Claim Missing Document
Check
Articles

TELAAH FITOKIMIA KANDUNGAN AIR PERASAN KULIT BUAH TRENGGULUN (Protium javanicum Burm. F.) Nia Nurfitria; Susanti Dhini Anggraini; Sriwulan Sriwulan; Witnawati Witnawati
Binar – Biology Natural Resources Journal Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/binar.v3i2.1357

Abstract

Trenggulun merupakan tanaman yang memiliki buah berukuran kecil dengan kulit buah berwarna hijau hingga ungu. Buah ini memiliki rasa cenderung asam. Batang tanaman ini dimanfaatkan sebagai kayu bangunan dan bagian daun dikenal sebagai salah satu bahan obat tradisional. Sementara kulit buah tanaman ini belum pernah dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris terkait kandungan fitokimia dalam kulit buah trenggulun, sehingga pemanfaatan potensinya bisa lebih terarah. Penelitian ini bersifat deskriptif, dimana analisis fitokimia dilakukan secara kualitatif. Sampel kulit buah trenggulun dihaluskan kemudian disaring menggunakan kertas saring. Hasil perasan tersebut kemudian diuji kandungan alkaloid, flavonoid, steroid dan terpenoid, tanin, polifenol, dan saponin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa air perasan kulit buah trenggulun matang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, polifenol, dan saponin. Optimalisasi kandungan dalam kulit buah trenggulun dapat dilakukan melalui teknik ekstraksi.
Comparison of the Quality of Smoked Tuna (Euthynus Sp.) Using Efhilink and Traditional Tools With Corn Cob Smoked Fuel Joesidawati, Marita Ika; Suwarsih, Suwarsih; Sriwulan, Sriwulan
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 2 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v15i2.1254

Abstract

Fish can be processed into various products, such as smoked fish. This product is unique, much in demand, and can extend the shelf life of fish. Traditionally processed smoked fish often does not meet the quality standards of smoked fish quality. Therefore, the efhilink fumigation device was developed. This study was conducted to compare the smoked tuna using traditional smoking and efhilink using corn cob smoked as fuel. This study obtained data that smoked tuna with efhilink has better quality than smoked tuna with traditional processing based on organoleptic quality parameters, carbon residue content, water content, and microbiological quality based on ALT values.
Upaya Peningkatan Penjualan Beras Leran Melalui Pengemasan Dan Labeling Ahmad Zaenal Arifin; Sriwulan Sriwulan; Nia Nurfitria; Kuntum Febriyantiningrum; Susanti Dhini Anggraini; Abdul Wahid Nuruddin
Jurnal ABDILAWE Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v3i1.950

Abstract

Pengemasan dan labeling menjadi hal penting dalam proses pemasaran suatu produk, termasuk beras kemas. Kemasan dapat mempengaruhi kualitas produk serta keputusan konsumen dalam membeli suatu produk. Sementara labeling akan memberikan informasi yang jelas tentang produk yang ditawarkan. Dengan demikian pemilihan desain kemasan dan pemberian label pada suatu produk menjadi penting sebagai Upaya untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Namun, mitra dalam kegiatan ini menjual produk beras “Leran” dalam kemasan plastik polos tanpa label dan identitas produk. Sementara di Desa Leran Wetan dan Leran Kulon sendiri ditemui banyak pedagang beras yang sudah memiliki kemasan dengan desain menarik dan label produk. Hal ini menjadikan tingkat penjualan produk mitra rendah, selain karena kompetisi tinggi juga dikarenakan produk mitra belum memiliki branding sehingga tidak dikenal oleh konsumen. Oleh karenanya dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan Upaya untuk meningkatkan tingkat penjualan produk mitra melalui pembuatan kemasan dan label pada produk mitra, agar dapat lebih dikenal oleh konsumen. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan, dimana dalam kegiatan tersebut dilakukan transfer Ipteks kepada mitra terkait pembuatan desain kemasan dan labeling dan pendampingan dalam pemasaran produk untuk meningkatkan tingkat penjualan produk mitra. Hasil yang diperoleh dari program ini penjualan produk mitra mengalami peningkatan sebesar 10% pada bulan pertama, kemudian pada bulan kedua dan ketiga meningkat sebanyak 15%, dan pada bulan keempat meningkat sebanyak 62%. Dengan demikian adanya kemasan yang menarik dan label produk yang jelas efektif dalam meningkatkan penjualan beras Leran.
PROFIL NUTRISI NON EDIBLE PORTION IKAN BETIK (Anabas testudineus) DAN POTENSINYA SEBAGAI SUPLEMEN PENAMBAH NAFSU MAKAN ANAK Anggraeni, Widi Meisya; Sriwulan, Sriwulan; Andriani, Riska
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v9i1.1576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil nutrisi dari non edible portion ikan betik (Anabas testudineus) dan mengkaji potensinya sebagai suplemen penambah nafsu makan. Pembuatan ekstrak tulang dan sisik ikan betik dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, ekstraksi, pengujian proksimat, pemberian perlakuan, penimbangan sisa pakan serta penimbangan berat badan hewan coba. Data berat badan hewan coba dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa komponen tulang dan sisik ikan betik mengandung Kadar Air sebesar 5,18%, Kadar Abu 47,58%, Kadar Lemak 7,41%, Kadar Protein sebesar 33,19%, Kolesterol (-), Fe 21,29mg/100g, Se 0,50mg/g, Zn 1,10mg/100g, Ca 22,7g/100g, Fosfor 9,38g/100g, K 0,28g/100g, Na 1193 mg/kg, Karbohidrat 6,64%. Hasil uji Efektivitas Ekstrak tulang dan sisik ikan betik sebagai suplemen penambah nafsu makan didapatkan kelompok dosis 12mg memiliki nafsu makan tertinggi. Namun berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan di antara perlakuan dengan nilai signifikansi sebesar 0.121>0.05.
PENGGUNAAN ARANG AKTIF, ARANG TONGKOL JAGUNG, PGPR DAN CAIRAN RUMEN SAPI PADA PROSES PRA PENGOMPOSAN KERTAS BEKAS BERTINTA Rahmawati, Annisa; Kurniahu, Hesti; Sriwulan, Sriwulan
Biosel Biology Science and Education Vol. 10 No. 1 (2021): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.995 KB) | DOI: 10.33477/bs.v10i1.1305

