Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Respati

RESPON PENGGUNA MIKROTIK ROUTEROS DENGAN PENDEKATAN TAM DI KULON PROGO Fatkhurohman, Ari; Kusrini, Kusrini; Sudarmawan, Sudarmawan
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 12, No 34 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.127 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v12i34.103

Abstract

Abstrak – Mikrotik RouterOS (ROS) Merupakan Sistem Operasi berbasis Linux yang didesain khusus untuk fungsi-fungsi manajemen jaringan (www.mikrotik.com, 2016). Selain itu, Mikrotik RouterOS diperuntukkan sebagai network router dan didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Mikrotik RouterOS sebagai software untuk memanajemen jaringan saat ini semakin populer digunakan oleh Administrator jaringan maupun Guru-guru Produktif SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan karena dianggap lebih praktis dan banyak fitur-fitur serta tool-tool yang bisa digunakan, meskipun sebenarnya ada beberapa kelemahan dan sedikit kesulitan dalam mengkonfigurasinya. Akan tetapi ternyata hal ini sepertinya belum sikapi sepenuhnya oleh guru-guru produktif jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, padahal peranan guru menjadi ujung tombak dalam membekali ilmu dan kemampuan peserta didiknya. Bagaimana mungkin siswa-siswanya bisa terampil dan mahir sedangkan guru-gurunya belum menguasai sepenuhnya ilmu yang akan diajarkan. Kekhawatiran peneliti bukan tanpa alasan, karena pada kegiatan-kegiatan diklat dan ujian sertifikasi dari Mikrotik, ternyata hasilnya yang bisa mencapai nilai diatas atau sama dengan nilai minimal yang disyaratkan masih tergolong sedikit jumlahnya. Penelitian ini membahas tentang analisis penerimaan pengguna Mikrotik RouterOS oleh Guru-guru SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di Kabupaten Kulon Progo.Penelitian ini menggunakan bagian dari Technology Acceptance Model (TAM). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian explorative research dengan teknik analisis data menggunakan Stuctural Equation Model (SEM) dengan teknik pemodelan Part Least Square (PLS). Data diperoleh dari 36 responden yang merupakan Guru-guru Produktif SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di Kulon Progo dengan menyebarkan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh signifikan terhadap Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATT) sangat dipengaruhi oleh Perceived Usefulness (PU), Peceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh terhadap Attitude Toward Using (ATT), Attitude Toward Using (ATT) berpengaruh terhadap penerimaan Mikrotik RouterOS (ACC). Akan tetapi untuk Perceived Usefulness (PU) tidak berpengaruh terhadap penerimaan Mikrotik RouterOS (ACC).Kata kunci: Mikrotik RouterOS, analisis penerimaan pengguna, Technology Acceptance Model (TAM), Part Least Square (PLS)
Pengembangan Plugin WordPress untuk Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Karyawan dengan Metode SAW (Studi Kasus: Kumon Pengasih) Sarji, Sarji; Kusrini, Kusrini; Arief, M Rudyanto
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.301 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v12i3.223

