Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Kejadian Kanker Serviks di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Provinsi Aceh Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 29 No 1 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v29i1.437

Abstract

Abstract Cervical cancer is one of the problem for women around the world. The incidence of cervical cancer in dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital in 2015 was 54 cases, in 2016 there were 272 cases and in 2017 there were 80 cases. The purpose of this study is to analyze the causes of cervical cancer in General Hospital General Hospital of dr. Zainoel Abidin Aceh Province. This type of research is analytic survey using case-control design, the number of samples is taken based on the calculation of Lemeshow formula by calculating the minimum number of samples from the results of other people’s research, so that there are 21 cases, then the researchers make sample comparisons (1:2) 21 cases and 42 controls and sampling methods with accidental sampling. Collecting data on 7 June - 4 July 2018. The research instrument used a questionnaire. Data analysis in the form of univariate, bivariate and multivariate. The results bivariate analysis between age (p = 0.705, OR = 1.900), education (p = 0.655, OR = 1.467), occupation (p = 1.000, OR = 0.881), parity (p = 0.003, OR = 6.667), sexual behavior (p = 0.001, OR = 17.333), personal hygiene (p = 0.004, OR = 5.958), genetic (p = 0.005, OR = 10.000), oral contraceptives (p = 0.038, OR = 3.864). The results of dominant variables of multivariate analysis is sexual relations behavior with OR = 15.536. In conclusion there is a parity, sexual behavior, personal hygiene, genetics and oral contraception with cervical cancer incidence, while age, education and occupation are not related factors. Variable sexual relations behavior is the dominant factor in the incidence of cervical cancer. Abstrak Kanker serviks menjadi salah satu masalah kesehatan bagi perempuan di seluruh dunia. Angka kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin tahun 2015 sebanyak 54 kasus, tahun 2016 sebanyak 272 kasus dan tahun 2017 sebanyak 80 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kejadian kanker serviks di RSUD dr. Zainoel Abidin, Provinsi Aceh. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan desain kasus-kontrol, jumlah sampel diambil berdasarkan perhitungan rumus Lemeshow dengan melakukan perhitungan jumlah sampel minimal dari hasil penelitian orang lain, sehingga didapatlah jumlah sampel kasus sebanyak 21 orang, selanjutnya peneliti membuat perbandingan sampel (1:2) yaitu 21 kasus dan 42 kontrol dan cara pengambilan sampel dengan accidental sampling. Pengumpulan data tanggal 7 Juni–4 Juli 2018. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data berupa univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian analisis bivariat menunjukkan bahwa umur (p=0,705, OR=1,900), pendidikan (p=0,655, OR=1,467), pekerjaan (p=1,000, OR=0,881), paritas (p=0,003, OR=6,667), perilaku hubungan seksual (p=0,001, OR=17,333), personal hygiene (p=0,004, OR=5,958), genetik (p=0,005, OR=10,000), kontrasepsi oral (p=0,038, OR=3,864). Hasil analisis multivariat variabel yang dominan adalah perilaku hubungan seksual dengan OR=15,536. Kesimpulan menunjukkan ada hubungan paritas, perilaku hubungan seksual, personal hygiene, genetik dan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker serviks, sedangkan umur, pendidikan, dan pekerjaan bukan faktor yang berhubungan. Variabel perilaku hubungan seksual merupakan faktor dominan kejadian kanker serviks.
Pengaruh Pijat terhadap Durasi Tidur Bayi di DesaAlue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Faradilla Safitri; Lilis Suryani; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i1.346

Abstract

Tidur adalah sebuah fungsi biologis yang sangat menarik, kebutuhan tidur berbeda pada setiap bayi. Beberapa bayi tidur sepanjang malam sejak usia muda, sementara yang lainnya masih mengalami malam-malam yang gelisah selama berbulan-bulan. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat terhadap durasi tidur bayi. Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh pada BulanOktober - Desember 2014. Jenis penelitian ini dilakukan dalam bentuk Eksperimen Quasi dengan desain eksperimen pre-test and post test control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berumur 1-12 bulan diambil secara purposive sampling sebanyak 30 responden. Pengumpulan data secara observasi. Analisis data menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean antara durasi tidur sebelum pijat dan durasi tidur sesudah pijat adalah 0,489 jam dengan standar deviasi 0,692 jam. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara durasi tidur bayi sebelum pijat dan durasi tidur bayi sesudah pijat. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pijat terhadap durasi tidur bayi.
Hubungan Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak PAUD KB Adil Ibara Kabupaten Aceh Jaya Anwar, Chairanisa; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Fikransyah, Raja
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2789

