Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Artificial Intelligence Di RA Al-Muttaqin Kurniawati, Ika; Radiyah, Ummu; Mulyani, Astriana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1752

Abstract

Dalam menjalankan proses pembelajaran, guru dituntut untuk senantiasa mengembangkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Salah satu teknologi yang saat ini banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan adalah Artificial Intelligence (AI). AI telah menjadi alat potensial yang mampu merevolusi metode pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan siswa. Pelatihan pemanfaatan AI bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya dalam pembuatan media pembelajaran interaktif. Hal ini menjadi bagian dari upaya peningkatan daya saing sumber daya manusia, terutama melalui peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Salah satu platform berbasis AI yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Powtoon, yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk video yang menarik dan interaktif. Pelaksanaan pelatihan meliputi tahapan pengenalan, tutorial atau pendampingan, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan melalui penyebaran kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta serta menilai efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mendapatkan respons yang sangat positif. Seluruh indikator kepuasan peserta menunjukkan skor di atas rata-rata, terutama pada aspek manfaat pelatihan, penambahan wawasan, dan minat untuk mengikuti pelatihan serupa di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif dalam meningkatkan kompetensi digital guru, khususnya dalam konteks pendidikan anak usia dini. Kata Kunci: Artificial Intelligence; Literasi digital; Media pembelajaran; Pelatihan; Powtoon.
ANALISIS SENTIMEN ULASAN APLIKASI X PADA GOOGLE PLAY STORE MENGGUNAKAN KOMPARASI SVM, KNN, DAN NAIVE BAYES Manampiring, Jim Maxwell; Halawa, Jenianus; Zai, Jefiri; Kurniawati, Ika; Fahlapi, Riza; Bismi, Waeisul
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i1.8095

Abstract

Transformasi rebranding media sosial Twitter menjadi X menimbulkan respons yang beragam dari pengguna global, termasuk di Indonesia. Ulasan pengguna pada platform Google Play Store memuat informasi berharga mengenai kepuasan dan keluhan pengguna, namun volume data yang besar dan tidak terstruktur menyulitkan analisis secara manual. Studi ini difokuskan pada penerapan analisis sentimen guna mengklasifikasikan opini pengguna menjadi kategori positif dan negatif, serta membandingkan kinerja tiga algoritma Machine Learning, yaitu Support Vector Machine (SVM), K-Nearest Neighbor (KNN), dan Naive Bayes. Dataset yang digunakan berjumlah 10.000 data berbahasa Indonesia yang dikumpulkan melalui scraping. Melalui tahapan preprocessing yang meliputi cleaning, tokenizing, dan stemming, data dilatih dengan pembagian rasio 80:20. Hasil pengujian menunjukkan algoritma SVM menggunakan kernel linear menghasilkan kinerja terbaik dengan akurasi sebesar 84,8%, diikuti oleh Naive Bayes sebesar 83,1%, dan KNN sebesar 79,7%. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa SVM merupakan metode yang paling efisien guna menangani klasifikasi teks pada data ulasan aplikasi X yang memiliki dimensi tinggi, meskipun terdapat ketidakseimbangan kelas pada dataset.
DIGITALISASI BUKU SEKOLAH Kurniawati, Ika
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.554 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.vi0.36

Abstract

Berbagai permasalahan terkait perbukuan nasional, mulai dari sering bergantinya buku pelajaran di sekolah, mahalnya harga buku sebagai akibat bahan baku kertas yang mahal, maraknya penjualan buku di sekolah yang menimbulkan berbagai kontroversi setidaknya beban biaya sekolah yang harus ditanggung orang tua menjadi cukup besar, serta keterbatasan layanan perpustakaan di sekolah menyebabkan pemerintah mengambil terobosan baru dengan mendigitalkan buku sekolah. Digitalisasi buku sekolah terkait juga dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan publikasi berbagai informasi dalam bentuk elektronik tidak hanya cetak. Tujuan penulis membahas tema ini agar dapat memecahkan permasalahan bagi semua pihak baik itu pemerintah, masyarakat sebagai pengguna, serta pihak yang terlibat dalam industri perbukuan yang banyak mengalami dampak terkait digitalisasi buku khususnya buku sekolah seperti BSE. Terobosan pemerintah mendigitalkan buku sekolah melalui program BSE ternyata dapat menjadi alternatif solusi dalam memecahkan permasalahan buku pelajaran di sekolah. Berdasarkan hasil pembahasan, BSE akan efisien kalau dicetak secara kolektif bukan pribadi. Implementasi program ini akan efisien dan efektif apabila didukung oleh berbagai pihak. Selain dukungan pemerintah, perlu ada dukungan dari masyarakat baik itu sebagai pengguna maupun masyarakat sebagai penyedia layanan pencetakan buku.
EVALUASI PEMANFAATAN TV EDUKASI DI 10 KABUPATEN/KOTA TAHUN 2014 Kurniawati, Ika
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.617 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i1.178

