Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Konsep Metafora Pada Pusat Wisata Edukasi Geopark Batur Di Kintamani : bahasa indonesia Ni Putu Nadya Darma Putri; I Nyoman Nuri Arthana; I Gede Surya Darmawan; Ida Bagus Gede Parama Putra; Km. Deddy Endra Prasandya Prasandya
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9813.12-22

Abstract

Batur Geopark is one of the Geoparks that has been registered as a UNESCO Global Geopark. However, public interest in knowledge related to geoparks is still low, especially in terms of education, therefore it is necessary to develop a more modern and attractive batur geopark educational tourism center to increase public interest and knowledge related to geoparks, so the application of the concept of metaphor and contemporary architectural themes was chosen. so that in the process using several concepts including zoning concepts, entrance concepts, mass concepts, circulation concepts, outdoor space concepts, contemporary architectural themes, so that in the process using several concepts including zoning concepts, entrance concepts, mass concepts, circulation concepts, outdoor space concepts, indoor space concepts, facade concepts, structural concepts and utility concepts, the purpose of this development is to provide a fun and educational place for people who will come to the facility to get to know the natural and cultural wealth that exists in the geopark.
PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERACTIVE LANGUAGE CENTER BERBASIS KOMUNITAS DI KOTA DENPASAR: Bahasa Indonesia Anak Agung Ngurah Parama Raspaki; I Gede Surya Darmawan; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; Agus Kurniawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12271.172-182

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi dari Perencanaan dan Perancangan Interactive Language Center berbasis Komunitas di Denpasar, yang merupakan wilayah sentral dan signifikan terhadap perkembangan berbagai sektor kegiatan. Namun disisi yang sama terdapat masalah dalam konsentrasi kecakapan berbahasa yang merupakan modal penting dalam berkomunikasi ditengah perkembangan zaman dan masyarakat yang multikultural di Denpasar. Selain itu inklusifitas berbahasa dan berkomunikasi juga menjadi hal yang fundamental yang wajib diatasi untuk menjaga integrasi sosial di berbagai kalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ruang edukasi pengembangan pengetahuan kebahasaan dengan memanfaatkan pendekatan interaktif dalam pengoprasiannya sebagai sarana publik yang terbuka untuk umum dan dapat merangkul berbagai kalangan / lapisan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Language center dirancang dengan interactive dengan tema Kontemporer untuk menciptakan interaksi aktif civitas dalam belajar Bahasa. Language center juga berbasis komunitas agar dapat diperuntukkan public.
KONSEP DISAIN BALE GONG YANG BERSINERGI DENGAN RUANG LUAR, SEKRETARIAT LAN JAGABAYA, RUANG SEKEHA TRUNA DHARMA LAKSANA, DAN KOPERASI BANJAR KAJA, DESA PAKRAMAN PANJER, DENPASAR I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Komang Armaeni
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.1.2019.1-9

Abstract

Pasca dilakukannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2017 yang mengambil obyek Renovasi Bale Kulkul serta Atap Wantilan Banjar telah rampung terbangun akhir tahun 2017, pihak mitra 1 dan 2 yaitu Kelihan Gede dan Penyade Banjar Kaja Panjer kembali menghubungi tim dari Universitas Warmadewa tahun 2018 yang mana diwakilkan oleh tim dari Fakultas Teknik untuk meninjau keberadaan Bale Gong, Sekretariat Kelihan lan Jagabaya, Ruang Sekeha Truna Dharma Laksana, dan Koperasi Banjar. Keadaan fisik bangunan dengan empat fungsi yang berbeda ini jauh dari kata layak. Seperti pada Bale Gong, seluruh jendela menggunakan kaca gelap serta disain ruang yang tertutup membuat saat latihan megambel, pantulan gema suara gamelan sangat keras, serta perlu dihidupkan lampu setiap saat. Fungsi Bale Gong seperti kurang efektif karena hanya sebagai tempat penyimpanan. Tidak terkoneksinya Bale Gong dengan Ruang Luar menyebabkan saat ingin latihan ataupun saat ingin mencocokkan lagu gamelan dengan tarian dari penari, penabuh harus membawa keluar gamelan tersebut. Selain itu ruang-ruang lain juga tidak termanfaatkan dengan maksimal karena lebih dipakai sebagai tempat pengepul sampah plastik. Dari segi tampilan bangunan juga perlu didisain tampilan yang mengakomodir lingkungan sekitar yang didominasi bangunan arsitektur kontemporer. Permasalahan-permasalahan diatas tentunya dicari solusinya dalam wujud konsep desain yang mengakomodir keempat fungsi yang berbeda dalam satu massa bangunan yang tentunya terkoneksi dengan ruang luar. Desain yang dihasilkan dalam wujud gambar 2 dimensi dan 3 dimensi serta perencanaan RAB yang dipakai sebagai acuan tender pelaksanaan dan acuan dalam pembangunan. Kata kunci : konsep disain, empat fungsi dalam satu bangunan, sinergi dengan ruang luar
PERENCANAAN MASTERPLAN PASAR BATAN KENDAL KELURAHAN SESETAN, DENPASAR I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.4.1.2020.74-81

