Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN DUKUNGAN PENGELOLA TERHADAP KESIAPSIAGAAN PEDAGANG DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN DI PASAR SEMAWIS KOTA SEMARANG Wenta Chris Omega Manik; Bina Kurniawan; Ida Wahyuni
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 4 (2020): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.023 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i4.27657

Abstract

Fire is a situation that can cause extraordinary losses. So, fire prevention is needed especially preparedness in fire prevention efforts. Semawis Market is a tourist attraction that has become an icon of Semarang City that needs to be preserved and sustainable. But in its activities, Semawis Market has a high risk of fire seen from the activities in Semawis Market, the layout and the density of visitors who visit it. The purpose of this study is to provide an overview of Semawis Market and find the relationship between knowledge, attitudes, and support of management to the preparedness of traders in efforts to prevent fire in the Semarang City Semawis Market. The research used analytic research using quantitative methods with cross sectional approach. The population in this study were 130 traders in the Semawis Market. The sample in this study amounted to 70 people who were selected based on the purposive sampling method which was then analyzed by chi-square statistical analysis. Questionnaire was used as instrument in this study. The results.of the univariate analysis of this study were 77.1% respondents have good knowledge, 82.9% respondents have good trade, respondents agreed that management support is well was 52.9% and 61.4% respondents have good preparedness. Bivariate analysis results in this study indicate that there is a relationship between knowledge (p = 0.025) and attitude (p = 0.028) with preparedness and there is no relationship between management support (p = 0.264) with preparedness. Traders need to prepare themselves and equipment better to prevent fires as well as the need for more tangible management support in preparedness actions.
ANALISIS RISIKO PENYEBAB KEBAKARAN DI MUSEUM RANGGAWARSITA DENGAN METODE LOSS CAUSATION MODEL Vita Mardhiyanti Melati; Ekawati Ekawati; Bina Kurniawan; Baju Widjasena
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 4 (2020): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.568 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i4.27792

Abstract

The number of fire cases that hit museums, cultural heritage, and other historical buildings that are not known the main cause shows the lack of anticipating losses. Loss Causation Model is a theory of the causes of accidents which contains points and instructions used to understand the cause of an accident. The purpose of this study is to analyze the risk of fire in the Ranggawarsita Museum with the "Loss Causation Model" method. This research is a qualitative studied by conducting in-depth interviews with three  main informant and one triangulation informant. The results of this studied was indicated that the controlling factors in fire analysis were the unavailability of specific programs or program standards regarding fire. Basic cause in fire analysis were the lack of skills of workers that used of fire extinguisher for non-security and the lack of regular training that used of fire extinguisher for security. Immediate cause in the fire analysis was related to insecurity which consists of the average ignorance of workers on the policy both the efforts made by the museum in tackling fire emergencies, then unsafe condition in the form of a lack of attention in the installation of APAR and no other facilities of actived fire protection. The incident in the fire analysis was the occurrence of an electrical short circuit which can be handled appropriately by workers so as not to cause losses. Loss received in this fire analysis was absent. There was no fire at the Ranggawarsita Museum because the museum was able to deal with incidents quickly and precisely, but there was a small loss experienced by the museum that was damage to the museum facilities. There are weaknesses at every point in the Loss Causation Model theory that leads to the cause of an accident (fire).
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT RUANG INAP TERHADAP SISTEM EVAKUASI PASIEN DALAM KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Rotua Veronica Samosir; Suroto Suroto; Bina Kurniawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 9, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.479 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v9i1.28490