Abstract

Artikel ini merupakan hasil studi yang bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan TV Edukasi oleh pengguna (guru maupun siswa) yang ditinjau dari sisi akses, konten, promosi, maupun dari pengguna itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di Pulau Jawa yang tersebar pada 10 (sepuluh) lokasi kabupaten/kota yaitu: Bandung, Banyumas, Malang, Semarang, Surabaya, Tangerang, Garut, Purwokerto, Yogyakarta, dan Cianjur dengan jumlah responden guru dan siswa sebanyak 250 responden. Waktu pelaksanaan penelitian antara Bulan Juni–Bulan Agustus 2014. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dari guru dan siswa berupa angket. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase yang selanjutnya dikonsultasikan pada kriteria evaluasi yang telah dikembangkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi akses, >70% responden menonton TV Edukasi di rumah, responden mengakses melalui antena biasa (TVRI) sebesar 35% - 45%, sisanya melalui akses lainnya. Responden mengakses TV Edukasi di sekolah sebesar 45% - 50% melalui komputer (streaming TV Edukasi) dan TV Lokal. Dari sisi konten, hasilnya cukup sesuai dengan kebutuhan pengguna. Keikutsertaan responden dalam kegiatan promosi program baik yang sifatnya fasilitasi, sosialisasi, maupun penyelengaraan Kuis Ki Hajar masih relatif kurang. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut kebanyakan hanya dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Secara tidak langsung, hal ini berdampak pada frekuensi pemanfaatan TV Edukasi di mana responden hanya 1 kali dalam seminggu memanfaatkan TV Edukasi.
PENILAIAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SMP TERBUKA BERBASIS TIK Kurniawati, ika
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.393 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.408

Abstract

Demi meningkatkan layanan serta kualitas pembelajaran di SMP Terbuka, baru-baru ini pemerintah telah meresmikan SMP Terbuka berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Diharapkan dengan program ini dapat ditingkatkan kualitas pembelajaran SMP Terbuka terutama dalam kemandirian peserta didik sehingga mereka memiliki daya saing, inovasi dan kreativitas yang tinggi. SMP Terbuka berbasis TIK dirintis di 3 lokasi, yaitu di: (1) SMP Terbuka Negeri 01 Malang, Jawa Timur yang menginduk pada SMPN 2 Malang, (2) SMP Terbuka Kandanghaur, IndramayuJawa Barat yang menginduk pada SMP Negeri 1 Kandanghaur, dan (3) SMP Terbuka Tanjung Priok, Jakarta yang menginduk pada SMPN 55 Jakarta Utara. Kegiatan pembelajaran berbasis TIK di SMP Terbuka dilaksanakan, baik secara online maupun offline yang dilengkapi dengan berbagai sumber belajar yang didukung oleh kegiatan pembelajaran mandiri dan tatap muka. Penilaian hasil belajar peserta didik juga dilakukan secara online. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara online antara lain: Tes Akhir Kegiatan (TAK), Tes Akhir Modul (TAM), Tes Akhir Unit (TAU), dan Tes Akhir Semester. Untuk Ujian Sekolah dan Ujian Nasional tetap dilakukan secara manual dengan mengikuti jadwal SMP Reguler.
EVALUASI SISTEM PEMANFAATAN TV EDUKASI UTILIZATION SYSTEM EVALUATION OF TV EDUKASI Kurniawati, Ika
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.801 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i3.563