Abstract

Toilet training yang tidak diajarkan sejak dini akan membuat orang tua semakin sulit untuk mengajarkan kemandirian dalam BAB dan BAK pada anak ketika anak usia 6-8 tahun. Dampaknya anak akan susah mengubah pola yang telah menjadi perilaku anak dan anak tidak dapat mandiri dalam melakukan BAB dan BAK. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan toilet training adalah pendidikan, pekerjaan, pola asuh orang tua, pengetahuan, dan lingkungan. Orang tua harus memberikan stimulasi dan kesiapan secara fisik dan psikologis maupun secara intelektual agar anak mampu mengontrol BAB dan BAK secara mandiri. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan pola asuh dan pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training pada anak di PAUD KB Adil Ibara Aceh Jaya. Metode Penelitian: Penelitian analitik dengan desain cross sectional, total sampel 35 orang tua anak yang bersekolah di PAUD Adil Ibara. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian dilakukan akan dimulai tanggal 17 – 29 Oktober 2022. Pengumpulan data menyebarkan kuesioner melalui google formulir. Menggunakan uji chi-square dan analisa secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : terdapat ada hubungan P value 0,002 pola asuh orang tua, dan ada hubungan P value 0,005 pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training anak PAUD Adil Ibara. Kesimpulan: terdapat hubungan pola asuh dan pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training anak PAUD Adil Ibara. Saran: Bagi ibu diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang toilet training agar anak bisa mandiri dalam hal melakukan buang air kecil dan buang air besar tanpa menggunakan diapers. Hal ini juga untuk menjaga kebersihan diri dari anak.Kata Kunci: pola asuh, pengetahuan, dan keberhasilan toilet trainingToilet training that is not taught from an early age will make it increasingly difficult for parents to teach independence in defecation and defecation to children when children are 6-8 years old. As a result, the child will find it difficult to change the pattern that has become a child's behavior and the child cannot be independent in defecating and defecating. Factors that influence the success of toilet training are education, work, parenting, knowledge, and the environment. Parents must provide stimulation and readiness physically and psychologically as well as intellectually so that children are able to control bowel and bladder independently. Research objective: to determine the relationship between parenting style and mother's knowledge with the success of toilet training in children at PAUD KB Adil Ibara Aceh Jaya. Research Methods: An analytic study with a cross sectional design, a total sample of 35 parents of children who attend PAUD Adil Ibara. The sampling technique is total sampling. The research was conducted from 17 – 29 October2022. Data collection distributed questionnaires through google forms. Using chi-square test and univariate and bivariate analysis. Research results: there is a relationship between P value of 0.002 parenting style, and no relationship P value of 0.005 mother's knowledge with the success of toilet training for PAUD Adil Ibara children. Conclusion: there is a relationship between parenting patterns and mother's knowledge with the success of toilet training for Adil Ibara PAUD children. Suggestion: Mothers are expected to increase their knowledge about toilet training so that children can be independent in terms of urinating and defecating without using diapers. This is also to maintain personal hygiene from children.Keywords: parenting, knowledge, and success of toilet training
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) SELAMA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IE ALANG KABUPATEN ACEH BESAR Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Yanti, Sri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1587

