Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Manajemen Kurikulum Berbasis Digital Pada Salah Satu Jenjang Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Bulukumba (Studi Multi Kasus Pada SMA Negeri dan SMK Negeri) Lia Nurmala; Ansar Ansar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of digital-based curriculum management and the factors influencing its effectiveness in a senior high school and a vocational high school in Bulukumba Regency. A qualitative multi-case study design was employed to gain an in-depth understanding of digital curriculum management practices in two different educational contexts. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s (2014) interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing in a cyclical process. The findings reveal that digital-based curriculum management in both schools has been implemented through four key stages: planning, implementation, evaluation, and supervision. School A demonstrates a more comprehensive and integrated digitalization process, while School B applies it primarily within specific vocational programs. The success of digital curriculum management is influenced by four main factors: transformational school leadership, teachers’ digital literacy and competence, the availability of technological infrastructure, and supportive school policies and culture. The study concludes that effective digital curriculum management depends not only on technological aspects but also on the synergy among leadership, human resources, institutional policies, and an adaptive school culture responsive to educational change. Keywords: curriculum management, digital education, education management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran manajemen kurikulum berbasis digital dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada salah satu sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus agar memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum digital di dua konteks berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis digital di kedua sekolah telah diimplementasikan melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervisi. Sekolah A menampilkan penerapan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara Sekolah B menerapkan digitalisasi terbatas pada bidang kejuruan tertentu. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen kurikulum digital meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi dan literasi digital guru, ketersediaan sarana-prasarana teknologi, serta dukungan kebijakan dan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum digital tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada sinergi kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan, dan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Kata kunci: manajemen kurikulum, digitalisasi pendidikan, manajemen pendidikan
Analisis Faktor Kinerja Guru SD Di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Nurasri Mulyani; Wahira Wahira; Ansar Ansar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance is one of the important factors that determine the success of the learning process and the achievement of educational goals in schools. Optimal teacher performance is not only influenced by professional competence, but also by various organisational and work environment factors, such as workload, work discipline, principal support, and the availability of educational facilities and infrastructure. Therefore, this study aims to analyse the influence of workload, work discipline, principal support, facilities, and infrastructure on teacher performance in primary schools in Ujung Bulu Subdistrict, Bulukumba Regency. This study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The research population consisted of primary school teachers in Ujung Bulu Subdistrict, while the research sample consisted of 40 teachers from 12 primary schools. Data collection techniques were carried out through the distribution of questionnaires using a Likert scale designed to measure each research variable. The data obtained was then analysed using IBM SPSS Statistics software to determine the simultaneous and partial effects between the variables studied. The results showed that simultaneously, workload, work discipline, principal support, facilities, and infrastructure had a significant effect on teacher performance with a coefficient of determination (R²) of 0.938. This indicates that 93.8% of teacher performance variation can be explained by these five variables, while the rest is influenced by other factors outside the scope of this study. Simultaneous testing shows an F value of 103.433 with a significance level of 0.000, which means that the research model has a significant effect on teacher performance. Partially, the analysis results show that workload, principal support, and facilities have a positive and significant effect on teacher performance. Conversely, work discipline and infrastructure have a significant negative effect on teacher performance. These findings indicate that improving teacher performance is not only determined by the amount of workload managed proportionally, but is also influenced by the support of the principal's leadership and the availability of adequate learning facilities. Based on these research results, it can be concluded that improving teacher performance requires balanced workload management, effective work discipline, strong leadership support from the principal, and the provision of adequate educational facilities and infrastructure. The findings of this study are expected to contribute to the development of education policy, particularly in efforts to improve teacher performance in primary schools. Keywords: Workload, work discipline, principal support, infrastructure, teacher performance Abstrak: Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran serta pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Kinerja guru yang optimal tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi profesional, tetapi juga oleh berbagai faktor organisasi dan lingkungan kerja, seperti beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana, dan prasarana terhadap kinerja guru pada sekolah dasar di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian terdiri dari guru sekolah dasar di Kecamatan Ujung Bulu, sedangkan sampel penelitian berjumlah 40 guru yang berasal dari 12 sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket menggunakan skala Likert yang dirancang untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak statistik IBM SPSS Statistics untuk mengetahui pengaruh simultan maupun parsial antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana, dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,938. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 93,8% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji simultan menunjukkan nilai F sebesar 103,433 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berarti bahwa model penelitian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Secara parsial, hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja, dukungan kepala sekolah, dan sarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Sebaliknya, disiplin kerja dan prasarana menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya ditentukan oleh besarnya beban kerja yang dikelola secara proporsional, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan kepemimpinan kepala sekolah serta ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan pengelolaan beban kerja yang seimbang, penerapan disiplin kerja yang efektif, dukungan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja guru pada sekolah dasar. Kata Kunci: Beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana prasarana, kinerja guru.