Abstract

Hasil penelitian terhadap TV Edukasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa pemanfaatan siaran TV Edukasi oleh pengguna (dalam hal ini guru dan siswa) belum optimal, padahal upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian melalui Pustekkom cukup maksimal terutama dalam mengatasi kendala akses, antara lain dengan mengupayakan siaran secara teresterial (kerjasama dengan TVRI dan TV Lokal), serta siaran dengan memanfaatkan layanan internet (streaming). Blum optimalnya pemanfaatan TV Edukasi disebabkan karena selama ini evaluasi maupun monitoring yang dilakukan terhadap TV Edukasi lebih banyak terkait dengan pemanfaatannya saja tanpa memperhatikan faktor-faktor yang berperan terhadap pemanfaatan itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi implementasi siaran TV Edukasi secara komprehensif, tidak hanya dari sisi kebijakan, akses dan infrastruktur, tetapi juga dari sisi konten program, promosi serta dari sisi pengguna, sehingga informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan siaran TV Edukasi khususnya dalam meningkatkan jumlah pengguna TVE dan pengembangan sistem pemanfaatan TVE itu sendiri. Tujuan penulis mengangkat tema ini agar dalam melakukan evaluasi terhadap TV Edukasi selanjutnya dilakukan secara komprehensif agar dapat meningkatkan pemanfaatan TV Edukasi terutama dalam meningkatkan jumlah pengguna.The result of research conducted by Minister of Education and Culture indicates that the utilization of TV Edukasi by the users (in this case teachers and students) is not optimal, whereas efforts done by Minister of Education and Culture through Pustekkom were maximum enough especially in overcoming obstacles, such as by using terrestrial broadcast (in cooperation with local TVs and TVRI), as well as utilizing internet services streaming). The less optimal use of TV Edukasi might be due to the evaluation and monitoring conducted on TV Edukasi that focused more on the utilization itself non on the factors that contributed to the utilization. Therefore, it is necessary to conduct comprehensive evaluation of TV Edukasi implementation that includes not only policy, access, and infrastructure, but also includes content, promotion and users, so that the information gathered can be used to optimize the utilization of TV Edukasi, especially to increase the amount of TV Edukasi users and to develop the TV Edukasi utilization system. The aim of this paper is to promote the comprehensive evaluation of TV Edukasi in order to increase the utilization of TV Edukasi particularly in the amount of user.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN FISIKA JENJANG SMA Kurniawati, Ika; Sarifudin, Saleh; Widawati, Widawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.733

Abstract

Fisika, sebagai salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains, termasuk pelajaran yang agak sulit untuk dipahami oleh siswa. Perlu ada upaya untuk mengatasi kesulitan ini, antara lain dengan memanfaatkan media video. Apakah media video ini dibutuhkan oleh siswa? Tampaknya perlu dilakukan analisis kebutuhan untuk hal ini. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk memotret dan mendapatkan informasi tentang kebutuhan pengembangan media video pembelajaran mata pelajaran Fisika jenjang SMA. Informasi kebutuhan ini antara lain meliputi kebijakan inovasi pembelajaran berbasis TIK di sekolah, pemanfaatan media pembelajaran oleh guru ataupun siswa, data kesulitan belajar siswa, topik/materi apa saja yang menjadi kesulitan belajar siswa, pemanfaatan media video pembelajaran oleh guru ataupun siswa, pemanfaatan media video pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, dan kesesuaian media video dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan secara daring pada bulan April 2020. Responden penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa jenjang SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner, wawancara, dan studi literatur/dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan media pembelajaran. Agar pemanfaatan media pembelajaran ini efektif, perlu dipertimbangkan minat siswa, karakteristik media pembelajaran, dan data kesulitan belajar siswa yang banyak berhubungan dengan mata pelajaran Matematika dan Fisika.  Untuk itu, media pembelajaran yang direkomendasikan untuk dikembangkan adalah media video pembelajaran untuk mata pelajaran Fisika.Physics, one of the subjects in science clump, is considered to be a subject that is difficult to understand by the students. There needs to be some efforts to overcome this difficulty, such as by utilizing video media. Is this video media needed by the students? Need analysis for this seems to be necessary. This need analysis is carried out to describe and get information about the need for instructional video development on Physics of Senior High School level. The information is about ICT-based learning innovation policies at school, media utilization by teachers and students, students’ learning difficulties, difficult topics for the students to learn, instructional video usage by the teachers and students, instructional video usage to overcome students’ learning difficulties, and the inlineness of the instructional video in overcoming the students’ learning difficulties. The research is carried out online in April 2020. The respondents in this research include principals, teachers, and students in Senior High School level. The data is procured through questionnaire, interview, and literary review. The research result shows that the learning process can be enhanced by optimizing the usage of instructional media. To make the usage of instructional media effective, it is necessary to consider the students’ interest, instructional media charactersitics, and students’ learning difficulties which are related to Physics and Mathematics. Therefore, the recommended instructional media to develop is instructional video on Physics.   
Evaluasi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar Kurniawati, Ika; Sarifudin, Saleh
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 2, Desember 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/wdstp587