Abstract

INTISASIDengan Sumber Daya Manusia yang kompeten di bidangnya akan berdampak pada produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan menjadi berkualitas, sehingga dapat meningkatkan keunggulan bersaing bagi perusahaan. Untuk itu setiap perusahaan harus memiliki SDM yang mampu mewujudkan manajemen yang kompetitif dan berkualitas. Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas dimulai dari proses seleksi karyawan yang dilakukan secara profesional. Oleh karena itu, dalam perekrutan karyawan harus dianalisa dengan cermat dan teliti agar karyawan yang diterima bekerja sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan yang dapat digunakan untuk membantu proses seleksi karyawan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan perusahaan. Bagi perusahaan yang belum memiliki formulasi perhitungan dalam proses seleksi karyawan nantinya dapat menggunakan sistem ini. Sistem ini dikembangkan menjadi produk massal berupa Plugin WordPress yang dapat membantu pengguna WordPress yang belum memiliki sistem seleksi penerimaan karyawan yang terkomputerisasi.  Metode yang digunakan dalam sistem ini adalah Simple Additive Weighting. Pengguna dapat memasukan kriteria dan bobot sendiri sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sistem ini telah di implementasikan di Kumon Pengasih dan berdasarkan perbadingan antara perhitungan seleksi karyawan secara manual di Kumon Pengasih dengan perhitungan yang diproses oleh sistem menghasilkan rekomendasi yang sama.Kata kunci? SPK,Sistem Pendukung Keputusan, Seleksi Karyawan, Rekrutmen Karyawan,Plugin WordPress. ABSTRACTHuman Resources competent in the field will impact on products or services produced by the company to be qualified, so as to increase competitive advantage for the company. Every company must have human resources capable of realizing a competitive and quality management. To get qualified human resources starting from the process of employee selection conducted professionally. Therefore, in the recruitment of employees must be carefully and thoroughly analyzed for employees who received work in accordance with the required criteria. This study aims to develop Decision Support System that can be used to assist employee selection process in accordance with the criteria that have been determined based on the needs of the company. For companies that do not have a calculation formulation in the employee selection process will be able to use this system. This system is developed into a mass product of WordPress Plugin that can help WordPress users who do not have a computerized employee reception selection system. The method used in this system is Simple Additive Weighting. Users can enter their own criteria and weights according to company needs. This system has been implemented in Kumon Pengasih and based on the comparison between the calculation of manpower selection manually in Kumon Pengasih with calculations processed by the system produce the same recommendation.Kata kunci? DSS,Decision Support System,WordPress Plugin, Employee Recruitment.
PENGUKURAN TINGKAT KEMATANGAN TATA KELOLA TI DENGAN MENGGUNAKAN CONTROL OBJECTIVE PLAN AND ORGANIZE PADA FRAMEWROK COBIT STUDI KASUS SEKOLAH TINGGI XYZ Kharisma, Rizqi Sukma; Kusrini, Kusrini; Luthfi, Emha Taufiq
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 7, No 21 (2012)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.949 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v7i21.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan tata kelola TI di Sekolah Tinggi XYZ. Batasan variabel penelitian ini adalah pengukuran tingkat kematangan tata kelola TI di Sekolah Tinggi XYZ menggunakan framework COBIT pada domain Plan and Organize (PO). Terdapat dua bagaian di Sekolah Tinggi XYZ yang menjadi obyek penelitian yaitu Innovation Center dan Bagian Administrasi Akademik. Dengan melakukan penelitian ini akan diperoleh kondisi existing tingkat kematangan tata kelola TI di Sekolah Tinggi XYZ yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi tata kelola TI ke depan. Dari penelitian ini didapatkan hasil berupa tingkat kematangan exsisting Sekolah Tinggi XYZ sebgai berikut : PO1 tingkat kematangan 3, PO3 tingkat kematangan 3, PO 7 tingkat kematangan 3 dan PO9 tingkat kematangan 2.Kata Kunci : Tata Kelola TI, Cobit, PO
Sistem Rekomendasi Pemilihan Kamera Dslr / Mirroless Menggunakan Metode Naïve Bayes Wicaksono, Kurniawan; Kusrini, Kusrini; Kurniawan, Mei P
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v16i1.387

Abstract

INTISARIPerkembangan informasi ditengah masyarakat tidak hanya sekedar lisan atau tulisan saja. Bentuk visual mendukung suatu informasi yang disampaikan. Begitu pula dengan fotografi yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain atau hanya sebagai suatu penunjuk ekspresi diri fotografernya. Dilansir oleh situs blog blibli.com (2019) bahwa tren fotografi selalu meningkat setiap tahunnya dari yang dahulu hanya untuk foto pada album saja hingga saat ini dijadikan momen untuk diupload di social media, hal ini menyebabkan permintaan kamera semakin meningkat. Pada tren ini semua manu-sia membutuhkan alat elektronik seperti kamera dan tidak memandang usia, kalangan dan profesi, akan tetapi banyak juga sebagian dari mereka yang belum mengetahui ukuran bentuk dan hasil dari kamera yang mereka gunakan saat ini. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem rekomendasi yang dapat membantu pembeli kamera dalam memilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan.. Untuk menjalankan proses rekomendasi sistem membutuhkan metode dalam melakukan perhitungan untuk menghasilkan sebuah rekomendasi kamera. Naïve bayes merupakan sebuah metode yang dapat digunakan untuk perhitungan rekomendasi, proses naïve bayes bekerja dengan penilaian probabilitas dari data terdahulu. Hasil Akhir pada penelitian ini adalah  nilai tingkat performa akurasi tertinggi dengan nilai 87,92% yang didapat pada subset 4 dengan jumlah data 400, performa presisi tertinggi 87,36% yang didapat pada subset 4 dengan jumlah data 400, dan waktu training tercepat dengan nilai 3,7 detik yang didapat pada subset 1 dengan jumlah data 100.Kata kunci— Rekomendasi, Kamera, DSLR, Mirrorless, Naive Bayes. ABSTRACTThe development of information in the community is not just verbal or written. Visual form that supports the information conveyed. Similarly, photography that conveys something to others or just by appointing a photographer's self-reference. Reported by the blog site blibli.com (2019) that the photography trend is always increasing every year from those issued only for photos on the album to date taken when uploaded on social media, this causes camera buying to increase. In this trend all people need electronic devices such as cameras and do not pay attention to age, circles and professions, but also have many of them who do not yet know the size and results of the cameras they use today. Therefore we need a system that will help the camera buyer in choosing the camera that suits the needs to be used. To start the evaluation process the system needs a method of doing calculations to produce a supporting camera. Naïve Bayes is a method that can be used for valuation, the naïve Bayes process works by calculating probabilities from initial data. The final results in this study are the highest value of performance appraisal with a value of 87.92% obtained in subset 4 with the amount of data 400, the highest precision performance 87.36% obtained in subset 4 with the amount of data 400, and the fastest training time with a value of 3.7 seconds are obtained in subset 1 with a total of 100 data.Kata kunci—  : Recommendation, Camera, DSLR, Mirrorless, Naive Bayes. 
Evaluasi Tata Kelola TI Berdasarkan Perspektif Internal Balance Scorecard dan Framework Cobit 4.1 (Studi Kasus: Institut Teknologi Budi Utomo Jakarta Timur) Destyanto, Febrian; Kusrini, Kusrini; Henderi, Henderi
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v15i2.346

