Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ACTIVE LEARNING METHODS ON STUDENTS' LEARNING MOTIVATION AT MADRASAH IBTIDAIYAH Abdul Haq AS; Ratu Bai Rohimah; Asep Abdurrohman
International Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 8 (2024): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning motivation is a series of impulses or driving forces that come from within oneself and from outside to carry out learning activities so as to cause changes in the goals desired by the learning subject so that they can be achieved. Motivation to learn is very important because motivation drives us to be diligent or enthusiastic in carrying out the process to immediately achieve the desired goals. Motivation to learn is also one solution to dealing with feelings of laziness, although of course feelings of laziness sometimes still come, motivation to learn will prevent us from continuing to be lulled by that feeling of laziness. Using active learning methods, students are trained to raise their motivation. In the active learning method, students are taught to process the subject matter using their mental abilities independently, developing ideas for searching for keywords from the subject matter, so that it is easier to understand and solve difficulties in learning, and able to apply them in everyday life. The application of theory in learning is supported by a spirit of independence and self-confidence, that they already have knowledge, as a light, in the dark night, a compass in determining the direction of their journey in social life which is much more complex in this era of globalization.
MADRASAH'S CONTRIBUTION TO THE EMPOWERMENT OF THE VILLAGE COMMUNITY IN INDONESIA Rt Bai Rohimah; Muhammad Mahfud; Opan Arifudin; Suhana Sarkawi
International Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 10 (2024): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to examine the contribution of Madrasah to empowerment of rural communities in Indonesia. Research methods carried out through literary methods by searching for literature that fits the context of research. Research findings show that the presence of Islamic educational institutions, the Madrasah that exists in the village, turns out to play a significant role in improving the capacity and well-being of individuals through various educational programmes and social activities. Collaboration with various stakeholders and the involvement of the local community is the key to success in empowering the village community. It is hoped that these findings can be the basis for further enhancing the role of Madrasah in supporting the empowerment of the village community in Indonesia.
Analisis Etnosains Pada Alat Musik Tradisional Angklung Buhun Sebagai Sumber Belajar IPA Siswa SMP Siti Nadiah; Bai Rohimah; Nofita Fajariyanti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1473

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menyediakan kajian ilmiah mengenai keterkaitan antara kearifan lokal pada Angklung Buhun dan konsep-konsep IPA, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan sumber belajar yang relevan dengan kehidupan siswa dan mendukung implementasi pembelajaran berbasis budaya. Angklung Buhun adalah alat musik tradisional Suku Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, yang menyimpan lapisan pengetahuan empiris yang sangat berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk etnosains dalam Angklung Buhun; (2) menganalisis konsep IPA yang terkandung di dalamnya; (3) memetakan hubungan antara Angklung Buhun dan prestasi belajar IPA di tingkat SMP; dan (4) menilai potensinya sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di Kampung Kanekes (28 April 2026), wawancara mendalam dengan pakar tradisi (Jaro Oom dan H. Medi), pengrajin (Ki Sarwani dan Pak Darma), pemain (Pak Sarif dan Pak Engkos), dan wawancara triangulasi dengan lima dosen ahli di bidang Sosiologi, Biologi, Kimia, Fisika, dan Seni Pertunjukan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung oleh kerangka rekonstruksi etnosains Ogawa (dalam Sudarmin, 2014). Hasil menunjukkan bahwa Angklung Buhun mengandung etnosains dalam tiga bentuk: (1) sistem budaya; (2) aktivitas; dan (3) artefak. Secara ilmiah, ia mengandung konsep Biologi (struktur jaringan bambu, lignifikasi, ekosistem), konsep Kimia (perubahan fisik dan kimia, polimer alami, reaksi oksidasi), dan konsep Fisika (getaran, frekuensi, resonansi, amplitudo, interferensi gelombang, kecepatan suara). Pemetaan ini selaras langsung dengan Pencapaian Pembelajaran IPA Kurikulum Merdeka untuk Fase D di kelas VII–IX.
Model Perkuliahan Terintegrasi Pada Mata Kuliah Moderasi Beragama untuk Mewujudkan Kampus Berdampak Rohimah, Rt Bai; Fadhilah, Nurul; Abdurohim, Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman moderasi beragama di kalangan mahasiswa secara terintegrasi, memperluas pemahaman mahasiswa dan kemampuan mengaplikasikan dalam kegiatan pengabdian di lingkungan kampus dan di masyarakat. Beberapa laporan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pelanggaran kebebasan beragama masih terjadi setiap tahun, meskipun pola kekerasan terbuka menurun. Metode penelitian ini dengan PAR (Participatory Action Research), melaksanakan penguatan moderasi beragama di kalangan mahasiswa, bersama tim merancang (diagnose) mengobservasi dan mendiagnosis permasalahan yang muncul. mengukur pemahaman mahasiswa tentang kehidupan moderasi beragama, apakah bertambah atau tetap (measure), dan melakukan refleksi dari kegiatan penguatan moderasi beragama untuk menentukan kegiatan yang perlu diupayakan dalam waktu dekat (reflect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan pembangunan bangsa, harus membantu pemerintah menguatkan pemahaman terkait moderasi beragama. Kata kunci: Beragama, Integrasi, Moderasi.
Enhancing Memorize the Qur'an through Qur'ans Aplications and Different Students' Critical Thinking Levels Rt Bai Rohimah; Taswiyah; Omah Mukarromah -; Ahmad Maujud
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v11i1.6767

