Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penerapan Model BATUAH untuk Meningkatkan Berpikir Kritis, Kedisiplinan Diri, dan Kerja Sama Siswa Sekolah Dasar Maulida Aryanti; Fathul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1038

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama siswa pada pembelajaran matematika menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model BATUAH dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 10 siswa kelas III SDN Belitung Selatan 9 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model BATUAH, yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Teams Games Tournament (TGT), mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dari 30% menjadi 90%, kedisiplinan diri dari 40% menjadi 90%, dan kerja sama dari 50% menjadi 90%. Dengan demikian, model BATUAH efektif diterapkan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat menjadi referensi bagi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih aktif dan kolaboratif, sekaligus mendukung sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui pengembangan keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama siswa.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, Dan Kolaborasi Pendidikan Pancasila Menggunakan Model LENTERA Kelas IV SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin Misnawati Misnawati; Fathul Jannah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.895

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi disebabkan karena kesulitan siswa dalam mengenali dan memahami realitas yang diberikan guru, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, partisipasi siswa belum merata saat diskusi dan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi melalui penerapan model LENTERA yang mengintegrasikan Problem Based Learning , Think Talk Write , dan Numbered Heads Together . Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan pada murid kelas IV SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin sebanyak 28 murid. Data penelitian meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari teknik pengukuran tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kriteria ”sangat baik”, aktivitas murid meningkat dari 39% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 29% menjadi 92%, keterampilan komunikasi meningkat dari 36% menjadi 100%, dan keterampilan kolaborasi meningkat dari 29% menjadi 100%. Hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik juga mengalami peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, model LENTERA efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 dan hasil belajar murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Meningkatkan Keterampilan Berhitung, Komunikasi, dan Kerja Sama Menggunakan Model PASTI Di Sekolah Dasar Sulistri Mawaddah; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1844

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berhitung, komunikasi, dan kerja sama murid pada muatan matematika di kelas III karena pembelajaran masih bersifat satu arah serta kurangnya penerapan model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan berhitung, komunikasi, dan kerja sama murid melalui model PASTI yang merupakan kombinasi model Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Course Review Horay. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan subjek penelitian sebanyak 15 murid kelas III SDN Alalak Utara 2 Banjarmasin pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berhitung meningkat dari 33% menjadi 87%, komunikasi dari 27% menjadi 87%, dan kerja sama dari 40% menjadi 93%. Dengan demikian, model PASTI terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berhitung, komunikasi, dan kerja sama murid kelas III SDN Alalak Utara 2 Banjarmasin secara optimal.
Meningkatkan Keterampilan Menyimak, Membaca Pemahaman, dan Kerja Sama Melalui Model PROTEIN di Sekolah Dasar Saliyah Saliyah; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1915

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya keterampilan menyimak, membaca pemahaman, dan kerja sama murid kelas IV pada pembelajaran Bahasa Indonesia, yang disebabkan oleh belum optimalnya model pembelajaran yang inovatif, kerja kelompok yang belum melibatkan seluruh murid secara aktif, serta pembelajaran yang belum mampu memicu fokus murid. Solusi yang ditawarkan adalah model PROTEIN, yaitu kombinasi Problem Based Learning (PBL), Think Talk Write (TTW), dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 25 murid kelas IV SDN Alalak Selatan 2 Banjarmasin pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsisten pada setiap pertemuan aktivitas guru meningkat dari 75% menjadi 100%, aktivitas murid dari 48% menjadi 88%, keterampilan menyimak dari 40% menjadi 92%, membaca pemahaman dari 48% menjadi 92%, kerja sama dari 52% menjadi 100%, dan hasil belajar kognitif dari 44% menjadi 92%. Hasil belajar murid pada ranah afektif dan psikomotor juga mengalami peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, penerapan model PROTEIN dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak, membaca pemahaman, kerja sama, dan hasil belajar murid pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Representasi Matematis, dan Kerja Sama Menggunakan Model Pembelajaran PROSES di Sekolah Dasar Amira Puput Rahmadani; Fathul Jannah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1012

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran PROSES yang merupakan kombinasi dari model pembelajaran Problem Based Learing. Snowball Throwing, dan Numbered Heads Together dalam meningkatkan aktivitas guru dan murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan representasi matematis, dan keterampilan kerja sama murid. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang melibatkan 19 murid kelas IV SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin selama empat pertemuan. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Penerapan model PROSES menunjukkan peningkatan yang konsisten pada seluruh indikator yang diteliti. Aktivitas murid meningkat dari 32% menjadi 95%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 32% menjadi 90%, keterampilan representasi matematis meningkat dari 37% menjadi 90%, dan kerja sama meningkat dari 26% menjadi 95% pada akhir tindakan. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik murid. Temuan penelitian mengindikasikan model pembelajaran PROSES mampu menciptakan pembelajaran yang mendorong berpikir kritis murid, mengembangkan ide-ide matematis, dan bekerja sama dalam kelompok secara optimal, khususnya pada muatan Matematika.
Model PROJEXA dalam Mengembangkan Aspek Kognitif Mengenal Bentuk Geometri pada Anak Usia Dini Nahdiati Nahdiati; Fathul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1040

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurang bervariasinya model dan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru, aktivitas anak, serta peningkatan perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model PROJEXA yang mengintegrasikan Project Based Learning dan Example Non Example berbantuan media kertas origami dalam pembelajaran pengenalan bentuk geometri pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan pada 15 anak Kelompok B1 TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis kecenderungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 69% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan keempat dengan kriteria sangat baik. Aktivitas anak meningkat dari 33% menjadi 87% dengan kriteria sangat aktif. Perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri meningkat dari 53% menjadi 93% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PROJEXA (Project Based Learning dan Example Non Example) berbantuan media kertas origami efektif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, serta perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa model PROJEXA dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini, khususnya dalam mengenal bentuk geometri.
Model BERSAMA dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman, Penalaran, dan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar Agnia Amalia; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1955

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya keterampilan membaca pemahaman, penalaran, dan pemecahan masalah murid kelas IV pada pembelajaran Bahasa Indonesia yang ditunjukkan pada murid mengalami kesulitan mengerjakan soal yang membutuhkan penjelasan. Memahami teks, menemukan ide pokok, dan menentukan kalimat utama. Solusi yang ditawarkan adalah model BERSAMA, yaitu kombinasi Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Make a Match. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 22 murid kelas IV SDN Antasan Kecil Timur 1 Banjarmasin pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, dandianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsisten pada setiap pertemuan aktivitas guru meningkat dari 68% menjadi 85%, aktivitas murid dari 45% menjadi 85%, keterampilan membaca pemahaman dari 40% menjadi 90%, penalaran dari 55% menjadi 85%, pemecahan masalah dari 40% menjadi 90%, dan hasil belajar dari 25% menjadi 80%. Dengan demikian, Model BERSAMA dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, penalaran, dan pemecahan masalah murid pada pembelajaran bahasa indonesia sekolah dasar.