Abstract

The process of composting inked waste paper can be done because inked waste paper contains organic material in the form of cellulose, hemicellulose, lignin and ash compounds. But unlike other organic materials inked used paper has undergone various chemical processes in its manufacture so it needs to be done soaking treatment in advance to reduce the content of various chemicals. In this case inked scrap paper is soaked with distilled water added with activated charcoal, corn cobs charcoal, PGPR and rumen liquid. The PGPR was then added to a phosphate buffer of pH 7 and incubated for 7 days at room temperature without exposure to sunlight. Rumen fluid is taken at the Jenu Slaughterhouse in Tuban Regency, this liquid is taken directly after the cow is slaughtered and put into a flask then phosphate buffer pH 7 is added and incubated for 7 days at room temperature and not exposed to sunlight. Provision of activated charcoal, corn cobs charcoal and PGPR can be done in the process of precomposting inked waste paper with a cow rumen liquid starter without causing pH and temperature fluctuations. Keywords: Activated Charcoal, Corncob Charcoal, Pgpr, Rumen Liquid, Waste Paper
Evaluation of the Quality and Safety of Smoked Fish Produced Using a Modified Efhilink Smoking Cabinet With Different Bio-Smoke Sources Joesidawati, Marita Ika; Suwarsih, Suwarsih; Sriwulan, Sriwulan
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i4.1476

Abstract

Traditional fish smoking methods often raise significant concerns regarding product safety, quality inconsistency, and environmental pollution. This study aimed to evaluate a modified Efhilink smoking cabinet designed to address these issues by utilizing agricultural waste, specifically corn cobs and coconut shells, as bio-smoke sources for producing high-quality, safe smoked fish compliant with the Indonesian National Standard (SNI 2725:2013). Three fish species (mackerel tuna, Euthynnus affinis; flying fish, Cypselurus spp.; and ray, Dasyatis spp.) were processed using the modified cabinet and a traditional cabinet (control) and subsequently analyzed for sensory properties, proximate composition, histamine, TVB-N, pH, total phenolic content, and various contaminants (microbiological, heavy metals, chemical residues, and polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH4)). The results demonstrated that all smoked fish samples from the modified cabinet met all critical parameters of the national standard. Coconut shell smoke generally yielded superior products, characterized by higher acceptability in aroma and taste, a greater infusion of phenolic compounds (up to 0.334 mg/kg), and significantly lower levels of PAH4 contaminants compared to the traditional control. All samples from the modified cabinet exhibited histamine levels well below the 100 mg/kg safety limit (12.36–19.37 mg/kg), total plate counts within the permissible range (10 to 3.6x10? CFU/g), and a complete absence of detectable pathogens (E. coli, Salmonella spp., S. aureus, V. cholerae) or hazardous chemical residues (chloramphenicol, malachite green, nitrofuran); heavy metal contaminants were also found at levels far below the maximum allowable limits. The modified cabinet significantly outperformed the traditional method in reducing PAH4 contamination. The technology not only enhances food safety but also promotes sustainable practices by converting agricultural waste into value-added products. In conclusion, the modified Efhilink cabinet, using either corn cob or coconut shell bio-smoke, effectively produces safe, high-quality smoked fish that complies with stringent food safety standards, with coconut shells demonstrating superior performance as a smoke source by enhancing sensory attributes and bioactive compound content while minimizing hazardous contaminants.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA MARGOSUKO Nurfitria, Nia; Sriwulan, Sriwulan; Nuruddin, Abdul Wahid
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.5.2.164-171