Abstract

Rumah Sakit memiliki peringkat tertinggi risiko kebakaran karena merupakan tempat merawat orang-orang yang kurang mampu secara fisik, khususnya rumah sakit jiwa yang merupakan tempat bagi pasien dengan gangguan mental. Perawat dirumah sakit memegang peranan penting ketika terjadi bencana salah satunya yaitu sebagai evakuator. Oleh karena itu perawat harus memiliki pengetahuan sistem evakuasi yang baik untuk meminimalisir kerugian baik jiwa maupun asset.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan perawat rawat inap terhadap sistem evakuasi pasien dalam kesiapan menghadapi bencana kebakaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan lima orang perawat sebagai informan utama dan kepala seksi keperawatan rawat inap serta kepala sub bagian rumah tangga dan umum sebagai informan triangulasi. Hasil Penelitian menunjukkan pengetahuan pengetahuan perawat ruang inap sudah baik terhadap sistem evakuasi bencana kebakaran. Pendidikan dan pelatihan diberikan kepada perawat satu tahun sekali oleh Tim Damkar Kota Semarang dan BPBD Provinsi Jawa Tengah. Penyebaran informasi sudah baik melalui media massa dan media elekteronik akan tetap jarang diakses oleh perawat. Perawat ruang inap telah memiliki pengalaman melakukan evakuasi pasien melalui simulasi sistem evakuasi pasien. Lingkungan rumah sakit mendukung berjalannya sistem evakuasi pasien dengan adanya fasilitas evakuasi yang memadai. Perkembangan sosial budaya di rumah sakit baik didukung oleh kepdulian manajemen dan kepedulian antar perawat.
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK, MENTAL, DAN KEBIASAAN SARAPAN TERHADAP TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA KURIR EKSPEDISI PT POS INDONESIA KOTA SEMARANG Medina Wardani Nasution; Baju Widjasena; Bina Kurniawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 9, No 2 (2021): MARET
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.68 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v9i2.28678

Abstract

The role of human resources is very important to carry out work processes and achieve company goals. Companies need to pay attention to special skills or competencies to achieve goals. To produce optimal performance, human resources need protection in the form of occupational safety and health. To achieve this, companies need to pay attention to the factors that affect worker fatigue. The factors that influence worker fatigue come from two factors, namely internal factors (age, gender, nutritional status, health status, psychological state of the workforce), and external factors (workload and years of service, physical work environment). This study aims to analyze the relationship between physical workload, mental workload, and breakfast habits for PT. Pos Indonesia Semarang City. This research was a quantitative study using the coss sectional method. The instruments used were the IFRC Questionnaire to examine Work Fatigue, the NASA TLX questionnaire to examine mental workload and physical workload using workload measurements based on the level of Calorie Requirements. The population in this study were 121 employees. The sampling technique used was incidental sampling technique, namely the technique of determining the sample by chance, given the conditions that made it impossible to meet respondents directly during the pandemic, this technique was applied to anyone who was willing to fill out a questionnaire while still paying attention to the existing sample criteria. . Based on the results of the Spearman rank statistical test, it was found that there was no relationship between age (0.101> ρ value), physical workload (0.584> ρ value), and breakfast habits (0.982> ρ value) and work fatigue. However, there was a significant relationship between work fatigue on expedition couriers with their mental workload.
ANALISIS UPAYA MANAJEMEN K3 DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI PT.X SEMARANG Yunus Alfiansah; Bina Kurniawan; Ekawati Ekawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 5 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.957 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i5.27899

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Frank E. Bird dan Robert G. Loftus menunjukkan adanya hubungan antara peran manajemen dengan penyebab kecelakaan, untuk itu perlu dilakukan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja yang dilakukan oleh manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk meminimalisir terjadinya pekerjaan. kecelakaan. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi rumah susun, mengalami beberapa kasus kecelakaan kerja yang sering terjadi seperti: tertimpa paku, benda jatuh dari atas, tergores dan terbentur besi, tersandung bahan yang tidak terpakai, terjebak dalam lubang, selain itu bahwa masih ada temuan kondisi tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi PT. X, Semarang, menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian ini terdiri dari empat informan utama dan tiga informan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian perusahaan sudah berkomitmen terhadap K3 namun belum berjalan secara optimal, terdapat struktur organisasi P2K3. Namun tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, peraturan dan prosedur K3 sudah berjalan walaupun belum berjalan secara optimal, ada juga sistem reward and punishment, walaupun kurang tegas dalam melakukan pelanggaran tetapi meningkatkan motivasi pekerja untuk melaksanakan K3. regulasi dan prosedur, komunikasi K3 telah berjalan sesuai regulasi dan berdampak positif bagi pekerja, pelatihan K3 telah berjalan sesuai regulasi dan sesuai jadwal yang dibuat.
Hubungan Faktor Predispossing Enabling and Reinforcing dengan Praktik Safety Riding pada Kurir Ekspedisi Kota Semarang Diana Yulianti; Bina Kurniawan; Ekawati
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v6i2.952