Abstract

Kebutuhan Warga Banjar Suwung Batan Kendal akan dana dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan ritual adat keagamaan yang harus mereka selenggarakan setiap tahunnya merupakan salah satu faktor awal munculnya ide untuk membangun usaha bersama berupa pasar. Pasar Batan Kendal yang dibangun warga banjar sejak tahun 1996 kini dalam kondisi tidak layak pakai. Dengan kondisi pasar seperti itu warga banjar dan pengelola pasar sudah melakukan perombakan pasar secara bertahap mulai tahun 2016 yang juga melibatkan pihak Universitas Warmadewa sebagai mitra pendamping. Sayangnya, perombakan tahap pertama itu belum mencakup keseluruhan areal pasar dan hanya areal depan pasar yang dapat dilakukan perombakan. Tentunya keadaan ini memunculkan permasalahan baru seperti: terjadinya kesenjangan antara pedagang yang mendapatkan fasilitas fisik bangunan baru dengan pedagang yang masih dengan fasilitas bangunan lama. Dari keseluruhan permasalahan mitra tersebut maka solusi yang dapat diberikan yaitu dengan mendampingi dan secara bersama melakukan Perencanaan dan Perancangan Master Plan Pasar Batan Kendal. Dalam penyusunan master plan ini tentunya akan melibatkan warga banjar, penglelola, dan para pedagang pasar mulai dari tahapan survey, pencarian informasi kebutuhan pengunan/pemilik dan data lapangan, penyusunan alternative desain, diskusi alternative desain, hingga pada penyusunan desain akhir. Dari program ini terdapat target luaran yang ingin dicapai terutama untuk menyelesaikan masalah prioritas mitra adalah dokumen berupa gambar Master Plan Pasar Batan Kendal sekaligus dijadikan sebagai dokumen pendukung proposal penggalian dana pembangunan pasar. Kemudaian bentuk keberlanjutan kerjasama antara mitra ketika program ini berakhir adalah dengan mendampingi mitra ketika akan dilanjutkan pada tahap pelaksanaan.
Perencanaan Renovasi Atap Bale Banjar Kaja, Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Bali I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Komang Ayu Agustini
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Banjar di Bali memiliki peranan yang sangat vital bagi anggota masyarakatnya yang lebih dikenal sebagai karma banjar tak terkecuali Banjar Kaja Desa Pakraman Panjer, yang terletak di Jl Waturenggong, Denpasar, dengan 173 Krama Banjar Pengarep. Banyaknya krama banjar pengarep ini menjadikan vitalnya keberadaan Banjar Kaja sebagai kegiatan-kegiatan sosial keagamaan. Pasca adanya hujan angin yang cukup kencang sekitar Bulan Maret 2017, membuat struktur atap dan pentutup atap genteng Wantilan Banjar Kaja jatuh. Hal ini dikarenakan material kayu sebagai struktur atap yang sudah lapuk, serta ukuran balok struktur kayu yang tidak sesuai dengan bentang atap. Akhirnya warga banjar secara inisiatif berbondong-bondong melaksanakan kerja bakti untuk menurunkan sisa-sisa kap atap serta genteng sambil menunggu solusi perbaikan atap baik dari segi jenis material serta faktor biaya. Pasca gotong-royong tersebut, kondisi Bale Banjar Kaja menjadi nyaris tak beratap pada sisi tengahnya yang membuat hujan maupun sinar matahari langsung mengenai lantai Bale Banjar Kaja. Segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam Bale Banjar pun menjadi terganggu terlebih saat terjadi hujan deras. Berdasarkan permasalahan diatas, maka sangat diperlukan suatu perencanaan renovasi struktur atap Wantilan Bale Banjar agar segera dapat difungsikan kembali. Aspek ketahanan dan kekuatan struktur, mudah dan cepat dalam aplikasi serta nilai estetika menjadi hal utama dalam analisa struktur atap yang akan dipakai disamping faktor biaya. Untuk menghasilkan gambar dan rencana anggaran biaya diperlukan juga konsultasi dan presentasi dengan pihak mitra yang diajak bekerjasama sehingga dokumen perencanaan dapat segera dirampungkan sebagai tahap akhir dari bentuk PKM ini
Perencanaan Dan Penataan Tukad Mas Di Banjar Teges Kawan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud I Putu Hartawan; I Nyoman Gede Maha Putra; I Gede Surya Darmawan