Abstract

AbstrakCovid-19 dapat memberikan dampak negatif bagi Kesehatan ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dan mempengaruhi kunjungan ANC. Cakupan K1 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19 sebesar 67,5%. Salah satu Puskesmas yang cakupannya masih rendah yaitu dibawah 85% adalah Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskemas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar, tahun 2019 sasaran ibu hamil yaitu 62 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 51%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC di wilayah kerja puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 42 orang ibu hamil, dan sampel sebanyak 42 orang, metode analisa data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didaptakan tidak  ada hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ANC (P value 0,098), ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan ANC (P value 0,005), dan ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kunjungan ANC (P value 0,004) di wilayah kerja puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Disarankan agar pihak Puskesmas untuk membina bidan desa, kader dan perangkat desa, supaya bisa memotivasi ibu hamil agar rutin memeriksa kehamilannya ke Puskesmas atau petugas kesehatan, sehingga dapat mendeteksi tanda bahaya kehamilan dan memantau kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin pada masa pandemi covid-19. Kata Kunci      : kunjungan Antenatal Care, ANC masa Covid 19    
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI DI DESA JAMBO APHA KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Mahfuzha, Difa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4317

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian utama yang sering disebut the silent killer disease. Dimana pada saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat di indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Aceh, Kabupaten Aceh Selatan menghadapi tantangan signifikan terkait prevelensi hipertensi di kalangan penduduk dewasa. Pada tahun 2022, terdapat 17.813 kasus hipertensi pada laki-laki berusia diatas 15 tahun, sementara pada populasi perempuan jumlahnya mencapai 21.443 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor stres, status merokok, keturunan dan aktivitas fisik yang berhubungan dengan penyakit hipertensi di Desa Jambo Apha Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh laki-laki usia 28 sampai 55 tahun di desa Jambo Apha dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 orang, 45 orang pada kelompok case dan 45 orang pada kelompok control. Pengolahan data pada penelitian ini dengan langkah editing, Coding, Tabulating, Processing dan analisis data secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan pada 01 sampai dengan 06 Juli 2024. Hasil Penelitian didapatkan bahwa variabel stress (p-value = 0,77 dan OR 1,17), status merokok (p-value= 0,66 dan OR 0,82), aktivitas fisik (p-value 0,65 dengan nilai OR 0,81) dan riwayat hipertensi dalam keluarga (p-value= 0,001 dan OR 4,63). Kesimpulan tidak ada hubungan antara stress, status merokok, aktivitas fisik dengan riwayat hipertensi. Ada hubungan riwayat hipertensi dalam keluarga dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini hendaknya dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi responden dan pihak institusi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor yang berhubungan dengan Hipertensi.Kata Kunci    : hipertensi, stres, status merokok, keturunan, aktifitas fisik.Hypertension is the leading cause of death which is often called the silent killer disease. Currently, degenerative and cardiovascular diseases are one of the major public health problems in Indonesia. Based on recent data from the Aceh Health Office, South Aceh District faces significant challenges related to the prevalence of hypertension among the adult population. In 2022, there were 17,813 cases of hypertension in males aged over 15 years, while in the female population the number reached 21,443 cases. This study aims to determine the factors of stress, smoking status, heredity and physical activity associated with hypertension in Jambo Apha Village, Tapaktuan District, South Aceh Regency. This type of research is quantitative research with a case control approach. The population in this study were all men aged 28 to 55 years in Jambo Apha village and the sample in this study amounted to 90 people, 45 people in the case group and 45 people in the control group. Data processing in this study with the steps of editing, coding, tabulating, processing and data analysis in Univariate and Bivariate using the Chi-Square test. This research was conducted on July 01 to 06, 2024. The results showed that stress variables (p-value = 0.77 and OR 1.17), smoking status (p-value = 0.66 and OR 0.82), physical activity (p-value 0.65 with OR value 0.81) and family history of hypertension (p-value = 0.001 and OR 4.63). Conclusion There is no association between stress, smoking status, physical activity with history of hypertension. There is an association of family history of hypertension with the incidence of hypertension. This study should be used as input for respondents and health institutions to increase knowledge about factors related to hypertension.Keywords : hypertension, stress levels, smoking status, heredity, physical activity.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS JAYA BARU KOTA BANDA ACEH Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Safridar, Eka Agus; Abdullah, Mira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4285

