Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK CV. LANGGENG HIDROPONIK KOTA KEDIRI Kusmiati, Ati; Evana Tasya, Sendy; Fauziyah, Diana
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v1i2.175

Abstract

Kota Kediri merupakan salah satu kota yang mulai mengembangkan sayuran dengan sistem tanam hidroponik. Meskipun peluang sayuran hidroponik di Kota Kediri masih sangat terbuka lebar namun pada praktiknya banyak kendala yang dilalu dalam memulai usahatani sayuran dengan sistem hidroponik. Salah satunya adalah tingginya modal yang harus dikeluarkan untuk memulai usahatani sayuran hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan finansial usahatani sayuran hidroponik, (2) sensitivitas usahatani sayuran hidroponik terhadap penurunan produksi sebesar 10% dan peningkatan biaya produksi sebesar 20%, (3) strategi pengembangan usaha yang tepat untuk diterapkan pada CV. Langgeng Hidroponik Kota Kediri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) usahatani sayuran hidroponik CV. Langgeng Hidroponik Kota Kediri layak untuk diusahakan dengan nilai NPV selama kurun waktu lima tahun positif, yaitu Rp77.886.534.77; dengan nilai Net B/C lebih dari 1 dengan nilai Net B/C lebih besar dari 1 (2,22); IRR lebih tinggi dari tingkat suku bunga (7%) yaitu 36,41%; dan PP lebih cepat dari umur ekonomis usahatani sayuran hidroponik (5 tahun) yaitu 3,5 tahun. 2) Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usahatani sayuran hidroponik CV. Langgeng Hidroponik Kota Kediri sensitif terhadap penurunan produksi sebesar 10% dan kenaikan biaya produksi sebesar 20%. 3) Berdasarkan nilai TAS yang dihasilkan, maka strategi yang paling baik untuk diimplementasikan dan menjadi prioritas pertama pada usahatani sayuran hidroponik CV. Langgeng Hidroponik Kota Kediri adalah strategi pertama yaitu melakukan kerjasama dengan petani hidroponik lain secara intensif untuk meningkatkan kompetensi SDM.
RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostretaus) DI KECAMATAN PANDAAN KABUAPTEN PASURUAN Rani, Refalina Atikah; Kusmiati, Ati
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih merupakan komoditas holtikultura sayuran yang bergizi tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan. Permintaan jamur tiram putih yang tinggi menjadikan prospek yang baik bagi usahatani jamur tiram. Usahatani jamur tiram putih tidak membutuhkan lahan yang luas tetapi membutuhkan suhu dan kelembapan khusus. Usahatani jamur tiram putih cukup mudah untuk dijalankan dan hasil panennya bisa langsung dijual. Namun, tidak sedikit petani jamur yang mengalami kendala selama proses produksinya. Provinsi Jawa Timur menyumbang sebesar 55% dari keseluruhan total produksi jamur tiram putih yang ada di Indonesia. Salah satu daerah penghasil jamur tiram di Provisi Jawa Timur adalah Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Petani jamur di daerah tersebut mengalami kendala adanya risiko produksi pada usahataninya sehingga menyebabkan penurunan pada hasil produksi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat risiko, sumber risiko, dan strategi mitigasi risiko yang efektif dilakukan petani jamur tiram di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis koefisien variasi (CV) dan analisis House of Risk (HOR). Peneliti menggunakan metode total sampling dalam menentukan sampel yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,25. Artinya nilai 0,25 < 0,5 maka risiko yang dihadapi petani dalam kategori rendah. Terdapat 3 sumber risiko prioritas pada usahatani jamur tiram yang teridentifikasi. Diperoleh 5 aksi mitigasi prioritas yang dapat dilakukan petani untuk memitigasi ketiga risiko prioritas tersebut..
STRATEGI PENGEMBANGAN POLA KEMITRAAN ANTARA PTPN XII KEBUN KALISANEN DENGAN MITRA DAN MITRA DENGAN PETANI Sitinjak, Kristina Br.; Soetriono, Soetriono; Kusmiati, Ati
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.1263