Abstract

INTISARITata kelola sistem informasi menentukan tingkat pencapaian dari tujuan bisnis perusahaan. Semakin baik tata kelola sistem informasi berdampak pada keberhasilan mengelola proses dan tujuan bisnis dalam aspek akuntabilitas, resposibilitas dan transparansi. Model COBIT 4.1 digunakan untuk dapat mengukur tingkat keberhasilan suatu tata kelola sistem informasi sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kematangan tata kelola sistem informasi dari institut teknologi budi utomo dengan menggunakan perspektif internal dengan focus peningkatan dan pemeliharaan fungsionalitas proses bisnis pada model Balanced Scorecard sebagai alat untuk memetakan rencana strategis perusahaan, lalu dilakukan pengukuran tingkat kematangan menggunakan sub domain terpilih pada COBIT 4.1. Dari pemetaan Balanced Scorecard dan COBIT4.1 diperoleh sub domain PO2, PO3, AI2, AI4, dan AI7 yang digunakan untuk mengevaluasi tata kelola sistem informasi pada institut teknologi budi utomo berdasarkan model framework COBIT 4.1. Hasil pengukuran tingkat kematangan sub domain terpilih didapatkan hasil tingkat kematangan level 2 atau proses sudah dilakukan namun belum baku dan terdokumentasi secara terstruktur. Sedangkan tingkat kematangan yang diharapkan berada pada level 3 atau proses sudah terdefinisi baku dan terdokumentasi dengan struktur yang jelas dan baik. Hasil akhir dari penelitian berupa rekomendasi perbaikan untuk menuju tingkat kematangan yang diharapkan. Kata Kunci : Tingkat Kematangan, Balanced Scorecard (BSC), Perspektif Internal, COBIT 4.1, Tata Kelola Sistem Informasi ABSTRACTInformation system governance determines the level of achievement of the company's business goals. The better governance of information systems affects the success of managing business processes and objectives in aspects of accountability, resposibility and approval. The COBIT 4.1 model is used to measure the success of an information system governance in accordance with the company's business goals. This research was conducted to study the maturity level of information systems governance Institut Teknologi Budi Utomo using an internal perspective with a focus on improving and maintaining business process functionality in the Balanced Scorecard model as a tool to map out the company's strategic plan, then measuring the maturity level using sub domains obtained in COBIT 4.1. From the mapping of the Balanced Scorecard and COBIT4.1, PO2, PO3, AI2, AI4, and AI7 sub-domains are used to collect information systems governance at the utmost Budi technology institution based on the framework of the COBIT 4.1 model. The results of the measurement of the level of maturity of the sub domain are taken the level 2 maturity level results or the process has been carried out but not yet standardized and structured documented. While the expected level of maturity at level 3 or process is standard and documented with a clear and good structure. The final results of the study consisted of improvements to achieve the expected level of maturity. Keywords: Maturity Level, Balanced Scorecard (BSC), Internal Perspective, COBIT 4.1, Information System Governance
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Calon Peserta Lomba Siswa Berprestasi Hardita, Veny Cahya; Swardiana, I Wayan Pandu; Kusrini, Kusrini
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v14i1.276