Abstract

The community service activity was carried out in Margosuko Village, Bancar District, Tuban Regency aims to improve the soft skills and hard skills of farmers group to reduce environmental pollution caused by poorly managed livestock waste. Livestock waste will be processed into solid and liquid organic fertilizers, so it will reduce the dependence on chemical fertilizers through the initiation of independent organic fertilizer production from livestock waste. The implementation method begins with participatory preparation (coordination of farmer groups, preparation of Local Microorganisms (MOL) from mimosa roots, and provision of a compost reactor). The activity then continued with blended learning training for 20 farmers with theoretical material on the impact of waste and simultaneous fermentation practices for 2 weeks. The next stage is 2 months of intensive mentoring to solve technical problems in the field. The successful of the program has seen from the increase in the level of empowerment in managing livestock waste. The indicators used are the level of knowledge and the amount of livestock waste that can be managed. The evaluation results show that there has been an increase level of knowledge regarding cattle farm waste management as seen from the average pretest score which was initially 60.1 to 87.55 in the posttest. Meanwhile, the amount of livestock waste that has been successfully processed on to organic fertilizer is around 30%.
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH GAYAM (Inocarpus fagifer) TERHADAP BAKTERI PEMBUSUK IKAN TONGKOL Rodliyah, Nur Afifatur; Sriwulan, Sriwulan
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v9i2.1621

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengukur efektivitas ekstrak kulit buah gayam sebagai agen antibakteri pada bakteri pembusuk ikan tongkol. Pembuatan ekstrak kulit buah gayam dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu (1) sterilisasi alat bahan, (2) peremajaan isolat bakteri Staphylococcus sp. dan Bacillus sp. pembusuk ikan tongkol, (3) ekstraksi kulit buah gayam, dan (4) uji aktivitas antibakteri. Data uji efektivitas daya hambat ekstrak kulit buah gayam pada bakteri pembusuk ikan tongkol dengan konsentrasi 40%, 50%, 60%, dan 70% menunjukkan terbentuknya zona bening di sekitar paper disc biakan bakteri genus Staphylococcus dan genus Bacillus dengan hasil kategori lemah yaitu ≤5mm. Penelitian ini juga menunjukkan hasil bahwa kulit buah gayam mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah gayam dengan berbagai konsentrasi untuk tumbuhnya bakteri Staphylococcus sp. dan Bacillus sp. secara in vitro.
EVALUASI KARAKTERISTIK SENSORI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBUCHA SABUT SIWALAN BERDASARKAN LAMA FERMENTASI Sriwulan, Sriwulan; Sejati, Wahyu Sukma; Nurfitria, Nia
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v9i2.1654

Abstract

Kombucha merupakan salah satu produk minuman yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Fermentasi kombucha melibatkan penggunaan SCOBY yang mengandung bakteri dan ragi. Kombucha awalnya dikembangkan dengan fermentasi terhadap daun teh dan diketahui memiliki banyak manfaat Kesehatan salah satunya sebagai antioksidan. Saat ini eksplorasi terhadap bahan dalam pembuatan kombucha terus dikembangkan. Salah satu bahan potensi dalam pengembangan produk kombucha adalah sabut siwalan. Sabut siwalan merupakan salah satu limbah agroindustri yang keberadaannya cukup melimpah dengan pemanfaatan yang masih belum optimal. Sabut siwalan diketahui memiliki beberapa kandungan bioaktif, sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pembuatan kombucha. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter sensoris dan aktivitas antioksidan dari kombucha sabut siwalan. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan dalam penelitian ini adalah lama waktu fermentasi yang terdiri dari 7, 10, dan 14 hari dengan ulangan sejumlah 6. Evaluasi karakter sensori dilakukan dengan uji organoleptik yang melibatkan 15 responden agak terlatih. Sedangkan aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu fermentasi berpengaruh terhadap karakter aroma, rasa, dan aktivitas antioksidan, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap karakter warna. Waktu fermentasi 10 hari menghasilkan rerata skor tertinggi dalam parameter warna dan rasa, sedangkan skor tertinggi parameter aroma adalah waktu 7 hari fermentasi. Sementara aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh kombucha sabut siwalan yang difermentasi selama 14 hari.
Karakterisasi Bakteri Rhizosfer Putri Malu (Mimosa pudica) yang Berpotensi sebagai Dekomposer dalam Pembuatan Biourin Febriyantiningrum, Kuntum; Sriwulan, Sriwulan; Nurfitria, Nia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.8986

Abstract

This research aims to determine the characterization of the rhizosphere bacteria of the roots of Mimosa pudica in its contribution as a decomposer agent that will be used in making of biourine. The research held in June-August 2023, was carried out in several stages, like the preparation stage, the bacterial isolation stage, and observing the macroscopic and microscopic characteristics of the bacteria. The results of the macroscopic and microscopic characteristics obtained during the observations showed that the isolates in the MOL of the roots of Mimosa pudica resembled the characteristics of bacteria from the genera Bacillus (MAP6), Rhizobium (MAP4), Pseudomonas (MAP1, MAP2, MAP3, MAP5, and MAP8), and Klebsiella (MAP7). These four genera are types of soil bacteria that are capable of producing plant hormones that can speed up the process of nutrients absorption and breakdown of organic material in the soil optimally.