Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AL KAUNIYAH

Tipe Sarang dan Sebaran Jenis Rayap (Isoptera) di Hutan Kota dan Perkebunan Sawit Wilayah Jambi Asni Johari; Anggun Rabiatul Adawia; Tia Wulandari
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i2.16689

Abstract

AbstrakJenis sarang dan distribusi rayap di habitat alami dapat ditentukan oleh faktor lingkungan, salah satunya vegetasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tipe sarang dan pola sebaran rayap di Hutan Kota dan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang disesuaikan dengan kondisi habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi hutan kota ditemukan 79 koloni rayap dari 9 jenis dengan 4 tipe sarang, yaitu tipe gundukan, pohon, kayu mati, dan serasah. Jenis rayap yang ditemukan di hutan kota, yaitu Pericapritermes mohri, Termes rostratus, Microtermes sp., Odontotermes oblongatus, Hospitalitermes hospitalis, Longipeditermes longipes, Nasutitermes longinasus, Bulbitermes constrictoides, Prohamitermes sp. Di lokasi kawasan perkebunan kelapa sawit ditemukan 37 koloni rayap dari 7 jenis dengan 3 tipe sarang, yaitu tipe gundukan, pohon, dan kayu mati. Pola sebaran jenis rayap yang ditemukan di hutan kota mengelompok, seragam, dan pola penyebaran acak. Pola sebaran rayap di lokasi perkebunan kelapa sawit, hanya ditemukan tipe menyebar acak. Tipe sarang dan pola sebaran rayap lebih banyak ditemukan di lokasi yang tidak ditanami kelapa sawit. Rayap yang hidup di hutan kota dan perkebunan sawit bervariasi jenis dan tipe sarangnya.AbstractTypes of nests and distribution of termites in natural habitats can be determined by environmental factors, including vegetation. The purpose of this study was to analyze the nest types and distribution patterns of termites in urban forests and oil palm plantations in Jambi Province. Data were collected using a purposive sampling method that was adapted to habitat conditions. The results showed that in the urban forest location, 79 termite colonies of 9 species were found with 4 types of nests, namely mounds, trees, dead wood and litter. The types of termites found in urban forests were Pericapritermes mohri, Termes rostratus, Microtermes sp., Odontotermes oblongatus, Hospitalitermes hospitalis, Longipeditermes longipes, Nasutitermes longinasus, Bulbitermes constrictoides, Prohamitermes sp. At the location of the oil palm plantation area, a total of 37 termite colonies of 7 species were found with 3 types of nests, namely mounds, trees, and dead wood. The distribution patterns of termites found in urban forests were clumped, uniform, and random. In oil palm plantation, the distribution pattern of termites found was only randomly distributed. Nest types and distribution patterns of termites were observed more common in locations with no oil plant plantation. To conclude, termites found in urban forest and oil palms plantation varied in species and nest type.
Kajian Morfologi dan Hubungan Panjang Dengan Berat Udang Mantis, Harpiosquilla raphidea (Fabricius, 1798) Nurul Oktaviani; Winda Dwi Kartika; Tia Wulandari; Fitriya Shalehati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i1.29651

Abstract

 AbstrakUdang mantis (Harpiosquilla raphidea) memiliki karakter morfologi yang berbeda dengan jenis udang lainnya. Selain itu H. raphidea dikenal sebagai hewan air yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, khususnya di kawasan mangrove Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Pemanfaatan H. raphidea secara ekonomis dianggap perlu diselaraskan dengan kajian morfologi, khususnya yang terkait dengan hubungan panjang dan berat untuk mendukung nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi dan pola pertumbuhan H. raphidea. Sampel dikoleksi dari perairan mangrove Pangkal Babu Desa Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat. Analisis morfologi menunjukkan bahwa H. raphidea memiliki ciri khas yaitu adanya maksiliped (lengan predator) bercakar tajam dan tidak terdapat perbedaan morfologi antara individu jantan dan betina. H. raphidea yang paling banyak dikoleksi berukuran 168–203mm. Pola pertumbuhan H. raphidea  adalah alometrik negatif yang artinya pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan beratnya baik untuk individu jantan maupun betina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan panjang dan berat H. raphidea dari Perairan Pangkal Babu Tanjung Jabung Barat menunjukkan pola pertumbuhan yang sejalan dengan H. raphidea dari kawasan perairan lainnya di Indonesia.AbstractMantis shrimp (Harpiosquilla raphidea) has morphological characteristics that are different from other types of shrimp. Apart from that, H. raphidea is known as an aquatic animal that has high economic value, especially in the West Tanjung Jabung mangrove area, Jambi Province. The economic use of H. raphidea is considered to need to be harmonized with morphological studies, especially those related to the relationship between length and weight to support selling value. This study aims to analyze the morphology and growth patterns of H. raphidea. Samples were collected from the mangrove waters of Pangkal Babu, Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat Village. Morphological analysis shows that H. raphidea has distinctive characteristics, namely the presence of maxilipeds (predatory arms) with sharp claws and there are no morphological differences between male and female individuals. The most commonly collected H. raphidea measures 168–203mm. The growth pattern of H. raphidea is negative allometric, which means that the increase in length is faster than the increase in weight for both male and female individuals. So it can be concluded that the relationship between length and weight of H. raphidea from the Pangkal Babu waters of West Tanjung Jabung shows a growth pattern that is in line with H. raphidea from other water areas in Indonesia.