Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Promosi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Jumlah Siswa melalui Media Sosial 4.0 TK ABA 01 Vina Nazilatul Fadlillah; Vina Nazilatul Fadlillah; Nur Eka Oktafia; Lita Latiana
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.362 KB) | DOI: 10.57251/ped.v2i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen kenaikan pangkat TK ABA 01. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif terhadap guru dan kepala sekolah. Media kampanye TK ABA 01 ini bertujuan untuk memperkenalkan lembaga PAUD ini kepada masyarakat untuk meningkatkan minat calon orang tua menyekolahkan anaknya ke lembaga PAUD. Rumusan penelitian ini adalah TK ABA 01 Proses Pemasaran Pendidikan Manajemen Pemasaran, TK ABA 01 Apa yang ingin dicapai dengan menerapkan Manajemen Pemasaran, dan apa saja kendala TK ABA 01. Menerapkan manajemen pemasaran. Survei dilakukan di TK ABA. Sumber data untuk penelitian ini adalah klien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil survey dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pemasaran TK ABA 01 sangat baik dilakukan dan mengikuti perkembangan zaman. TK ABA 01 adalah peningkatan kualitas layanan pendidikan secara terus menerus, membangun kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempromosikan pemasaran, sifat anak-anak yang saleh dan mandiri, berbagai kegiatan di pusat perbelanjaan.
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Kualitas Pendidik PAUD Khotimatus Sa'diyah, Nyiarci, Lita Latiana, Ali Formen Khotimatus Sa'diyah, Nyiarci, Lita Latiana, A
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.983 KB) | DOI: 10.57251/ped.v2i1.335

Abstract

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIK PAUD Abstrak Peran pendidikan bagi anak usia dini sangat diperlukan guna menciptakan manusia yang unggul dan bersaing serta berakhlak di masa mendatang. Penyelenggaraan PAUD di Indonsesia saat ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan hal tersebut terbukti dari banyaknya jenis layanan yang diberikan kepada anak berdasarkan usia dan karekteristik anak. Permasalahan dalam pembelajaran muncul ketika guru tidak memiliki kualitas, kompetensi, fungsi dan peran yang mumpuni dalam bidangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sumber daya manusia dalam peningkatan kualitas pendidik di PAUD Al Fattah Dukutalit. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus, yaitu menggali lebih dalam kasus-kasus yang terjadi dalam proses manajemen pengembangan sumber daya guru di PAUD Al Fattah. Obyek penelitian adalah manajemen pengembangan sumber daya guru PAUD, dengan jumlah guru di PAUD Al Fattah sebanyak 51 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang sangat penting antara manajemen sumber daya manusia dalam peningkatan perbaikan kualitas/standar pendidik dengan berbagai program yang direncanakan dan diaplikasikan di PAUD Al Fattah Dukutalit Juwana. Kata Kunci: manajemen sumber daya manusia, kualitas pendidik, PAUD HUMAN RESOURCES MANAGEMENT IN IMPROVING THE QUALITY OF PAUD EDUCATORS Abstract The role of education for early childhood is very necessary in order to create superior, competitive and moral human beings in the future. The implementation of PAUD in Indonesia is currently experiencing a very significant development, this is evident from the many types of services provided to children based on the age and characteristics of the child. Problems in learning arise when teachers do not have the qualities, competencies, functions and roles that are qualified in their fields. The purpose of this study was to determine human resource management in improving the quality of educators in PAUD Al Fattah Dukutalit. The approach of this research is qualitative research, with the type of case study research, which is to dig deeper into the cases that occur in the process of teacher resource development management at PAUD Al Fattah. The object of the research is the management of PAUD teacher resource development, with the number of teachers in Al Fattah PAUD as many as 51 people. Data collection techniques were carried out by means of observation and interviews. The results of this study indicate that there is a very important influence between human resource management in improving the quality/standard of educators with various programs planned and applied at PAUD Al Fattah Dukutalit Juwana. Keyword: human resource management, quality of educators, PAUD
Keterampilan Komunikasi Kepala Sekolah Terhadap Guru Dalam Penerapan Kurikulum Darurat Di Masa Pandemi Covid 19 Marisa Prima Putri; Agvely Aulia Jasmine; Lita Latiana; Ali Formen
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.713 KB) | DOI: 10.57251/ped.v2i1.342

