Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Hasil Pencelupan Zat Warna Alam dari Kunyit (Curcuma domestica Val) pada Benang Tenun Okvisia, Yovika; Kusumastuti, Adhi; Himmah, Laila Nurul
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i1.37370

Abstract

Zat warna alam merupakan pewarna yang tidak beracun dan dapat diperbaharui. Pemilihan bahan berdasarkan ketersediaannya di alam dan mudah diperoleh seperti kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kunyit sebagai zat warna alam dan mengetahui kualitas hasil pencelupan.Variabel bebas meliputi mordan tawas, kapur dan tunjung. Variabel terikat meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur terhadap pencucian dan ketahanan luntur terhadap gosokan. Variabel kontrol meliputi ekstraksi dingin dengan konsentrasi 100 gram/liter, benang yang digunakan benang katun 80/2, proses mordanting dengan pre-mordanting selama 30 menit konsentrasi 50 gram/liter, frekuensi pencelupan pada zat warna 5 kali dengan lamanya pencelupan 30 menit. Teknik pengumpulan data dengan uji laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil uji laboratorium. Hasil analisis deskriptif menunjukkan hasil ketuaan warna paling gelap adalah tunjung dengan mean R% 0,87, hasil uji tahan luntur warna terhadap pencucian sabun menunjukkan kapur dan tunjung menghasilkan nilai 4 dan lebih baik dari pewarnaan dengan tawas. Pengujian tahan luntur warna terhadap penodaan kain putih menunjukkan hasil jelek dengan nilai 2. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan nilai 3,5 dengan kriteria cukup baik. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan basah, pada tawas dan kapur menunjukkan nilai 3, lebih baik daripada tunjung dengan nilai 2,5.
PENGGUNAAN ZAT PEWARNA ALAMI DARI BENALU POHON PETAI SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA BATIK Sani, Diyan Satwika; Kusumastuti, Adhi; Sagita, Amelia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.16721

Abstract

Abstract. The research done by experimental research method with independent variable (mordan alum, lime, and tunjung) and dependent variable (color aging, color fastness to washing and staining of white cloth). Data collection techniques are used observation method, documentation method, and laboratory test. The analysis is used to descriptiveanalysis on all laboratory test results. The most concentrated color aging test on mordan tunjung. Fade resistance test results against leaching and staining of white fabrics have the same result on every mordan with a value of 3 (enough) for mordan tunjung and a value of 3-4 (good enough) for mordan lime and alum. The conclusion of this research is the parasite petai tree can be used as batik natural dye, for the difference research of dyeing batik clote using parasite petai tree with mordan alum, lime and tunjung. Keywords: Batik, Parasite Petal Tree, Natural Dyes Abstrak. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian eksperimen dengan variabel bebas (mordan tawas, kapur dan tunjung) dan variabel terikat (ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian serta penodaan terhadap kain putih). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode dokumentasi dan uji laboratorium.Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif pada semua hasil uji laboratorium. Hasil uji ketuaan warna yang paling pekat pada mordan tunjung. Hasil pengujian ketahanan luntur terhadap pencucian dan penodaan terhadap kain putih memiliki hasil yang sama pada setiap mordan dengan nilai 3(cukup) untuk mordan tunjung dan nilai 3-4 (cukup baik) untuk mordan kapur tohor dan tawas. Simpulan penelitian ini adalah benalu pohon petai dapat digunakan sebagai pewana alami batik, terdapat perbedaan hasil pencelupan kain batik menggunakan benalu pohon petai dengan mordan tawas, kapur tohor dan tunjung. Kata Kunci: Batik, Benalu Pohon Petai, Pewarna Alam
PENGGUNAAN ZAT PEWARNA ALAMI DARI BENALU POHON PETAI SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA BATIK Sani, Diyan Satwika; Kusumastuti, Adhi; Sagita, Amelia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.16721

