Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : At-Turats

Enhancing Religious Moderation Among Interfaith Youth for Revitalizing Social Cohesion in Ilir Kota Village Sanggau Regency Kurniawan, Syamsul; Fitriyanto, Andry
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3383

Abstract

The focus of this article is on enhancing religious moderation among interfaith youth to revitalize social cohesion in Ilir Kota Village, Sanggau Regency. This article is derived from community service activities based on research, employing the Participatory Action Research (PAR) method. The results indicate that the program to enhance religious moderation, focusing on revitalizing social cohesion in the Harmony-Conscious Village of Ilir Kota, demonstrates the practical implementation of Talcott Parsons' structural functionalism theory through the AGIL framework. Each element of AGIL—adaptation, goal attainment, integration, and latency—plays a crucial role in fostering a stable and harmonious society. Through various activities such as interfaith seminars, joint commitment declarations, social actions, and the establishment of communication forums, the program successfully created inclusive and sustainable patterns of social interaction.Fokus artikel ini adalah meningkatkan moderasi beragama di kalangan pemuda lintas agama untuk merevitalisasi kohesi sosial di Desa Ilir Kota, Kabupaten Sanggau. Artikel ini berasal dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasilnya menunjukkan bahwa program peningkatan moderasi beragama yang berfokus pada revitalisasi kohesi sosial di Desa Sadar Kerukunan Ilir Kota mencerminkan penerapan praktis teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons melalui kerangka AGIL. Setiap elemen AGIL—adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola (latency)—memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang stabil dan harmonis. Melalui berbagai kegiatan seperti seminar lintas agama, deklarasi komitmen bersama, aksi sosial, dan pembentukan forum komunikasi, program ini berhasil menciptakan pola interaksi sosial yang inklusif dan berkelanjutan
'Ulum Al-Qur'an Instruction: Urgency, Problem Diagnosis, and Important Things to Fix it Kurniawan, Syamsul; Fitriyani, Feny Nida; Toktayong, Usman
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.2985

Abstract

The focus of this article is the urgency, problem diagnosis, and important things to fix problems in 'Ulum Al-Qur'an lectures. This article is sourced from the results of qualitative-descriptive research because this research only aims to explore as deeply as possible the social facts that the author has studied in the field, and then depict or describe the facts in the field objectively according to the author's needs as they are. The object of this research is students in the Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Pontianak. Thus, the setting of this research is the Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Pontianak. The results of the author's research show: one, the importance of studying the 'Ulum Al-Qur'an in the Islamic Religious Education Study Program, because of the importance of this discipline to equip students in Islamic universities with the sciences of the Al-Qur'an, so that they are not only able to read but also understand it. Two, the time allocation given to the 'Ulum Al-Qur'an lectures and the learning methods that tend to be conventiona, they were diagnosed as the cause of the failure of the 'Ulum Al-Qur'an lectures given in the Islamic Religion Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Pontianak. Three, to overcome this problem, apart from increasing the time allocation for 'Ulum Al-Qur'an lectures, there is also a need to change the paradigm of 'Ulum Al-Qur'an lectures at IAIN Pontianak from teacher-centered learning to student-centered learning. Lecturers must also not get bored of motivating their students to repeat learning outside of the class on the material presented in class. Apart from that, it is also important to pay attention to how the syllabus and semester learning plans are designed by considering multidisciplinary, interdisciplinary and even transdisciplinary approaches so that the material does not tend to be textual but rather contextual.Fokus tulisan ini adalah urgensitas, diagnosa masalah, dan hal-hal penting untuk memperbaiki masalah dalam perkuliahan ‘Ulum Al-Qur‘an. Tulisan ini bersumber dari hasil penelitian kualitatif-deskriptif karena penelitian ini hanya bertujuan untuk menggali sedalam-dalamnya fakta sosial yang penulis dalami di lapangan, dan kemudian menggambarkan atau mendeksripsikan fakta di lapangan tersebut secara objektif sesuai kebutuhan penulis secara apa adanya. Objek penelitian ini adalah mahasiswa di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Dengan demikian, setting penelitian ini adalah di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Hasil penelitian penulis menunjukkan: satu, pentingnya 'Ulum Al-Qur'an dipelajari di Program Studi Pendidikan Agama Islam, karena pentingnya disiplin ilmu ini untuk membekali mahasiswa di perguruan tinggi Islam dengan ilmu-ilmu Al-Qur'an, sehingga agar mereka tidak hanya mampu membaca tetapi juga memahaminya. Dua, Alokasi waktu yang diberikan pada mata kuliah ‘Ulum Al-Qur’an dan metode pembelajaran yang cenderung konvensional oleh dosen ‘Ulum Al-Qur’an, didiagnosis sebagai penyebab kegagalan perkuliahan ‘Ulum Al-Qur’an yang diberikan di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Tiga, untuk mengatasi masalah tersebut, kecuali penambahan alokasi waktu perkuliahan ‘Ulum Al-Qur’an, juga perlu adanya perubahan paradigma perkuliahan ‘Ulum Al-Qur’an di IAIN Pontianak, yaitu dari teacher centered learning menjadi student centered learning. Dosen pengampu juga mesti tak bosan-bosannya memotivasi mahasiswanya untuk mengulang belajar di luar kelas tentang materi yang disampaikan di kelas. Selainnya, penting juga diperhatikan penyusunan silabus dan rencana pembelajaran semester dirancang dengan mempertimbangkan pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan bahkan transdisipliner sehingga materinya tidak cenderung tekstual melainkan kontekstual.
Strengthening Santri’s Literacy:Optimizing Meta AI to Foster Creative Writing of Islamic Short Stories at Pesantren Baitul Qur'an Kurniawan, Syamsul; Hanafi, Irfan; Mustain, Muhammad; Sofyan, Anas; Mahiroh, Mar‘ati; Syafi'i, Muhammad
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3621