Abstract

The memorization of the Qur'an (ḥifẓ al-Qur'ān) has been a central aspect of Islamic education for centuries. The purpose of this study is to analyze the differences in memorizing the Quran using digital and murrotal Qurans, critical thinking of students at different levels and the influence of interaction between memorizing the Quran using digital and murrotal Qurans on memorizing the Quran. Quantitative methodology was implemented in the present research, using a quasi-experimental design. This design integrates a non-equivalent control group methodology with a two-way factorial design (2 x 3 ANOVA). This investigation employed a sample of 300 students. A total of 150 participants comprised each cohort. The participants of this investigation were first-year pupils at Sultan Ageng Tirtayasa University in Banten. This research yielded three principal findings: 1) A disparity exists in the memorisation capabilities of students utilising digital Qur'an against auditory murrotal. 2) There exists a disparity in the capacity to memorise the Qur'an among pupils with high, medium, and low levels of critical thinking. 3) An interaction exists between the utilisation of digital Qur'an and audio murrotal, influencing students' critical thinking regarding their capacity to memorise the Qur'an. The proposed study presents novelty by addressing this gap, offering a comparative analysis of the role that critical thinking plays in memorizing the Qur'an using digital and audio murottal Qur'ans. The novelty lies in integrating cognitive psychology with Qur'an education, proposing that students with higher critical thinking skills may engage more deeply with the digital Qur'an, thereby enhancing their retention.  
PENGEMBANGAN E-LKPD MENGGUNAKAN MODEL QODE DENGAN TOPIK KEARIFAN LOKAL BANTEN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP KELAS VIII Rasya Rahma Maulidya; R. Ahmad Zaky El Islami; Rt Bai Rohimah
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat validitas dan respons peserta didik terhadap e-LKPD yang dikembangkan menggunakan model pembelajaran QODE (Questioning, Organizing, Doing, Evaluating) dengan topik kearifan lokal Banten. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan pendekatan model ADDIE, yang dilakukan hingga tahap keempat, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, dan implementasi terbatas. Validitas e-LKPD dinilai oleh para ahli melalui lembar evaluasi, sementara tanggapan peserta didik dikumpulkan melalui angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor validasi dari para ahli mencapai 86,72%, yang masuk dalam kategori “Sangat Valid.” Sementara itu, hasil angket dari peserta didik menunjukkan nilai 87,10%, yang dikategorikan “Baik.” Setiap tahapan dalam e-LKPD ini dinilai sudah sesuai dengan sintaks model QODE serta indikator keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan temuan tersebut, e-LKPD ini dianggap layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP, sekaligus mengaitkan materi dengan nilai-nilai kearifan lokal secara relevan dan bermakna.