Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Faizin, Wilda Num
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3520

Abstract

Terjadinya hipertensi pada lansia disebabkan oleh beberapa faktor tidak dapat dikendalikan meliputi keturunan, jenis kelamin, ras dan usia. Sedangkan faktor yang dapat dikendalikan meliputi status gizi, obesitas, kurang ativitas fisik, merokok, kadar kalium rendah, alkoholisme, stres dan pola makan yang salah atau berlebihan. Di Puskesmas Ulee Kareng, jumlah penderita hipertensi pada tahun 2022 sebanyak 1.895 orang dengan lansia hipertensi sebanyak 1.672 (88,2%) orang. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi, pola makan, dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan menggunakan desain case control. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh lansia dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 orang pada kelompok case dan control dengan total 68 orang. Penelitian ini dilakukan pada  30 Mei 2023 s.d 21 Juni 2023. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil chi square test menunjukkan bahwa riwayat keluarga (p=0,025), status gizi (p=0,043), pola makan (p-0,049) pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Terdapat hubungan antara riwayat keluarga, status gizi dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh.  Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pendidikan kesehatan pada lansia dan keluarga tentang pentingnya pengaturan pola makan dan menjaga status gizi.Kata Kunci: Hipertensi, Riwayat Keluarga, Status Gizi.The occurrence of hypertension in the elderly is caused by several uncontrollable factors including heredity, gender, race and age. While factors that can be controlled include nutritional status, obesity, lack of physical activity, smoking, low potassium levels, alcoholism, stress and an incorrect or excessive diet. At the Ulee Kareng Health Center, the number of hypertensive patients in 2022 was 1,895 people with hypertensive elderly as many as 1,672 (88.2%) people. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, diet, and family history with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Ulee Kareng Health Center, Banda Aceh City. This research is quantitative analytic using a case control design. The population in this study were all elderly people and the sample in this study amounted to 34 people in the case and control groups with a total of 68 people. This research was conducted on May 30, 2023 to June 21, 2023. The data obtained were analyzed using univariate and bivariate analysis. The results of the chi square test showed that family history (p=0.025), nutritional status (p=0.043), diet (p-0.049) in the elderly in the working area of the Ulee Kareng Health Center, Banda Aceh City. There is a relationship between family history, nutritional status and diet with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Ulee Kareng Health Center, Banda Aceh City.  It is hoped that health workers can provide health education to the elderly and families about the importance of regulating diet and maintaining nutritional status.Keywords: hypertension, family history, nutritional status
Analisis Faktor Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi di Gampong Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Safitri, Faradilla; Rahmi, Nuzulul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3342

Abstract

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan dan minuman yang diberikan pada anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Berdasarkan Studi Kasus Gizi pada tahun 2021 di dunia menunjukan prevalensi bayi/balita yang mendapatkan MP-ASI mencapai 74,7%, serta anak di indonesia yang mendapat MP-ASI mencapai 44,7%, dan pemberian MP-ASI pada anak di Aceh mencapai 26,9%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan pendapatan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada bayi di Gampong Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi di Gampong Alue Deah Teungoh sebanyak 30 orang dan sampel diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data secara observasi dan membagikan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 24 - 30 Juli 2023. Hasil penelitian diperoleh variabel pendidikan (p value=0.048), pekerjaan (p value=1.000), pengetahuan (p value=0.001), dan pendapatan keluarga (p value=0.029). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan dan pendapatan keluarga dengan pemberian MP-ASI dan tidak ada hubungan pekerjaan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi. Bagi petugas kesehatan agar dapat secara berkesinambungan memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga tentang pentingnya pemberian MPASI yang tepat bagi anak.Kata Kunci : MP-ASI, pendidikan, pengetahuan, pendapatan keluargaComplementary foods for breast milk (MP-ASI) are foods and drinks given to children aged 6-24 months to meet nutritional needs. Based on the Nutrition Case Study in 2021 in the world, it shows that the prevalence of babies/toddlers who received MP-ASI reached 74.7%, and children in Indonesia who received MP-ASI reached 44.7%, and giving MP-ASI to children in Aceh reached 26.9%. The aim of this research is to analyze the factors of education, employment, knowledge