Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Jenis Abortus Di Rumah Sakit Umum Daerah Waibakul Kabupaten Sumba Tengah Leki Nguju, Desi Rambu; Prasetyo, Budi; Anis, Wahyul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21256

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan reproduksi seperti Kabupaten Sumba Tengah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul mencatat 68 kasus abortus pada tahun 2023, namun informasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan jenis abortus masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan jenis abortus pada ibu hamil yang dirawat di RSUD Waibakul. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 ibu hamil yang mengalami abortus dan dipilih dengan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari rekam medis. Variabel bebas meliputi usia ibu, paritas, dan jarak kehamilan, sedangkan variabel terikat adalah jenis abortus. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu (p = 0,014) dan jarak kehamilan (p = 0,004) dengan jenis abortus. Sementara itu, paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis abortus (p = 0,479). Secara deskriptif, abortus inkomplit merupakan jenis abortus yang paling banyak ditemukan (61,8%), diikuti abortus iminens (38,2%). Penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu dan jarak kehamilan berhubungan secara signifikan dengan jenis abortus. Namun, karena menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini tidak dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat. Diperlukan penguatan upaya deteksi dini, pemantauan kehamilan berisiko, serta strategi promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan reproduksi dan skrining prakonsepsi untuk menurunkan kejadian abortus dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, khususnya target 3.1 dan 3.7.
The Relationship between Mothers’ Education Level, Knowledge Level, and Family Support, as well as the Role of Health Cadres, with the Motivation Level of Mothers of Toddlers to Visit the Posyandu in Takerharjo Village Tri Yeni Fahmawati; Dwiyanti Puspitasari; Wahyul Anis
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 4 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i4.546

Abstract

Introduction: The posyandu plays a strategic role in improving maternal and child health, and its success depends on the active participation of mothers of toddlers in routine visits. However, posyandu visit rates in Takerharjo Village remain suboptimal and fluctuate over time, influenced by factors such as mothers’ education level, knowledge about posyandu, family support, and the role of health cadres.   Objective: To analyze the relationship between mothers’ education level, knowledge level, and family support, as well as the role of health cadres, with the motivation level of mothers of toddlers to visit the posyandu in Takerharjo Village. Method: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The research sample consisted of 81 respondents who met the inclusion criteria, selected using a cluster random sampling technique. The research instruments were questionnaires measuring education level, knowledge level, family support, the role of health cadres, and the motivation level of mothers of toddlers to visit the posyandu. The data were analyzed using the Chi-square test. Result and Discussion: Mothers’ knowledge level and family support showed a significant relationship with the motivation level of mothers of toddlers to visit the posyandu in Takerharjo Village. Mothers with good knowledge levels and high family support tended to have higher motivation to attend posyandu visits. Meanwhile, mothers’ education level and the role of health cadres did not show a significant relationship with the motivation level of mothers of toddlers to visit the posyandu. Conclusions: Most mothers had a high level of education, knowledge, family support, and motivation to visit the posyandu. Although the role of health cadres was generally rated as good, only mothers’ knowledge level and family support showed a significant relationship with motivation to visit the posyandu, while education level and the role of health cadres did not. 
Analisis Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kehamilan pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Cerme Kabupaten Gresik Tahun 2025 Nur Arini Al Fisyah; Budi Prasetyo; Wahyul Anis
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v6i1.6587

Abstract

Cerme District in Gresik Regency has one of the highest rates of adolescent pregnancy, with 187 cases recorded in 2023 and 118 cases in 2024, according to the Gresik Regency Health Office (2025). This indicates that adolescent pregnancy remains a critical issue. Factors contributing to this issue include low reproductive health knowledge, insufficient parental involvement in sexuality education, and negative peer influence. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design, focusing on adolescent girls aged 11-20 years in the Cerme Public Health Center area. A sample of 98 respondents was selected through random sampling. Data was collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test (p < 0.05). Results showed that most respondents were aged 14-16 years, with menarche occurring between 11-15 years, and their parents' education level was mainly senior high school. Most adolescents had good knowledge of pregnancy (96.9%), with 53% reporting good parental involvement, and 49% reported poor peer influence. The Fisher Exact Test indicated no significant relationship between knowledge and adolescent pregnancy (p = 0.228), but a significant relationship was found between parental role (p = 0.023) and peer influence (p = 0.006) with adolescent pregnancy. In conclusion, strengthening reproductive health education and improving communication between parents and children are essential to preventing adolescent pregnancy.
Praktik Pijat Perut Dan Risiko Abortus Pada Kehamilan Dini: Tinjauan Di Rumah Sakit Rujukan Tunggal Kabupaten Sumba Tengah Lede, Marlena Trywulandari; Ningrum, Astika Gita; Prasetyo, Budi; Anis, Wahyul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21372