Abstract

Background: Courier mailers and freight forwarding companies risk having a traffic accident while traveling to the customer's location. With the increasing demand for customers will be directly proportional to the increased risk of traffic accidents. Therefore couriers need to apply safety riding behavior. Based on Lawrence Green's theory, behavior is influenced by three factors, namely predispossing, enabling and reinforcing factors. Objectives: Analyzing the relationship between predisposing, reinforcing and enabling factors with the safety riding practice of the courier company in the city of Semarang Research Metodes: This research uses quantitative methods with cross sectional approach. The population in this study was 121 motorcycle couriers with a sample of 36 couriers using incidental sampling techniques. Statistical analysis using the chi square test. Results: The results showed that respondents with safe riding practices were 52.8%, respondents with long working periods were 83.3%, respondents with high school / vocational education levels were 72.2%, respondents with good knowledge were 55.6%, respondents with a positive attitude of 55.6%, respondents who have received safety riding training by 52.8%, respondents with vehicle conditions according to the standard of 50%, respondents who are influenced by superiors by 58.3% and who are influenced by colleagues employment by 61.1%. Conclusion: It can be concluded that 47.2% of respondents have not applied safety riding and 52.8% of respondents have applied safety riding. Based on the Chi Square test results, there are several variables related to safety riding practices, namely knowledge (p-value: 0.021), attitude (p-value: 0.003), training (p-value: 0.047), the role of superiors (p-value: 0.048), the role of co-workers (p-value: 0.020) and the condition of the vehicle (p-value: 0.019).
Upaya Tanggap Darurat Kebakaran di Instalasi Gizi Sebuah Rumah Sakit Swasta Kota Semarang Bernadus Oktavian Widyantara; Hanifa Maher Denny; Bina Kurniawan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 2 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.746 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.19.2.90-93

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Bangunan rumah sakit adalah bangunan yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Hal ini berdasarkan hasil identifikasi ditemukan sumber utama penyebab kebakaran. Seperti penggunaan peralatan listrik, korsleting arus listrik, menggunakan tabung gas bertekanan, menggunakan berbagai bahan kimia cair dan padat yang mudah terbakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mendalam tentang upaya tanggap darurat kebakaran di instalasi nutrisi rumah sakit swasta di kota Semarang.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. 4 informasi utama dan triangulasi 2 instrumen orang. Dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara mendalam dan lembar observasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Teknologi untuk Manajemen Perlindungan Kebakaran di Wilayah Perkotaan.   Hasil: Hasil wawancara yang dilakukan terhadap informan utama mengenai organisasi tanggap darurat diperoleh hasil bahwa seluruh informan menyatakan bahwa rumah sakit membentuk tim penanggulangan kebakaran (TPK), manajemen kebakaran terkait unit bangunan rumah sakit memiliki tim penanggulangan kebakaran dan penanggung jawab rumah sakit. Sarana proteksi aktif kebakaran di sebuah rumah sakit swasta kota Semarang khususnya instalasi gizi belum terdapat system proteksi aktif alarm, detektor dan sprinkler. Sarana penyelamatan jiwa di sebuah rumah sakit swasta kota Semarang belum terdapat pintu darurat dan tangga daruratSimpulan: Sistem manajemen kebakaran secara umum sesuai. Sistem proteksi kebakaran aktif dan sarana menyelamatkan nyawa di rumah sakit swasta di kota Semarang khususnya dalam instalasi nutrisi belum sepenuhnya terpenuhi. Kata kunci: upaya tanggap darurat kebakaran, instalasi gizi, rumah sakit.ABSTRACT Title: Fire Emergency Response Efforts At The Nutrition Installation Of A Private Hospital In Semarang City Background: Hospital buildings are buildings that have a high risk of fire. It is based on the results of identification found the main source of the cause of the fire. Such as the use of electrical equipments, short circuit of electric current, using pressurized gas cylinders, using various of liquid and solid chemicals that are flammable. The purpose of the research is to get deep information about fire emergency response efforts at the nutrition installation of a private hospital in Semarang city.Method: This research is a descriptive study with a qualitative approach. 4 main informations and triangulation of 2 instruments people. In this study using in depth interview guidelines and observation sheets. Based on the Ministerial Regulation of Public Works on Technological Guidelines for Fire Protection Management in Urban AreasResult: The results of interviews conducted with key informants regarding emergency response organizations obtained the results that all informants stated that the hospital formed a fire prevention team (TPK), fire management related to hospital building units has a fire prevention team and the person in charge of the hospital. Active fire protection facilities in a private hospital in the city of Semarang, especially the nutritional installation, there is no active protection system for alarms, detectors and sprinklers. Means of saving lives in a private hospital in the city of Semarang do not yet have an emergency exit and emergency stairs 
ANALISIS TINGKAT RISIKO ERGONOMI TERHADAP KELUHAN MSDS PADA PENGRAJIN BATIK CAP DI INDUSTRI BATIK DOMAS Indhira Dian Safira; Ekawati Ekawati; Bina Kurniawan
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I3.18114