and family income when providing MP-ASI to babies in Gampong Alue Deah Teungoh, Meuraxa District, Banda Aceh. The research is analytical with a cross-sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies in Gampong Alue Deah Teungoh as many as 30 people and samples were taken from the total population. The research instrument uses a questionnaire and data collection by observation and distributing questionnaires. Univariate and bivariate data analysis. Data collection for this research was carried out from 24 - 30 July 2023. The results of the research obtained were the variables education (p value=0.048), employment (p value=1.000), knowledge (p value=0.001), and family income (p value=0.029 ). In conclusion, there is a significant relationship between education, knowledge and family income and giving MP-ASI and there is no relationship between mother's employment and giving MP-ASI to babies. For health workers to continuously provide education to mothers and families about the importance of providing appropriate MP-ASI for children.Keywords: MP-ASI, education, knowledge, family income
Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Rahmi, Nuzulul; Asnawiyah, Asnawiyah; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4048

Abstract

Kejadian balita pendek atau disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Anak stunting merupakan indikasi kurangnya asupan gizi, baik secara kuantitas maupun kualitas yang tidak terpenuhi sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Data yang diperoleh dari Puskesmas Jeulingke Banda Aceh periode Maret 2022, jumlah balita Posyandu setiap bulannya adalah 983 orang, dan jumlah balita yang diukur adalah 798 orang, didapat jumlah balita yang mengalami stunting adalah  116 orang  (14,5%). Angka ini meningkat bila dibandingkan pada tahun 2023 periode Maret yaitu jumlah balita yang diukur sebanyak 596 orang dengan jumlah balita stunting sebesar 135 orang  (22,7%). Hal ini  menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir kasus stunting meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan faktor kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Banda Aceh. Desain penelitian ini Cross Sectional Study, populasi 135 orang sampel diambil 58 balita yang mengalami stunting secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 16-22 Agustus 2023. Cara pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner kemudia pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga (p value 0,048), Inisiasi menyusui dini (p value 0,033), pemberian ASI eksklusif  (p value 0,019), pemberian MP ASI (p value 0,000) dengan kejadian stunting pada anak balita diwilayah kerja Puskesams Jeulingke Banda Aceh. Ada hubungan pendapatan keluarga, Inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP ASI dengan kejadian stunting pada anak balita diwilayah kerja Puskesams Jeulingke Banda Aceh. Bagi masyarakat dapat meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang gizi ibu hamil, pentingnya Inisiasi Menyususi Dini (IMD) dan ASI Eksklusif untuk mencegah terjadinya stunting. Bagi Tenaga Kesehatan dapat membuat kebijakan dalam rangka memperbaiki status gizi khususnya pada anak usia 13-36 bulan untukmengurangi terjadinya stunting. Dan bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan untuk melakukan penelitian yang sama dengan variabel yang berbeda dan dengan desain penelitian yang berbeda.Kata Kunci : Stunting, IMD, ASI Eksklusif , MP ASI.The incidence of short toddlers or what is known as stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. Stunted children are an indication of a lack of nutritional intake, both in quantity and quality, which has not been met since infancy, even in the womb. Data obtained from the Jeulingke Banda Aceh Community Health Center for the period March 2022, the number of toddlers at Posyandu each month was 983 people, and the number of toddlers measured was 798 people. It was found that the number of toddlers experiencing stunting was 116 people (14.5%). This figure has increased when compared to the 2023 March period, namely the number of toddlers measured was 596 people with the number of stunted toddlers being 135 people (22.7%). This shows that in the last year stunting cases have increased. This research aims to determine the determinants of stunting incidence factors in the Jeulingke Community Health Center work area in Banda Aceh. The research design was a Cross Sectional Study, with a population of 135 samples taken from 58 toddlers who experienced stunting using purposive sampling. The research was conducted on 16-22 August 2023. The data collection method was by distributing questionnaires and then processing the data using editing, coding, data entry, tabulating, and univariate and bivariate data analysis. The results of the study showed that family income (p value 0.048), early initiation of breastfeeding (p value 0.033), exclusive breastfeeding (p value 0.019), provision of MP ASI (p value 0.000) were associated with the incidence of stunting in children under five in the Jeulingke Public Health Center working area, Banda Aceh. . There is a relationship between family income, early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, complementary feeding and the incidence of stunting in children under five in the Jeulingke Community Health Center work area in Banda Aceh. For the community, it can increase public understanding about the nutrition of pregnant women, the importance of Early Breastfeeding Initiation (IMD) and exclusive breastfeeding to prevent stunting. Health workers can make policies to improve nutritional status, especially for children aged 13-36 months to reduce the occurrence of stunting. And for future researchers it can be used as input for conducting the same research with different variables and with different research designs.Keywords: Stunting, IMD, Exclusive Breast Milk, Complementary foods.