Abstract

The Kalisanen Plantation is one of the unit that is managed by PTPN XII who conducts the business in the fields of agribusiness as well as on the natural recources utilization optimizement. The resource that is optimized by Kalisanen Plantation is namely the use of the remaining company’s assets in the form of plantation land by means of partnership to a partner in the form of cooperation. The objectives of this study are: 1) to find out cooperation pattern between partners and PTPN XII Kalisanen Plantation and partners with the farmers, 2) to find out the income earned by farmers with PTPN XII Kalisanen Plantation in the pattern of partnership that is intertwined, 3) to find out the pattern of developmental strategy cooperated between partner and PTPN XII Kalisanen Plantation. The sampling collection method used quota sampling and expert judgment sampling. The data analysis method used descriptive analysis, revenue analysis, and the Analytic Hierarchy Process. The results showed that: 1) the partnership established by PTPN XII Kalisanen Plantation with partners is called the pattern of business cooperation, while the cooperation between the partners with farmers is called the operational partnership pattern. 2) partners with farmers of one hectare land in a period of one planting is profitable with an income of Rp 9.529.779. 3) priority criterion on partnership development strategy that exists between partner and PTPN XII Kebun Kalisanen is the criteria of land where as the priority alternative is to continue the Kerja Sama Usaha  activities of the land. Keywords: Cooperation Pattern, Revenue, Analytic Hierarchy Process
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT PATRANG MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI HOAX BUSTER TOOLS Langit, Ramadhani Annisa Sekar; Supriono, Agus; Hasanah, Julita; Faidah, Ainun; Suciati, Luh Putu; Kusmiati, Ati; Agustina, Titin
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1507

Abstract

Perkembangan teknologi digital memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, namun juga meningkatkan risiko penyebaran hoax yang sulit dibedakan dari fakta. Kondisi ini menimbulkan disinformasi dan misinformasi yang berdampak negatif pada kehidupan sosial dan kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilaksanakan program pengabdian di RW 18 Desa Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember melalui pemanfaatan aplikasi hoax Buster Tools (HBT). Kegiatan berlangsung empat minggu meliputi pemaparan materi tentang bahaya hoax, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan pemanfaatan fitur, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengenali hoax, terutama di media sosial WhatsApp. Masyarakat mampu mengoperasikan fitur utama HBT, seperti Anti hoax Search Engine, Check Foto, Cek Video, dan Lapor hoax. Dampaknya terlihat dari meningkatnya kesadaran memvalidasi informasi, berkurangnya hoax di grup WhatsApp, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Program ini membuktikan bahwa literasi digital berbasis aplikasi efektif untuk mencegah penyebaran hoax di tingkat lokal.
Pendampingan Petani Melalui Aplikasi Smart Farming “GermasTani” di Desa Sukorejo Kabupaten Jember Ariful Furqon, Muhammad; Kusmiati, Ati; Puspaningrum, Diah
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 3 No. 4 (2025): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v3i4.6839

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Jember yang masih menggunakan cara usahatani konvensional adalah Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari. Kegiatan usahatani dilakukan secara turun temurun dan konvensional tanpa menggunakan Good Agricultural Practice. Berbagai macam permasalahan muncul seperti waktu tanam kurang tepat, pemupukan dilakukan kurang berimbang, dan penentuan harga hasil panen oleh tengkulak. Oleh karena itu dalam kegiatan pengabdian ini dikembangkan sebuah sistem smart farming berbasis mobile yang diberikan nama “GermasTani”. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemandirian digital petani melalui pendekatan teknologi dan pendampingan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan intensif selama enam bulan, pembentukan Kelompok Tani Digital. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa aplikasi “GermasTani” dapat meningkatkan literasi digital, bahkan di kalangan petani lanjut usia, berkat desain antarmuka yang inklusif.
Strategi Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Keripik Singkong (Studi Kasus di UD Bima Jember) Siti Nuraini; Ati Kusmiati; Ratih Apri Utami; Cindera Rosa Damascena
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 14 No. 01 (2026): Juni 2026 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2026.14.01.190-204