Abstract

Abstract. The research done by experimental research method with independent variable (mordan alum, lime, and tunjung) and dependent variable (color aging, color fastness to washing and staining of white cloth). Data collection techniques are used observation method, documentation method, and laboratory test. The analysis is used to descriptiveanalysis on all laboratory test results. The most concentrated color aging test on mordan tunjung. Fade resistance test results against leaching and staining of white fabrics have the same result on every mordan with a value of 3 (enough) for mordan tunjung and a value of 3-4 (good enough) for mordan lime and alum. The conclusion of this research is the parasite petai tree can be used as batik natural dye, for the difference research of dyeing batik clote using parasite petai tree with mordan alum, lime and tunjung. Keywords: Batik, Parasite Petal Tree, Natural Dyes Abstrak. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian eksperimen dengan variabel bebas (mordan tawas, kapur dan tunjung) dan variabel terikat (ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian serta penodaan terhadap kain putih). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode dokumentasi dan uji laboratorium.Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif pada semua hasil uji laboratorium. Hasil uji ketuaan warna yang paling pekat pada mordan tunjung. Hasil pengujian ketahanan luntur terhadap pencucian dan penodaan terhadap kain putih memiliki hasil yang sama pada setiap mordan dengan nilai 3(cukup) untuk mordan tunjung dan nilai 3-4 (cukup baik) untuk mordan kapur tohor dan tawas. Simpulan penelitian ini adalah benalu pohon petai dapat digunakan sebagai pewana alami batik, terdapat perbedaan hasil pencelupan kain batik menggunakan benalu pohon petai dengan mordan tawas, kapur tohor dan tunjung. Kata Kunci: Batik, Benalu Pohon Petai, Pewarna Alam
PEMBUATAN BUBUK WARNA EKSTRAK DAUN PETAI CINA (LAUCAENA LEUCOCEPHALA) SEBAGAI PEWARNA ALAMI KAIN K, Elga Hayu; Kusumastuti, Adhi; Putri, Alda Talia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i1.32784

Abstract

Abstract. Natural ingredients used as fabric dyes is expected to reduce environmental pollution due to the use of synthetic dyes. Chinese petai leaves contain flavonoids which produce a yellowish green color. This study was conducted to determine and analyze the color quality natural dyes of Chinese petai leaves on primissima mori fabric. This study used descriptive qualitative data methods. The use of water and NaOH-water was used in this study as a variation of solvent. Dyeing was done by soaking the fabric in 15 minutes to 30 minutes, then drying and repeating until 15 times. The dyeing result was tested in term of color difference and type. Based on the research, it can be concluded that Chinese petai leaves extract with NaOH – water solvents achreved value of 85.69% while extract with water solvent achieved value of 72.63%. Keywords: Chinese petai leaves, natural dyes, water, water–NaOH, color Abstract. Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna kain, diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan warna sintetis. Daun petai cina mengandung pigmen warna flavonoid yang menghasilkan warna hijau kekuningan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas ketuaan warna dari zat warna alam daun petai cina pada kain mori primissima. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Penggunaan pelarut air dan NaOH–air digunakan dalam penelitian ini sebagai variasi pelarut. Pewarnaan dilakukan dengan cara merendam kain dalam waktu 15 menit, kemudian dijemur dan diulangi hingga frekuensi pencelupan 15 kali. Hasil pencelupan diuji nilai beda warna dan ketuaan warna yang dihasilkan. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis data bahwa larutan warna daun petai cina dengan pelarut NaOH–air memiliki nilai ketuaan 85.69%, lebih tinggi dibandingkan pelarut air yang memiliki nilai 72.63%. Kata Kunci : Daun Petai Cina, Zat Warna Alami, air, air–NaOH, Ketuaan Warna
Kualitas Hasil Pencelupan Zat Warna Alam dari Kunyit (Curcuma domestica Val) pada Benang Tenun Okvisia, Yovika; Kusumastuti, Adhi; Himmah, Laila Nurul
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i1.37370

Abstract

Zat warna alam merupakan pewarna yang tidak beracun dan dapat diperbaharui. Pemilihan bahan berdasarkan ketersediaannya di alam dan mudah diperoleh seperti kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kunyit sebagai zat warna alam dan mengetahui kualitas hasil pencelupan.Variabel bebas meliputi mordan tawas, kapur dan tunjung. Variabel terikat meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur terhadap pencucian dan ketahanan luntur terhadap gosokan. Variabel kontrol meliputi ekstraksi dingin dengan konsentrasi 100 gram/liter, benang yang digunakan benang katun 80/2, proses mordanting dengan pre-mordanting selama 30 menit konsentrasi 50 gram/liter, frekuensi pencelupan pada zat warna 5 kali dengan lamanya pencelupan 30 menit. Teknik pengumpulan data dengan uji laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil uji laboratorium. Hasil analisis deskriptif menunjukkan hasil ketuaan warna paling gelap adalah tunjung dengan mean R% 0,87, hasil uji tahan luntur warna terhadap pencucian sabun menunjukkan kapur dan tunjung menghasilkan nilai 4 dan lebih baik dari pewarnaan dengan tawas. Pengujian tahan luntur warna terhadap penodaan kain putih menunjukkan hasil jelek dengan nilai 2. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan nilai 3,5 dengan kriteria cukup baik. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan basah, pada tawas dan kapur menunjukkan nilai 3, lebih baik daripada tunjung dengan nilai 2,5.
PEMBERDAYAAN PERAJIN JAMU TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA WONOLOPO KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Rosidah, Rosidah; Kusumastuti, Adhi; Widodo, Rahmat Doni
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i1.15089

