Di Indonesia, data Riskesdas 2022 menunjukkan adanya beban ganda masalah gizi pada remaja, yakni kekurangan dan kelebihan gizi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang minuman berpemanis dengan status gizi pada remaja di SMP 1 Muhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan ialah desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII usia 12–15 tahun dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terkait pengetahuan minuman berpemanis dan pengukuran status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik tentang minuman berpemanis (59,8%) dan status gizi baik (74,13%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan status gizi (p = 0,018; r= -0,239), di mana siswa berpengetahuan baik cenderung memiliki status gizi baik (74,13%). Tingginya prevalensi gizi tidak normal pada siswa SMP 1 Muhammadiyah Surakarta menunjukkan pentingnya edukasi gizi, terutama terkait konsumsi minuman berpemanis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang minuman manis dengan status gizi remaja di sekolah tersebut.
Hubungan Praktik Pemberian Makan dan Hygiene Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Ningsih, Setia; Puspitasari, Dyah Intan; Isnaeni, Farida Nur; Setiyaningrum, Zulia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1165

Abstract

Pendahuluan: Di antara beberapa penyebab stunting pada balita, salah satunya adalah pola asuh. Pola asuh pada balita antara lain praktik pemberian makan serta praktik kebersihan dan sanitasi lingkungan yang berdampak pada stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebiasaan makan, kebersihan lingkungan, dan sanitasi dengan prevalensi stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kabupaten Sukoharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik cross-sectional. Ukuran sampel adalah 250 individu, dan proses pengambilan sampel adalah multistage random sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang pola makan, kebersihan, dan sanitasi, dan microtoise digunakan untuk mengukur tinggi badan balita untuk memperoleh data tentang stunting. Uji chi-square digunakan untuk menguji hubungan antara pola makan, kebersihan dan sanitasi lingkungan, dan stunting. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34% balita mengalami stunting. Balita stunting dengan praktik pemberian makan yang kurang sebanyak 26% dan 16% balita stunting dengan praktik hygiene dan sanitasi lingkungan yang kurang. Berdasarkan uji chi-square antara praktik pemberian makan dan kejadian stunting didapatkan (P=0,000) serta antara hygiene dan sanitasi lingkungan dan kejadian stunting didapatkan (P=0,000) Simpulan: Ada hubungan yang cukup besar antara kebiasaan makan, hygiene dan sanitasi lingkungan, dan prevalensi stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kabupaten Sukoharjo. Dalam penelitian ini, para ibu balita harus fokus untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah stunting pada balita.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA SISWI DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA Ramadhani, Nanda Sintya; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47266

Abstract

Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi dismenore primer antara lain status gizi dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada siswi di SMK Negeri 4 Surakarta. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 57 siswi yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, kuesioner DASS-Y untuk tingkat stres, dan kuesioner WaLLID Score untuk dismenore primer. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (70,2%) dan sebagian besar mengalami stres (80,7%). Sebanyak 93% responden mengalami dismenore primer. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian dismenore primer (p = 0,575), namun terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore primer (p = 0,001). Disimpulkan bahwa stres berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada siswi.
Co-Authors Aliva Nimas Mahati Alreda Fitriana Anida Azkia Fitri Anugraheni, Merlin Appannah, Geeta Arsy, Mahluristya Khaulil Arsy, Mahluristya Khaulil Arum Cahyaningsih Asti Damaningtyas Az-Zahra, Nafis Fatikhah Cindy Ratna Adella Devanda Amelia Prihantika Diah Ayu Kusuma Wulandari Dinda Agustin Sandra Diny Oktri Sani Dwi Astuti Dwi Sarbini Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Ether Asy-Shifa, Tiara Sang Fara Nabila Farita Adhynda Amithya Fatahillah, Brilian Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Hanifah, Intan Uzy Hernie Mayawati Inne Anwar Ayu Kusuma Ningrum Intan Prasetyaningrum Ismiranti, Delia Izzatul Fajriyah Khairunnisa Nadya Risti Khairunnisa, Mutiara Zulfaa Kharina Indira Astuti Khoirina Ngizzati Pujiani Khoirunissa Nadiva Nareswari Krisna Wibowo Lilis Apriliyani Luluk Ria Rakhma Mardiyati, Nur Lathifah Maya Sukmawati Mayawati, Hernie Mayawati, Hernie Mayawati, Hernie Mayawati, Hernie Moh Zamroji Muhammad Fajar Afnizar Muhammad Mukhlis Cahyadi Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah, Muwakhidah Nashwa, Nadya Nathaniela, Nabilah Beryl Niken Asih Pangastuti Ningsih, Setia Norma Diena Amalia Nur Lathifah Mardiyati Nurdita, Rizki Amalia Putri Pramudya Kurnia Puspitasari, Dyah Intan Qurrota'aini, Nafila Happy Rahma, Finna Armita Ramadhani, Nanda Sintya Rasendria, Aurelia Neisya Risti, Khairunnisa Nadya Risti, Khairunnisa Nadya Risti, Khairunnisa Nadya Risti, Khairunnisa Nadya Salsabila Purnamasari Salwa Malihatunnisa Sari, Junjung Adita Selfahyasa Raharjo Setiyaningrum, Zulia Sevtya Nur Hasanah Sharla Apsarini Sherly Nur Janah Shuffah Arsya Azzahra Sintya Bella Pratiwi Siti Zulaekah Siti Zulaekah Sudrajah Warajati Kisnawaty Sudrajah Wirajati Kisnawaty Tafara Fikrama Depriasa Wachid Yahya Wahida Fitria Fatmasari Widyawati, I Gusti Ngurah Winda Wahyu Pratiwi Winda Wahyu Pratiwi Wiwik Wuandari Wuandari, Wiwik Wulandari, Arita Yuliana Lestari Zerlind, Anas Tasya Ardea