Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Biologi

Eksplorasi Fusarium Spp yang Berasosiasi Dengan Aquillaria Spp di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara N, Nurbaya; Kuswinanti, Tutik; B, Baharuddin; Rosmana, Ade; Millang, Syamsuddin
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium spp adalah salah satu isolat cendawan yang berasosiasi dengan tanaman Aquillaria spp untuk menghasilkan gaharu sebagai hasil hutan bukan kayu. Penelitian ini mengambil sampel dari batang Aquillaria spp yang menunjukkan gejala pembentukan gaharu yang tumbuh secara alami pada ketinggian yang berbeda, mulai dari ketinggian 0-2000 mdpl, yang ada pada empat Kecamatan yaitu: Kecamatan Nunukan Selatan (0-100 mdpl), Lumbis (100-500 mdpl), Krayan Induk (1000-1500 mdpl), Krayan Selatan (1000-2000 mdpl) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai isolat-isolat Fusarium pembentuk gaharu dari batang Aquillaria spp. Isolat Fusarium diperoleh dengan mengamati pertumbuhan morfologi cendawan pada media PDA. Hasil yang diperoleh diidentifikasi secara molekuler menggunakan jenis primer LSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada batang Aquillaria spp yang tumbuh pada ketinggian 0-100 mdpl terinfeksi oleh F. solani, ketinggian 100-500 mdpl terinfeksi oleh Fusarium sp, F. fujikuroi dan F. oxysporum, ketinggian 1000-1500 mdpl terinfeksi oleh F. solani, sedangkan Aquillaria spp yang tumbuh pada ketinggian 1000-2000 mdpl terinfeksi oleh F. solani, F. oxysporum dan F. ambrosiumKata Kunci: Aquillaria spp, cendawan, eksplorasi, Fusarium.
Isolasi Cendawan Rhisozfer Penghasil Hormone Indol Acetic Acid (IAA) Pada Padi Aromatik Tanatoraja A, Abri; Kuswinanti, Tutik; Lisan Sengin, Enny; Sjahrir, Rinaldi
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas jenis padi akan berpengaruh pada selera makan. Jenis padi yang menghasilkan nasi pulen dan aromanya wangi merupakan keunggulan jenis padi aromatik. Namun sulit dijumpai dan harganya mahal. Sulawesi Selatan, khususnya daerah Tanah Toraja merupakan daerah pengembangan padi aromatik yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Budidaya yang diterapkan masih bersifat tradisional dan berbasis kearifan lokal yaitu tanpa penggunaan pupuk, pestisida dan obat kimia lainnya, sehingga diharapkan terdapat keragaman biodiversitas mikroorganisme yang tinggi di dalam tanah terutama cendawan rhizosfer yang menghasilkan hormon Indol Acetic Acid (IAA). Rhizosfer tanaman padi aromatik diambil sebanyak 10 gram disuspensikan dalam 100 ml aquades steril. Pemurnian dilakukan dengan memindahkan satu koloni jamur pada medium PDA steril yang baru. Pengukuran produksi IAA dilakukan dengan mengkulturkan 1 lup penuh isolat cendawan rhizosfer pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dengan penambahan LTriptofan dan selama 48 jam pada ruang gelap dengan suhu ruang. IAA dengan kertas saring kemudian disentrifius 3000 rpm selama 30 menit, tambahkan 2 tetes asam orthofosfat, lalu tambahkan lagi dengan 4 ml reagen Salkowski (50 ml, 35% asam sulfat, 1 ml 0,5 mol larutan FeCl3), simpan ruang gelap selama 24 jam, perubahan warna larutan menjadi pink berarti isolat cendawan telah memproduksi IAA. Pengukuran absorbansi serapan IAA nya dengan menggunakan spektrometer (spectronic 20) pada panjang gelombang 530 nm. Hasil isolasi cendawan rhizosfer padi aromatik jenis Pare kaloko menghasilkan 19 isolat dan Pare Bau 15 isolat. Rata-rata produksi Indole Acetic Acid (IAA) sebesar 0,556-2.190 mg/L dihasilkan oleh isolat pare Kaloko, sedangkan rata rata produksi IAA yang dihasilkan oleh isolat pare Bau sebesar 0,048 – 1,8101,435 mg/LKata Kunci: IAA, isolat cendawan, padi aromatik, rhisozfer
