Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

TINDAK TUTUR PADA CAPTION INSTAGRAM PRESIDEN JOKO WIDODO: KAJIAN PRAGMATIK Endang Sumarti; Kingkin Puput Kinanti; Anita Kurnia Rachman
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 2 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language functions as a media of communication and a media of delivering information. One of the most popular and popular social media is Instagram. Instagram is a social media that can be accessed easily and is useful as a means of providing information. The purpose of this research is to obtain an objective description of the form of speech acts and the functions of speech acts in President Joko Widodo's Instagram caption. This study uses a qualitative approach. The data source for this research is President Joko Widodo's Instagram Caption. The research data is in the form of quotes of words and sentences on President Joko Widodo's Instagram caption. Data was collected by reading technique, listening technique, and note taking technique. Furthermore, the data is classified based on its form and function and then analyzed using interactive model analysis techniques. Based on the results of data analysis, the following findings were obtained. First, the forms of speech acts on President Jokowi's Instagram caption include assertive speech acts, directive speech acts, expressive speech acts, commissive speech acts, and declarative speech acts. Second, the functions of speech acts in the caption of President Joko Widodo's Instagram include the functions of explaining, declaring, showing, ordering, asking, inviting, forbidding, thanking, expecting, congratulating, condolences, promising, and inaugurating.
Gaya Bahasa Perbandingan dalam Novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye Defa Khoirudin; Kingkin Puput Kinanti; Yunita Anas Sriwulandari
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 1 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i1.1543

Abstract

Penelitian ini fokus pada kajian gaya bahasa perbandingan yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penggunaan gaya bahasa perbandingan yang meliputi asosiasi, metafora, personifikasi, alegori, dan koreksio dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye. Peneliti fokus pada gaya bahasa perbandingan karena dalam novel tersebut banyak ditemukan gaya bahasa tersebut yang merupakan keunikan dan ciri khas pengarangnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori triangulasi. Hasil yang diperoleh adalah penggunaan bentuk-bentuk asosiasi, metafora, personifikasi, alegori, dan koreksio yang terdapat dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye. Simpulannya, gaya bahasa perbandingan yang ditemukan sangat penting untuk menunjang keakuratan data dan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini. Gaya bahasa perbandingan banyak ditemukan dalam novel Tanah Para Bandit yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.
THE DIGITAL CONSERVATION AND REVITALIZATION OF REGIONAL LANGUAGES IN NUSANTARA Munawwir Hadiwijaya; Kingkin Puput Kinanti; Ike Dian Puspita Sari
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2022): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v5i2.570

Abstract

The purpose of this research is the digitization of regional languages of Indonesia. The form of technology that was developed is a digital conservation and revitalization program. The development model that will be used in this program is the modified Borg and Gall development research model. There are six aspects that are assessed, namely aspects of linguistic, aspects of aesthetic appeal, features of media relevance, aspects of content arrangement, aspects of software engineering, aspects of effects on learning techniques. After using the app for roughly a month, students gave it an average rating of 4.72, and professionals gave it a rating of 4.52 using a grade range of 1 to 5.
Penggunaan Bahasa Emotif Dalam Webtoon Girl's World Karya Morangg Terhadap Ketertarikan Pembaca Anum, Sari; Kinanti, Kingkin Puput
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna bahasa emotif dalam Webtoon Girl's World karya Morangg. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena Girl's World yang dikenal mampu memberikan pengalaman membaca yang menenangkan (healing) dan membangun kedekatan emosional pada pembaca melalui bahasa yang digunakan. Bahasa emotif, sebagai aspek bahasa yang berfungsi untuk mengekspresikan atau membangkitkan perasaan, diduga menjadi kunci utama dari dampak psikologis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian berupa tuturan atau dialog para tokoh dalam Webtoon Girl's World. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkapkan secara rinci bagaimana Morangg memanfaatkan diksi, ungkapan, dan gaya bahasa yang mengandung nilai rasa untuk membangun suasana empati, menggambarkan konflik batin, dan pada akhirnya, menciptakan rasa nyaman bagi pembaca. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian bahasa emotif, khususnya dalam konteks sastra digital seperti Webtoon.
GAYA BAHASA MOTIVATOR INDONESIA UNTUK MEMOTIVASI ORANG LAIN (TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK) Kinanti, Kingkin Puput
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.926

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian mengenai gaya bahasa dari motivator Indonesia untuk memotivasi orang lain. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan beberapa hal, yaitu 1) gaya bahasa motivator berdasarkan pilihan katanya, gaya bahasa berdasarkan strukturnya, dan gaya bahasa kiasan. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dari sumber media sosial secara random. Data dianalisis menggunakan metode konseptual. Adapun teori yang digunakan adalah teori gaya bahasa yang ditinjau dari sisi sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa motivator Indonesia adalah berdasarkanpilihan gaya, motivator menggunakan gaya bahasa tak resmi dan percakapan. Berdasarkan struktur kalimatnya, gaya bahasa yang digunakan adalah klimaks, antitesis, repetisi, dan paralelisme. Gaya bahasa kiasan yang digunakan adalah metafora, ironi, dan simile. Untuk gaya bahasa simile, peneliti hanya menemukan sedikit penggunaannya.
Representasi Perempuan dan Pembaca dalam Kampanye Digital Kodrat Siapa? Pada Akun Instagram @Wmnations Melalui Analisis Wacana Kritis Sara Mills Maharani Aisah Ratu Wane; Endang Setyowati; Kingkin Puput Kinanti
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v9i1.3036

Abstract

Wacana tentang kodrat perempuan sering dipahami secara normatif untuk membenarkan standar ganda gender dalam kehidupan sosial. Perempuan yang memilih jalan hidup di luar norma dominan, seperti menunda pernikahan, mengejar karier, atau memilih untuk tidak memiliki anak, sering dianggap melawan "kodrat" mereka. Dalam konteks media digital, kampanye sosial menyediakan ruang untuk wacana tandingan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dan konstruksi posisi subjek-objek dan pembaca dalam kampanye digital “Kodrat Siapa?” ​​di akun Instagram @wmnations. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Analisis Wacana Kritis Sara Mills, teks verbal dalam unggahan kampanye diperiksa untuk mengungkap relasi kekuasaan dan ideologi gender. Temuan menunjukkan bahwa @wmnations memposisikan dirinya sebagai subjek wacana yang secara aktif menantang interpretasi normatif tentang kodrat perempuan. Perempuan direpresentasikan sebagai agen dengan otonomi atas pilihan hidup mereka, sementara standar ganda gender dikonstruksi sebagai objek kritik. Pembaca diposisikan sebagai subjek reflektif melalui pertanyaan retoris dan data empiris. Studi ini menegaskan bahwa kampanye digital dapat berfungsi sebagai praktik diskursif yang mendorong kesadaran kritis terhadap kesetaraan gender di media sosial Indonesia.