Claim Missing Document
Check
Articles

Synergy of MSMEs and Food Innovation: Utilization of Raja Nangka Banana Peel Flour in Making Dry Cakes in Kalikatir Village in Kalikatir Village: Sinergi UMKM dan Inovasi Pangan: Pemanfaatan Tepung Kulit Pisang Raja Nangka dalam Pembuatan Kue Kering di Desa Kalikatir Kurnia, Tafana Serly; Ningsih, Ika Rachman; Destiana, Evie
Proceedings of The ICECRS Vol. 13 No. 1 (2025): Proceedings of Community Service Desa Mandiri dan Berdaya Melalui Kolaborasi P
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/icecrs.v13i1.2062

Abstract

General Background: Food innovation leveraging local ingredients offers a strategic avenue for enhancing the competitiveness and sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in the food sector. Specific Background: Kalikatir Village has untapped potential in processing agricultural waste, particularly Raja Nangka banana peels, which are rich in fiber and antioxidants, into value-added food products. Knowledge Gap: Despite the nutritional potential of banana peel waste, its application in functional food products remains limited, and there is a lack of systematic training and support for UMKM in this domain. Aims: This study aims to optimize the use of banana peel waste through comprehensive training on flour production, cookie formulation, and UMKM mentoring in production and marketing practices. Results: The initiative demonstrated that cookies made from Raja Nangka banana peel flour possess enhanced nutritional content, especially in terms of fiber and antioxidants, while maintaining consumer-acceptable taste, texture, and aroma. Novelty: This project introduces an innovative utilization of banana peel waste as a sustainable raw material, combining food innovation with capacity-building for local entrepreneurs. Implications: The activity not only promotes the diversification of local food products and reduces production costs but also strengthens UMKM skills and supports environmental sustainability. These outcomes contribute to community economic development and highlight the importance of sustainable food systems. Further research is recommended to refine product formulations and conduct market studies to support broader commercialization. Keywords: Banana Peel Flour, UMKM, Food Innovation, Sustainable Product, Kalikatir Village Highlights: Banana peel flour boosts nutrition and reduces food waste. UMKM training and mentoring improve production and marketing skills. Local food diversification drives sustainability and economic growth.
Synergy of MSMEs and Food Innovation: Utilization of Raja Nangka Banana Peel Flour in Making Dry Cakes in Kalikatir Village in Kalikatir Village: Sinergi UMKM dan Inovasi Pangan: Pemanfaatan Tepung Kulit Pisang Raja Nangka dalam Pembuatan Kue Kering di Desa Kalikatir Kurnia, Tafana Serly; Ningsih, Ika Rachman; Destiana, Evie
Journal of Empowerment and Community Service (JECSR) Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Wadah Inovasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53622/jecsr.v4i2.357

Abstract

Food innovation based on local ingredients is a strategy for developing Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in the food sector. Kalikatir Village has the potential to utilize waste from Raja Nangka banana peels which are rich in fiber and antioxidants to be processed into flour as raw material for cookies. This study aims to optimize the utilization of banana peel waste through training in making flour, cookie formulation, and mentoring UMKM in production and marketing. The results of the activity show that Raja Nangka banana peel flour increases the nutritional value of cookies, especially the fiber and antioxidant content. The resulting cookie products have a taste that is acceptable to consumers, a crunchy texture, and a distinctive aroma. In addition, this activity improves the skills of UMKM actors, reduces raw material costs, and opens up opportunities for diversification of local food-based products. The synergy of food innovation and UMKM empowerment contributes to increasing the added value of agricultural waste, supporting environmental sustainability, and encouraging community economic growth. Further research is needed to optimize formulations and market studies to expand the scale of production.
Peningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Kartu Huruf Brgambar pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Dharma Wanita Persatuan Sumorame Candi Sidoarjo Rahayu, Dita Lusiana; Destiana, Evie
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i3.405

Abstract

Pengenalan huruf merupakan suatu kesatuan yang sangat terpadu dari kegiatan membaca, yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenal kata, menghubungkan dengan bunyi dan lain-lain. Proses mengenal huruf sejalan serta proses kecakapan berbahasa secara fisik dan psikologis. Proses yang bersifat fisik menggambarkan kegiatan mengamati tulisan secara visual, anak mengenal dan membedakan gambar-gambar bunyi dan kombinasinya. Proses psikologi merupakan kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Media kartu huruf ialah kartu kecil yang berisi gambar, soal, konseep atau tanda simbol yang mengenalkan atau menuntun anak kepada sesuatu yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari. Kartu tersebut biasanya berukuran 8x12 cm atau bisa disesuaikan dengan besar kecilnya yang dihadapi. Berdasarkan data awal di TK Dharma Wanita Persatuan Sumorame Candi Sidoarjo terdapat 3 siswa yang belum mampu mengenal huruf dari 15 siswa. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada saat pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Penelitian ini adalah pnelitian tindakan kelas yang dimana dapat memperbaiki kondisi di dalam kelas dengan menggunakan suatu tindakan agar berjalan dengan baik. Hasil peningkatan pada penelitian ini mencapai nilai 86,22 % yang dikatakan berhasil.
Penanaman Karakter Mandiri pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Ar-Rahmah Tenggulunan Candi Sidoarjo Yunarin, Antik; Destiana, Evie
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i3.407