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 5 ACEH BESAR Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Sahbainur Rezeki; Rulia Meilina; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa  remaja  merupakan  masa  yang  dianggap  rawan  dalam kehidupan karena merupakan masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa  yang  penuh  gejolak.  Pemberian  informasi  masalah  seksual  menjadi  penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. Pendidikan tentang kesehatan reproduksi sangatlah penting bagi remaja dikarenakan, remaja saat ini masih kurang pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan kurangnya keingintahuan remaja tentang bahayanya jika seseorang tidak paham dan tidak peduli dengan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan perilaku negative yaitu perilaku seks bebas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 22 November 2023 dengan jumlah peserta 34 orang siswa/I di MAN 5 Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah Pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi membantu remaja dalam membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab terkait dengan tubuh dan kehidupan seksual mereka, serta membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik.Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, pengetahuan, perilaku Adolescence is a period that is considered vulnerable in life because it is a transition period from child life to turbulent adult life.  Providing information on sexual problems is important especially considering that adolescents are in an active sexual potential. Education about reproductive health is very important for adolescents because, adolescents today still lack knowledge about the importance of reproductive health and lack of curiosity about the dangers if someone does not understand and does not care about reproductive health. Lack of knowledge can lead to negative behavior, namely free sexual behavior. This activity was held on Wednesday, November 22, 2023 with 34 participants at MAN 5 Aceh Besar. The results of this activity are A comprehensive understanding of reproductive health helps adolescents make healthy and responsible decisions related to their bodies and sexual lives, and helps them prepare for a better future.Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior
EDUKASI KESEHATAN TENTANG KENALI FAKTOR RISIKO HIV/AIDS DAN PENCEGAHANNYA Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Rahmat Akbar; Miranda Miranda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu isu kesehatan yang masih menjadi perhatian serius adalah HIV/AIDS, yang terus menunjukkan tren peningkatan kasus, terutama di kalangan remaja. Minimnya pengetahuan dan kesadaran remaja tentang faktor risiko dan cara penularan HIV/AIDS menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 2 Aceh Besar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya mengenali faktor risiko HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah edukatif, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi sebagai media informasi tambahan. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi tingkat SMA yang berada pada masa perkembangan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai HIV/AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.   
PEMERIKSAAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI SEBAGAI USAHA PENCEGAHAN MASALAH GIZI DI SMAN 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi yang dihadapi pada masa remaja adalah kekurangan gizi (stunting), kekurangan gizi mikro yang menyebabkan anemia dan kelibah berat badan (obesitas). Remaja yang sehat merupakan investasi masa depan bangsa yang akan memiliki peran penting untuk membangun dan mengembangkan bangsa sehingga status gizi remaja perlu mendapatkan perhatian. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam. Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan status gizi remaja putri ini dilakukan 26 Desember 2022  di SMAN 1 Baitussalam Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas II berjumlah 80 orang yang hadir pada hari kegiatan tersebut. Kegiatan pemeriksaan status gizi remaja ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Ubudiyah Indonesia. Hasil pemeriksaan status gizi pada remaja di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar didapatkan status gizi remaja lebih dominan pada katagori normal yaitu 58 orang (72,5%) dibandingkan dengan status gizi yang tidak normal yaitu 22 orang (27,5%).Kata kunci : Status Gizi Remaja, penyuluhanThe nutritional problems faced in adolescence are stunting, micronutrient deficiencies which cause anemia and excess body weight (obesity). Healthy adolescents are an investment in the future of the nation which will have an important role in building and developing the nation so that the nutritional status of adolescents needs attention. The purpose of this community service is to find out the nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam. The implementation of the examination of the nutritional status of young women was carried out on December 26, 2022 at SMAN 1 Baitussalam, Aceh Besar District with 80 class II student participants who were present on the day of the activity. This activity of examining the nutritional status of adolescents involved the active role of Bachelor of Public Health, University of Ubudiyah Indonesia. The results of examining the nutritional status of adolescents at SMAN 1 Baitussalam Aceh Besar District found that the nutritional status of adolescents was more dominant in the normal category, namely 58 people (72,5%) compared to abnormal nutritional status, namely 22 people (27,5%).Keywords: Adolescent Nutritional Status, counseling
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) SESUAI STANDAR SELAMA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IE ALANG KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCovid-19 dapat memberikan dampak negatif bagi Kesehatan ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dan mempengaruhi kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan K1 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19 sebesar 67,5% dan cakupan K4 sebesar 60% dengan kata lain tidak mencapai target nasional yaitu sebesar 76%. Salah satu Puskesmas yang cakupannya masih rendah yaitu dibawah 85% adalah Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskemas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar, tahun 2019 sasaran ibu hamil yaitu 62 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 51%. Sasaran ibu hamil tahun 2020 adalah 68 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 58% (Profil Kesehatan Puskesmas Ie Alang, 2020). Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah peserta mengetahui pentingnya kunjungan ANC selama kehamilan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 19 Juni 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Ie Alang. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar yang bersedia hadir saat dilakukan penyuluhan yaitu 44 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : ANC, Ibu hamil, pendidikan kesehatan 
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI DI MAN 5 KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di Indoneisa. Data dari Kemenkes pada tahun  2020 jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. Kanker payudara dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan payudara sendiri dimulai dari masa remaja hingga telah menjadi wanita dewasa. Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri mengenai kanker payudara yang bisa terdeteksi secara dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 04 Maret 2022 di MAN 5 Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan praktik sadari, remaja putri merasa pengetahuannya menjadi lebih bertambah mengenai kanker payudara dan bisa melakukan sadari untuk medeteksi dini kanker payudara, dan akan melakukan sadari secara rutin seminggu setelah menstruasi agar dapat mendeteksi abnormalitas pertumbuhan kelenjar tersebut sehingga dapat segera diobati.Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Kanker Payudara, SADARIBreast cancer is one of the most common types of cancer suffered by women in Indonesia. Data from the Ministry of Health in 2020 the number of new cases of breast cancer reached 68,858 cases (16.6%) out of a total of 396,914 cancer cases in Indonesia. Meanwhile, the number of deaths reached more than 22,000 cases. Breast cancer can be detected early with breast self-examination starting from adolescence to adulthood. The purpose of this health education is to increase the knowledge and awareness of young women about breast cancer that can be detected through breast self-examination (BSE). The extension activities were carried out on March 4, 2022 at MAN 5 Aceh Besar Regency with third grade students who were present on the day of the counseling activity. This health education activity involves the active role of D-III and D-IV Midwifery students at the University of Ubudiyah Indonesia. After carrying out health education and awareness practice, young women feel that their knowledge is increasing about breast cancer and can be aware of early detection of breast cancer, and will be aware regularly after menstruation so that they can become men.Keywords: Health Education, Breast Cancer, BSE
