Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengembangan E-modul IPAS Berbasis Kearifan Lokal Melalui Media Heyzine Flipbook untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas V Novita Riana Sari; Kartika Chrysti Suryandari; Dewi Indrapangastuti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.88675

Abstract

Pembelajaran dengan mengintegrasikan kearifan lokal penting dilakukan untuk mengenalkan kearifan lokal yang ada di lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan siswa terhadap e-modul berbasis kearifan lokal, (2) Menguji keBaikan e-modul berbasis kearifan lokal, (3) menganalisis keefektifan penggunaan e-modul berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE (analyze, design, development,implementation, evaluation). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, angket, dan tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif, kualitatif, dan uji keefektifan (N-gain dan effect size). Hasil penelitian yaitu pengembangan e-modul IPAS berbasis kearifan lokal melalui tahapan model ADDIE. E-modul IPAS berbasis kearifan lokal ini berhasil dikembangkan, dibuktikan dengan hasil penilaian dari para ahli diperoleh kesimpulan bahwa e-modul IPAS berbasis kearifan lokal yang dikembangkan telah memenuhi kriteria yaitu minimal “Baik”. Hasil perhitungan N-gain pada kelas eksperimen sebesar 76% dengan klasifikasi tinggi. Hasil perhitungan effect size 1,32 dengan klasifikasi sangat besar,dan perbandingan persentase rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. Kesimpulan pada penelitian dan pengembangan ini e-modul IPAS berbasis kearifan lokal Baik digunakan dalam pembelajaran dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas V.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar IPAS Melalui Penerapan Model Scientific Reading Based Project (SRBP) Berbantuan Media Konkret Annisa Itsna Nur'aini; Dewi Indrapangastuti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.100379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah penerapan model Scientific Reading Based Project berbantuan media konkret; (2) meningkatkan keterampilan berpikir kreatif; (3) meningkatkan hasil belajar IPAS; dan (4) menganalisis kendala dan solusinya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) langkah-langkah SRBP berbantuan media konkret, yaitu: (a) orientasi dan penggunaan media konkret, (b) scientific reading, (c) design and create, (d) progress of project, (e) analysis, dan (f) discussion and communication. (2) keterampilan berpikir kreatif meningkat dengan persentase siklus I=78,41%, siklus II=85,23%, dan siklus III=88,07%. (3) ketuntasan hasil belajar IPAS pada ranah pengetahuan meningkat, siklus I=72,72%, siklus II=84,09%, dan siklus III=90,91%. Kendala yang dihadapi guru mengalami kesulitan dalam mengkondisikan siswa dan solusinya guru memberikan teguran dan ice breaking. Disimpulkan bahwa model SRBP berbantuan media konkret dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar IPAS secara signifikan.
Penerapan Metode Games Based Learning (GBL) dengan Media Spinning Wheel untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPAS Kelas V SD Negeri Jatimulyo Nila Sofyani; Dewi Indrapangastuti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.104537

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan langkah penerapan metode Games Based Learning (GBL) dengan media spinning wheel meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPAS  kelas V SD Negeri Jatimulyo. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 3 Siklus. Subjek penelitian ini dari guru, peserta didik kelas V SD Negeri Jatimulyo. Data yang digunakan yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimppulan. Hasil penerapan metode GBL dengan media spinning wheel melalui langkah-langkah metode GBLdengan media spinning wheel . Hasil motivasi belajar peserta didik pada siklus I = 77,09%, siklus II = 85,52%, siklus III = 89,43%. Ketuntasan hasil belajar IPAS kelas V pada siklus I = 79,31%. Pada siklus II = 86,21%. Pada siklus III = 89,66%. Disimpulkan bahwa metode GBL dengan media spinning wheel dapat meningkat motivasi dan hasil belajar IPAS kelas V SD Negeri Jatimulyo. Kendala yang ditemukan peserta didik tidak tertib. Solusinya guru dapat lebih tegas kepada peserta didik yang tidak tertibKata kunci: games based learning, spinning wheel, motivasi dan hasil belajar IPAS
Studi Literatur: Game-Based Learning Berbantuan Wordwall untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Desta Puspa Aulia; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107253