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tukad Mas adalah salah satu anak sungai yang membentang dari Desa Peliatan sampai ke Desa Mas melalui beberapa banjar antara lain, Banjar Yangloni, Banjar Teges Kawan, dan banjar-banjar di Desa Mas. Tukad Mas mempunyai beberapa potensi yaitu, debit air sungai yang tidak pernah kering, ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau dengan penataan landscape yang baik, serta dapat dibuatkan tempat pemandian warga di bibir tukad. Potensi lain adalah terdapat sumber air dari beji yang mengalir ke Tukad Mas. Perkembangan Ubud mejadi kawasan pariwisata turut memberikan dampak terhadap Tukad Mas di Banjar Teges Kawan. Area pinggir tukad yang pada umumnya terletak di belakang rumah (teba) banyak dimanfaatkan untuk pembangunan akomodasi penginapan. Pembangunan penginapan juga sampai ke area bibir tukad. Berdasarkan observasi awal ditemukan terdapat pembuangan limbah ke aliran air tukad. Hal tersebut menyebabkan keinginan warga sekitar untuk mandi dan mencuci pakian ke tukad berkuarang. Temuan lain adalah area tukad tidak terawat dan banyak warga yang membuang sampah ke area pinggir tukad. Berdasarkan permasalahan tersebut diusulkan beberapa solusi antara lain, pembersihan area tukad, perencanaan akses, penataan area pinggir tukad sebagai ruang terbuka hijau, penambahan artwork dan penggunaan material alami.
Penyusunan Paket – Paket Wisata Melalui Pendekatan Eko Arsitektur di Desa Wisata Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; I Wayan Widanan
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Nyambu merupakan salah satu dari 38 Desa Wisata yang ada di Kabupaten Tabanan yang diresmikan tahun 2016 dan diharapkan menjadi salah satu desa wisata unggulan di Tabanan. Desa Wisata Nyambu (DWN) memiliki potensi wisata berbasis alam yakni : persawahan, memiliki 22 mata air/pancoran dan 67 Pura yang saling terkait dengan perjalanan suci Dang Hyang Nirartha. DWN juga memiliki potensi budaya asli masyarakat pedesaan yaitu pembuatan sarana upacara keagamaan, kuliner, jajanan khas Tabanan serta terdapatnya seniman-seniman tari, tabuh dan lukis. Namun pertumbuhan tingkat kunjungan wisatawan ke DWN agak meningkat namun tidak terlalu signifikan yaitu 450 – 610 orang/ tahun atau 40 orang wisatawan setiap bulannya. Pemanfaatan potensi alam dan budaya DWN masih belum maksimal sehingga kurang dikenal luasnya DWN yang lebih memilih mengunjungi obyek wisata yang lebih terkenal disana yaitu Tanah Lot. Berdasarkan penelusuran di lapangan, terdapat permasalahan utama yang akan dicarikan solusi oleh tim PKM yaitu belum tersusunnya dengan baik dan terintegrasi potensi-potensi alam dan budaya dari DWN. Dari Tim PKM menawarkan solusi pembuatan paket-paket wisata yang saling bersinergi dengan pendekatan eko arsitektur yang menitik beratkan pada desain yang ramah lingkungan dan menghargai alam dan budaya setempat dengan tetap bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di DWN. Paket wisata tersebut terdiri dari : susur sawah, susur budaya, susur sepeda, susur sungai serta pemanfaatan rumah tinggal masyarakat untuk dijadikan homestay.
Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Masterplan Penataan Kawasan Kuliner Kampoeng Kepiting di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali adalah medan magnet pariwisata dunia dengan berjuta potensi alam dan budaya masyarakat setempat, tak terkecuali keindahan pesisir dan hutan bakaunya. Potensi inilah yang dimanfaatkan Kelompok Nelayan Wanasari di Desa Adat Tuban, Badung yang mendirikan kawasan kuliner “Kampoeng Kepiting” (KK) dengan konsep ekowisata yang mengandalkan keindahan alam pesisir dan hutan mangrove dengan tetap mempertahankan unsur konservasi. Semenjak didirikan tahun 2013 hingga awal tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke KK cenderung meningkat. Namun, semenjak adanya pandemi covid 19 Maret 2020, pariwisata Bali terpuruk dengan tidak adanya wisatawan lokal dan asing mendatangi obyek-obyek wisata di Bali termasuk ke kawasan KK. Hasil penelusuran di lapangan didapatkan beberapa permasalahan yaitu : hampir seluruh bangunan, jalan setapak, dan keramba kepiting rusak tanpa terawat, wisata masih sebatas kuliner, masih banyak yang dapat dikembangkan dari sisi paket-paket wisata lainnya dengan pemanfaatan potensi alam, belum tertatanya sirkulasi KK dengan areal keramba kepiting, tempat memancing, dermaga nelayan, dan area melasti. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain : masterplan penataan KK dengan pendekatan arsitektur ekologis, penataan parkir kendaraan, sirkulasi nelayan, sirkulasi ke pura dan areal melasti, dan sirkulasi ke permukiman penduduk, desain spot-spot menarik dengan dengan material ramah lingkungan dan ekonomis dengan memanfaatkan view keluar dan kedalam site. Keseluruhan dokumen ini dapat dijadikan landasan mitra dalam pengajuan bantuan pembangunan dalam bentuk CSR kepada Pemerintah Kabupaten Badung, Provinsi, dan Nasional.
Implementation of the Water Park Concept of Traditional Balinese Architecture in Improvement Comfort Thermal at Captain Mudita Bangli Park I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; I Putu Hartawan
Architectural Research Journal Vol. 3 No. 2 (2023): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.3.2.2023.50-54

