Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Kebijakan Hilirisasi Terhadap Kinerja Ekspor Komoditas Nikel di Indonesia Widya Sinaga; Modesta Buaton; Ignasya Hutabarat; Tiara Sianturi; Selsi Lubis; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Sari M J Silaban
Journal of Management Accounting, Tax and Production Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mantap.v4i1.8164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan hilirisasi dan harga nikel internasional terhadap kinerja ekspor komoditas nikel Indonesia. Hilirisasi merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui proses pengolahan sebelum diekspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data harga nikel dunia dan nilai ekspor nikel Indonesia periode 2016โ€“2025. Variabel penelitian terdiri dari kebijakan hilirisasi sebagai variabel dummy (sebelum dan sesudah kebijakan), harga nikel internasional sebagai variabel independen, serta kinerja ekspor nikel sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi dan harga nikel internasional memiliki pengaruh terhadap kinerja ekspor komoditas nikel Indonesia. Pada periode sebelum penerapan hilirisasi (2016โ€“2019), nilai ekspor nikel relatif rendah karena ekspor masih didominasi oleh bahan mentah. Setelah kebijakan hilirisasi diterapkan pada tahun 2020, ekspor nikel mengalami peningkatan yang signifikan terutama setelah industri pengolahan mulai berkembang pada periode 2021โ€“2025. Selain itu, perubahan harga nikel dunia juga mempengaruhi nilai ekspor karena kenaikan harga komoditas di pasar global dapat meningkatkan pendapatan ekspor. Dengan demikian, kebijakan hilirisasi terbukti mampu meningkatkan nilai tambah komoditas serta memperkuat daya saing ekspor nikel Indonesia di pasar internasional.
Analisis Mikroekonomi: Upah Minimum, Investasi, dan Penyerapan Tenaga Kerja Sumatera Utara Fitrawaty Fitrawaty; Dian Petrishia Tambunan; Nopra Purba; Stefani Br Tarigan; Agni Anggita Br Ginting
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9432

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Utara tahun 2010-2025 dalam perspektif teori produksi mikroekonomi. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena peningkatan UMP dan investasi yang belum konsisten diikuti oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari BPS Sumatera Utara dan BKPM, penelitian ini menganalisis perkembangan ketiga variabel serta hubungan teoretisnya berdasarkan konsep produk marginal tenaga kerja (MPL), nilai produk marginal tenaga kerja (VMPL), elastisitas substitusi, dan keseimbangan produsen. Hasil analisis menunjukkan bahwa UMP Sumatera Utara meningkat secara konsisten dari Rp965.000 (2010) menjadi Rp2.992.559 (2025), sementara jumlah tenaga kerja meningkat dari 5,9 juta (2010) menjadi 8,4 juta jiwa (2025) meskipun mengalami kontraksi pada periode 2014-2016 dan saat pandemi COVID-19. Investasi menunjukkan fluktuasi signifikan dengan peningkatan tajam pada tahun 2022. Secara teoretis, kenaikan UMP mendorong efek substitusi dan efek output yang cenderung menurunkan permintaan tenaga kerja, sementara investasi dapat bersifat komplementer atau substitusi tergantung karakteristik teknologi. Interaksi simultan kedua variabel menentukan keseimbangan produsen baru pada kondisi MPL/w = MPK/r. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan upah yang mempertimbangkan produktivitas tenaga kerja serta investasi berorientasi padat karya untuk mendukung perluasan kesempatan kerja di Sumatera Utara.
Analisis Pengaruh Luas Areal Perkebunan Kopi dan Produksi Kopi terhadap Volume Ekspor Kopi Indonesia Tahun 2004-2023 Winny Agustin Br Sembiring; Sinta Marito Haloho; Christin Natasya Br Surbakti; Fitrawaty Fitrawaty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas areal perkebunan kopi dan produksi kopi terhadap volume ekspor kopi Indonesia selama periode 2004-2023. Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang berperan penting dalam perekonomian nasional karena menjadi sumber pendapatan petani, bahan baku industri, dan penyumbang devisa melalui kegiatan ekspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik, yaitu Statistik Kopi Indonesia 2023. Variabel penelitian meliputi luas areal perkebunan kopi, produksi kopi, dan volume ekspor kopi Indonesia. Analisis dilakukan dengan menyusun data tahunan, menyajikannya dalam tabel dan grafik, serta menafsirkan pola perkembangan setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas areal perkebunan kopi Indonesia mengalami fluktuasi, namun relatif stabil dalam jangka panjang. Produksi kopi juga berfluktuasi, tetapi secara umum menunjukkan kecenderungan meningkat, terutama setelah tahun 2016 dan mencapai titik tertinggi pada tahun 2021 sebesar 786.191 ton. Sementara itu, volume ekspor kopi Indonesia mengalami perubahan yang cukup besar, dengan capaian tertinggi pada tahun 2013 sebesar 534.023 ton dan penurunan pada tahun 2018 serta 2023. Temuan penelitian menunjukkan bahwa luas areal perkebunan dan produksi kopi berpengaruh terhadap volume ekspor kopi Indonesia, meskipun hubungan tersebut tidak selalu langsung karena ekspor juga dipengaruhi harga kopi dunia, kualitas produk, permintaan pasar internasional, nilai tukar, dan kebijakan perdagangan. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas, kualitas, pengelolaan perkebunan, dan strategi pemasaran internasional perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing ekspor kopi Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, perluasan pasar, peningkatan nilai tambah, dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA, PERSEPSI BIAYA PENDIDIKAN, DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN S2 PADA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI ANGKATAN 2020 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Sri Rahayu; Fitrawaty Fitrawaty
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi keluarga, persepsi biaya pendidikan, dan lingkungan teman sebaya terhadap minat melanjutkan S2 pada mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2020 Universitas Negeri Medan. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah populasi 82 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket dalam bentuk skala likert. Hasil analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji hipotesis dan dapat dismpulkan bahwa status sosial ekonomi keluarga, persepsi biaya pendidikan dan lingkungan teman sebaya terhadap minat untuk melanjutkan S2. Adapun perolehan persamaan regresinya yaitu Y = 8,024 + 0,503 - 0,173 + 0,475 + ะต. Hasil pengujian hipotesis diperoleh secara parsial dan simultan. Pertama, secara parsial diperoleh nilai thitung sebesar 5,139 > ttabel 1,664 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 untuk variabel Status Sosial Ekonomi Keluarga (X1). Kedua, secara parsial diperoleh nilai thitung sebesar sebesar -2,392 > ttabel 1,664 dan nilai signifikansi sebesar 0,019 < 0,05 untuk variabel Persepsi Biaya Pendidikan (X2). Ketiga, secara parsial diperoleh nilai thitung sebesar sebesar 5,526 > ttabel 1,664 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 untuk variabel Lingkungan Teman Sebaya (X3). Kemudian pada pengujian hipotesis secara simultan diperoleh nilai Fhitung sebesar 299,425 Ftabel > 2,72 dan nilai signifikan sebesar 0.000 <0.05. Kemudian, pada uji koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai (R Square) sebesar 0,920. Hal ini berarti bahwa status sosial ekonomi keluarga, persepsi biaya pendidikan, dan lingkungan teman sebaya secara bersamaan memberikan kontribusi terhadap minat mahasiswa untuk melanjutkan S2 sebesar 92% dan sisanya sebesar 8% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak dibahas dalam penelitian ini.