Abstract

The advancement of digital technology has brought significant changes to education, including at the elementary school level. One of the challenges faced is the low level of student interest and learning outcomes due to instructional methods that do not align with the characteristics of the digital generation. This study aims to examine the effectiveness of the game-based learning model supported by Wordwall  in enhancing students’ interest and learning outcomes in elementary education. The method used is a literature review of 30 scholarly articles published between 2020 and 2024, sourced from Google Scholar, Garuda, and Sinta, and selected through stages of identification, screening, and eligibility assessment. The findings show that Wordwall  can improve student engagement, motivation, and learning initiative, while also positively influencing learning outcomes, including academic scores, mastery, and critical thinking skills. Wordwall  aligns with student-centered learning principles and supports the implementation of the Kurikulum Merdeka, making it a relevant and effective tool for addressing educational challenges in the digital era. The findings conclude that Wordwall offers an enjoyable and interactive learning experience, stimulates active participation, and enhances student attention during lessons. Kemajuan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah rendahnya minat dan hasil belajar siswa akibat metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas model game-based learning berbantuan Wordwall  dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 30 artikel ilmiah terbitan 2020–2024, yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, dan Sinta, lalu diseleksi melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan uji kelayakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Wordwall  mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan inisiatif belajar siswa, serta berdampak positif pada hasil belajar, termasuk nilai, ketuntasan, dan kemampuan berpikir kritis. Wordwall  sejalan dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendukung Kurikulum Merdeka, sehingga relevan digunakan dalam menghadapi tantangan pendidikan era digitalta. Kesimpulan dari temuan ini menunjukkan bahwa Wordwall memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, mendorong partisipasi aktif, dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran.
Studi Literatur: Model Kooperatif tipe Make a Match Berbantuan Multimedia untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Belia Elga Saputri; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107238

Abstract

Interest skills and learning outcomes are very important to improve the academic success of elementary school students. The purpose of this study is to analyze the application of the Make a Match Model with the support of multimedia in increasing student interest and learning outcomes. The method used is a literature review study by collecting reference sources from relevant scientific research articles indexed in Google Scholar in the 2019-2025 period. The results of the study show that the application of the Make a Match model assisted by multimedia provides a responsive and enjoyable learning process, so that it can significantly increase students' interest in learning. This increase in interest has a good impact on student learning outcomes which also experience significant progress. The multimedia used is picture cards, and flipbooks that support the cooperative learning process. Thus, the integration of the Make a Match type cooperative learning model with multimedia is an effective and relevant approach to improving the interest and learning outcomes of elementary school students. Keterampilan minat dan hasil belajar sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan akademik siswa sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis penerapan Model Make a Match dengan dukungan multimedia dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi kajian literatur dengan pengumpulan sumber referensi dari artikel penelitian ilmiah yang relevan dan terindeks di Google Scholar pada rentang tahun 2019-2025. Hasil kajian memperlihatkan bahwa penerapan model Make a Match berbantuan multimedia memberikan proses pembelajaran yang responsif dan menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Peningkatan minat ini berdampak baik terhadap hasil belajar siswa yang juga mengalami kemajuan secara signifikan. Multimedia yang digunakan adalah kartu bergambar, dan flipbook yang mendukung proses pembelajaran kooperatif. Dengan demikian, integrasi model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dengan multimedia menjadi pendekatan yang efektif dan relevan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa sekolah dasar.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Digital IPAS Berbasis Kearifan Lokal Dilengkapi dengan Augmented Reality untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar Novita Riana Sari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Dewi Indrapangastuti; Kartika Chrysti Suryandari; Moh. Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107401