Abstract

Ergonomi merupakan salah satu peran penting dalam pencapaian K3. Dalam ilmu ergonomi tedapat hal penting mengenai postur serta pergerakan yang dilakukan manusia. Postur yang buruk saat bekerja dapat meningkatkan risiko keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) jika dilakukan secara berulang dengan jangka waktu yang lama. Terdapat 8 aktivitas pembuatan batik di Industri Batik Domas yaitu menggelar kain, membuat pola cap, membuat campuran pewarna kain, pewarnaan kain, meniriskan kain, proses smok, merebus kain dan menjemur kain. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis tingkat risiko ergonomi terhadap Keluhan MSDs pada pengrajin batik di Industri Batik Domas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional  yang dilakukan pada bulan Januari – Februari 2022. Informan utama yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pengrajin batik, dan 1 orang informan triangulasi yaitu pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukan terdapat 12,5% ( 1 postur) dengan risiko rendah (low risk), 50% (4 postur) dengan risiko menengah ( medium risk), 25% (2 postur) dengan risiko tinggi (high risk) dan 12,5% (1 postur) dengan risiko sangat tinggi ( very high risk). Terdapat keluhan MSDs yang dirasakan pekerja yaitu seperti pegal, nyeri, panas dan kesemutan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DAN DURASI ISTIRAHAT TERHADAP KELELAHAN OTOT TANGAN PADA PEKERJA PEMBUAT KULIT LUMPIA DI KELURAHAN KRANGGAN, SEMARANG Zaidah, Nabela; Lestantyo, Daru; Kurniawan, Bina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.46861

Abstract

Kelelahan otot tangan merupakan kondisi otot-otot pada tangan yang mengalami penurunan daya tahan dan kekuatan akibat aktivitas fisik yang berat dan berkepanjangan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan otot tangan yaitu faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. Pada kegiatan proses pembuatan kulit lumpia menghabiskan waktu 3-4 jam tiap satu adonan baskom dan para pekerja tidak memiliki waktu istirahat yang terjadwal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik dan durasi istirahat terhadap kelelahan otot tangan pada pekerja pembuat kulit lumpia di Kelurahan Kranggan, Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel berjumlah 32 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pada pengukuran kelelahan otot tangan menggunakan Hand Dynamometer, pengukuran beban kerja fisik menggunakan pulse oximeter, dan durasi istirahat menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher Exact. Hasil uji Chi-Square dan uji Fisher Exact menunjukkan beban kerja fisik terhadap kelelahan otot tangan (p = 0,122) dan durasi istirahat terhadap kelelahan otot tangan (p = 0,021). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pekerja pembuat kulit lumpia di Kelurahan Kranggan, Semarang memiliki hubungan antara durasi istirahat terhadap kelelahan otot tangan, dan tidak ada hubungan antara beban kerja fisik terhadap kelelahan otot tangan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT DRY EYE SYNDROME PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI SEKITAR KAMPUS UNDIP TEMBALANG, KOTA SEMARANG Tampubolon, Abina Damayanti; Kurniawan, Bina; Jayanti, Siswi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i4.40697