Abstract

This article focuses on strengthening santri (students) literacy by optimizing Meta AI technology to foster creativity in writing Islamic short stories at Baitul Qur’an Pontianak. The main argument presented is that integrating adaptive and personalized artificial intelligence can address the challenges of conventional learning models in pesantren (Islamic Boarding School), while simultaneously promoting motivation and higher-order thinking skills in line with the demands of the Society 5.0 era. This article is based on a Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat) involving collaboration between lecturers and post-graduate students of IAIN Pontianak, who directly implemented a learning intervention using Meta AI as a creative medium. The research employed a Participatory Action Research (PAR) approach, emphasizing active engagement and collective social transformation. The results of the community engagement program demonstrate that the utilization of Meta AI significantly enhances santri’s creativity, productivity, and digital literacy readiness, while reinforcing the spiritual values the pesantren uphold. The significance of this article lies in its contribution to the enrichment of technology-based community service discourse within the context of traditional Islamic education. Furthermore, it is a practical and theoretical reference for similar future initiatives.Artikel ini berfokus pada penguatan literasi santri melalui optimalisasi teknologi Meta AI dalam mendorong kreativitas menulis cerpen Islami di Pondok Pesantren Baitul Qur’an Pontianak. Argumentasi utama dalam tulisan ini adalah bahwa integrasi kecerdasan buatan yang adaptif dan personal mampu menjawab tantangan pembelajaran konvensional di pesantren, sekaligus menumbuhkan motivasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sejalan dengan tuntutan era Society 5.0. Artikel ini lahir dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Pascasarjana IAIN Pontianak, yang secara langsung melakukan intervensi pembelajaran dengan menggunakan Meta AI sebagai media kreatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan Participation Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif dan perubahan sosial bersama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan Meta AI secara signifikan meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kesiapan literasi digital santri, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual pesantren. Signifikansi artikel ini terletak pada kontribusinya dalam memperkaya kajian pengabdian masyarakat berbasis teknologi dalam konteks pendidikan Islam tradisional, sekaligus menjadi referensi praktis dan teoretis bagi program sejenis di masa depan.