Abstract

This study is motivated by the limited availability of contextual and interactive IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) teaching materials that integrate local wisdom and the latest technology in elementary school learning processes. The aim of this research is to analyze the initial needs for developing a digital IPAS teaching material based on local wisdom and enhanced with Augmented Reality to improve the quality of learning in elementary schools. This research employs a descriptive method. The subjects of the study include fifth-grade students, teachers, and the principal of SDN Kaliurip. The object of the research focuses on the need for interactive, contextual, and technology-based learning resources and media. Data collection techniques include observation, interviews, and questionnaires. The analysis results indicate that teachers still heavily rely on government-issued textbooks, which inadequately reflect local values and do not support interactive learning. Meanwhile, students show a high level of interest in digital teaching materials that can be accessed through electronic devices, offering visually engaging content and incorporating local cultural elements. Both teachers and students expressed the need for contextual digital teaching materials that are adaptive to learning characteristics and integrated with Augmented Reality technology to enhance student motivation, engagement, and understanding of the subject matter. The findings of this study serve as a critical foundation for developing digital IPAS teaching materials that support the Merdeka Curriculum while reinforcing students' cultural identity through innovative and meaningful learning.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya bahan ajar IPAS yang bersifat kontekstual, interaktif, serta mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi terbaru dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan awal pengembangan bahan ajar digital IPAS berbasis kearifan lokal dilengkapi dengan Augmented Reality untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru, siswa kelas V, dan kepala sekolah SDN Kaliurip. Objek penelitian adalah kebutuhan terhadap sumber belajar dan media pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru masih bergantung pada buku dari pemerintah yang kurang mencerminkan nilai-nilai lokal dan belum mendukung pembelajaran yang interaktif. Sementara itu, siswa menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap bahan ajar digital yang dapat diakses melalui perangkat elektronik dan menampilkan visual yang menarik serta konten budaya lokal. Guru dan siswa sama-sama berharap adanya bahan ajar digital yang kontekstual, adaptif terhadap karakteristik belajar, dan dilengkapi teknologi Augmented Reality untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman siswa terhadap materi. Hasil penelitian ini menjadi dasar penting dalam pengembangan bahan ajar digital IPAS yang mendukung Kurikulum Merdeka dan memperkuat identitas budaya siswa melalui pembelajaran yang inovatif dan bermakna.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika pada Mahasiswa PGSD Wahyudi Wahyudi; Kartika Chrysti Suryandari; Muhamad Chamdani; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Murwani Dewi Wijayanti; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107478

Abstract

One of the life skills in 21st century skills is critical thinking and problem solving. For this reason, innovative learning strategies are needed by developing problem-based teaching materials. The purpose of this study is to analyze the need for problem-based Geometry and Social Arithmetic teaching materials to improve the critical thinking skills of PGSD students. This qualitative design study involved 121 PGSD students of FKIP UNS Kebumen Campus in 2025. The instruments used were observation sheets, questionnaires, and document analysis. Data analysis used qualitative data analysis which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the need for Geometry and Social Arithmetic teaching materials included: (a) flat geometry, (b) transformation geometry, (c) spatial geometry, (d) measurement, (e) social arithmetic, (f) mathematical problem solving. The conclusion of this study is that the analysis of teaching material needs is very necessary in the development of problem-based teaching materials. The results of this study can be used as recommendations for developing other types of teaching materials.Salah satu kecakapan hidup pada keterampilan abad 21 adalah critical thinking and problem solving. Untuk itu diperlukan strategi pembelajaran inovatif dengan mengembangkan bahan ajar berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Penelitian ini desain kualitatif melibatkan 121 mahasiswa PGSD FKIP UNS Kampus Kebumen tahun 2025.  Instrumen yang digunakanadalah lembar observasi, kuesioner, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial meliputi: (a) geometri datar, (b) geometri tranformasi, (c) geometri ruang, (d) pengukuran,  (e) aritmetika sosial, (f) pemecahan masalah matematika. Simpulan penelitian ini adalah analisis kebutuhan bahan ajar sangat diperlukan dalam pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendai untuk mengembangkan jenis bahan ajar lainnya.
Inovasi Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Sheiyla Anggraeni Indayana; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107440

Abstract

This literature review purpose to evaluate the effectiveness of Augmented Reality (AR)-based learning media in improving learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools. The problem raised is students' difficulties in understanding abstract concepts due to the minimal use of visual and interactive media. A total of 16 articles from nationally and internationally accredited journals published between 2020 and 2025 were analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that AR media is consistently able to improve conceptual understanding, learning motivation, and student learning outcomes. This media is also in line with the characteristics of 21st-century learning that emphasizes the integration of digital technology. This study concludes that AR is a promising learning medium to support meaningful and engaging IPAS learning at the elementary school level. This study also recommends further development of AR-based learning models that are contextualized to the characteristics of elementary school students and the national curriculum.Kajian literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Permasalahan yang diangkat adalah kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep abstrak akibat minimnya penggunaan media visual dan interaktif. Sebanyak 16 artikel jurnal terakreditasi nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2020–2025 dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa media AR secara konsisten mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa. Media ini juga sejalan dengan karakter pembelajaran abad ke-21 yang menekankan integrasi teknologi digital. Kajian ini menyimpulkan bahwa AR merupakan media pembelajaran yang menjanjikan untuk mendukung pembelajaran IPAS yang bermakna dan menarik di tingkat sekolah dasar. Kajian ini juga merekomendasikan pengembangan lebih lanjut terhadap model pembelajaran berbasis AR yang kontekstual dengan karakteristik siswa sekolah dasar dan kurikulum nasional.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran E-Modul dalam Pembelajaran Tematik Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Bima Priyamoko; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107240