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ini bertujuan untuk memberdayakan perajin jamu tradisional yang berlokasi di Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang ditetapkan sebagai Desa Wisata dan Kampung Tematik Jamu oleh pemerintah Kota Semarang. Secara garis besar pelaksanaan KKN-PPM ini melalaui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Jumlah mahasiswa peserta  KKNPPM dipilih sebanyak 30 orang, berasal dari berbagai program studi yang sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan di lapangan. Demikian pula dosen pembimbing lapangan (DPL) dipilih dari dosen yang sesuai dengan bidang keahlian yang relevan. Waktu pelaksanaan KKN-PPM di lapangan selama tiga bulan, yang dalam teknis pelaksanaannya berkoordinasi dengan Pusat Pengembangan KKN LP2M unnes. Kegiatan KKN-PPM ini diterjunkan dua tahap. Tahap pertama sebanyak 15 mahasiswa telah diterjunkan mulai 3 Agustus  dan sampai tanggal 20 September  2017, dan tahap kedua telah diterjunkan pada tanggal 21 Oktober 2017. Beberapa luaran atau kegiatan  yang telah dilaksanakan adalah: 1) Peningkatan aspek produksi, dengan memberikan bantuan mesin penggiling empon-empon, 2) Pengembangan desain kemasan (ada 9 jenis jamu) sehingga lebih menarik, 3) Peningkatan higienitas dan kesehatan, dengan mendatangkan nara sumber dari Dinas Kesehatan sekaligus untuk mendapatkan PIRT, 4) Perluasan pemasaran produk dengan memperkenalkan ke berbagai kalangan masyarakat, 5) Pendaftaran merek jamu “Sumber Husodo” ke Ditjen KI Kemenkumhan RI, 6) Pembuatan buku Buku Tamu dan Profil Perajin Jamu di Wonolopo, 7) Permintaan lahan kepada Pemkot Semarang  seluas 3.000 m2 untuk wisata edukasi kampong jamu Wonolopo, 8) Melakukan inisiasi kerjasama dan  studi banding ke  industri jamu modern PT. Sido Muncul di Bergas, yang dilaksanakan pada 28 September 2017.
The Development of E-Module with Blog Based in Basic Drawing of Software Engineering at Geomatics Competency Mufid, Abdul; Supraptono, Eko; Kusumastuti, Adhi
Journal of Vocational and Career Education Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v6i2.36025

Abstract

In Indonesia vocational high school (SMK) becomes one of the education levels that need to be developed. State vocational high school 1 Blora is a formal education that has many major competencies, one of them is geomatics engineering. Geomatics engineering is a major that carries out a series of learning activities covering various engineering subjects. In this field, the Basic Drawing of Software becomes crucial since it supports related subjects. E-module becomes one of the important requirements in the competency approach. These research aims are 1) developing the Autocad e-module; 2) Analyzing the worthiness e-module in Autocad; 3) Analyzing the practicality of the Autocad e-module to improve students’ competency in Basic Drawing of Software for Geomatics students. The current research applied Research and Development (RD) while feasibility and practicality validation analysis used intra-class correlation coefficients in SPSS v.25. The result of the study showed that an e-module with a blog based on the basic drawing was exclaimed very worthy based on material expert judgment with a 85,45 score. It is in line with the media expert who got a 86,43 score. The simplicity of the e-module was examined by geomatics engineering teachers and it achieved a 88,08 score. It can be concluded that this research is very worthy, simple, and very effective to improve geomatics students’ skills in Basic Drawing of Software.
PENGUJIAN KUALITAS MALAM DINGIN DALAM PEMBUATAN BATIK LUKIS WATI, HENI FERA; kusumastuti, adhi
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i1.17015

