Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1241

Abstract

Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh menjadi terlalu rendah. Hal ini menyebabkan masalah kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin, yang membawa oksigen ke jaringan tubuh (Proverawati, 2011). Menurut Badriah (2011), ibu hamil dengan anemia berat (< 7 g/dl) mempunyai risiko kematian pada persalinan 3,6 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil tanpa anemia. Kontribusi anemia terhadap kematian ibu dan bayi diperkirakan lebih tinggi lagi, antara 50-70%. Hasil Riskesdas tahun 2018 kejadian anemia pada ibu hamil meningkat dibandingkan Riskesdas tahun 2013 yaitu sebesar 48,9 %, dari 37,1 %.   Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode  purposive sampling yaitu pengambilan sampel didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya, pada kelompok kasus diambil sampel sebanyak 30 ibu dan kelompok kontrol sebanyak 30 orang dengan menggunakan tehnik acak sederhana, analisis data menggunakan uji Chi square dan Odd ratio. Analisis data didapatkan faktor umur (p=0,038, OR=3,5), paritas (p=0,009, OR=4,7), usia kehamilan (p=0,119, OR=0,3) dan pendidikan (p=0,111, OR=2,7). Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh faktor, paritas dengan anemia pada kehamilan dan tidak ada pengaruh antara usia kehamilan dan pendidikan dengan kejadian anemia dalam kehamilan. Kata Kunci    : anemia dalam kehamilan, faktor anemia
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua pada Anak Balita di Desa Batoh Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh Mutia Sari; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i1.262

Abstract

Pola asuh adalah pola prilaku yang digunakan orang tua untuk berhubungan dengan anak-anak. Pola asuh yang salah bisa menyebabkan gizi buruk. Seorang anak balita mengalami gizi buruk dapat disebabkan oleh kurang makanan dari Kantor Desa Batoh Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh terdapat 453 ibu yang mempunyai anak balita 1- 5 tahun, 325 orang diantaranya ibu yang mempunyai anak balita 2-5 tahun, dan 128 orang lainnya mempunyai anak balita berumur 0-23 bulan. Penelitian ini bersifat Analitik dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 April s/d 15 Mei 2016 dengan   Populasi seluruh ibu yang memiliki anak Balita usia 1- 5 tahun sebanyak 453 ibu yang terdapat 4 Dusun dalam wilayah Batoh Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh 2016. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 82 orang, Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Kemudian di uji statistik mengunakan Chi-quare. Hasil penelitian bahwa yang berpendidikan tinggi yang setuju dengan pola asuh dialogis sebesar 78,3%, p value = 0,024, berpengetahuan tinggi yang setuju dengan pola asuh dialogis sebesar 80,6% p value = 0,002, ibu yang pendapatan keluarga yang sesuai UMP yang setuju dengan pola asuh dialogis sebesar 78,8% p value = 0,003, status gizi balitanya kurus yang setuju dengan pola asuh dialogis sebesar 80,0% dan ibu yang status gizi anak balitanya gemuk  p value = 0,022.  Ada pengaruh pendidikan, pengetahuan, pendapatan, dan status gizi Terhadap Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Balita Di Desa.  Diharapkan Bagi masyarakat di tempat penelitian, sebagai tambahan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua pada anak balita di Desa Batoh Lueng Bata Kota Banda Aceh Tahun 2016.
Analisis Hubungan Usia, Status Gravida dan Usia Kehamilan dengan Pre-Eklampsia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Umum dr. Zaionel Abidin Provinsi Aceh Tahun Marniati Marniati; Nuzulul Rahmi; Kusharisupeni Djokosujono
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i1.353

