Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Artefak

KESENIAN KUDA LUMPING DI DESA BANJARANYAR KECAMATAN BANJARSARI KABUPATEN CIAMIS Kuswandi, Kuswandi; Maulana, Saepul
Jurnal Artefak Vol 2, No 1 (2014): Maret (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.71 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i1.1056

Abstract

Hasi lpenelitian ini secara garis besar dapat disimpulkan bahwa Kesenian Kuda Lumping di Desa Banjaranyar telah lahir dan berkembang sejak tahun 2005, namun di dalam perjalanannya kesenian kuda lumping sempat berhenti sementara atau vakum padatahun 2008 dan diaktifkan kembali padatahun 2012 dengan mayoritas pemain yang berusia muda. Di dalam perkembangannya kesenian kuda lumping di Desa Banjaranyar bisa dikatakan maju walaupun pernah mengalami kevakuman, ini terbukti dengan eksisnya kesenian kuda lumping melakukan pementasan di acara-acara hajatan baik di daerah maupun di luar daerah. Upaya pelestarian kesenian kuda lumping di Desa Banjaranyar dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, seniman, serta aparat pemerintah di Desa Banjaranyar yang selalu berpartisipasi dan memberi dukungan di dalam perkembangan kesenian kuda lumping agar tetap eksis di kalangan masyarakat.Kata Kunci: Kuda Lumping dan Kesenian LokalABSTRACTThe guideline of the result could be concluded that the act of Kuda Lumping at Banjaranyar had been started and developed since 2005, but in the trip of that art ever stopped for a while or vacuum at 2008, and it had been started again at 2012 with the mayority of the actor was young people. In the process of developing kuda lumping art could be said that it had a progress altought it ever stopped, it had been proven by the existantial of kuda lumping art to show the performance in any kluds of events or ceremony at the region or in other region. The effort of preserving the kuda lumping art at Banjaranyar was done by all of part of society, artist, and the government at Banjaranyar which always participate and give their support on the developing of kuda lumping art in ought’to be always exist in society.Kata Kunci: Kuda Lumping and Local Arts
Co-Authors Agus Suheri Aisy, Mu’ammar Nur Aji Mulyana Akhmal, Akhwanul Alfin Al Khoiri Ali Altway Amanda, Shakilla Nadya Annas Wiguno, Annas Arifiyanto, Nono Dwi Aswat, Amarilla Baehaqi BUSTANUL ARIFIN Chifni, Mohammad Dedi Mulyadi Diah Ayu Sanggarwati Donny Oktavian Syah Dwi Antoro Suryo Widodo Fajriah, Nurul Fatimah Malini Lubis Finsa Nurpandi Fitriana Nasution Fitrianty, Rifda Garnita, Camiliya Fakhriyah Gustian Gustian HARIYANTO HARIYANTO Hayat, Raynor Hayati, PK Dewi Haykal, Muhammad Husin Hermawati, Elok Hidayat, Cecep Taupik Irza, Lydia Nur Jatiningrum, Citra Dwi Kevin, Alfin Kirana Utami, Tanti Lamatokan, Sisca Lazuardi , Sofyan Lutviani, Metya Madianwati, Shifa Salsabilla Maesarah, Aolia Margono Margono Marta, Nini Maulana, Saepul Mega Andini, Mega Miftahul Jannah MUHAMMAD SAID Muhyin, Muhyin Nasichin, Mohammad Nasril, Nasril Nofiarli, Nofiarli Noor, Asmirin Nur, Himan Nurmariam, Yuli Permatasari, Ira Pratama, Arizka Wahyu Purwati, Heni Kartika Indah Rahmadhan, Widiarto Rizal, Desca Mochamad Saddam, Muhammad Saifuddin Saifuddin Saifullah Saifullah Sakur Jaelani, Muammad Sasmyta Oliyani Sirait, Edison P Sobali, Utep SRI RAHAYU Subagiyo Subagiyo Sudirman Sudirman Sunyoto Sunyoto Suryanto, Salsa Octaviani Susianto Susianto Susilawati, Eli Sutoyo Sutoyo Tarmuji, Muhammad Anton Taufiq Hanafi , Azizan M TEDDY SETIADY Trisnawan, Naufal Nafis Triyana, Putri Tsani, Musmuliadi Ufia, Silfi Urmila, Rafiatul Usnawati , Ulya Winarti, Euis Yansyach, Aldi Yudiansyah, Fakhrian Yulia Irawati, Yulia