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization  (WHO), pada tahun 2020 ada sekitar 20 juta  anak  di  dunia  yang  tidak  mendapatkan imunisasi  lengkap,  bahkan  ada  yang  tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Padahal untuk mendapatkan kekebalan komunitas (Herd immunity)  dibutuhkan  cakupan  imunisasi  yang tinggi  (paling  sedikit  95%)  dan  merata Data  cakupan  imunisasi  dasar lengkap di Aceh  masih  belum  memenuhi  target  Dimana pada  tahun  2017  Imunisasi  Dasar Lengkap (IDL) Aceh sebesar 59,7%, 2018 sebesar58%,2019 sebesar 48,9%, 2020 sebesar 42,7% dan pada tahun 2021 sebesar 38,4%. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada tanggal 03 sampai dengan 13 Juni tahun 2024. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berkunjung di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada bulan Januari sampai dengan Mei 2024 sebanyak 137 ibu yang memiliki bayi umur >24 bulan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi umur >24 bulan bulan dan berkunjung di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dijadikan sampel pada tanggal 03 sampai dengan 13 Juni tahun 2024 sebanyak 30 orang. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.030 dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.365.Kata kunci : Pengetahuan,  Pendidikan dan Pemberian Imunisasi Dasar LengkapBased on data from the World Health Organization (WHO), in 2020 there were around 20 million children in the world who did not receive complete immunization, some even did not receive immunization at all. In fact, to obtain community immunity (Herd immunity) requires high immunization coverage (at least 95%) and evenly distributed. Data on complete basic immunization coverage in Aceh still has not met the target. In 2017 Aceh's Complete Basic Immunization (IDL) was 59.7%, 2018 was 58%, 2019 was 48.9%, 2020 was 42.7% and in 2021 it was 38.4%. This research is analytical research with a cross sectional approach. This research was carried out at the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City from 03 to 13 June 2024. The population in this study were all mothers with babies who visited the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City from January to May 2024, totaling 137 mothers. who have babies aged >24 months. The sampling technique in this study used accidental sampling, that is, all mothers who had babies aged >24 months and visited the Jaya Baru Community Health Center, Banda Aceh City were sampled from 03 to 13 June 2024 as many as 30 people. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and the provision of complete basic immunization to babies at the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City with a value of P=0.030 and there was no significant relationship between education and the provision of complete basic immunization to babies at the Jaya Baru Community Health Center. Banda Aceh City with a value of P=0.365.Keywords: Knowledge, Education and Providing Complete Basic Immunization
Pengaruh Peran Konselor Adiksi dan Peran Keluarga Terhadap Pemulihan Klien Korban Penyalahgunaan Narkotika di Kecamatan Baitussalam Aceh Besar Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Yulianti, Yulianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2315

Abstract

Latar Belakang: Kasus NAPZA di dunia ternyata sama hal nya di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat dimana terdapat tingkat prevelensi pengguna NAPZA di Indonesia untuk tahun 2016 sebanyak 1.359 jiwa, lalu tahun 2017 sebanyak 1.448 jiwa, dan di tahun 2018 semakin tinggi yaitu 1.554 jiwa. Tujuan Penelitian: Tujuan Umum pada penelitian ini adalah ingin Mengetahui pengaruh peran konselor adiksi BNNP Aceh dan peran keluarga terhadap Pemulihan Klien Korban Penyalahgunaan Narkotika Di Kecamatan Baitussalam Aceh  Besar Tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 34 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2022 s.d 03 Juni 2022. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square denga nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh Pemulihan klien penyalahgunaan Narkotika terhadap peran konselor adiksi (p=0.012) dan peran keluarga (p=0.003). Kesimpulan: Ada pengaruh antara peran konselor dan peran keluarga terhadap pemulihan klien Penyalahgunaan Narkotika. Diharapkan konselor adiksi lebih meningkatkan kualitas dalam penanganan korban penyalahgunaan narkoba. Agar proses penanganan yang diberikan kepada korban penyalahgunaan narkoba yang akan menjalani rehabilitasi dapat berjalan lebih baik lagi.Kata Kunci:      Peran Konselor Adiksi, Peran Keluarga, Pemulihan Klien  Penyalahgunaan Narkotika Background: The case of drug users in the world is the same as in Indonesia, the National Narcotics Agency (BNN) notes that there is a prevalence rate of drug users in Indonesia for 2016 as many as 1,359 people, then in 2017 as many as 1,448 people, and in 2018 it was higher, namely 1,554 souls. Research Objectives: The general objective of this study is to find out the effect of the role of the Aceh BNNP addiction counselor and the role of the family on the recovery of clients who are victims of narcotics abuse in Baitussalam District, Aceh Besar in 2022. Research Methods: The research was conducted using a cross-sectional research design with a sample of 34 people. Data collection was carried out on 23 May 2022 to 03 June 2022. Analysis of research data used univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with 95% CI (Confident Interval) value. Research Results: The results of this study indicate that the effect of the client's recovery on narcotics abuse on the role of addiction counselor (p=0.012) and the role of the family (p=0.003). Conclusion: There is an influence between the role of the counselor and the role of the family on the recovery of clients of Narcotics Abuse. It is hoped that addiction counselors will further improve the quality of handling drug abuse victims. So that the handling process given to victims of drug abuse who will undergo rehabilitation can run betterKeywords: Role of Addiction Counselor, Role of Family, Recovery of Narcotics Abuse Client
Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Ibu di Gampong Kuta Blang di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan Rahmi, Nuzulul; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2328