Abstract

Pre-eklampsia  dan  eklampsia  merupakan  kesatuan  penyakit,  yakni yang langsung disebabkan oleh kehamilan, walaupun belum jelas bagaimana hal ini terjadi,  istilah  kesatuan  penyakit  diartikan  bahwa  kedua  peristiwa  dasarnya sama karena eklamsia merupakan peningkatan dari pre-eklamsia yang lebih berat dan berbahaya dengan tambahan gejala-gejala tertentu. Tujuan penelitian ini adalah Diketahuinya faktor risiko kejadian pre-eklampsia pada ibu hamil Di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Provinsi Aceh Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 14-18 Desember 2015 di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini adalah peneitian survey yang bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain Cross sectional, analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan CI (Confident Interval) 95%. Populasi dalam penelitian sebesar 1980 orang dengan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Systematic Random Sampling sebesar 220 orang. Hasil penelitian diperoleh hasil responden mengalami pre-eklampsia (33.9%), variabel usia dengan kejadian pre-eklampsia (p = 0,001 dan OR = 9,4), variabel status gravida dengan kejadian pre-eklampsia (p = 0,003 dan OR = 5,5), usia kehamilan dengan kejadian pre-eklampsia (p = 0,039 dan OR = 4,4). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, status gravida, usia kehamilan, dengan pre-eklampsia. Saran bagi ibu hamil agar melakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur oleh petugas kesehatan yang terlatih dan di fasilitas kesehatan dapat mendeteksi secara dini tanda-tanda dan gejala komplikasi dalam kehamilan.
Analisis Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoong Kabupaten Aceh Besar Nuzulul Rahmi; Merleni Merleni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.466

Abstract

AbstrakAir susu ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, ada kalanya seorang ibu mengalami masalah dalam pemberian ASI, kendala yang utama adalah karena produksi ASI tidak lancar (Saleha, 2013). Data yang diperoleh dari Puskesmas Lhoong Kabupaten Aceh Besar, pada tahun 2017 sasaran ASI eksklusif sebanyak 277 orang, dan yang memberikan ASI eksklusif hanya 135 orang (48,7%). Sedangkan jumlah ibu menyusui (bayi usia 0-6 bulan) periode Januari-November 2018 sebanyak 161 orang, yang mengalami kelancaran ASI ada 92 orang (57,1%), dan yang tidak lancar ASI ada 69 orang (42,8%). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu seluruh ibu menyusui bayi usia 1-6 bulan yang berjumlah 150 orang. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling dengan  jumlah sampel yang didapatkan yaitu 60 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 2-29 April 2019. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan 95% (P≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui dimana P-value= 0,001, ada hubungan IMD dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui dimana P-value=0,029, ada hubungan frekuensi menyusui dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui dimana P-value= 0,005, dan ada hubungan perawatan payudara dengan kelancaran ASI pada ibu menyusui dimana P-value= 0,030.
Pengaruh Pengetahuan Ibu Terhadap Tradisi Perawatan Masa Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Karisma Melati; Marniati Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i1.864

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak dibagian paling barat gugusan kepulauan nusantara. Dari zaman dahulu masyarakat Aceh sangat konsisten mempertahankan adatistiadat dalam perawatan masa nifas dengan keyakinan bahwa perawatan yang dilakukan berdampak positif dan menguntungkan bagi mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku ibu terhadap perawatan masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Jenis penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data telah dilaksanakan tanggal 20 November – 12 Desember 2019 di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Jumlah populasi sebanyak 30 orang ibu nifas dan pengambilan sampel dengan cara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pengambilan data dengan cara wawancara. Analisis data meggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat pengetahuan (p=0.626). Kesimpulan tidak ada pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap tradisi perawatan masa nifas. Diharapkan kepada petugas kesehatan selain memberikan pelayanan kesehatan secara promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative, dapat pula mengkaji dan menyikapi perbedaan tradisi/budaya, isu-isu perawatan masa nifas dan meluruskan keyakinan yang dianut oleh masyarakat yang berhubungan kesehatan.Kata Kunci : Tradisi perawatan masa nifas, pengetahuan, sikap, tindakanAceh is one of the provinces in Indonesia which is located in the westernmost part of the archipelago. From ancient times the people of Aceh have been very consistent in maintaining the customs in postpartum care with the belief that the treatment carried out has a positive and beneficial impact on them. The purpose of this study was to determine maternal behavior towards postpartum care in the work area of Jeulingke Health Center in Banda Aceh City. This type of research is analytic with cross sectional design. Data collection was carried out on 20 November - 12 December 2019 in the working area of the Jeulingke Health Center in Banda Aceh City. Total population of 30 postpartum mothers and sampling by total population. The research instrument used a questionnaire and data collection by interview. Data analysis uses univariate and bivariate analysis. The results of the bivariate analysis of knowledge (p = 0.626). Conclusion there is no influence of knowledge and attitudes towards the postpartum care tradition. It is expected that health workers in addition to providing health services in a promotive, preventive, curative and rehabilitative manner, can also examine and respond to differences in traditions / culture, issues of childbirth care and rectify the beliefs held by the health-related community.Keywords: Tradition of postnatal care, knowledge, attitudes, actions
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PROGESTIN (PIL) PADA IBU MENYUSUI DENGAN KECUKUPAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INDRAPURI ACEH BESAR Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1173