Abstract

Pandemi covid 19 berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Semua jenjang pendidikan wajib melakukan pembelajaran daring dengan menerapkan kurikulum darurat. Banyak kendala yang muncul selama pembelajaran daring, salah satunya komunikasi antara kepala sekolah dan guru yang berdampak pada proses pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keterampilan komunikasi kepala sekolah terhadap guru dalam penerapan kurikulum darurat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian yaitu kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian yaitu keterampilan komunikasi yang dimiliki kepala sekolah akan berpengaruh dalam penerapan kurikulum darurat di lembaga pendidikan. Iklim sekolah yang saling terbuka membantu kepala sekolah dalam berkomunikasi kepada guru dan orang tua murid tentang penerapan kurikulum darurat. Faktor penghambat yang muncul yaitu kesibukan orang tua dalam mendampingi anak belajar dari rumah dan penggunaan perangkat komunikasi yang terbatas membuat orang tua mengalami kesulitan dalam penyampaian materi kepada anak di rumah.
Strategi Kepemimpinan Keterampilan Komunikasi Kepala Kelompok Bermain dalam Masa Studi : Studi Kasus Di KB Aisyiyah 13 Jepara: Strategi Kepemimpinan Keterampilan Komunikasi Kepala Kelompok Bermain dalam Masa Studi : Studi Kasus Di KB Aisyiyah 13 Jepara Ainur Rosyidah Kusuma; Rizka Suprihatiningsih; Lita Latiana; Ali Formen
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.377 KB) | DOI: 10.57251/ped.v2i1.351

Abstract

Everyone has needs, both for themselves and for the fulfillment of the needs of others. This also applies to school principals, especially the head of the Playgroup. So the need for leadership strategies and good communication skills so that the fulfillment of one's own needs does not interfere with the fulfillment of the needs of others. This study aims to determine the leadership strategies and communication skills of the head of the Aisyiyah 13 Jepara Playgroup during the fulfillment of one's own needs during the postgraduate education level. The method used in this research is a qualitative case study to describe communication skills. Based on the results of the research conducted, it was found that there were various kinds of leadership strategies and communication skills of the playgroup heads during the educational study period. However, due to the limited time the head of the playing group had, the supervisory function did not work properly.
Bronfenbrenner's Bioecological Theory: School Readiness for Children in the Context of Distance Learning During the Covid-19 Pandemic Bratanoto, Virgilia Zephanya; Latiana, Lita; Forman, Ali; Pranoto, Yuli Kurniawati Sugiyo
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 16 Number 1 April 2022
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.275 KB) | DOI: 10.21009/JPUD.161.06