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan maternal. AKI dihitung berdasarkan jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas per 100.000 kelahiran hidup. Secara global, sekitar 80% kematian ibu termasuk dalam kategori kematian maternal langsung, dengan abortus menyumbang sekitar 13% dari seluruh kasus tersebut. Kejadian abortus dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang masih dijumpai di masyarakat adalah praktik tradisional berupa pijat perut pada kehamilan dini yang dilakukan oleh dukun dan diyakini dapat menjaga kesehatan kehamilan serta memperbaiki posisi janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pijat perut tradisional dan kejadian abortus pada ibu hamil di RSUD Waibakul Kabupaten Sumba Tengah. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 339 ibu hamil dengan usia kehamilan ≤20 minggu yang tercatat dalam rekam medis RSUD Waibakul selama periode 2022–2024 dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pijat perut dan kejadian abortus (p=0,001) dengan nilai OR 18,543. Kesimpulan: bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik  antara pijat perut dan kejadian abortus. Penelitian lanjutan dianjurkan menggunakan data primer dan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi teknik pijat perut oleh dukun serta kemungkinan mekanisme yang memicu abortus.
Hubungan Usia dan Kepuasan Saat Proses Discharge Planning dengan Kunjungan Ulang Pertama Nifas pada Ibu Nifas dengan Preeklampsia di RS Kota Surabaya Anis, Wahyul; Jayanti, Ratna Dwi; Putri, Pionera Seconda Giyanti; Nofintiyani, Melsa Ana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24291

Abstract

ABSTRACT The postpartum period was a period of physical and psychological adaptation of the mother's body after childbirth, which carries a high risk of morbidity and even death. Age was an important consideration in providing care. Discharge planning is part of healthcare management and can contribute to preparing home care. Patient satisfaction during discharge planning is expected to improve maternal compliance with postpartum follow-up visits. The study aims to analyze the relationship between age and patient satisfaction during discharge planning with the first postpartum follow-up return visit (KF2) at Surabaya City Hospital. This study used a quantitative cohort design involving 37 postpartum women with preeclampsia. Statistical analysis used the chi-square/Fisher exact test when the chi-square requirement was not met. The result is the majority of postpartum women (89.19%) attended the KF2 postpartum visit. The Fisher exact test revealed a relationship between age (p-value 0.001) and patient satisfaction during discharge planning (p-value 0.009) and the first postpartum follow-up visit (KF2) at Surabaya City Hospital. The conclusion is Age and patient satisfaction during discharge planning are factors related to compliance with the first postpartum follow-up visit (KF2), so it is important for providers to pay attention to age and the implementation of discharge planning in providing health services to postpartum mothers, especially those with preeclampsia. Keywords: Maternal Age, Satisfaction, Discharge Planning, Follow Up Visit Postpartum, Health Services.  ABSTRAK Masa nifas adalah masa adaptasi tubuh ibu baik fisik maupun psikologis setelah persalinan yang memiliki risiko besar terjadinya kesakitan sampai kematian. Usia merupakan hal penting diperhatikan dalam memberikan perawatan. Discharge planning adalah bagian dari manajemen pelayanan kesehatan yang dapat berkontribusi dalam menyiapkan perawatan di rumah. Kepuasan pasien saat discharge planning diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam kunjungan ulang nifas. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan kepuasan pasien saat discharge planning dengan kunjungan ulang pertama nifas (KF2) di Rumah Sakit Kota Surabaya. Penelitian menggunakan metode studi kuantitatif desain kohort dengan melibatkan 37 ibu nifas dengan preeklampsia. Analisis statistik menggunakan uji statistik chi-square/ fisher exact ketika syarat chi square tidak memenuhi. Hasil penelitian adalah sebagian besar ibu nifas melakukan kunjungan nifas KF2 (89,19%). Berdasarkan hasil uji fisher exact menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara usia (p value 0,001) dan kepuasan pasien saat discharge planning (p value 0,009) dengan kunjungan ulang pertama nifas (KF2) di Rumah Sakit Kota Surabaya. Kesimpulan penelitian adalah usia dan kepuasan pasien saat discharge planning merupakan faktor yanag berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ulang pertama nifas (KF2) sehingga penting bagi provider memperhatikan usia dan implementasi discharge planningdalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu nifas khususnya dengan preeklampsia. Kata Kunci: Usia Ibu, Kepuasan, Perencanaan Pemulangan, Kunjungan Ulang Nifas, Pelayanan Kesehatan.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Calon Pengantin dalam Melaksanakan Imunisasi TT di Puskesmas Driyorejo Aushaf, Nasywa Fitria; Setyowati, Dewi; Umiastuti, Pirlina; Anis, Wahyul
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2396