Abstract

AbstrakProses pemberian ASI dilakukan melalui kegiatan laktasi. Proses laktasi merupakan proses produksi dan sekresi ASI. Secara fisiologis, laktasi bergantung pada 4 proses, yaitu proses pengembangan jaringan penghasil ASI dalam payudara, proses yang memicu produksi ASI setelah melahirkan, proses untuk mempertahankan produksi ASI dan proses sekresi ASI. Proses-proses ini berlangsung dari masa kehamilan hingga melahirkan dan akhirnya menyusui (WHO, 2018). Untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi progestin pada ibu menyusui dengan kecukupan Asi. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja  Puskesmas indrapuri aceh besar pada tanggal 8-13 Juni 2020. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Indrapuri Aceh Besar berjumlah 125. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 48  ibu menyusui dengan kontrasepsi progestrin dan 48 ibu menyusui yang tidak menggunakan kontrasepsi progestrin. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mengumpulkan hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat tidak ada hubungan yang bermakna kecukupan ASI dengan penggunaan kontrasepsi progestin (Pil) di Wilayah Kerja Puskesmas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar (p>0,05) dan ibu yang menggunakan kontrasepsi progestin 0,5 kali berpeluang tidak cukup ASI dibandingkan dengan ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi progestin dengan Hasil Uji chi square test diperoleh nilai p value 0,403 dengan nilai OR sebesar 0,533. Kata kunci : Penggunaan Kontrasepsi Progestin (Pil)
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU BAGI BALITA DI DESA LAM GEU-EU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Sumiati Sumiati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1406

Abstract

Angka kematian balita di dunia mencapai 1.3 juta pada 2019 lalu. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), angka kematian bayi di Indonesia pada 2019 lalu adalah 21,12. Angka ini menurun dari catatan pada 2018 ketika angka kematian bayi di Indonesia masih mencapai 21,86 atau pada 2017 yang mencapai 22,62. Sedangkan angka kematian balita di Aceh mencapai 995 pada 2019 lalu. Di Desa Lam Geu-Eu dari 147 balita, yang memanfaatkan posyandu hanya 67 orang balita (45,5%). Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Posyandu Bagi Balita di Desa Lam Geu-Eu Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2020. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini sebagian populasi dijadikan sampel yang berjumlah sebanyak 60 orang balita, dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling atau acak sederhana, analisis data menggunakan uji Chi square. Analisis data didapatkan umur (p value 0,505) dan motivasi (p value 0,898) dan pendidikan (p value 0,040). Tidak ada hubungan umur dan motivasi (p value 0,898) dengan pemanfaatan posyandu bagi balita. Ada hubungan pendidikan (p value 0,040) pemanfaatan posyandu bagi balita di Gampong Lam Geu-Eu di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2020. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan posyandu bagi balita. Kata Kunci     : pemanfaatan posyandu
Studi Crossectional Hubungan Sikap, Dukungan Keluarga dan Pengetahuan dengan Perilaku Higienis Remaja Saat Menstruasi di SMA Kartika X1V-1 Banda Aceh Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i2.251

