Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Retractive Thinking Characteristics of Mathematics Education Students in Solving Differential Equation Problems: Evidence from a Qualitative Case Study Ardiana Ardiana; Hasriani Ishak; Ida Kurnia Waliyanti
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1266

Abstract

Purpose: This study aims to identify and describe the characteristics of students’ retractive thinking in solving differential equation problems. The research focuses on how students recognize errors, evaluate solution procedures, and revise their mathematical reasoning during the problem-solving process. Methods: This qualitative study employed a case study design involving eight mathematics education students who had completed a Differential Equations course. Participants were selected through purposive sampling. Data were collected using think-aloud protocols, semi-structured interviews, and documentation of students’ written work. Data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation and member checking to ensure credibility. Findings: The findings reveal three main characteristics of retractive thinking. First, students demonstrate error recognition, shown by their ability to identify inconsistencies in their solution steps during or after problem solving. Second, students exhibit procedural re-examination, where they return to earlier steps to verify formulas and computational processes. Third, students apply solution revision strategies, ranging from correcting algebraic errors to restructuring entire solution procedures. However, retractive thinking is not consistently supported by conceptual understanding, as many revisions remain procedural rather than conceptual. This indicates a gap between procedural fluency and conceptual awareness in differential equation problem solving. Research Implications: The findings suggest the importance of integrating metacognitive strategies in teaching differential equations, particularly activities that promote self-monitoring, error analysis, and reflective revision. These strategies can strengthen students’ retractive thinking abilities. However, this study is limited by its small sample size and case study design, which restrict generalization. The findings are therefore context-bound and intended to provide analytical insight rather than statistical generalization. Originality: This study contributes to the literature by specifically identifying and describing retractive thinking characteristics in the context of differential equation problem solving, offering a process-oriented perspective beyond procedural error analysis
Eksplorasi Kontruksi Rumah Adat Fala Soa Togolobe dalam Perspektif Etnomatematika Farmila Naipon; Mawia Tamrin Bakar; Ida Kurnia Waliyanti
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi dan makna simbolik pada rumah adat Fala Soa Togolobe dalam perspektif etnomatematika pada aspek Geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Pada metode wawancara narasumber dalam penelitian ini adalah 3 orang informan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Data hasil penelitian menunjukan bahwa dari konstruksi bangunan rumah adat, terdapat bagian-bagian yang berkaitan dengan konsep matematika yang di sebut sebagai etnomatematika yaitu, bentuk rumah adat, tangga rumah adat, atap rumah adat, fandasi rumah adat ventilasi rumah adat dan ornamen-ornamen lainnya. Makna simbolik yang terdapat pada rumah adat Fala Soa Togolobe di Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate berdasarkan pola yang sering ditemukan pada rumah adat Fala Soa Togolobe adalah bentuk persegi yang memiliki makna hubungan manusia dengan alam yaitu api, air, udara dan tanah. Bentuk belah ketupat menyiratkan tentang hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam dan sesama manusia. Angka yang dominan pada bangunan rumah adat Fala Soa Togolobe adalah angka 4. Seperti pada jumlah tiang pada teras yaitu angka 4 karena angka 4 tidak ada awal dan akhirnya sehingga dianggap sebagai rezeki yang terus ada dan tidak pernah berakhir pada atap rumah adat Fala Soa Togolobe bersusun yang berasal dari makna cosmos epic budaya. 
Penguatan Literasi Matematika Berbasis Permainan Tradisional Cenge-Cenge Ida Kurnia Waliyanti; Ahmad Afandi; Nurma Angkotasan; Hasriani Ishak; Soleman Saidi; Ardiana Ardiana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3712

Abstract

Matematika masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan oleh sebagian besar anak, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan motivasi belajar. Kondisi ini menjadi semakin kompleks pada anak-anak putus sekolah, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran formal, sehingga kemampuan literasi, khususnya literasi matematika, cenderung rendah. Rendahnya literasi matematika berimplikasi pada kesulitan anak dalam memahami dan memecahkan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penguatan literasi melalui pemanfaatan permainan tradisional, salah satunya permainan Cenge-cenge. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok anak-anak putus sekolah binaan organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Ternate yang tergabung dalam Wahana Edukasi Masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan motivasi belajar anak terhadap matematika serta mengembangkan kemampuan literasi matematika melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan. Metode yang digunakan meliputi kegiatan pendampingan, eksplorasi konsep matematika sederhana, serta pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dalam permainan Cenge-cenge. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, partisipasi aktif anak, serta pemahaman konsep matematika dasar, sehingga anak mulai menyadari bahwa matematika memiliki manfaat nyata dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.