Abstract

Tetanus Toxoid (TT) immunization in the bride-to-be is an important effort to prevent tetanus in mothers and babies. However, TT immunization coverage at WUS in Gresik Regency in 2023 is only 83.2%, still below the target of 90%. This condition is influenced by various factors. This study was conducted with the aim of analyzing factors related to the compliance of the bride-to-be in carrying out TT immunization in the working area of the Driyorejo Gresik Health Center. The method used was observational with a cross sectional design. The number of respondents was 64 brides-to-be who met the inclusion criteria, namely aged 15-49 years and visited the Driyorejo Gresik Health Center in the period of June-August 2025. Data analysis uses chi-square test and fisher exact test if they do not meet the requirements of chi square test. The results of the bivariate analysis of the knowledge level p=0.348, the support of the prospective husband p=0.021, work p=0.322, the role of health workers p=0.014, and the attitude of p=0.081 towards the compliance of the bride-to-be in carrying out the completeness of TT immunization. Based on these results, there is a significant relationship between the support factor of the prospective husband and the role of health workers on the compliance of the bride-to-be in carrying out TT immunization. There was no significant relationship between knowledge, work, and attitude factors towards the bride-to-be's compliance in carrying out TT immunization at the Driyorejo Gresik Health Center.
Co-Authors Aditiawarman Aditiawarman, Aditiawarman Agrini Yesiska Tamo Ahmad Suryawan Al Farizi, Sofia Alfiyah Zahra Ulya Andriyanti, Andriyanti Ardelia Bertha Prastika Arief, Fatimah Atika Atika Atika Dian Ariana Aushaf, Nasywa Fitria Bambang Purwanto BAMBANG PURWANTO Budi Prasetyo Budi Prasetyo Budi Prasetyo Budi Presetyo Clarita Mediana Tasya Dewi Setyowati Diansanto Prayoga Dwi Rahayu Candra Pertiwi Dwiyanti Puspitasari, Dwiyanti Dyah Ayu Fatmaningrum Ernawati Ernawati Fadiah Maharani Fathiyah Rahmah Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda Fitri Indah Pratiwi Fitriana, Farida Gatut Hardianto, Gatut I'tishom, Reny Ilham Akhsanu Ridlo Irwanto, Irwanto Ivon Diah Wittiarika Jayanti, Ratna Dwi Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kuntoro Lailatul Fitria Sahid Lailiyah, Syifa’ul Laksana, Muhammad Ardian Cahya Lama’ah Azzahra Lede, Marlena Trywulandari Leki Nguju, Desi Rambu Linda Dewanti Ludita, Mirza Luisa Octoviana Eluama Muhammad Miftahussurur Nabilah Mukti Rifahmi Ningrum, Astika Gita Nining Febryana Nofintiyani, Melsa Ana Nur Arini Al Fisyah Nurul Mardiyah Nyoman Anita Damayanti Pranjassari, Ajeng Putri Puspita Amalia Putri, Pionera Seconda Giyanti Rahma Furi Sagita Ratna Dwi Wulandari Riani Widia Parantika Rize Budi Amalia Rosyida, Aulia Sari, Gadis Meinar Shuviatul Chasanah Silvia Salsabilah Soenarnatalina Melaniani TITANIA ARFINISA KIRANA Tri Yeni Fahmawati Umiastuti, Pirlina Uswatun Hasanah Utami, Indah Tri Wahdah Dhiyaul Akrimah Wahyuni Mahmud Date Yuly Sulistyorini Yusniar Rahajeng, Agtus