Abstract

UD Bima is a small–medium cassava chips enterprise in Jember Regency that continues to face several operational challenges, including fluctuating raw-material availability, limited labor capacity, and unsystematic production documentation. This study aims to evaluate the operational performance of UD Bima through the assessment of key performance indicators in planning, procurement, and distribution activities. The SCOR model is employed as a framework for structuring performance indicators, while the Analytical Hierarchy Process (AHP) is used to determine the priority weights of the indicators. Performance achievement is assessed using Snorm de Boer normalization and the Traffic Light System. Bima’s operational activities, and data were collected through interviews, observation, and documentation. This research adopts a descriptive-analytical method, with data collected through interviews, observations, and documentation studies.  The results show an overall operational performance score of 77.63 (good), supported by relatively stable performance in raw material procurement, production processes, and customer complaint handling.  However, several critical indicators—such as production planning, delivery timeliness, record-keeping, and financial documentation—remain in the red category and require immediate improvement. These findings indicate that imrovements in planning systems, operational information management, and internal coordination are necessary to support the sustainability of UD Bima’s operations.  
Penentuan Sektor Unggulan Komoditas Padi di Indonesia: Sebuah Pendekatan Metode Location Quotient (LQ) dan Quantum GIS (QGIS) Siti Fatimah; Dita Kusuma Wardhani; Allealova Nadya Feroza; Ahmad Zainuddin; Ati Kusmiati; Tiffany Rahma Abdillah
Agrimics Journal Vol. 3 No. 2: Juli 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi provinsi-provinsi yang memiliki keunggulan komparatif dalam produksi beras di Indonesia guna mendukung perencanaan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan daerah. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) untuk menilai tingkat spesialisasi daerah dalam produksi beras. Studi ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk data produksi padi dan produksi tanaman pangan di seluruh provinsi di Indonesia. Metode LQ digunakan untuk mengidentifikasi provinsi yang diklasifikasikan sebagai sektor basis dengan nilai LQ > 1, yang menunjukkan keunggulan relatif dalam produksi padi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Analisis menunjukkan bahwa provinsi seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan menunjukkan tingkat spesialisasi yang tinggi dalam subsektor padi. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam produksi padi di antara provinsi-provinsi di Indonesia. Wilayah dengan tingkat produksi tertinggi terletak di Pulau Jawa, sedangkan tingkat produksi terendah ditemukan di seluruh wilayah Papua. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan LQ dalam mengidentifikasi sektor-sektor kunci dan memiliki implikasi penting bagi perumusan kebijakan pengembangan pertanian berdasarkan potensi regional.
Faktor Penentu Kesediaan Petani Krisan Membayar Iuran Pengairan Mithaqul Risnitasari; Ati Kusmiati; Ahmad Zainuddin; Cindera Rosa Damaiscena
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/agritekh.v6i2.1533

Abstract

The limited irrigation infrastructure required farmers to take turns using water. Farmers realized the importance of water availability in chrysanthemum cultivation, prompting them to seek alternative irrigation sources to meet the needs of their chrysanthemum crops. The purpose of this study was to estimate the farmers’ willingness to pay for irrigation service fees in Kampung Krisan and to identify the factors that influenced it. The sampling method used saturated sampling with a sample of 30 respondents (chrysanthemum farmers from the Sidorejo IV Farmer Group). The analyses applied in this study were the Contingent Valuation Method and multiple linear regression analysis. The results of the study showed that all respondents expressed a willingness to pay the irrigation fee. The average value of respondents’ Willingness to Pay (WTP) was IDR 208,333 per month, with a total WTP value of IDR 187,500,000 per month. The variables that significantly influenced the WTP value were land area, income, and water needs cost. Meanwhile, variables such as age, length of education, number of family members, distance from the land to the water source, and knowledge of irrigation fee functions had no significant effect on the farmers’ willingness to pay for irrigation services in chrysanthemum cultivation.  
DAYA SAING KARET ALAM MANUFAKTUR INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL TAHUN 2000-2020 Titin Agustina; Tafvian Devara Efendy; Mutiara Ria Despita Maharani; Ati Kusmiati; Yuli Hariyati; Ebban Bagus Kuntadi; Agus Supriono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.190-201

Abstract

Penelitian ini mengenai daya saing dalam komoditas karet alam manufaktur yang meliputi karet TSNR (Technically Specified Natural Rubber), karet RSS (Rubber Smooked Sheets), dan karet sarung tangan atau karet kompon dalam periode waktu tahun 2000-2020. Alat analisis yang digunakan dalam melakukan perbandingan eksportir utama atau negara pesaing komoditas tersebut ialah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ekspor Indonesia terhadap komoditi karet alam manufaktur tersebut ke negara tujuan serta di dunia ialah Market Share Index (MSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai daya saing setiap komoditas karet alam manufaktur Indonesia memiliki daya saing kuat dengan RCA>1 pada karet TSNR, RSS, dan sarung tangan. Akan tetapi, Indonesia hanya mampu mendominasi karet TSNR jika dibandingkan dengan negara Thailand dan Malaysia serta ekspor ke negara tujuan seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China sebagai importir terbesar karet manufaktur. Sedangkan karet RSS hanya mampu menempati peringkat ke dua dibawah Thailand dalam mendominasi pasar internasional dan ekspor ke negara tujuan seperti Amerika, Jepang, dan China. Pada karet sarung tangan Indonesia tidak mampu berdaya saing jika dibandingkan dengan negara Malaysia sebagai eksportir terbesar dan negara Thailand di pasar internasional dan negara tujuan ekspor seperti Amerika, Jepang, dan China.
Loss–Gain Framing Effects on Maize Farmers’ Contract Farming Decisions for Enhancing Farm Economic Sustainability Rizky Yanuarti; Yuli Hariyati; Orawan Srisompun; Agus Supriono; Ebban Bagus Kuntadi; Ati Kusmiati; Titin Agustina; Suwali Suwali
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.7424