Abstract

School readiness is an important factor that affects the child’s development. However, promoting children’s school readiness becomes even more challenging during the COVID-19 pandemic. There is a gap between the implementation of Distance Learning and the limited understanding about effect of Distance Learning to promote children’s school readiness. This study aims to find out how distance learning affects children's school readiness during the Covid-19 pandemic and to understand the role of the children’s environment in promoting children’s school readiness, in terms of Bronfenbrenner's Bio-ecological theory. This research uses a descriptive quantitative method. Data was collected by an online survey. There were 326 parents and 34 KG-B teachers from 16 private schools in Semarang who participated in this study. Data analysis uses descriptive analysis techniques and independent sample t-test. The result finds out that distance learning is less effective in promoting children's school readiness, especially in socio-emotional skills. The role of the ecological system also influences distance learning in promoting school readiness, so for promoting school readiness, both children’s skills and the roles of systems should be emphasized. The findings suggest the school needs to evaluate and review every strategy, planning and implementation of distance learning in their schools. The findings also suggest the kindergarten teachers need to enrich their competence in designing innovative, creative, and interesting distance learning activities, based on digital technology. Keywords: early childhood, school readiness; distance learning References: Agustin, M., Puspita, R. D., Nurinten, D., & Nafiqoh, H. (2020). Tipikal Kendala Guru PAUD dalam Mengajar pada Masa Pandemi Covid 19 dan Implikasinya. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.598 Ayudia, R., Febrialismanto, F., & Solfiah, Y. (2020). Persepsi Orangtua Terhadap Pembelajaran Daring Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 3(2). https://doi.org/10.31004/jrpp.v3i2.1222 Britto, P. R. (2012). School Readiness: A Conceptual Framework. United Nations Children’s Fund (UNICEF). Ekyana, L., Fauziddin, M., Arifiyanti, N., Pendidikan, J., & Dini, U. (2021). Parents’ Perception: Early Childhood Social Behaviour During Physical Distancing in the Covid-19 Pandemic. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15(2), 258–280. https://doi.org/10.21009/JPUD.152.04 Fridani, L. (2014). School readiness and transition to primary school: A study of teachers, parents and educational policy makers’ perspectives and practices in the capital city of Indonesia. In Faculty of Education, Monash University, Australia. Jalal, M. (2020). Kesiapan Guru Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Covid-19. Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1). https://doi.org/10.30631/smartkids.v2i1.61 Kokkalia, G., Drigas, A., Economou, A., & Roussos, P. (2019). School readiness from kindergarten to primary school. International Journal of Emerging Technologies in Learning, 14(11). https://doi.org/10.3991/IJET.V14I11.10090 Lutfiah, S. Z. (2020). Persepsi Orang Tua Mengenai Pembelajaran Online di Rumah Selama Pandemi Covid-19. Dealektik, 2(2). Majzub, R. M., & Rashid, A. A. (2012). School Readiness Among Preschool Children. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 46. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.06.098 Nurdin, N., & Anhusadar, L. (2020). Efektivitas Pembelajaran Online Pendidik PAUD di Tengah Pandemi Covid 19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.699 Nurhayati, W. (2019). Pengembangan Instrumen Kesiapan Bersekolah dan Pemetaan Kesiapan Bersekolah pada Anak Usia Dini di Indonesia. Indonesian Journal of Educational Assesment, 1(1). https://doi.org/10.26499/ijea.v1i1.4 Nurkolis, N., & Muhdi, M. (2020). Keefektivan Kebijakan E-Learning berbasis Sosial Media pada PAUD di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.535 Pan, Q., Trang, K. T., Love, H. R., & Templin, J. (2019). School Readiness Profiles and Growth in Academic Achievement. Frontiers in Education, 4. https://doi.org/10.3389/feduc.2019.00127 Pangestuti, R., Agustiani, H., Cahyadi, S., & Kadiyono, A. L. (2018). Indonesian children ‘s readiness for elementary school: A preliminary study to the holistic approach to school readiness. Pedagogika, 132(4). https://doi.org/10.15823/p.2018.132.6 Ricciardi, C., Manfra, L., Hartman, S., Bleiker, C., Dineheart, L., & Winsler, A. (2021). School readiness skills at age four predict academic achievement through 5th grade. Early Childhood Research Quarterly, 57. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2021.05.006 Saodi, S., Herlina, H., & Irfan, M. (2021). The Effectiveness of Children’s Learning Time in Online Learning System During the Covid 19 Pandemic in Kindergartens. Journal of Educational Science and Technology (EST), 7(2), 148. https://doi.org/10.26858/est.v7i2.19538 Satrianingrum, A. P., & Prasetyo, I. (2020). Persepsi Guru Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Daring di PAUD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.574 Sibagariang, P. P., & S. Pandia, W. S. (2021). Teaching Approach and Teacher Self-Efficacy during Early Childhood Distance Learning. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15(1), 41–59. https://doi.org/10.21009/jpud.151.03 Sit, M., & Assingkily, M. S. (2020). Persepsi Guru tentang Social Distancing pada Pendidikan AUD Era New Normal. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2). https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.756 Snow, K. L. (2006). Measuring school readiness: Conceptual and practical considerations. In Early Education and Development (Vol. 17, Issue 1). https://doi.org/10.1207/s15566935eed1701_2 Wijaya, C., Anwar Dalimunthe, R., & Muslim. (2021). Parents’ Perspective On The Online Learning In Al-Azhar Kindergarden Model Medan. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15(2), 300–318. https://doi.org/10.21009/jpud.152.06 Wijayanti, R. M., & Fauziah, P. Y. (2020). Perspektif dan Peran Orangtua dalam Program PJJ Masa Pandemi Covid-19 di PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2). https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.768 Wulandari, H., Purwanta, E., Anak, P., Dini, U., Yogyakarta, U. N., & Biasa, P. L. (2021). Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini di TK selama Pembelajaran Daring saat Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1).
Layanan Pos PAUD Bagi Anak Usia 0-4 tahun di Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Isti Hidayah; Lita Latiana; Widowati Widowati; Tatirah Tatirah; Rosmalia Rosmalia
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 1 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.889 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.314