Abstract

INTISARIKompetisi siswa berprestasi merupakan ajang setiap tahun untuk para siswa menengah kejuruan dalam unjuk kemampuan mereka dalam bidangnya. Banyaknya siswa dari berbagai jurusan yang mengikuti seleksi lomba kompetensi, sehingga dalam proses seleksi pelaksanaan menjadi kurang optimal dalam segi proses penilaian dan penentuan keputusan akhir. Sehingga diputuskan untuk menggunakan sistem pendukung keputusan pemilihan calon peserta lomba siswa berprestasi yang dapat digunakan untuk membantu sekolah dalam menentukan siswa mana yang layak untuk mengikuti kompetisi tersebut. Metode yang digunakan yaitu Simple Additive Weighting. Metode ini merupakan metode penjumlahan berbobot. Metode ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (x) ke suatu skala yang dapat dibandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Hasil penelitian yaitu berupa perangkingan siswa mana yang cocok sebagai calon peserta lomba. Dalam penelitian ini, siswa yang terpilih yaitu Siswa ketiga dengan nilai akhir perhitungan yaitu 13,5. Sistem yang dibangun pada penelitian ni telah sesuai dengan perhitungan manual sehingga sistem ini dikatakan telah berhasil diterapkan.Kata kunci— kompetisi siswa, Simple Additive Weighting, Sistem Pendukung Keputusan. ABSTRACTOutstanding student competition is an event every year for middle students in demonstrating their abilities in their fields. The number of students from various departments participated in the competency selection process, so that in the implementation selection process it was less than optimal in terms of the assessment process and final decision making. So it was decided to use a decision support system for the selection of outstanding student candidates who could be used to assist schools in determining which students were eligible for the competition. The method used is Simple Additive Weighting. This method is a weighted addition method. This method requires the process of normalizing the decision matrix (x) to a scale that can be compared with all available alternative ratings. The results of the study are in the form of ranking which students are suitable as potential participants. In this study, the selected students were the third student with the final value of the calculation, 13.5. The system built on this research is in accordance with manual calculations so that the system is said to have been successfully implemented.Keywords— student contestants, Simple Additive Weighting, Decision Support System.
AHP UNTUK PEMODELAN SPK PEMILIHANSEKOLAH TINGGI KOMPUTER Astuti, Yuli; Suyanto, M.; Kusrini, Kusrini
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 7, No 20 (2012)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v7i20.32

Abstract

dalam pengambilan keputusan untuk permasalahan semi terstruktur dengan tujuan sebagai alat bantu bagi para manajer untuk memperluas kapabilitas mereka dalam pengambilan keputusan dan bukan untuk menggantikan manajer. Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah sebuah pemilihan dari beberapa alternatif pilihan dengan  harapan akan menghasilkan  sebuah  keputusan yang terbaik. Sistem pendukung keputusan menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna(user interface) yang mudah, dan dapat menggabungkan pemikiran pengambil keputusan (turban, 2005).Salah satu metode sistem pendukung keputusan yaitu metodeAnalytical Hierarchy Process(AHP) yang merupakan salah satu metode untuk melakukan pengambilan keputusan secara ilmiah dan rasional untuk memberikan solusi  terhadap masalah kriteria yang kompleks dalam berbagai alternatif. Keywords:spk, user interface, AHP, kriteria
RANCANG BANGUN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS INTERAKTIF BERBASIS MULTIMEDIA Romodon, Dion; Kusrini, Kusrini; Fatah, Amir
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 8, No 23 (2013)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v8i23.66

Abstract

This research aims to design an English learning program based interactive multimedia learning resources and quality as an alternative media that can be used to increase student motivation and understanding shown by national test scores of English.The try-out subjects  in this study are 71 students as respondent. There are  two experts, consisting of  matter experts and media expert. Beside that there are 10 students for the test user. The data was collected using a questionnaire and English test (pre-test and post-test). Evaluation of the program in terms of aspects, and aspects of learning media.Criticisms  and suggestions are used to improve the program.The results showed that the development of multimedia learning has been using the principles of development which include: analytics, product development, validation, revision, testing and preparation of the final product. Multimedia quality in terms of material aspects including the excellent category with 89.59% votes. Quality of multimedia instructional media experts including the excellent category with 94.47% votes. Test English with through pre-test and post-test which was built through the program show an increase in mastery learning. 89.33% for manual assessment and students 85.84%. Increased scores indicate that the learning programs improve student learning outcomes for national test preparation.Key word: design model,Interactive,multimedia,learning English,Adobe Flash