Abstract

Penelitian dilakukan dengan metode penelitian eksperimen dengan variabel bebas (malam dingin dengan dengan konsentrasi 25g/75ml, 25g/100ml, 25g/125ml), variabel terikat (kualitas malam dingin terhadap out line dan daya resap warna) dan variabbel kontrol (konsentrasi pemakaian tepung dan air untuk setiap sample malam dingin, waktu yang digunakan pengeringan selama 1 jam, waktu pembangkitan warna adalah 30 menit, perbandingan hasil pada konsentrasi dan sampel yang berbeda.). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, observasi partisipatif, dan metode dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis anava two way atau analisis varians dua jalur. Hasil uji kualitas malam dingin dalam pembuatan batik lukis dengan konsentrasi malam dingin/tepung ketan 25g/75ml termasuk dalam kategori sangat tidak baik, konsentrasi malam dingin/tepung ketan 25g/100ml termasuk dalam kategori tidak baik dan konsentrasi malam dingin/tepung ketan 25g/125ml termasuk dalam kategoris sangat baik. Simpulan penelitian ini adalah konsentrasi malam dingin dan tepung ketan 25g/125ml memiliki kualitas malam dingin terbaik.
PELATIHAN MERANGKAI KOMPONEN ELEKTRONIK ROBOBOAT GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BAGI REMAJA DI DESA SEKAR GADING - GUNUNG PATI Rizqi Fitri Naryanto; Rahmat Doni widodo; Samsudin Anis; Masugino; Adhi Kusumastuti
Abdi Teknoyasa Volume 2, No.1, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.794 KB) | DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v2i1.244

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, adalah: (1) Memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan merangkai komponen elektronik roboboat; (2) Menyiapkan pemuda peserta pelatihan agar dapat membuka lapangan kerja baru (berwirausaha) di bidang pembuatan dan merangkai komponen elektronik kapal roboboat.Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pelatihan pemula dan evaluasi. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Hasil pada kegiatan ini adalah: (1) Pelatihan terhadap remaja dengan memberikan secara teori dan praktik tentang merangkai komponen elektronik roboboat dapat membuahkan hasil adanya pingkatan kemampuan merangkai komponen elektronik roboboat pada remaja Sekar-Gading tersebut; (2) Pelatihan merangkai komponen elektronik roboboat pada remaja mampu menumbuhkan keinginan untuk membuka lapangan kerja baru (berwirausaha) di bidang pembuatan dan merangkai komponen elektronik kapal roboboat. Peningkatan keterampilan diketahui langsung dari pengamatan langsung pada proses praktik dan evaluasi pre-test dan post-test.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PENGALAMAN DAN MINAT BERBISNIS MAHASISWA Rachmawati, Rina; Wahyuningsih, Sri Endah; Kusumastuti, Adhi; Kriswanto, Hendra Dedi
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 8 (2024)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i8.192

Abstract

Kurikulum pendidikan mungkin kurang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Hal ini dapat menyebabkan lulusan tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang memadai dalam menghadapi tantangan teknologi dan inovasi di tempat kerja. Tujuan penulisan berupa solusi untuk mempersiapkan wirausahawan berbasis teknologi yang paham tentang teknis, dan mencakup aspek bisnis lainnya, antara lain: pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan bisnis, memahami pemasaran. Model pembelajaran pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman adalah model pembelajaran yang tidak hanya memberikan wawasan pengetahuan konsep-konsep saja. Keunggulan dari model pembelajaran pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman adalahmeningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbagai hal, antara lain: perencanaan usaha, pemecahan masalah, komunikasi, menumbuhkan tanggungjawab dan memberikan pengalaman yang nyata yang akan membangun keterampilan melalui penugasan nyata tentang wirausaha. Minat berbisnis mahasiswa berupa ketertarikan untuk meningkatkan kemampuan dalam berbisnis dalam usahanya mengatur, mengelola, mengawasi dan melakukan pengendalian pada bisnis. Evaluasi efektivitas model pembelajaran pada mata kuliah technopreneurship mengakomodasi dan memberikan proses umpan balik serta evaluasi antara hasil penerapan berupa model pembelajaran pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman dalam upaya untuk meningkatkan minat berbisnis mahasiswa.