Abstract

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kemitraan wilayah Kabupaten Brebes, dengan mitra sasaran Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Program utama RPJMD Kabupaten Brebes tahun 2019 adalah bidang pendidikan dan kesehatan. Pada bidang pendidikan Brebes memiliki target untuk meningkatkan layanan Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS) dengan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) bagi anak yang memungkinkan kembali ke sekolah, peningkatan layanan pendidikan untuk semua, termasuk layanan terhadap anak usia dini. Fokus pada kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan anak usia dini 0-4 tahun Kabupaten Brebes, khususnya Desa Parereja. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Kemitraan Wilayah digunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Secara rinci untuk mencapai tujuan salah satu program ini, kegiatan yang dilakukan adalah: penguatan kader Pos PAUD, melengkapi sarana dan prasarana, sosialisasi dan promosi kepada orang tua balita, implementasi program PAUD dan pendampingan di POSYANDU setempat. Hasil kegiatan ini adalah (1) bergabungnya kader PAUD dalam HIMPAUDI Kecamatan dan Kabupaten Brebes, (2) tersusunnya program kegiatan Pos PAUD oleh kader, (3) terlaksananya layanan anak usia dini (< 4 tahun) Desa Parereja 4 hari/minggu, (4) meningkatnya jumlah anak usia dini yang terlayani dalam bidang pendidikan di desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. 
SURVEI ASPIRASI TENTANG KOMPETENSI PASCASARJANA BIDANG PAUD Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto; Lita Latiana; Sri Sularti Dewanti Handayani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survey untuk menggambarkan aspirasi kritis mahasiswa dan alumni terhadap harapan dan realita kebermanfaatan terhadap kompetensi yang dimiliki. Hasil rekaman disalin dalam bentuk verbatim, untuk selanjutnya dianalisis. Data yang diperoleh kemudian di analisis dan interpretasi dengan membuat kode list, prosentase, dan nilai frekuensi. Data yang diperoleh akan dibandingkan satu dengan yang lainnya untuk meningkatkan reliabilititas dan validitas data. Data di analisis satu per satu dan menyimpulkan tema umum. Hasil: Berdasarkan hasil interview mengenai aspirasi pada sejumlah subjek penelitian yaitu 43 mahasiswa, terdapat dua poin utama yang dapat digambarkan sebagai berikut: harapan dan realita. Harapan para mahasiswa dapat dijabarkan sebagai berikut: meningkatkan kualifikasi akademik sesuai dengan tuntutan dunia kerja; meningkatkan profesionalitas; dan lulus tepat waktu; proses pembelajaran ramah siswa, fasilitas kampus. Adapun realita, dapat dijabarkan sebagai berikut: mendapatkan pengalaman dan kemampuan yang memadai; persyaratan kelulusan yang cukup berat; faktor pribadi memberikan pengaruh besar; dan penegakkan perkuliahan yang ramah terhadap semua agama, fasilitas. Berdasarkan hasil survey aspirasi mahasiswa Prodi PAUD S2, dapat menjadi bahan kajian lebih lanjut untuk analisis dan pengembangan kelembagaan. Penguatan kapasitas kelembagaan, di sisi lain, merupakan suatu pendekatan pembangunan di mana semua orang (pihak) memiliki hak yang sama terhadap sumberdaya, dan menjadi perencana pembangunan bagi diri mereka
Reformasi Pembelajaran Abad 21: Implementasi Merdeka Bermain melalui Model Pembelajaran ABCD5E di TK Labschool UNNES Sri Wiji Handayani; Lita Latiana; Yuli Kurniawati Sugiyono Pranoto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan itu pada hakikatnya adalah hak setiap individu. Dalam hak itu ada sebuah kemerdekaan yang berarti manusia sebagai ciptaan Tuhan memiliki hak untuk mengembangkan diri sesuai dengan kodratnya. Ada sebuah kemandirian dalam kemerdekaan artinya mandiri dalam menentukan keputusan untuk pengembangan atas diri manusia. Sekalipun kemerdekaan merupakan kebebasan namun tetap memperhatikan aturan aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Makalah disusun dari hasil penelitian untuk mengetahui arti dari sebuah kemerdekaan anak didik usia dini dalam belajar melalui bermain yang dikemas melalui konsep merdeka bermain dalam model Pembelajaran ABCD5E di TK Labschool Unnes. Sebuah model yang diciptakan oleh Sri Wiji Handayani dkk untuk melakukan sebuah reformasi pembelajaran di lembaga TK Labschool Unnes pada ABAD 21. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian Observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwa dengan dengan melalui merdeka bermain dalam model pembelajaran ABCD5E dapat mereformasi pembelajaran sebelumnya sehingga capaian kompetensi abad 21 dapat dicapai secara optimal. Abstract. Education is essentially the right of every individual. In that right there is an independence which means that humans as God's creation have the right to develop themselves according to their nature. There is an independence in independence which means being independent in making decisions for the development of human beings. Even though independence is freedom, it still pays attention to the rules that apply in people's lives. The paper is compiled from the results of research to find out the meaning of an independence for early childhood students in learning through play which is packaged through the concept of independent play in the ABCD5E Learning model at the Unnes Labschool Kindergarten. A model created by Sri Wiji Handayani et al to carry out a learning reform at the TK Labschool Unnes in the 21st century. The research method used was descriptive qualitative research with observation and interview techniques. Based on the results of observations and interviews, by being free to play in the ABCD5E learning model, you can reform previous learning so that the achievement of 21st century competencies can be achieved optimally.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI TK PERTIWI 01 PATI Nur Khotimah; Desty Irnayanty; Lita Latiana
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i1.1850