Potensi Jamur Pelapuk Dalam Mendekomposisi Limbah Kulit Kakao Rahim, Iradhatullah; Kuswinanti, Tutik; Asrul, Laode; Rasyid, Burhanuddin
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditas penting di Indonesia adalah kakao. Namun hanya isi biji yang dikelola secara komersial. Padahal limbah kulit kakao yang mencapai 95% dari total biomassa merupakan sumber bahan organik yang potensial. Namun, kulit kakao yang terdiri dari senyawa lignin, selulosa, dan hemiselulosa sangat sulit terdekomposisi. Jamur pelapuk merupakan salah satu jenis mikroba yang dapat mendegredasi senyawasenyawa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur pelapuk untuk mendekomposisi limbah kulit kakao. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur pelapuk dari pertanaman kakao. Jamur pelapuk kemudian diinokulasi pada limbah kulit kakao. Dilakukan pengamatan penurunan bobot kakao dan uji lignoselulotik. Hasil penelitian menunjukkan isolasi jamur pelapuk menghasil isolat BSA, BPB, BPC, BPE1, BPE2, BSF, BPG, dan JT. Penurunan bobot limbah kakao tertinggi pada pemberian isolat BPB. Kadar selulosa terendah pada pemberian isolat BSA, sedangkan kadar hemiselulosa dan lignin terendah, masing-masing pada pemberian isolat BPE2 dan BPB.Kata Kunci: jamur pelapuk, lignoselulotik, kulit kakao
Co-Authors . Rahmawati A. Irma Suryani A. Masniawati Abri A, Abri Ade Putri Rezkiani R Ade Rosmana Ade Rosmana Ade Rosmana Afriyanda, Afriyanda Ahyar Ahmad Akib, Muhammad Akhsan AMIN NUR Andayani, Nining Andi Ilham Latunra Andi Nasruddin Andi Nuddin Anshori, Muhammad Fuad Arfa Astuti Arif Ayu Eka, Nur Fadhillah Azurah, Nur Baharuddin Baharuddin Baharuddin Patandjengi Brugman, Eirene Brugman, Irene Burhanuddin Rasyid, Burhanuddin Busthanul, Nurabaya Darmawan, Andi Alfian Dewi, Tirta Kumala Efendy, Roy Eka Wisdawati Enny Lisan Sengin, Enny Entis Sutisna Fadhli, Nur Farid, Muh Fitri Harfiani Gassing, Satriani Gilang Kurrata Hikmahwati Hikmahwati Hishar Mirsam Iradhatullah Rahim Junaid, Muhammad Kahar Mustari Kahar Mustari Kaimuddin Kaimuddin, Kaimuddin Laode Asrul, Laode Mario, M Bayu Melina Melina Melina Mita Yusri Muh. Akhsan Akib, Muh. Akhsan Muhammad Azrai, Muhammad Musrizal Muin Mustika Tuwo Mustika Tuwo, Mustika Novianti, Fira Nur Azizah Salimah Nur Hardina Nur Rosida Nurbaya ., Nurbaya Nurbaya N, Nurbaya Nurhidayaha, Andi Nurmujahidin Nurmujahidin, Nurmujahidin Nurul Fauziah Nurul Mukhlisah, Nurul Priyanto, Slamet Bambang Putri, Nur Annisa Rahma Rahma Rahma, Rahma Ramdani Ramdani Retno Prayudyaningsih Rinaldi Sjahrir, Rinaldi Sahlan, Fadyah Khamila Salengke, Salengke Sarjiya Antonius Soraya Udin Saputri Sri Sukmawati Suriani Suriani Syamsuddin Millang, Syamsuddin Syatrawati Syatrianti A. Syaiful Syatrianty Andi Syaiful THAMRIN, SULAEHA Willy Bayuardi Suwarno YUNUS MUSA Z, Bunyamin Z. Kumalawati