Abstract

Program Keluarga Berencana adalah bagian yang terpadu (integral) dalam program pembangunan Nasional dan bertujuan untuk turut serta dalam menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dapat mencapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional. Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2021 di Gampong Kuta Blang Kecamatan Samadua kabupaten Aceh Selatan jumlah penduduk yaitu 1.301 jiwa, jumlah pasangan usia subur 170 orang, Jumlah peserta KB 79 orang dan jumlah yang tidak berkb 149 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor yang mempengaruhi pemilahan alat kontrasepsi pada Ibu di Gampong Kuta Blang Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian sebanyak 165 orang ibu pengguna KB (akseptor KB) dan sampel menjadi 63 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara membagikan kuesioner. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 13 Mei s/d 13 Juni 2022 di di Gampong Kuta Blang. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square denga nilai CI (Confident Interval) 95%.  Analisis univariat diperoleh 63 responden, dominan menggunakan KB suntik yaitu 40 responden (63,5%), dominan berpengetahuan baik yaitu 36 responden (57,1%), dominan mendapat dukungan dari suami yaitu 39 responden (61,9%) dan dominan paritas multipara yaitu 51 responden (81%).. Analisis bivariat diperoleh variabel pengetahuan (p-value = 0.733), variabel dukungan suami (p value = 1,000) dan dukungan keluarga (p-value = 0,186). Tidak ada pengaruh pengetahuan, dukungan suami dan paritas terhadap pemilihan alat kontrasepsi di Gampong Kuta Blang Kecamatan Samadua Kabupatan Aceh Selatan. Disarankan bagi petugas kesehatan dan kader untuk dapat memberikan penyuluhan dan informasi tentang KB pada akseptor KB dan pasangan usia subur agar pemilihan alat kontrasepsi sesuai dengan kesehatan dan kebutuhan akseptor KB.Kata Kunci  : pemilihan KB, pengetahuan, dukungan suami, paritas The Family Planning Program is an integral part of the National development program and aims to participate in creating the economic, spiritual, and socio-cultural welfare of the Indonesian population, in order to achieve a good balance with national production capabilities. Based on data obtained in 2021 in Gampong Kuta Blang, Samadua District, South Aceh district, the population is 1,301 people, the number of couples of childbearing age is 170 people, the number of family planning participants is 79 people and the number without family planning is 149 people. Objective to determine the factors that influence the selection of contraceptives for mothers in Kuta Blang Village, Samadua District, South Aceh Regency. Analytic research type with a cross sectional approach, the research population is 165 mothers who use family planning (KB acceptors) and the sample is 63 respondents. The research instrument used a questionnaire by distributing questionnaires. This research data collection has been carried out from May 13 to June 13, 2022 in Kuta Blang Village. Data processing was done by editing, coding, data entry, tabulating, and univariate and bivariate data analysis using the Chi-Square test with 95% CI (Confident Interval) value. Univariate analysis obtained 63 respondents, dominantly using injectable contraception, namely 40 respondents (63.5%), dominant having good knowledge, namely 36 respondents (57.1%), dominantly receiving support from their husbands, namely 39 respondents (61.9%) and the dominant multipara parity is 51 respondents (81%). Bivariate analysis obtained knowledge variable (p-value = 0.733), husband support variable (p value = 1,000) and family support (p-value = 0.186). There is no effect of knowledge, husband's support and parity on the choice of contraceptives in Kuta Blang Village, Samadua District, South Aceh Regency. It is recommended for health workers and cadres to be able to provide counseling and information about family planning to family planning acceptors and couples of childbearing age so that the selection of contraceptives is in accordance with the health and needs of family planning acceptors.Keywords  : family planning selection, knowledge, husband's support, parity.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV DAN AIDS DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Safitri, Faradilla; Rahmi, Nuzulul; Ismail, Ismail; Sakdah, Nurul; Miranda, Miranda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4865