Abstract

This research have purpose to describe the principal’s strategy to increase teacher skill at TK Pertiwi 01 Pati. This research metode used deskriptif qualitativ. This data collection tool uses observation, interview and documentation. Result of this research show that principal’s strategy to increase teacher skill is : 1) pedagogic aspect: done by giving guidance and supervition to teacher related to learning. 2) personality aspectis doing by gave motivation and good act for teacher to do the best for student and the progess of institution. 3) Sosial aspect doing by created sense of togetherness and harmony with improve communication between the teacher’s so as to create a harmonis atmosphere in the school inveronment. 4) Carried by the teacher supervisor in disiplin, involued the teacher in workshop, training, seminar, mover teacher program and next S2 for knowledge expansion to increase the students quality of students. Carry out supervision of teacher performance to evaluated the teacher perform and increase the quality.
Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Menerapkan Merdeka Bermain Himatul Khoirunnisa'; Ita Kris Hardiyani; Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh; Lita Latiana; Ali Formen
Jurnal Golden Age Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v6i2.5570

Abstract

Mentri Pendidikan Indonesia dalam menyiapkan generasi emas di tahun 2045 mencetuskan konsep merdeka bermain bagi PAUD, untuk menyiapkan proses pembelajaran yang bermutu salah satu faktornya yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan merdeka bermain di PAUD TK Islam 01 Kauman dan TK Harapan Bakaran Wetan, Jenis penelitian multi kasus. Subyek penelitian yaitu kepala sekolah dan guru kelas. Hasil dari penelitian ini ialah 1) masing-masing kepala sekolah menggunakan gaya kepemimpinan demokratis 2) masing-masing kepala sekolah dan guru sudah menerapkan merdeka bermain dengan sesuai, kepala sekolah memberikan motivasi pada guru, memberikan pelatihan, memberikan contoh ataupun teladan yang positif, memberi reward, tidak terlalu memberikan tekanan pada guru, memfasilitasi guru. 3) Faktor pendukung; adanya dukungan dan motivasi dari kepala sekolah dan kerjasama antara sekolah dan orang tua dalam proses pembelajaran, Faktor Penghambat; terbatasnya sarana dan prasarana, biaya, dan pengetahuan guru dalam penerapan merdeka bermain.