Abstract

Comfort thermal is absolute thing for body human, therefore human always try conditioning environment to achieve comfort thermal for his body. Outdoor space is one a place where humans operate. Object in This research is environment planned construction with apply element architecture external supported by architectural concepts traditional Balinese. See condition that, there is opportunity and important to learn characteristics comfort thermal water park. This research aims to find out factor comfort thermal and outdoor factors in the Field Captain Mudita Bangli. Field Captain Mudita Bangli chosen as location study Because own characteristic typical separately, as well role very important as support life people in Bangli. The purpose of This research is to find out spread condition thermal, knowing big influence factor external to condition thermal and the influence of water park spatial models according to Balinese traditional concepts. architecture comfort thermal. The results of this research can be become base for architects to build and design water park that can operate optimally. In this research, method comparison and simulation used to visualize condition comfort thermal on the subject research. From the results of this simulation, it can be used to find out influence factor external and architectural concept traditional Balinese towards comfort thermal object research.
The Concepts of Planning in Architecture and Environtment to Mitigate Tsunami Disaster Case Study: Semawang Beach, Denpasar, Bali I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; Putu Hartawan
Architectural Research Journal Vol. 3 No. 2 (2023): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.3.2.2023.55-62

Abstract

Bali won the title of “World's Favorite Tourist Destination Destination” at the 2020 PVK Award. This title is inseparable from the many natural and cultural tourist objects that attract local and foreign tourists to visit Bali, one of which is Semawang Beach, Denpasar. The wide, white and shallow coastal area, calm sea conditions, a favorite place to enjoy the sunrise, the many gazebos and tourism accommodations, the location near Ngurah Rai International Airport is the main attraction for tourists. However, according to information from the Head of the National BMKG Prof. Dwikorita Karnawati said that the southern region of East Java and Bali, including Semawang Beach, has the threat of an earthquake accompanied by a tsunami in the future which we cannot predict exactly when it will occur. Based on this, it can be concluded that what is the solution, especially from the engineering side, especially architecture, which creates beaches that are safe for tourists to visit in the form of permeable architectural and environmental models that support tsunami disaster mitigation. Specifically for the first year, the existing model will be evaluated first so that it is hoped that in the second year a permeable design model will be produced. This study uses a descriptive qualitative approach using observation data, surveys, and documents. The research instruments were coastal base maps, total station tools, laser meters, stationery, autocad and 3d sketchup software, cameras and computers. The research which is planned for 9 months in the first year is expected to produce findings of evaluation of existing permeable architectural and environmental models in supporting tsunami disaster mitigation in the Semawang Beach area, Denpasar in terms of evacuation rescue routes, protective areas, safe zones, open spaces, facilities general disaster response, and determinants of disaster response in spatial planning and buildings.