Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Manajemen Humas Dalam Penerapan Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di SD Al-Bayyinah Makassar Nur Adelia Yulianti AP; Ansar Ansar
EDUSTUDENT: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 3 April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/edustudent.v2i3.46174

Abstract

This research aims to determine Management Public Relations in the Implementation of Online Learning During the COVID-19 Pandemic at SD Islam Al Bayyinah Makassar. Public relations management in this case is seen from planning, organizing, implementing, controlling and evaluating of public relations. The approach used is a qualitative with descriptive type of research. Data analysis in this study used the Miles and Huberman model. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The results showed that public relations planning was carried out to determine public relations goals and strategies in carrying out online public relations based on the needs of the school public. In this case, the organizing stage is also carried out, where it is decided that homeroom teachers, subject teachers with the assistance of school administration staff are in charge of carrying out previously planned public relations activities, which include presentations of school activities carried out at the beginning of the semester, creating whatsapp groups for each class, monthly online meetings and the COVID-19 vaccination program in collaboration with Puskesmas Pampang. The media used in the implementation of public relations are cellphones and laptops, using online applications including zoom, school web, youtube, facebook, instagram and whatsapp. Control in the implementation of public relations is carried out by the head of SD Islam Al Bayyinah Makassar who directly monitors public relations activities and communicates online to the coordinator and homeroom teacher. evaluation of public relations activities is carried out online with the foundation, principal, teachers, and parents/guardians of students by presenting detailed information about online learning conducted by the school in one semester.
Budaya Mutu Akademik di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Ansar Ansar; Andi Mappincara; Syamsurijal Basri
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.001 KB)

Abstract

Abstract. This study examines the culture of academic quality at the Faculty of Education, Makassar State University with the focus of the study being: (1) General description of academic quality culture; (2) The leadership strategy in developing an academic quality culture; (3) Supporting and inhibiting factors in its implementation. This study uses a qualitative approach to the type of expansiatory research. Sources of data in this study were faculty leaders, department leaders, lecturers, and students. Data collection techniques in the form of observation and in-depth interviews. Data analysis techniques are data reduction, data exposure and conclusion drawing or data verification. Checking the validity of the data is done by triangulating techniques and sources. The results showed that (1) The cultural picture of academic quality including lecturing activities carried out had not fully referred to the semester learning plans and operational standards. For reference and literacy culture has not been supported by the availability of adequate library facilities and internet networks. Scientific activities are carried out on a scheduled basis such as national and international seminars and workshops, character development and student creativity programs; (2) Strategies and policies that have been carried out by leaders at both the department level and faculty level refer to the vision and mission. The programs implemented include training in the development of instructional media for lecturers, workshops, publication of scientific papers, and the provision of learning facilities to support the lecture process. (3) Supporting factors are the competence of existing human resources that are adequate and understand their respective duties and duties, there is support from the academic community to faculty leaders so that all policies can be implemented and implemented properly. The inhibiting factor is the presence of several lecturers who get additional assignments outside so as to hamper lectures, facilities and infrastructure that are still limited such as inadequate lecture rooms and some learning facilities such as LCDs and laboratory equipment Keywords: Academic Culture, Quality 
Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Budaya Religius pada SDIT di Kota Makassar Syamsu A. Kamaruddin; Wahira Wahira; Ansar Ansar
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.619 KB)

