Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penggunaan Bioinsektisida dari Ekstrak Daun Tephrosia Vogelii untuk Mengatasi Hama Wereng di Desa Tanggaran, Trenggalek Ocktaviani, Yovi; Trimayanto, Sigit; Putri, Sovranita Ramadhani Setiawan; Kusumawati, Nita
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.245 KB)

Abstract

Petani di desa Tanggaran sering dirugikan karena tanaman padi diserang hama wereng. Penggunaan pestisida sintetik seperti kabofuran telah banyak memberikan dampak negatif terhadap manusia, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun Tephrosia vogelii dengan pelarut etil asetat sebagai bionsektisida yang ramah lingkungan dalam mengatasi hama wereng (N. lugens) pada tanaman padi. Pada penelitian ini, pengujian dilakukan dengan metode residu pada bibit padi berumur kurang lebih 2 minggu atau 14 hari. Pengujian dilakukan pada 4 macam konsentrasi larutan berbeda yaitu 0 mg/L (sebagai kontrol), 10 mg/L, 100 mg/L, dan 1000 mg/L. Pengujian dilakukan dengan 2 kali pengulangan (duplo). Parameter yang diamati adalah mortalitas hama wereng (N. lugens). Hasil pengujian menunjukkan rata-rata mortalitas hama wereng dari konsentrasi ekstrak paling kecil berturut-turut adalah 6.6667%, 28.5714%, 46.4286%, dan 93,3333%. Analisis diolah menggunakan perhitungan LC50 (analisis probit) dengan metode persamaan garis linier pada aplikasi Microsoft Office Exel. Berdasarkan perhitungan, nilai LC50 diperoleh sebesar 1,8148 mg/L. Artinya nilai LC50 ekstrak daun T. vogelii berada pada tingkat toksisitas sangat toksik.
EDUKASI OLAHAN SUSU SAPI MENJADI KEJU GUNA PENINGKATAN GIZI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK PADA PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI SINGAPURA Dewi Saputri, Ratih; Herdyastuti, Nuniek; Sutoyo, Suyatno; Edi Cahyaningrum, Sari; Kusumawati, Nita; Nurrohman Sidiq, Muhammad; Fatma Listiandari, Intan; Rudi Setiawan, Ahmad; Hasanah Jusman, Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2231-2237

Abstract

Susu sapi merupakan sumber pangan yang memiliki sumber gizi lengkap, namun daya simpan yang singkat karena tidak adanya bahan penguat membuatnya pekat terhadap bau amis dan mengakibatkan mual. Keju rendah lemak sebagai inovasi dalam penguatan ketahanan pangan susu. Keju merupakan produk hasil fermentasi dengan susu sebagai bahan dasar yang memiliki beraneka macam tekstur, rasa, dan bentuk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan dalam mengolah susu sapi menjadi produk keju rendah lemak terhadap Pekerja Migran Indonesia untuk meningkatkan taraf wirausaha dengan nilai jual yang tinggi. Kegiatan mencakup pemaparan materi pelatihan, pendampingan praktek, dan diakhiri dengan refleksi serta pemberian angket. Dengan pelatihan ini pengetahuan dan keterampilan PMI meningkat, baik yang jarang bahkan belum pernah mengikuti pelatihan serupa dan memiliki keinginan kuat untuk merintis usaha.
PEMANFAATAN KALIUM FERRAT DALAM PENGOLAHANLIMBAH PEWARNA BLUE DIRECT 2B Nita Kusumawati, Rida Nurhayati dan
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.532 KB) | DOI: 10.21831/ino.v16i1.3246

Abstract

An investigation on synthesis of potassium ferrate and its applicationin degradation of Blue direct 2B. The purpose of this research is to studydegradation influence of optimal pH and optimal Molar ratio from kaliumferrat for degradation blue direct 2B. The investigation were performed withsynthesis and characterization of potassium ferrat before it was reacted withblue direct 2B.The result a kuantity of reaction was followed by UV-Visspectrophotometry. pH for research is 9 – 10 and molar ratio of kaliumferrat : blue direct 2B is 1 : 1 – 5 : 1.From the research, the stability of kalium ferrat for degradation bluedirect 2B in the optimal pH 9,6 and the optimal molar ratio ferrat : bluedirect 2B in 1 : 1 – 5 : 1 the result of degradation is 96,32% after 30minutes. It kown if the wavelength shift from 610 nm to 298,80 nm, so thecolour of solvent change from blue-green to yellow transparent (until notcoloured). It conclused if the wavelength or the colour change is showchange of compound structure it consequenced of degradation withpotassium ferrat.
PENDAMPINGAN MANAGEMEN USAHA PUPUK CAIR PADA PETERNAK SAPI PERAH DUSUN BRAU BATU Hayati, Nur; Kusumawati, Nita; Setiarso, Pirim; Monica, Maria; Sanjaya, I Gusti Made; Samik, Samik
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6053

Abstract

Kota Batu merupakan bagian dari Provinsi JawaTimur. Dusun Brau terletak di Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada ketinggian 1000 mdpl, suhu rata-rata harian 18-25 °C dengan bentang wilayah berupa perbukitan dengan kontur tanah yang subur. Ketersediaan pakan hijauan yang memadai sebagian besar warga Dusun Brau Desa Gunungsari menyandarkan penghasilan untuk kebutuhan hidupnya dengan membudidayakan sapi perah. Hasil utama budidaya sapi perah adalah produk susunya, dengan salah satu hasil samping berupa limbah peternakan yaitu kotoran sapi. Pada tahun 2023, tim PKM telah melatihkan kepada warga usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi kotoran sapi dengan menjadikannya pupuk cair. Selama satu tahun ke belakang, hasil pembuatan pupuk cair digunakan oleh warga untuk sawah atau kebun mereka. Dengan mempertimbangkan kemampuan warga yang masih kurang dalam menghasilkan produk yang siap jual, tim PKM telah menyusun skala prioritas yang harus segera diupayakan penyelesaiannya melalui program PKM Kebijakan Fakultas MIPA Tahun 2024 ini, yaitu: 1) banyaknya pupuk cair yang mampu dihasilkan oleh warga; 2) pupuk cair masih dimanfaatkan secara pribadi; dan 3) rendahnya pengetahuan mitra mengenai managemen usaha pupuk cair. Solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan introduksi pengemasan dan labelling produk pupuk cair. Kata Kunci: Brau; limbah peternakan; dan pengemasan produk