Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kerja Sama Melalui Model BERSATU di Sekolah Dasar Muhammad Arasit; Fathul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar murid pada pembelajaran IPAS melalui penerapan model BERSATU yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Jigsaw, dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 19 murid kelas V SDN Telaga Biru 7 Banjarmasin pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian dilaksanakan dalam tiga pertemuan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model BERSATU mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Aktivitas murid meningkat dari 47% menjadi 95%, keterampilan berpikir kritis dari 53% menjadi 89%, keterampilan komunikasi dari 37% menjadi 95%, dan keterampilan kerja sama dari 63% menjadi 100%. Hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor juga mengalami peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, model BERSATU efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 dan hasil belajar murid pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Meningkatkan Aktivitas Dan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Muatan IPAS Dengan Model Panting Siswa Kelas V SDN Danda Jaya 2 Riska Aulia Utami; Akhmad Riandy Agusta; Fathul Jannah; Ari Hidayat
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i2.1530

Abstract

Students critical thinking activities and skills are still relatively low. For this reason, an effort was made to overcome this problem by using the PANTING model which is a combination of the Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, and Mind Mapping learning models. This research aims to improve the learning process by increasing activity, critical thinking skills, and student learning outcomes through a PANTING learning model. The research implemented Classroom Action Research (PTK) which was carried out in 4 meetings. The data collected is qualitative data obtained from observing student activities, teacher activities, and critical thinking skills as well as quantitative data obtained from student learning outcomes. The results of this research show that there has been an increase in teacher activity, student activity, critical thinking skills, and learning outcomes at each meeting. Until finally at the fourth meeting all aspects had achieved the specified success criteria. This improvement makes the learning process even better. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the PANTING model can increase students' activities, critical thinking skills and student learning outcomes.
Inovasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Mengandung Trichoderma sp. untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman Cabai Rawit Hiyung di Desa Sungai Hanyar Maimunah Maimunah; Miladiarsi Miladiarsi; Fathul Jannah; Muhammad Zaki; Evi Yulianti; Ainor Rahimah; Maulina Fatimah; Siti Raihanah; Maulana Ikhsan; Siti Nuraini; Nur Ainin Sofiya; Muhammad Akbar Apriliadi; Natasya Amalia Putri; Muhammad Fauzan A'isy; Iis Mutmainah
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1795

Abstract

Hiyung chili is a horticultural commodity with high economic value, but its productivity still fluctuates due to cultivation constraints and dependence on synthetic chemical fertilizers. This activity aims to increase farmer capacity and plant growth of Hiyung chili through the application of liquid organic fertilizer (LOF) based on banana peel waste enriched with Trichoderma sp. The activity was carried out in Sungai Hanyar Village using a Participatory Action Research (PAR) approach through socialization, training, practice, and field mentoring. Evaluation was carried out using pre-test and post-test methods to measure changes in knowledge, attitudes, and skills of participants. The results showed an increase in farmer capacity from 50% to 84.67% after the activity. Improvements occurred in the understanding of LOF, acceptance of organic fertilizer technology, and technical skills in its manufacture. The application of LOF also showed better plant growth compared to the control. The use of banana peel waste as LOF has the potential to be an environmentally friendly and sustainable fertilizer alternative.
Nilai Kearifan Lokal Kebudayaan Tanggui Bagi Masyarakat Banjar Aldy Ferdiyansyah; Fathul Jannah; Novi Pertiwi Fitrie Ramadhani; Ni'matul Aufa; Muhammad Risky Awali
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v10i1.2429

Abstract

Tanggui merupakan penutup kepala tradisional khas dari masyarakat Banjar yang dibuat dari anyaman pucuk nipah dan diwariskan secara turun-temurun. Tanggui tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Banjar. Meski memiliki nilai kearifan lokal yang kaya, keberadaan tanggui menghadapi tantangan modernisasi, seperti menurunnya minat generasi muda dalam meneruskan tradisi ini, inovasi pelindung kepala yang lebih praktis dan modern, serta berkurangnya regenerasi pengrajin, yang mengancam kelestariannya dan mempengaruhi relevansinya di masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya tanggui menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggui mencerminkan berbagai nilai kearifan lokal masyarakat Banjar. Terlihat pada nilai gotong royong pada proses pembuatannya yang melibatkan kerja sama dan kolaborasi antar masyarakat. Selain itu, tanggui juga memiliki nilai seni yang tercermin dari desainnya yang unik dan estetika, menunjukkan kreativitas dan keindahan budaya lokal. Dari sisi lingkungan, tanggui mengandung nilai sosio-ekologi melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Tanggui juga memiliki nilai ekonomi sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat lokal. Melalui penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat menjadi sarana dalam berbagi pengetahuan tentang nilai kearifan lokal dalam budaya tanggui guna mengetahui bagaimana praktik-praktik budaya tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga dapat memastikan bahwa budaya ini tetap hidup dan berkembang, serta menjadi bagian integral dari identitas dan kebanggaan masyarakat Banjar.
Implementasi Model MENARA Dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah, Kerja Sama, dan Komunikasi Hikmah Hayati; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kerja sama, dan keterampilan komunikasi melalui penerapan model MENARA pada murid kelas IV SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 9 orang murid kelas IV SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah murid meningkat hingga mencapai kriteria sangat terampil sebesar 88,89%, keterampilan kerja sama mencapai 88,89% dengan kriteria sangat terampil, dan keterampilan komunikasi mencapai 88,89% dengan kriteria sangat terampil. Dengan demikian, penerapan model MENARA terbukti dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi pada murid kelas IV sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi dan Kerjasama Siswa Muatan IPAS Kelas V Menggunakan Model Pembelajaran Bungas Berbasis Culturally Responsive Teaching di SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin Wina Norjannah; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1857

