Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemberdayaan Guru Sd untuk Merancang Projek Edukasi Lingkungan Berkelanjutan sebagai Langkah Nyata Menuju SDGs di Indragiri Hulu Mahmud Alpusari; M. Nur Mustafa; Eva Astuti Mulyani; Guslinda Guslinda; Muhammad Fendrik; Mitha Dwi Anggriani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.612-620

Abstract

This community service activity was carried out at Gugus 3 Public Elementary School, Pasir Penyu District, Indragiri Hulu Regency, with the aim of empowering elementary school teachers in designing sustainable environmental education projects based on local potential. Teachers in this area still face limitations in learning resources, understanding of environmental issues, and teaching media that are contextual to students' lives. This program is designed to increase teachers' capacity in developing and implementing environmental education pocketbooks as relevant thematic learning media and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). The implementation of this community service activity is carried out through four main stages: planning, implementation, training, and evaluation. Each stage is interconnected and makes a significant contribution to program achievements. The training combines theory, discussion, and direct practice so that teachers are able to integrate environmental issues into learning. Evaluation results show that the program received a very positive response from participants with an average satisfaction score of 91.08%. Teachers reported an increase in understanding of sustainability principles, skills in designing teaching media, confidence in developing pocketbooks, and motivation to involve students in environmental projects. Although there are still challenges in the form of limited resources, this activity has proven effective in strengthening the role of teachers as agents of change in forming an environmentally aware generation and encouraging the realization of sustainable development in the region.
RESPON DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER DALAM LINGKUNGAN BELAJAR DI SD NEGERI 42 PEKANBARU Nova Rahmadinny; Neni Hermita; Eva Astuti Mulyani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4431

Abstract

Penulian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon dan interaksi siswa slow learner dalam lingkungan belajar di Sekolah Dasar Negeri 42 pekanbaru, apakah sikap siswa slow learner di dalam lingkungan belajarnya baik dan apakah respon dan interaksi sosial yang berupa komunikasi siswa slow learner baik dengan teman dan guru di dalam kelas.. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa slow learner. Teknik pengumpulan data dengan langkah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini memiliki instrumen berupa pedoman wawancara, dan pedoman observasi. Analisis data meliputi langkah reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa slow learner AB siswa laki-laki dan MA siswi perempuan yang mengalami keterlambatan membaca dan kesulitan dalam memahami pembelajaran dengan cepat, akan tetapi siswa slow learner mampu merespon dan berinteraksi sosial dengan cukup baik bersama guru dan temannya. Dapat disimpulkan siswa slow learner dalam pembelajaran memiliki keterlambatan/ kesulitan, siswa slow learner melakukan segala aktivitas sendiri, tidak adanya rasa ingin bersaing dengan temannya saat pembelajaran. Dalam berinteraksi sosial di lingkungan belajar, siswa slow learner dapat dukungan adanya penerimaan dari temannya dan upaya guru dalam menyampaikan pesan dengan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami. Sehingga dapat menghasilkan interaksi yang baik dan positif dalam adanya tanya jawab atau respon siswa slow learner. Dari penelitian ini, dalam pembelajaran guru menggunakan teknik pembelajaran diferensiatif dan peneliti dapat merekomendasikan untuk guru dalam menangani siswa slow learner, guru juga dapat melakukan pengajaran dengan strategi berbasis proyek dan berbasis masalah, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, memberikan motivasi kepada siswa slow learner dan secara konsisten memberikan pengulangan materi belajar agar dapat menjadi dorongan kepadanya dan dorongan positif agar siswa tumbuh menjadi siswa aktif yang dapat merespon dan berinterkasi sosial dengan baik dan penuh percaya diri lagi dalam proses belajar maupun dilingkungan sekolah.
ANALISIS DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA FASE B DI SD NEGERI 005 GUNUNG MALELO KABUPATEN KAMPAR Popy Anggreini; M. Jaya Adi Putra; Eva Astuti Mulyani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia pada Fase B di SD Negeri 005 Gunung Malelo Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas III dan IV. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; gotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif telah terintegrasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kelas III menunjukkan tingkat keterlaksanaan yang lebih konsisten dibandingkan kelas IV, khususnya pada aspek disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemandirian belajar. Implementasi dimensi Profil Pelajar Pancasila tidak hanya tampak dalam aktivitas pembelajaran, tetapi juga dalam interaksi sosial siswa, penggunaan bahasa, kerja kelompok, serta sikap terhadap perbedaan. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berperan strategis sebagai wahana pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. Namun, masih diperlukan penguatan strategi pedagogis, keteladanan guru, dan pembiasaan yang berkelanjutan agar seluruh dimensi berkembang secara optimal dan merata.
HUBUNGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KOMPUTASI DENGAN LITERASI NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Yulia Hardiyanti Saputri; Zetra Hainul Putra; Eva Astuti Mulyani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15697

Abstract

Having computational thinking skills and numeracy literacy is a must in the era of technological development as it is today. However, there are still few studies that discuss the relationship between these two variables. The purpose of this study is to determine the form of relationship between Computational thinking skills and numeracy literacy of fifth grade students of SDIT Raudhaturrahmah. This study is a quantitative correlation study with a survey method by taking 49 respondents from all fifth grade students at SDIT Raudhaturrahmah the type of research used in this study, namely the test of computational thinking skills and numeracy literacy. in this study SDIT Raudhaturrahman Pekanbaru of 49 students who were sample objects had high computational thinking skills with an average percentage of 63.78% while literacy was in the medium category with a percentage of 57.55%. In this study From the results above, it shows that there is a significant relationship between the variables of Computational Thinking and Numeracy Literacy seen from the sign value which is <0.05. The results of this study are expected to provide an overview of computational thinking skills with numeracy literacy and are expected to be an additional reference for further researchCorrelation, computational thinking skills, numeracy literacy