Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Masyarakat tentang Sistem Pelayanan BPJS Kesehatan melalui Kegiatan Sosialisasi di Desa Lawoila, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan Marheni Fadillah Harun; Gede Wahyu Putra Sulaksana; Lisnawati Lisnawati; Fajar Kurniawan; Tawakal Tawakal; Muhammad Al Rajab; Sultan Andilah; Rania Fatrizza Pritami; Fitri Kurniawati; Noviani Munsir; Hasmita Hasmita
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 9 (2026): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/0xn6yw72

Abstract

Meskipun program Asuransi Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan telah menjangkau banyak masyarakat Indonesia, salah satu kendala utama adalah kurangnya pengetahuan prosedural, yang terutama bermasalah di daerah pedesaan di mana informasi kesehatan langka. Anggota masyarakat tidak dapat memanfaatkan sepenuhnya manfaat program karena kurangnya pengetahuan tentang jenis keanggotaan, metode donasi, sistem rujukan berjenjang, dan jalur layanan online. Pada tanggal 19 Januari 2026, di Balai Desa Lawoila, diselenggarakan kegiatan bakti sosial dengan tujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Desa Lawoila, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan tersebut meliputi pertemuan tatap muka, penyampaian  aplikasi JKN Mobile, dan diskusi interaktif. Warga desa, serta dosen Universitas Pelita Ibu Kendari dan peserta program KKN dari IAIN Kendari, turut serta. Materi yang disampaikan meliputi hak dan kewajiban peserta, berbagai jenis kepesertaan, besaran iuran, serta saluran layanan berbasis teknologi yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Peningkatan pemahaman peserta terlihat dari hasil observasi selama kegiatan berlangsung serta kualitas pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini menyoroti perlunya penggunaan intervensi edukasi langsung untuk meningkatkan literasi kesehatan di daerah pedesaan dan selaras dengan tujuan Cakupan Universal Health Coverage di Indonesia.
Pemanfaatan Moringa oleifera Sebagai Sumber Fitobiotik Untuk Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Efa Kelya Nasrun; Irman Idrus; Fajar Kurniawan; Sultan Andilah; Tawakkal
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.84

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang kaya akan gizi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan kelor sebagai sumber fitobiotik untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Sawa, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pemantauan dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat kelor, cara pengolahan, dan teknik penanaman yang mudah diterapkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai kelor, dengan 85% peserta memahami manfaatnya setelah pelatihan. Selain itu, pola konsumsi kelor juga berubah, di mana masyarakat mulai menggunakannya dalam masakan, teh, dan bubuk kelor. Peningkatan status gizi ibu hamil dan anak-anak juga terlihat, dengan kadar hemoglobin ibu hamil meningkat dan berat badan anak-anak menunjukkan perbaikan. Meskipun tantangan terkait dengan ketergantungan pada cuaca untuk penanaman kelor, program ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan dalam jangka pendek. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan potensi kelor sebagai solusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan keluarga. Ke depannya, program ini dapat diperluas dan dikembangkan untuk meningkatkan keberlanjutan dan dampak jangka panjang.
Edukasi Pemahaman Mengenai Alur Pelayanan BPJS Pada Masyarakat Desa Diolo Noviani Munsir; Fatmawati Fatmawati; Lisnawati Lisnawati; Fajar Kurniawan; Tawakal Tawakal; Muhammad Al Rajab; Sultan Andilah; Rania Fatrizza Pritami; Fitri Kurniawati; Marheni Fadillah Harun; Della Widyastika
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s752dr09

Abstract

Hambatan utama dalam implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah pedesaan adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang proses administratif dan prosedur layanan BPJS Kesehatan. Kebingungan, waktu tunggu yang lama untuk perawatan medis, dan ketakutan ditolak adalah gejala umum dari masalah ini. Proyek layanan masyarakat ini bertujuan untuk mendidik warga Desa Diolo, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, tentang alur layanan BPJS Kesehatan, hak dan kewajiban mereka sebagai peserta, sistem rujukan berjenjang, serta cara menggunakan layanan digital secara lebih efektif. Pengajaran langsung di lingkungan kelas menjadi alat utama dalam komponen observasi, wawancara, dan pendokumentasian aktivitas pada studi deskriptif ini. Pejabat dan anggota masyarakat dari desa tersebut termasuk di antara 43 peserta dalam kegiatan ini. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat umum memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang protokol BPJS Kesehatan, terutama dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, dan kemampuan untuk mendapatkan perawatan medis segera di ruang gawat darurat rumah sakit tanpa rujukan. Selain itu, acara ini menyoroti pentingnya status keanggotaan aktif dalam menghindari hambatan finansial dan administratif. Peningkatan literasi administratif dan kesehatan, serta kemungkinan pengurangan hambatan birokrasi dalam akses layanan kesehatan, merupakan dua dampak positif dari inisiatif layanan masyarakat ini terhadap daerah pedesaan.
Dampak Stunting Terhadap Keterlambatan Kemampuan Bicara Anak di Kendari, Sulawesi Tenggara Sulfianti A Yusuf; Fajar Kurniawan; Ruslan Majid
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i1.24120