Abstract

The Merdeka Mengajar Platform was developed by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) to support teachers in accessing references, inspiration, and pedagogical understanding necessary for the implementation of the Merdeka Curriculum. Since its introduction, the Merdeka Mengajar Platform (PMM) has been disseminated and utilized by educators as part of the national effort to strengthen curriculum implementation. However, according to the utilization dashboard, a considerable proportion of educational institutions—approximately 44.25% of a total of 430,000 institutions—remain categorized as “PMM usage needs improvement” (based on data from data.kemdikbud.go.id, accessed on August 2, 2024). To capture users’ responses and identify challenges encountered during the use of the platform, an evaluation was conducted employing the Technology Acceptance Model (TAM) framework. The study was carried out across 38 provinces and involved teacher respondents from various educational levels, including early childhood education (PAUD), kindergarten (TK), elementary (SD), junior high (SMP), senior high (SMA), and vocational schools (SMK), during the period of June–July 2024. The findings indicate that PMM is generally perceived as easy to use, with only a small number of users experiencing technical or operational barriers, largely due to the availability of adequate infrastructure and facilities. The platform is also considered beneficial in supporting teachers’ professional tasks. Nonetheless, several challenges were identified, including limited time for engagement, unstable internet connections, login difficulties, and partial understanding of certain features, although the proportion of affected users remains relatively small. Based on these findings, several recommendations are proposed to enhance PMM utilization, including the development of additional content tailored to teachers’ needs and the integration of a comment or feedback feature to facilitate direct user input for continuous platform improvement.
Co-Authors Adifa, Retno Egha Aditya, Ikhsan Nur Afiani, Nurida Agung Budiyanto Ahmad Agung Yuwono Putro Ahmad Jurnaidi Wahidin Alfian, Desri Amalia, Ritchie Amanda, Risa Amar, Danu Anggara, Indra Galuh Anjani, Mutiara Putri Asiyah, Nuri Asrul Astuti, Tia Puji Awinanto, Alfian Bela, Sintia Beni Rahmatullah Denny Darmawan Destalmawati Telaumbanua Duha, Arnawati Eko Nusantoro Fachri Amsury Fahlapi, Riza Faisal Faisal Fajri, Rifqi Nurul Fauzi, Muh. Fauzi, Muhamad Rizki Febrianto, Ade Ilham Gibran, Afrizal Achmad Habiburrahman, Tamzis Halawa, Jenianus Handika, Muhamad Harianja, Putri Alletheia Hariyansyah, Rahmat Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Hernawati Herputra, Alviando Daffa Heru Utomo Hidayah, Arip I Gede Mahardika I Nengah Wirajana I Wayan Suarsa Ibrahim Ibrahim Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Budiawan Indriyani, Tantri Nur izzah, lathifatul Kadafi, Abdul Rahman Kurniawan, Ery Laksono, Bagus Lumbantoruan, Sari Lusy Liany Manampiring, Jim Maxwell Martin, Ricky Misbahul Munir Mulyani, Astriana Mustajib, Ahmad nanang ruhyana Ngara, Simson Mali Nugroho Budi Wibowo Nurhidayanti, Dina Oktalivia, Raden Roro Najwa Pandi Afandi Puspita, Maria Entina Putra, Firman Restu Putu Suarya Rahmandhani, Rifqi Ramadha, Johan Afrian Richardus Eko Indrajit Rizki Fahdia, Muhammad Rizkiansyah, Dimas Rosandi, Rivana Rossena, Bayu Adjie Rosyid, Ghufron Ruscikasani, Syalaiza Nizar Saputra, Irwansyah Saputra, Ryan Adjie Sari, Icha Puspita Sarifudin, Saleh Silaban, Mei Erpina Sari soma, Adityan Sriwiyanta, Aditya Budi Supriadi Supriadi Surono, Anang Suryadih, Suryadih Syamsul Ph.D M.A. Hadi Syeptiani, Silvia Telaumbanua, Destalmawati Ummu Radiyah Ummu Radiyah, Ummu Vivit Marcelina Waeisul Bismi Widawati, Widawati Yanuar Surya Putra Yulianti, Rina Dewi Zaenudin, Zen Zen Zai, Jefiri