Abstract

Abstrak. Kepemimpinan merupakan aspek yang urgen dan krusial dalam sebuah organisasi karena ia berperan dalam menggerakan semua sumber daya organisasi. Oleh karena itu, maka artikel ini bertujuan untuk (1) menggambarkan implemengtasi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya religius pada SDIT di Kota Makassar. (2) menggambarkan efektifitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya religius pada SDIT di Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan populasi semua sDIT di Kota Makassar. Adapun jumlah sampelnya adalah 5 SDIT yang ditetapkan berdasrakan kuota sampling. Sedangkan jumlah responden sebanyak 50 orang (masing-masing 10 guru setiap sekolah) yang ditetapkan berdasrakan teknik kuota sampling. Teknik Pengumpulan Data menggunakan instrumen penelitian sedangkan teknik analisis data menggunakan tabulasi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kepala sekolah SDIT di Kota Makassar rata-rata menerapkan gaya kharismatik, gaya moraliss dan demokratis sebagai gaya dominan. Dalam konteks tertentu kepala sekolah juga sering bergaya otoriter. (2) Kepemimpinan terimplementasi dengan efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah gaya kepemimpinan SDIT di Kota Makassar merupakan gaya campuran dari gaya otoriter, gaya demokratis, gaya moralis, dan gaya kharismatik. Tidak ada gaya kepemimpinan tunggal, minimal memiliki 2 gaya yang berbeda. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, SDIT, Kurikulum, Guru
Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah Berbasis Digital di SMAN 2 Makassar Ansar Ansar; Kartini Marzuki
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.703 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Implementasi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berbasis digital di SMA Negeri 2 Makassar. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan kunci adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan staf sebagai informan sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berbasis digital dilakukan dengan penerapan presensi digital, pembagian tugas mengajar secara by system, pengumpulan silabus dan rencana pembelajaran guru memanfaatkan penyimpanan google drive yang memudahkan kepala sekolah dalam melakukan pengawasan. Kepala sekolah juga senantiasa membimbing dan mengarahkan guru dalam memecahkan masalah-masalah kerjanya, dan bersedia memberikan bantuan secara proporsional dan profesional melalui kegiatan supervisi secara terstruktur mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dan tindak lanjut, serta pembinaan langsung dalam kegiatan-kegiatan workshop terkait peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan IT. Melakukan pemantauan nilai yang dilakukan oleh guru secara by system dan melakukan kegiatan peringatan bahkan visiting bagi peserta didik yang memiliki nilai di bawah standar. Sikap dan perilaku kepala sekolah yang memperhatikan kedisiplinan waktu, peduli dengan lingkungan, menghargai prestasi guru, komunikatif dan sikap keteladanan lainnya sehingga dapat ditiru oleh seluruh warga sekolah. Optimalisasi kegiatan kelompok kerja guru dan kelompok paguyuban sekolah serta penyediaan WiFi sebagai sumber belajar bagi seluruh warga sekolah. Kata Kunci: Kepemimpinan, Digital, Kepala Sekolah
Kepemimpinan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Ansar Ansar; Ismail Tolla; Hasan Hasan
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.52 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah di SMA Negeri 2 Makassar. Adapun fokus masalah adalah: (1) Bagaimanakah peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan? (2) Bagaimanakah strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah? (3) Apakah faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis ekspalanatoris. informan kunci adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan staf sebagai informan sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kepala sekolah dalam melaksanakan peran utamanya sebagai leader, manajer, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu   pendidikan   telah   dilakukan diantaranya: pembinaan dan kerjasama kepada seluruh warga sekolah,  meningkatkan partisipasi dan menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder, mengadakan bimbingan dan pelatihan, mengundang narasumber, bakti sosial, promosi, dan lainnya; (2) Strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam  meningkatkan  mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah, yaitu adanya kemandirian yang tinggi bersifat adaptif dan proaktif, jiwa kewirausahaan, kinerja sekolah baik, memiliki kontrol yang kuat dari internal dan eksternal. (3) Faktor pendukung adalah berbagai dukungan yang tersedia seperti sarana pembelajaran yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif serta pemberian reward dan teguran oleh kepala sekolah yang merasa efektif untuk melakukan peningkatan kinerja guru. Sedangkan faktor penghambat adalah kepala sekolah kesulitan dalam mengubah pola pikir guru yang telah melebihi usia produktif dalam mengikuti perkembangan teknologi untuk digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci: Kepemimpinan, Mutu Pendidikan, Manajemen Berbasis Sekolah
The Need for Supervision Model Development to Improve The Competence and Performance of Laboratory Personnel Wahira Wahira; Ansar Ansar; Abd Hamid
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to obtain information and an overview of the administrative competence of laboratory personnel and the need to develop a supervision model that will be used by school principals to improve the competence and performance of laboratory staff in Vocational High Schools (SMK). This research uses the Research & Development method with research and development design at the preliminary study stage as needs and content analysis; a data source is a working group of 30 school principals in Sinjai District. The analysis results show that: (1) the competence of laboratory staff in vocational high schools (SMK) based on the analysis of performance appraisal documents in the category is not good. (2) The results of the principal's questionnaire require the development of a supervision model for laboratory personnel. Therefore, this research contributes to and benefits the principal to supervise laboratory staff to improve their competence and performance.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Akhlak Irfan Nur Iman; Hasan Hasan; Ansar Ansar
Jambura Journal of Educational Management Volume 6 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjem.v6i1.3818