PENDIDIKAN KESEHATAN KEBERSIHAN MENSTRUASI REMAJA PUTRI DI SMAS BABUL MAGHFIRAH KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja memiliki fase tumbuh kembang dimasak anak-anak ke dewasa yang mana seorang individu akan lebih sering mengalami perubahan dari aspek biologis, psikologis maupun sosialnya. erubahnya fisik lebih sering nampak saat seorang remaja mulai masuk usia 9-15 tahun, di usianya ini remaja bukan semata-mata tumbuh menjadi tinggi ataupun besar saja, ada terdapat beberapa hal yang berubah dari aspek fisik misalnya menstruasi yang dialami oleh Wanita. Ketika mengabaikan kebersihan ketika menstruasi dapat menimbulkan persoalan medis reproduksi, seperti saluran reproduksi yang terinfeksi, saluran kemih yang terinfeksi, infeksi jamur, bahkan meningkatnya resiko kanker serviks. Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri mengenai kebersihan diri pada masa menstruasi . Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 Juni 2023 di SMAS Babul Maghfirah Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas I, II dan III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : pendidikan kesehatan, kebersihan menstruasi, remajaAdolescence has a phase of growth and development from childhood to adulthood where an individual will more often experience changes from biological, psychological and social aspects. Physical changes are more often seen when a teenager starts to enter the age of 9-15 years, at this age adolescents not only grow tall or big, there are several things that change from physical aspects such as menstruation experienced by women. When ignoring hygiene during menstruation can cause reproductive medical problems, such as infected reproductive tract, infected urinary tract, fungal infections, and even increased risk of cervical cancer. The purpose of this health education is to increase the knowledge and awareness of adolescent girls about personal hygiene during menstruation. The implementation of this counseling activity was carried out on June 17, 2023 at Babul Maghfirah High School, Aceh Besar Regency with participants from class I, II and III students who were present on the day of the counseling activity. This health education activity involves the active role of students of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University of Indonesia. After health education, adolescent girls feel that their knowledge has increased about personal hygiene during menstruation and will apply this behavior. Keywords: health education, menstrual hygiene, adolescents
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA DI MADRASAH ALIYAH DARUL ‘ULUM KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Venna Rianda Sari; Oja Jaida; Syarifa Yuliana; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan penderita kanker payudara datang ke pelayanan kesehatan dalam stadium inoperable atau stadium lanjut dan sukar disembuhkan, padahal pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya gejala kanker payudara secara dini dapat dilakukan oleh diri sendiri sehingga dapat dilakukan sewaktu-waktu dan tanpa biaya. Keterlambatan mengetahui bahwa seorang wanita telah mengidap kanker payudara hingga stadium lanjut dikarenakan rendahnya pemahaman wanita tentang kanker payudara itu sendiri dan rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap payudaranya.Tingkat pengetahuan  masyarakat yang masih rendah dan adanya mitos-mitos yang keliru tentang kanker payudara menjadi salah satu faktor penyebab keterlambatan penanganan kanker payudara. Pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri akan menambah pengetahuan sehingga akan meningkatkan status kesehatan perempuan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan  selama 1 hari pada pada hari Rabu, 22 Januari 2020. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah siswi perempuan perwakilan dari kelas 1 dan kelas 2 di Madrasah Aliyah  Darul ‘Ulum Kota Banda Aceh Tahun Ajaran 2019/2020 berjumlah 28 siswi. Kata kunci : kanker payudara, kanker pada remaja
Co-Authors Abdullah, Mira Afni, Nur' Alfitri Wahyuni Andika, Fauziah Andriani, Melda Annisah Annisah Anwar, Chairanisa Aris Maulana Asmaul Husna Asmaul Husna Asnawiyah Asnawiyah Azimar Azimar Chairanisa Anwar Cut Deli Darmawan, Heri Devi Mona Santi Dhirah, Ulfa Husna DYAH AYU PUSPITASARI Eva Nadila Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Rosdiana Evi Salmala Fadia Aisya Fahkrina, Dira Faizin, Wilda Num Faradilla Safitri Faradilla Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Fauziah Andika Fazhirah Azima Fikransyah, Raja Fina Chairani Finaul Asyura Fitriyanti Fitriyanti Harimantara Harimantara Hidayatul Makwa Ismail Ismail Julaida Br Bancin Kalvin Ariston Zai Karisma Melati Kusharisupeni Djokosujono Leni Erlinda Leny Erlinda Lilis Suryani Mahfuzha, Difa Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Meilina, Rulia Melda Andriani Merleni Merleni Minda Septiani Miranda Miranda Mutia Sari Nadia, Putri Nailah Nailah NurAfni NurAfni Nurhayati Nurhayati Nurlaili Ramli Nurleli, Nurleli Nurul Sakdah Oja Jaida Periskila Dina Kali Kulla Puteri, Ade Dita Putri Husainah Qirva Atin Amini Rahmat Akbar ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rauzhatus Salmah. Nst Reniza Maulizar Rika Novita Rizka Amalia Putri Rizka Maulina Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Safridar, Eka Agus Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Santina Fitri Santoso, Harri - Siti Samaniyah Sri Yanti Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syafie Ishak Syarifa Yuliana Syarifah Yanti Astryna Tara Noviani Ulfa Rahmawati Uswatun Fauziah Lubis Venna Rianda Sari WILDA YANTI Willis, Ratna Yelfi Monita Yulianti Yulianti Zuraida Zuraida