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan karakter mandiri pada anak usia 4-5 tahun yang menghadiri RA AR-RAHMAH Tenggulunan, Candi Sidoarjo. Dengan menerapkan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, peneliti menggunakan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menghasilkan hasil yang positif, dengan implementasi pendidikan karakter mandiri ditemukan memainkan peran penting, terutama sebagai pilar kedua dalam pengembangan karakter. Selain itu, studi ini mengidentifikasi berbagai faktor yang baik mendukung maupun menghambat dalam proses pembentukan karakter mandiri pada anak-anak. Melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap faktor-faktor tersebut, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika yang terlibat dalam menanamkan kemandirian pada pembelajar muda.
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Mewarnai Dengan Teknik Gradasi di TK Nisak, Khoirun; Destiana, Evie
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 4 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i4.704

Abstract

Pada penelitian ini membahas tentang peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan mewarnai dengan teknik gradasi TK Dharma Wanita Persatuan Bangah. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan MC Taggart dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 anak, 9 laki-laki dan 9 perempuan. Meliputi tahapan prasiklus, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas anak melalui kegiatan mewarnai dengan teknik gradasi yaitu pada pra siklus sebesar 28%, pada Siklus I terjadi peningkatan sebesar 61%, Siklus II terjadi peningkatan sebesar 83% dan target keberhasilan telah tercapai sebesar 75%. Dari analisis yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa kegiatan mewarnai dengan teknik gradasi dapat meningkatkan kreativitas anak.
Murottal Surah Ar-Rahman and Aromatheraphy Lavender (Lavendula Augustfolia) Inhalation to Decrease Labor Pain on First Stage Active Phase Azizah, Nurul; Rosyidah, Rafhani; Destiana, Evi
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.192

Abstract

Childbirth is a natural process and causes pain, but many mothers can not resist the pain because it is influenced by stress. The study using non-phamacological pain relief therapy with aromatherapy which is believed to reduce pain and the aims to compare between murotal Al-Qur'an Surat Ar-rahman therapy and inhalation of lavender aromatherapy to reduce the intensity of labor pain when first active phase.The research design used Quasi Experimental with Non-equivalent Control Group Design method and using pretest - posttest. The population of the first phase active labor mothers in RB Nuril Masrukha Candi Sidoarjo. The technique sampling used Consecutive sampling. Data collected by observing 2 groups of labor mothers: 30 respondents listened to surah Ar-Rahman murottal and 30 respondents inhaled Lavender Aromatherapy. In both of groups, the pretest was given before treatment, then posttest was done after treatment using observation sheet assessment of pain scale with behavioral observation (FLACC behavioral scale). Data analysis using Independent Sample T-Test with a significance level α = 0.05. The results showed that the difference in pain score reduction in lavender aromatherapy inhalation was 3.26 ± 0.25, whereas in the murottal group of the Ar-Rahman Surah mean decrease in pain score was 2.62 ± 0.057 with P value <0.001, that showed a significant relationship.The conclusion is inhalation of aromatherapy lavender (Lavendula Augustfolia) and murottal surah Ar-Rahman can reduce intensity of labor pain during the first active phase, but inhalation group of aromatherapy lavender has a greater pain reduction score than murottal surah Ar-Rahman group.  
Pemanfaatan Lagu Anak Dengan Tema Lokal Dalam Pembelajaran PAUD: Studi Kualitatif Penerimaan Dan Dampaknya Terhadap Pembelajaran Destiana, Evie
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4834

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan lagu anak dengan tema daerah dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), berfokus pada penerimaan dan dampaknya terhadap proses pembelajaran di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan, Sidoarjo. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis efektivitas lagu bertema lokal dalam memfasilitasi pembelajaran, serta bagaimana integrasi lagu tersebut dapat memperkaya pengalaman belajar anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lagu daerah tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan minat belajar anak, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan bahasa dan sosial mereka. Lagu-lagu yang dikenal dan memiliki makna budaya yang mendalam memfasilitasi interaksi sosial antar anak, mendorong kerja sama, dan memperkuat identitas budaya. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum PAUD, di mana lagu menjadi alat efektif yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk lebih luas menerapkan lagu anak dalam pembelajaran, serta menciptakan variasi dalam penggunaannya untuk menjaga minat dan motivasi anak. Penelitian ini juga mengidentifikasi area yang perlu dieksplorasi lebih lanjut, seperti perbandingan pengaruh berbagai jenis lagu terhadap perkembangan anak di konteks yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan lagu anak dengan tema lokal dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman belajar, mendorong perkembangan karakter, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal di kalangan anak.
Market Day Encourages Social Interaction Among Children Aged 3–4 Years Old: Market Day Mendorong Interaksi Sosial Anak Usia 3–4 Tahun Ilmiah, Nikmatul; Destiana, Evie
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 20 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v20i3.906