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Akhlak di Sekolah Dasar Al-Qur’an Wahda Islamiyah 02 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Akhlak, dan faktor pendukung dan penghambat Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Akhlak di Sekolah Dasar Wahda Islamiyah 02 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Akhlak di Sekolah Dasar Al-Qur’an Wahda Islamiyah 02 Makassar diterapkan melalui tiga aspek utama : (1) pendidikan karakter pada pembelajaran seperti memberikan taujihat/ motivasi agama sebelum dan sesudah pembelajaran, mengaitkan nilai-nilai karakter dengan mata pelajaran, memberikan teladan dan memberikan reward. (2) pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu mengaitkan nilai-nilai akhlak dalam ekstrakurikuler seperti jujur, disiplin, sportivitas, saling menghargai dan tanggung jawab, juga melaksanakan refleksi dan evaluasi terhadap siswa. (3) pendidikan karakter dalam pembiasaan dan pembudayaan seperti senyum, salam, sapa, sopan, santun, sholat dhuha, murajaah hafalan dan sedekah setiap jum’at. Sedangkan faktor pendukung dalam implementasi Pendidikan karakter dalam pembentukan akhlak adalah adanya komitmen Guru, lingkungan yang kondusif, dan kemampuan guru. Sedangkan faktor penghambat adalah manajemen yang kurang baik dan pengaruh lingkungan negativ dari luar
Analisis Pelaksanaan Supervisi Akademik Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Multi Situs Pada Smp Di Kabupaten Bantaeng) sulfiani sulfiani; Ansar Ansar; Sirajuddin Saleh
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of academic supervision as an effort to improve teachers' pedagogical competencies at the Junior High School (SMP) level in Bantaeng Regency. The research adopts a qualitative approach with a multi-site design, involving two schools in the region: SMP Negeri 2 Bantaeng and SMPs PGRI Campagaloe. Data collection methods include in-depth interviews, classroom observations, and document analysis to provide a comprehensive picture of the academic supervision practices at these two schools. The findings show that the academic supervision at SMP Negeri 2 Bantaeng is more structured and systematic, with clear supervision plans, regular classroom observations, and constructive feedback. This has positively impacted teachers' pedagogical competencies, particularly in classroom management and the variation of teaching methods. In contrast, the supervision at SMPs PGRI Campagaloe remains informal and more personal, though still positively impacting teacher competency, especially in terms of interpersonal relationships and classroom management. The study also identifies various supporting and inhibiting factors in the implementation of academic supervision, such as time constraints, varying competencies of school principals, and teachers' mental readiness. Based on these findings, the study recommends the need for more structured, continuous, and needs-based academic supervision to effectively improve teachers' pedagogical competencies, especially in light of the challenges posed by the Merdeka Curriculum, which requires more creative and innovative teaching approaches. Keywords: Academic Supervision, Pedagogical Competency, Teacher Professionalism, Multi-Site Study, Bantaeng Regency. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs, yang melibatkan dua sekolah di wilayah tersebut, yaitu SMP Negeri 2 Bantaeng dan SMPs PGRI Campagaloe. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang praktik supervisi akademik yang diterapkan di kedua sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik di SMP Negeri 2 Bantaeng lebih terstruktur dan sistematis, dengan adanya rencana supervisi yang jelas, observasi kelas yang rutin, serta tindak lanjut berupa umpan balik yang konstruktif. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam hal pengelolaan kelas dan variasi metode pembelajaran yang diterapkan. Di sisi lain, pelaksanaan supervisi di SMPs PGRI Campagaloe masih bersifat informal dan lebih personal, meskipun tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, terutama dalam aspek hubungan interpersonal dan pengelolaan kelas. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan supervisi akademik, seperti keterbatasan waktu, variasi kompetensi kepala sekolah, serta kesiapan mental guru. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelaksanaan supervisi akademik yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan guru agar dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka yang mengharuskan adanya pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Pengawasan Akademik, Kompetensi Pedagogis, Profesionalisme Guru, Studi Multi-Lokasi, Kabupaten Bantaeng.
Analisis Pelaksanaan Supervisi Akademik Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Multi Situs Pada Smp Di Kabupaten Bantaeng) sulfiani sulfiani; Ansar Ansar; Sirajuddin Saleh
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of academic supervision as an effort to improve teachers' pedagogical competencies at the Junior High School (SMP) level in Bantaeng Regency. The research adopts a qualitative approach with a multi-site design, involving two schools in the region: SMP Negeri 2 Bantaeng and SMPs PGRI Campagaloe. Data collection methods include in-depth interviews, classroom observations, and document analysis to provide a comprehensive picture of the academic supervision practices at these two schools. The findings show that the academic supervision at SMP Negeri 2 Bantaeng is more structured and systematic, with clear supervision plans, regular classroom observations, and constructive feedback. This has positively impacted teachers' pedagogical competencies, particularly in classroom management and the variation of teaching methods. In contrast, the supervision at SMPs PGRI Campagaloe remains informal and more personal, though still positively impacting teacher competency, especially in terms of interpersonal relationships and classroom management. The study also identifies various supporting and inhibiting factors in the implementation of academic supervision, such as time constraints, varying competencies of school principals, and teachers' mental readiness. Based on these findings, the study recommends the need for more structured, continuous, and needs-based academic supervision to effectively improve teachers' pedagogical competencies, especially in light of the challenges posed by the Merdeka Curriculum, which requires more creative and innovative teaching approaches. Keywords: Academic Supervision, Pedagogical Competency, Teacher Professionalism, Multi-Site Study, Bantaeng Regency. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs, yang melibatkan dua sekolah di wilayah tersebut, yaitu SMP Negeri 2 Bantaeng dan SMPs PGRI Campagaloe. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang praktik supervisi akademik yang diterapkan di kedua sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik di SMP Negeri 2 Bantaeng lebih terstruktur dan sistematis, dengan adanya rencana supervisi yang jelas, observasi kelas yang rutin, serta tindak lanjut berupa umpan balik yang konstruktif. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam hal pengelolaan kelas dan variasi metode pembelajaran yang diterapkan. Di sisi lain, pelaksanaan supervisi di SMPs PGRI Campagaloe masih bersifat informal dan lebih personal, meskipun tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, terutama dalam aspek hubungan interpersonal dan pengelolaan kelas. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan supervisi akademik, seperti keterbatasan waktu, variasi kompetensi kepala sekolah, serta kesiapan mental guru. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelaksanaan supervisi akademik yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan guru agar dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka yang mengharuskan adanya pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Pengawasan Akademik, Kompetensi Pedagogis, Profesionalisme Guru, Studi Multi-Lokasi, Kabupaten Bantaeng.
Analisis Faktor Kinerja Guru SD Di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Nurasri Mulyani; Wahira Wahira; Ansar Ansar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance is one of the important factors that determine the success of the learning process and the achievement of educational goals in schools. Optimal teacher performance is not only influenced by professional competence, but also by various organisational and work environment factors, such as workload, work discipline, principal support, and the availability of educational facilities and infrastructure. Therefore, this study aims to analyse the influence of workload, work discipline, principal support, facilities, and infrastructure on teacher performance in primary schools in Ujung Bulu Subdistrict, Bulukumba Regency. This study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The research population consisted of primary school teachers in Ujung Bulu Subdistrict, while the research sample consisted of 40 teachers from 12 primary schools. Data collection techniques were carried out through the distribution of questionnaires using a Likert scale designed to measure each research variable. The data obtained was then analysed using IBM SPSS Statistics software to determine the simultaneous and partial effects between the variables studied. The results showed that simultaneously, workload, work discipline, principal support, facilities, and infrastructure had a significant effect on teacher performance with a coefficient of determination (R²) of 0.938. This indicates that 93.8% of teacher performance variation can be explained by these five variables, while the rest is influenced by other factors outside the scope of this study. Simultaneous testing shows an F value of 103.433 with a significance level of 0.000, which means that the research model has a significant effect on teacher performance. Partially, the analysis results show that workload, principal support, and facilities have a positive and significant effect on teacher performance. Conversely, work discipline and infrastructure have a significant negative effect on teacher performance. These findings indicate that improving teacher performance is not only determined by the amount of workload managed proportionally, but is also influenced by the support of the principal's leadership and the availability of adequate learning facilities. Based on these research results, it can be concluded that improving teacher performance requires balanced workload management, effective work discipline, strong leadership support from the principal, and the provision of adequate educational facilities and infrastructure. The findings of this study are expected to contribute to the development of education policy, particularly in efforts to improve teacher performance in primary schools. Keywords: Workload, work discipline, principal support, infrastructure, teacher performance Abstrak: Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran serta pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Kinerja guru yang optimal tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi profesional, tetapi juga oleh berbagai faktor organisasi dan lingkungan kerja, seperti beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana, dan prasarana terhadap kinerja guru pada sekolah dasar di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian terdiri dari guru sekolah dasar di Kecamatan Ujung Bulu, sedangkan sampel penelitian berjumlah 40 guru yang berasal dari 12 sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket menggunakan skala Likert yang dirancang untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak statistik IBM SPSS Statistics untuk mengetahui pengaruh simultan maupun parsial antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana, dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,938. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 93,8% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji simultan menunjukkan nilai F sebesar 103,433 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berarti bahwa model penelitian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Secara parsial, hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja, dukungan kepala sekolah, dan sarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Sebaliknya, disiplin kerja dan prasarana menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya ditentukan oleh besarnya beban kerja yang dikelola secara proporsional, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan kepemimpinan kepala sekolah serta ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan pengelolaan beban kerja yang seimbang, penerapan disiplin kerja yang efektif, dukungan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja guru pada sekolah dasar. Kata Kunci: Beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana prasarana, kinerja guru.