Abstract

Pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut, terutama di kalangan usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor peran orang tua, guru dan petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa/i kelas X di SMA Negeri 12 Banda Aceh, sampel diambil sebanyak 63 responden yang diambil secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian telah dilakukan tanggal 30-31 Januari 2025. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel peran orang tua (p value=0.049, OR=3.250), peran guru (p value=0,015, OR=5.145), peran petugas kesehatan (p value=0.021, OR=4.400). Kesimpulan ada pengaruh antara peran orang tua, peran guru, dan peran petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS. Temuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang benar dan tepat kepada remaja mengenai HIV dan AIDS. Upaya edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dari ketiga pihak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja dalam mencegah penyebaran HIV.
Korelasi Antara Umur dan Faktor Genetik dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Personil Polda Aceh Dirawat Jalan biddokkes Polda Aceh Andika, Fauziah; Rosdiana, Eva; ZA, Raudhatun Nuzul; Rahmi, Nuzulul; Darmawan, Heri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3965

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Berdasarkan data dari Biddokkes Polda Aceh tentang Diabetes Melitus dapat diketahui pada tahun 2020 terdapat 62 kasus personil menderita Diabetes Melitus, Tahun 2021 menurun menjadi 54 kasus Diabetes Melitus akan tetapi pada tahun 2022 kasus Diabetes mellitus pada personil di Polda Aceh meningkat kenjadi 56 kasus. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi antara umur dan faktor genetic dengan kejadian diabetes mellitus pada personil Polda Aceh di rawat jalan bidokkes Polda Aceh tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 97 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2023 s.d 21 Oktober 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan Kejadian Diabetes melitus dengan usia (p=0.000), faktor genetik (p = 0.000). Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dan faktor genetik dengan kejadian Diabetes Melitus pada personil Polda Aceh di rawat jalan Bidokkes Polda Aceh Tahun 2023. Diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan memperbaiki gaya hidup sehingga tercapai tujuan dari pengobatan serta meningkatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus sehingga lebih mengenal tentang penyakit diabetes mellitusKata Kunci : Kejadian Diabetes mellitus, Usia, Faktor GenetikBackground: Diabetes mellitus is a metabolic disorder caused by the failure of the pancreas to adequately produce the hormone insulin. Based on data from Biddokkes Polda Aceh regarding Diabetes Mellitus, it can be seen that in 2020 there were 62 cases of personnel suffering from Diabetes Mellitus, in 2021 it decreased to 54 cases of Diabetes Mellitus but in 2022 cases of Diabetes mellitus in personnel at Polda Aceh increased to 56 cases. Research Objective: Knowing the correlation between age and genetic factors with the incidence of diabetes mellitus in Polda Aceh personnel in the outpatient bidokkes Polda Aceh in 2023. Research Methods: The research conducted used a crossectional research design with a total sample of 97 people. Data collection was carried out on October 02, 2023 to October 21, 2023. Analysis of research data using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a 95% CI (Confident Interval) value. Research Results: the results of this study indicate that the association of diabetes mellitus incidence with age (p = 0.000), genetic factors (p = 0.000). Conclusion: There is a relationship between age and genetic factors with the incidence of Diabetes Mellitus in Aceh Police personnel in the outpatient Bidokkes Polda Aceh Year 2023. It is hoped that it can increase compliance and improve lifestyle so as to achieve the goals of treatment and increase knowledge about diabetes mellitus so that it is more familiar with diabetes mellitus.Keywords: Diabetes mellitus incidence, age, genetic factors