Abstract

Ojek online merupakan alat transportasi masa kini yang juga menawarkan berbagai jenis layanan selain mengangkut penumpang. Pengemudi ojek online senantiasa bekerja di luar ruangan sehingga berisiko terpapar oleh polusi udara, angin, iklim kering dan panas. Paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata, salah satunya adalah dry eye syndrome (DES) atau sindrom mata kering. DES merupakan kondisi berkurangnya fungsi air mata yang menyebabkan permukaan mata tidak dapat dilumasi oleh air mata. Penelitian ini akan menganalisis hubungan beberapa faktor terhadap kejadian DES pada pengemudi ojek online di sekitar kampus Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis observasional analitik yang memiliki desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pengemudi ojek online aktif dengan sampel yang diambil sebanyak 54 orang. Variabel yang akan diteliti adalah usia, durasi kerja, masa kerja, penggunaan visor helm, serta derajat keluhan DES. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner untuk setiap variabel bebas dan kuesioner ocular surface disease index (OSDI) untuk mengukur derajat keluhan DES. Hasil analisis penelitian menggunakan uji statistik chi-square menunjukkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara faktor usia (p = 0,013), durasi kerja (p = 0,001), dan penggunaan visor helm (p = 0,001) dengan derajat keluhan DES pada pengemudi ojek online di sekitar kampus Universitas Diponegoro Semarang. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan derajat keluhan DES (p = 0,406). Penggunaan visor helm setiap berkendara dapat mengurangi paparan langsung dengan faktor lingkungan penyebab DES. Selain itu, penggunaan lubrikan/tetes mata dapat menangani gejala DES sementara.
Co-Authors Adhiatma, Pramudya Fahry Alfandira Rossa Ristantya Alvira Choirinnissa Amalia, Hidayatul Ardinendradewi, Qonitya Ari Suwondo Arumbi, Maria Visca Ayu, Abigail Guinevere Puteri Nimas Ayun Sriatmi Baju Widjasena Baskara Petra Marhaensa Batubara, Cindy Melita Bernadus Oktavian Widyantara Daru Lestantyo Dendy Tribudi Utomo Denny, Hanifa M Denny, Hanifa Maher Dewi Murtiningsih Dhito Hadi Kristianto, Dhito Hadi Diana Yulianti Dimas Adiyanto Dina Lusiana Setyowati Dita Puspita, Dita Ekawati -, Ekawati Ekawati Ekawati Ekawati, Ekawati Ella Wulandari Endah Kumala Dewi Fahmi Aditya Faikha Dhista Rahmaningrum Faricha Nur Amanda Fauzi, Muhammad Ashraf Fitria Putri, Cita Gultom, Theresia Hardianti Hanifa Maher Denny, Hanifa Maher Herlinda Lidyawati, Herlinda Husnan Khair, Muhammad Dyas Ida Wahyuni Indhira Dian Safira Ismi Elya Wirdati Jayanti , Siswi Jayanti, Siswi Laila Ariniawati Laksana, Ni'matun Faizah Lanti Annistyaningrum, Lanti Lestantyo , Daru Martini Martini Maudica, Syafira Bella Mayrika Pratiwi H Medina Wardani Nasution Melyana Nurul Widyawati Mohammad Z. Rahfiludin Muhamad Agam Fadel Kurniawan Muhammad Dyas Husnan Khair Nener Desta Windafasa, Nener Novi Yuliani, Novi Nurjazuli , Nurjazuli Pramana, Asteria Narulita Prasetyo, Erwan Henri Puji, Andri Dwi Qirana, Muhammad Qifran Rahmania, Silvia Rebecca Olivya Putri Ribka Friday Hasian Napitu Rinto B Rotua Veronica Samosir Ryzki Tri Utamy Salsabila Nur Aulia Setyaningsih , Yuliani Siddiqui, Muhammad Ahsan Sigit Winarto, Sigit Siska Indriyani Siswi Jayanti Sri Hartati Sufa, Kathya Irsmi Sulaeman Apka Joddy Suroto Suroto Suryawati, Chiswardani Sutrisno, Rizky Andrian Syafira Bella Maudica Tampubolon, Abina Damayanti Vita Mardhiyanti Melati Wenta Chris Omega Manik Widjasena , Baju Yuliani Setyaningsih Yunus Alfiansah Zahroh Shaluhiyah Zaidah, Nabela Zainal Abidin Suery, Zainal Abidin Zhafira Revi Hanifah