Abstract

Pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka diarahkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama sebagai kompetensi abad ke-21. Namun, hasil observasi di kelas V SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin menunjukkan bahwa aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan hasil belajar masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 16 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skor, persentase, dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat hingga mencapai kategori sangat baik, sedangkan aktivitas siswa meningkat menjadi 81% pada pertemuan ketiga. Penerapan model BUNGAS berbasis CRT juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama siswa yang ditunjukkan oleh meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, berdiskusi, bekerja sama, dan menyusun kesimpulan. Peningkatan kualitas proses pembelajaran berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa pada ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Temuan ini menunjukkan bahwa model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, kolaboratif, dan bermakna sehingga efektif meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
PRINCIPAL'S LEADERSHIP IN BUILDING CHILD-FRIENDLY SCHOOLS BASED ON ORGANIZATIONAL CULTURE IN ELEMENTARY SCHOOLS Fathul Jannah; Ahmad Suriansyah
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 4 (2026): In Press Vol 13 no.4
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i4.9615

Abstract

Purpose - This study aims to analyze the leadership of school principals in building Child-Friendly Schools (CFS) based on organizational culture in elementary schools.Methodology - The study employed a qualitative approach using a case study design at SDN Sungai Miai 10 and SDN Sungai Miai 11 in Banjarmasin. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving principals, teachers, students, and educational staff. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, while data validity was ensured through triangulation of techniques, sources, and time.Findings - The findings revealed that principals acted as agents of organizational culture transformation through strengthening humanistic communication, teacher development, learning supervision, positive discipline, and the habituation of child-oriented school culture. The implementation of a child-friendly organizational culture was reflected in the development of dialogic communication, increased student participation, reduced verbal violence, and more open social relationships between teachers and students. However, the implementation had not yet been fully optimal due to the influence of old cultural patterns, differences in teachers’ understanding, and limitations in strengthening the school institutional system.Contribution - This study concludes that the success of CFS transformation, based on organizational culture, is strongly influenced by the effectiveness of principals’ leadership in continuously internalizing child-friendly values within school culture.
Meningkatkan Aktivitas, Motivasi, dan Hasil Belajar Muatan Matematika Dengan Model Peta di Sekolah Dasar Nur Nabiilah; Fathul Jannah
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v2i4.2157

Abstract

The problems found in this study are the low activity, motivation, and learning outcomes of students in mathematics content. This is because learning is one way, learning is less meaningful, and learning is less interesting. The application of the PETA model to mathematical content is a strategy used to overcome this problem. This study aims to describe the activities of educators, analyze the increase in student activity, motivation and student learning outcomes. This study used classroom action research which was carried out during three meetings. The research subjects were 30 students in class V at SDN Telaga Biru 6 Banjarmasin. The type of data taken is qualitative data obtained from observing the activities of educators, students, and motivational questionnaires. Quantitative data were obtained through group and individual written tests. The indicator of success to be achieved is ≥80% of all students. Based on the results of research that has been carried out using the MAP model, it is able to increase student activity, motivation, and learning outcomes.
Implementasi Model BERANI dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Komunikasi Murid Sekolah Dasar Reyan Mulana Maulana; Fathul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1000

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketiga keterampilan tersebut melalui penerapan Model BERANI yang mengintegrasikan Problem Based Learning, Discovery Learning, dan Role Playing. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan dengan subjek 23 murid kelas IV SDN Kelayan Timur 3 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model BERANI meningkatkan aktivitas guru dari 78% menjadi 94% dan aktivitas murid dari 43% menjadi 83%. Selain itu, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 48% menjadi 83%, kolaborasi dari 43% menjadi 87%, dan komunikasi dari 35% menjadi 83%, sehingga seluruh indikator keberhasilan penelitian tercapai. Dengan demikian, Model BERANI efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid sekolah dasar.
Implementasi Model BAHTERA dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kerja Sama dan Karakter Tanggung Jawab Murid Sekolah Dasar Siti Rahmah; Fathul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1037

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, dan karakter tanggung jawab murid pada pembelajaran IPAS menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan murid secara aktif dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model BAHTERA dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, dan karakter tanggung jawab murid sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan, dengan melibatkan 21 murid kelas V SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin sebagai subjek penelitian. Setiap pertemuan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model BAHTERA yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Teams Games Tournament (TGT) mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari 48% menjadi 81%, keterampilan kerja sama dari 38% menjadi 86%, dan karakter tanggung jawab dari 48% menjadi 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi ketiga model tersebut dapat dijadikan referensi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid, sekaligus membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk menguji penerapan model ini pada muatan pelajaran, jenjang, atau variabel keterampilan yang berbeda guna memperluas kontribusinya terhadap pengembangan kualitas pembelajaran di sekolah dasar