Abstract

Maize is a strategic food commodity in Indonesia, yet smallholder farmers remain vulnerable to high price volatility and market uncertainty that threaten the economic sustainability of farm enterprises. Contract farming has been promoted as a mechanism to stabilize income and strengthen farmers’ market access, but participation remains uneven and may depend not only on structural factors but also on how contract benefits and risks are communicated. This study aims to examine how loss–gain framing affects maize farmers’ intentions to participate in contract farming and to identify the key determinants of actual participation. A quantitative survey was conducted with 120 maize farmers in Jelbuk Subdistrict, Jember Regency, East Java, selected through purposive sampling to represent both contract and independent farmers. Farmers evaluated contract messages framed as potential gains or potential losses using a five-point Likert scale, and differences in responses were assessed using paired non-parametric tests. Binary logistic regression was then applied to explain farmers’ contract participation decisions. The results show that gain-framed messages generated higher intention scores than loss-framed messages across both farmer groups, indicating that benefit-oriented communication is more persuasive. However, participation decisions were more closely associated with farm size, profitability, age, and education than with framing responses alone. These findings suggest that effective contract farming expansion requires both supportive economic conditions and communication strategies emphasizing tangible benefits to enhance farm economic sustainability.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Agung Sih Kurnianto Agung, Sih Agus Supriono Agus Supriyono Agustina, Titin Ahmad Syarifudin Afif Ahmad Zainuddin Ahmad Zainuddin Allealova Nadya Feroza Auliyana, Sania Cindera Rosa Damaiscena Cindera Rosa Damascena Damascena, Cindera Rosa Devi Yulistia Nursamsiyah Dewi Anggita Diah Psupaningrum Dita Kusuma Wardhani Dita Lina Kuadrati Ebban Bagus Kuntadi Evana Tasya, Sendy Faidah, Ainun Fauziah, Diana Fauziyah, Diana Feri Risaldi Friska Indira Wardani Harvey Furqon, Muhammad Ariful Gabrillo, Christina A. Ghea Masitha Nanda Lestari Hapsari, Triana Dewi Hasanah, Julita Herman Cahyo Diartho Ibanah, Indah Imelda, Sisca Jani Januar Jannah , Faizatul Joni Murti Mulyo Aji Kumalasari, Dewy Tri Kusumaningsih, Candradewi Langit, Ramadhani Annisa Sekar Lenny Widjayanthi Lenny Widjayanti Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Suciati Maharani, Ariq Dewi Meidiana Purnamasari Mithaqul Risnitasari Mohammad Rondhi Mohammad Rondhi Mustapit Mustapit Mutiara Ria Despita Maharani Orawan Srisompun Pantarei, Nur Muhammad Tirto Puspaningrum, Diah Rani, Refalina Atikah Rania Febrianti Ratih Apri Utami Rena Yunita Rahman, Rena Yunita Reni Windiarti Rizky Eka Aulia Rudi Wibowo Rudi Wibowo Septian Maulana Purnama Setyawan, Hendrik Sigit PRASTOWO Siti Fatimah Siti Nuraini Sitinjak, Kristina Br. Soetriono Soetriono Soetriono Soetriono Sugeng Raharto Suwali Suwali Tafvian Devara Efendy Tiffany Rahma Abdillah Titin Agustina Tri Haryadi, Nanang Uyun Luthfiana Wati, Ninik Sumestyo Wulanjani, Distiana Wulanjari, Distiana Yagus Wijayanto Yanuarti, Rizky Yanuarti, Rizky Yuli Hariyati Yuli Hariyati Yuli Haryati Yustika Prima Prabasiwi