Abstract

E-module media is a type of learning tool that facilitates students’ understanding of subject matter within thematic learning by presenting content in a comprehensive format. This study aims to analyze the extent to which fifth-grade elementary school students require thematic e-module learning media. The research utilized a descriptive quantitative method, with data collected through the distribution of closed-ended questionnaires to fifth-grade students as research participants. The data were analyzed by calculating the percentage of responses. The analysis of learning media needs involved three aspects: students’ learning styles and interests, prior experience using media, and the perceived need for such media. The results indicated that the need for e-module media among fifth-grade elementary students reached 83.33%, placing it in the category of “mostly needed.” Students reported favorable experiences and interest in using digital media and expressed a high level of need for e-modules in thematic learning settings. Media E-Modul merupakan salah satu media yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi Pelajaran dengan muatan tematik karena mampu menyampaikan materi secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah siswa kelas V sekolah dasar membutuhkan terhadap media pembelajaran E-modul tematik. Pada Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melaui penyebaran angket tertutup kepada siswa kelas V Sekolah Dasar sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data dengan cara mempersentasekan data yang diperoleh. Aspek yang dimuat dalam menganalisis kebutuhan terhadap sebuah media mencakup aspek minat dan gaya belajar siswa, pengalaman dalam menggunakan media, kebutuhan siswa akan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan akan media pembelajaran e-modul pada siswa kelas V sekolah dasar memiliki presentase 83,33% termasuk kategori Sebagian besar membutuhkan. Siswa memiliki pengalaman dan minat belajar yang baik terhadap media digital serta menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap penggunaan e-modul dalam pembelajaran tematik.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berdiferensiasi untuk Meningatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Dewi Indrapangastuti; Kartika Chrysti Suryandari; Murwani Dewi Wijayanti; Wahyudi Wahyudi; Muhamad Chamdani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107549

Abstract

There are still many elementary school teachers who are not yet able to develop digital LKPD so that learning is less interesting for students.This community service aims to: (1) improve the skills of elementary school teachers in developing digital differentiated Student Worksheet and (2) improve the critical thinking skills of elementary school students through the development of differentiated Student Worksheets. This community service was carried out at Kebakalan Elementary School, Karanggayam, Kebumen, starting with a needs analysis to obtain information and problems experienced by teachers and students. After an agreement was reached between the teachers, principals and the P2M team, workshops, training, guidance and mentoring were carried out in making differentiated digital Student Worksheets. To determine the development and success of achieving the target of at least 85% of teachers skilled in making differentiated digital Student Worksheets, monitoring and evaluation were carried out. The outputs of this community service consist of mandatory outputs in the form of: community service articles in ISSN journals, community service activity articles in print or online media, and community service activity videos. The additional outputs are in the form of Differentiated Digital Student Worksheets. Masih banyak guru SD yang belum mampu mengembangkan LKPD digital sehingga pembelajaran kurang menarik peserta didik. Pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan guru SD dalam pengembangan LKPD digital berdiferensiasi dan (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SD melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdiferensiasi. Pengabdian ini dilaksanakan di SD Negeri Kebakalan, Karanggayam, Kebumen dengan diawali analisis kebutuhan untuk mendapatkan informasi dan permasalahan yang dialami para guru dan peserta didiknya. Setelah terjadi kesepakatan antara para guru, kepala sekolah dan tim P2M kemudian dilakukan kegiatan workshop, pelatihan, pembimbingan, pendampingan pembuatan LKPD digital berdiferensiasi. Untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan mencapai target  minimal 85 % guru terampil membuat LKPD digital berdiferensiasi, maka dilakukan monitoring dan evaluasi. Luaran pengabdian ini terdiri dari luaran wajib berupa: artikel pengabdian di jurnal ber-ISSN, artikel kegiatan pengabdian di media cetak atau online, dan video kegiatan pengabdian. Adapun luaran tambahan berupa LKPD Digital Berdiferensiasi.