Abstract

Menstruasi adalah perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Remaja putrid perlu menjaga kebersihan alat reproduksi pada saat menstruasi agar terhindar dari penyakit infeksi yang dapat merugikan dirinya sendiri atau orang lain. Rendahnya perilaku higienis saat menstruasi dapat menimbulkan beberapa penyakit berupa infeksi alat reproduksi seperti vaginitis, trichomoniasis, pedikuloris dan keputihan. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi yaitu seluruh siswi SMA Kartika XIV-1 sejumlah 51 orang, Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Total Sampling dengan menetapkan semua populasi siswi sebanyak 51 orang sebagai sampel, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Tehnik analisis data menggunakan chi-square, Ha ditolak jika p value ≥ 0,05dan Ha diterima jika p value ≤ 0,05. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 02-03 Juni 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil uji statistik diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi p value (0,041), ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi p value (0,001), ada hubungan sikap dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi p value (0,006). Berdasarkan hasil penelitian ini di dapatkan dari analisis statistik p value ≤ 0,05 yaitu ada hubungan pengetahuan,  dukungan keluarga dan sikap dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi di SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh. Diharapkan kepada Kepala sekolah beserta Guru dapat memberikan informasi kepada remaja putrid mengenai perilaku higienis remaja saat menstruasi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Asfiksia pada Bayi Baru Lahir (BBL) di Wilayah Kerja Puskesmas Sibreh Asmaul Husna; Evi Salmala; Marniati Marniati; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.221

Abstract

Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan anak. Setiap tahun kematian bayi baru lahir atau neonatal mencapai 37% dari semua kematian pada anak balita. Setiap hari 8.000 bayi baru lahir di dunia meninggal dari penyebab yang tidak dapat dicegah. Mayoritas dari semua kematian bayi, sekitar 75% terjadi pada minggu pertama kehidupan dan antara 25% sampai 45% kematian tersebut terjadi dalam 24 jam pertama kehidupan seorang bayi. Penyebab utama kematian bayi baru lahir atau neonatal di dunia antara lain bayi lahir premature 29%, sepsis dan pneumonia 25% dan 23% merupakan bayi lahir dengan asfiksia dan trauma, asfiksia lahir menempati penyebab kematian bayi ke 3 di dunia dalam periode awal kehidupan (WHO, 2012). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat menyimpulkan hasil dari penelitian sebagai berikut  Ada pengaruh yang singnifikan antara berat badan lahir rendah (BBLR) dengan terjadinya asfiksia  pada  bayi baru lahir Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibreh dengan nilai p ≤ 0,05 (0,002). Ada pengaruh yang singnifikan  antara usia ibu dengan terjadinya asfiksia  pada  bayi baru lahir Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibreh dengan nilai p ≤ 0,05 (0,015) Ada pengaruh yang singnifikan  antara usia kehamilan  dengan terjadinya asfiksia  pada  bayi baru lahir Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibreh dengan nilai p ≤ 0,05 (0,022).
Inclusive Education for Children With Disabilities 0 DMA Harri Santoso; Nurafni Nurafni; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 1, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v1i1.18

Abstract

This article discuss about inclusive education concept for children with disabilities. Based on Law No. 4  1997 on persons with disabilities,  This term used to the person who has a mental or physical difficulties and disorder, which may interfere with or be seen as a barrier and a barrier in performing normal activities such as deaf, blind and learning disabilities. Inclusive education is the provision of education system that provides opportunities for all learners who has the disorder and intelligence or special talent to participate in general education (PerMendikNas No. 70 2009). This study attempt to explain inclusive education for the children with disabilities referring to the results previous research. Good understanding in inclusive education is able to educate the children with disabilites effectively. Keywords:inclusive education, special need,mental and physical