Abstract

General Background: Social-emotional development is a key aspect of early childhood growth, requiring children to interact effectively with peers and their surrounding community. Specific Background: Activities that simulate real-life social interactions, such as Market Day, can provide valuable opportunities for practicing social skills. Knowledge Gap: While experiential learning activities are widely discussed, empirical evidence on Market Day’s role in fostering social interaction among very young learners remains limited. Aims: This study investigates the significant relationship between Market Day activities and social interaction skills in children aged 3–4 years at KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal Solokuro. Results: Using a pre-test and post-test design with 20 participants, data were analyzed through normality and homogeneity tests, followed by a paired t-test in IBM SPSS 26.0. Findings showed a significance value of 0.000 ≤ 0.05 and Thitung (9.890) > Ttabel (2.101), indicating a statistically significant improvement in social interaction. Novelty: This study provides quantitative evidence of Market Day’s role in enhancing early childhood social skills in a formal educational setting. Implications: The results suggest integrating structured experiential activities into early childhood curricula to promote social development. Highlights: Quantitative proof of Market Day fostering social interaction in young children. Employs pre-test and post-test design with robust statistical analysis. Supports integrating experiential learning into early childhood curricula. Keywords: Market Day, Early Childhood, Social Interaction, Experiential Learning, Preschool Education
Early Childhood English Learning at The Naff Kindergarten: Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini di TK The Naff Irwahani , Inama; DESTIANA, EVIE
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 20 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v20i2.923

Abstract

General background: Early childhood is a critical period for language development, and exposure to foreign languages, particularly English, provides essential foundations for future communication. Specific background: In Indonesia, English is introduced as a foreign language from an early age, yet many schools still face challenges in implementation due to varying teacher competencies and parental awareness. Knowledge gap: Limited studies comprehensively describe the structured application of English learning in early childhood within bilingual school contexts. Aims: This study examines the implementation of English learning for children aged 5–6 years at The Naff A Creative & Fun School, focusing on teaching strategies, teacher competencies, and children’s achievements. Results: Data from structured and non-participant observations as well as semi-structured interviews show that children acquire basic vocabulary (colors, numbers, fruits, animals, etc.) and develop confidence in simple communication. Teachers play a central role through consistent routines, communication books, and bilingual classroom practices. Novelty: This study highlights how structured daily habituation combined with teacher preparation effectively fosters early English exposure in a playful yet systematic manner. Implications: Findings emphasize the importance of integrating bilingual practices into early childhood curricula and strengthening teacher qualifications to support sustainable language acquisition. Highlights: English learning at early age benefits from daily habituation. Teacher competence and creativity are crucial for successful practice. Bilingual strategies strengthen children’s vocabulary and confidence. Keywords: Early Childhood, English Learning, Bilingual Education, Teacher Competence, Language
Pemanfaatan Lagu Anak Dengan Tema Lokal Dalam Pembelajaran PAUD: Studi Kualitatif Penerimaan Dan Dampaknya Terhadap Pembelajaran Destiana, Evie
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4834

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan lagu anak dengan tema daerah dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), berfokus pada penerimaan dan dampaknya terhadap proses pembelajaran di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan, Sidoarjo. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis efektivitas lagu bertema lokal dalam memfasilitasi pembelajaran, serta bagaimana integrasi lagu tersebut dapat memperkaya pengalaman belajar anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lagu daerah tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan minat belajar anak, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan bahasa dan sosial mereka. Lagu-lagu yang dikenal dan memiliki makna budaya yang mendalam memfasilitasi interaksi sosial antar anak, mendorong kerja sama, dan memperkuat identitas budaya. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum PAUD, di mana lagu menjadi alat efektif yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk lebih luas menerapkan lagu anak dalam pembelajaran, serta menciptakan variasi dalam penggunaannya untuk menjaga minat dan motivasi anak. Penelitian ini juga mengidentifikasi area yang perlu dieksplorasi lebih lanjut, seperti perbandingan pengaruh berbagai jenis lagu terhadap perkembangan anak di konteks yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan lagu anak dengan tema lokal dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman belajar, mendorong perkembangan karakter, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal di kalangan anak.