Abstract

Stunting is a growth failure condition caused by chronic malnutrition during the first 1,000 days of life, which not only affects a child's height but also has serious consequences on cognitive development, including speech delays. In Indonesia, including Kendari City, this issue remains a significant challenge despite a decline in its prevalence to 24.4% in 2021. This study employed a quantitative approach with an explanatory design, conducted from May to July 2024 in Kendari, involving 105 parents of toddlers selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using Partial Least Squares (PLS) version 3. Method identified that the main causes of stunting include lack of maternal nutritional intake during pregnancy, suboptimal breastfeeding, and inadequate sanitation conditions. Stunting status was found to be closely related to speech delays, which were exacerbated by a lack of verbal stimulation in the family and the presence of hearing loss that was not immediately recognized. Although most parents understand the importance of nutrition and nurturing, the application in daily life is still not optimal. The conclusion of this study shows that stunting has a contribution to speech delay in children, so comprehensive intervention efforts are needed at the community level, including improving nutrition education, access to health services, improving sanitation, and creating an environment that supports the stimulation of child development through cooperation between the government, health workers, and the community.
Transformasi Tradisi Petompo'a sebagai Media Edukasi Gizi dan Kesehatan dalam Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Kabupaten Buton Utara Muhammad Al Rajab; Fajar Kurniawan; Hasmita Hasmita
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 3 (2026): September: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebida
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i3.2411

Abstract

Stunting remains a priority challenge in Indonesia's health development due to its long-term impact on physical growth, cognitive development, and human resource quality. Accelerating stunting reduction requires a contextual, culturally based approach to improve the acceptance and sustainability of interventions. This study aims to explore the transformation of the Petompo'a tradition a seven-month ceremony for pregnant women in North Buton Regency as a medium for nutrition and health education in preventing stunting from the pregnancy period. The study used a qualitative approach with a phenomenological design, involving pregnant women, traditional leaders, and health workers selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and Focus Group Discussions, then analyzed using thematic analysis. The results show that Petompo'a holds great potential as a culturally based educational medium because it is widely accepted, carries legitimacy through traditional leaders, and is rich in symbolism supporting health values. Integrating nutrition and health messages increased pregnant women's awareness of nutritional intake, antenatal care visits, and the prevention of anemia and stunting. Positive behavioral changes were also found, such as improved dietary patterns, adherence to health advice, and stronger social support. The transformation of Petompo'a proves that a culturally based approach can serve as an effective entry point while strengthening intervention sustainability. The study recommends integrating this tradition into maternal and child health policies through collaboration among traditional leaders, health workers, and local government.
Co-Authors Abd Gani Baeda Achyarul Anam Agistiawan Agistiawan Aisha Kartini Al Rajab, Muhammad Al-Hamid Al-Hamid Andilah, Sultan Andrean, Sugi Rico Andriani Andriani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andryani Andryani Anggun Anggun Boni Lambang Pramana Della Widyastika Efa Kelya Nasrun Evodius Nasus Fatmawati Fatmawati Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitri, Fitri Kurniawati Gede Wahyu Putra Sulaksana Harun, Marheni Fadilah Hasda, Hasda Hasiu, Teti Susliyanti Hasiu Hasmita Hasmita Hasmita Hasmita Hasmita, Hasmita Heriviyatno Julika Siagian Ira Nurmala Ira Nurmala Ira Nurmala Irman Idrus Irman Idrus Jingsung, Julian L. Lisnawati Lisnawati Lisnawati Lisnawati Lisnawati Lisnawati Lisnawati Lisnawati Marheni Fadilah Harun Marheni Fadillah Harun Marheni Fadillah Harun Marheni Fadillah Harun Marheni Fadillah Harun Marheni Fadillah Harun Mita Muhamad Ramadhan Salam Muhammad Al Rajab Muhammad Al Rajab Muhammad Al Rajab Muhammad Al Rajab Muhammad Al Rajab Muhammad, Rajab Munsir, Noviani Munsir, Noviani Munsir Mustapa, Faizal Nasrun, Efa Kelya Nasrun Nasus, Evodius Niaty Sauria Niaty Sauria Noviani Munsir Noviani Munsir Noviani Munsir Nurniati Nurniati Poyizar Poyizar Pritami, Rania Fatrizza Qur'ani, Qur'ani Rajab, Muhammad Al Rania Fatrizza Pritami Rania Fatrizza Pritami Rania Fatrizza Pritami Rania, Rania Fatrizza Pritami Romawati Ibrahim Rosmawati Ibrahim Ruslan Majid Sauria, Niaty Sulfianti A Yusuf Sultan Andilah Sultan Andilah Sultan Andilah Sultan Andilah Sultan, Sultan Andilah Syamsuddin Para'pean Tawakal Tawakal Tawakal Tawakal Tawakal, Tawakal Tawakkal Tawakkal Tawakkal Tawakkal Tawakkal Tawakkal, Tawakkal Wa Ode Siti Sa’diyyah Wibowo, Dwiprayogo Widyastika, Della Yuliana Damis