Manajemen Kurikulum Berbasis Digital Pada Salah Satu Jenjang Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Bulukumba (Studi Multi Kasus Pada SMA Negeri dan SMK Negeri) Lia Nurmala; Ansar Ansar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of digital-based curriculum management and the factors influencing its effectiveness in a senior high school and a vocational high school in Bulukumba Regency. A qualitative multi-case study design was employed to gain an in-depth understanding of digital curriculum management practices in two different educational contexts. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s (2014) interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing in a cyclical process. The findings reveal that digital-based curriculum management in both schools has been implemented through four key stages: planning, implementation, evaluation, and supervision. School A demonstrates a more comprehensive and integrated digitalization process, while School B applies it primarily within specific vocational programs. The success of digital curriculum management is influenced by four main factors: transformational school leadership, teachers’ digital literacy and competence, the availability of technological infrastructure, and supportive school policies and culture. The study concludes that effective digital curriculum management depends not only on technological aspects but also on the synergy among leadership, human resources, institutional policies, and an adaptive school culture responsive to educational change. Keywords: curriculum management, digital education, education management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran manajemen kurikulum berbasis digital dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada salah satu sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus agar memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum digital di dua konteks berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis digital di kedua sekolah telah diimplementasikan melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervisi. Sekolah A menampilkan penerapan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara Sekolah B menerapkan digitalisasi terbatas pada bidang kejuruan tertentu. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen kurikulum digital meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi dan literasi digital guru, ketersediaan sarana-prasarana teknologi, serta dukungan kebijakan dan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum digital tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada sinergi kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan, dan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Kata kunci: manajemen kurikulum, digitalisasi pendidikan, manajemen pendidikan
KEBIJAKAN, KESENJANGAN DAN TANTANGAN TERHADAP TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIK DI SULAWESI SELATAN Yasysyar Hidayat; Ansar Ansar
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2093

Abstract

This literature review on digital transformation policies, gaps, and challenges in educator development in South Sulawesi aims to analyze policies, gaps, and challenges related to digital transformation. This study uses a systematic literature review approach by examining various sources published between 2021 and 2026. The analysis was conducted thematically, covering four main dimensions policy gaps, infrastructure and competency, organizational culture challenges, and the implications of digital transformation for educator professional development. The study results show that South Sulawesi has launched several innovative programs such as Smart Schools, Collaborative Digital Classes, digitalization of governance through Electronic Signatures, and Smart School Learning Communities. However, the implementation of these programs still faces significant infrastructure gaps, particularly in remote, island, and mountainous areas, where internet penetration in Sulawesi has only reached 68.35% the lowest in Indonesia. Cultural challenges such as resistance to change, low teacher digital literacy, and an organizational culture that does not support innovation also slow down the implementation of digital transformation.
Pemanfaatan SATUDIK (Sajian Mutu Pendidikan) Sebagai Alat Monitoring Mutu Pendidikan oleh Pengawas SMP di Kabupaten Luwu Nurhidayah Nurhidayah; Aris Munandar; Ansar Ansar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the utilization of SATUDIK as a tool for monitoring educational quality by junior high school supervisors in Luwu Regency. The focus of the study includes the implementation of the Internal Quality Assurance System (SPMI) cycle, the level of SATUDIK utilization, and the supporting and inhibiting factors affecting its use in educational quality supervision. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving junior high school supervisors, principals, and related educational stakeholders. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that SATUDIK has contributed significantly to strengthening data-based quality monitoring, particularly in the stages of quality mapping and evaluation. However, its utilization has not been evenly implemented and has not been fully integrated into the school planning and quality improvement cycle. The main supporting factors include policy support, availability of integrated data, training programs, and supervisors’ digital competencies. Meanwhile, the inhibiting factors consist of low data literacy, inconsistent data quality, limited infrastructure, and a school work culture that is not yet fully data-driven. This study confirms that the success of SATUDIK is determined not only by the availability of digital platforms but also by human resource capacity, quality leadership, and an evidence-based decision-making culture. Keywords: SATUDIK, school supervisors, quality monitoring, Internal Quality Assurance System (SPMI), educational data. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan SATUDIK sebagai alat monitoring mutu pendidikan oleh pengawas SMP di Kabupaten Luwu. Fokus penelitian mencakup pelaksanaan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal, tingkat pemanfaatan SATUDIK, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya dalam pengawasan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengawas SMP, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan terkait. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SATUDIK telah berkontribusi dalam memperkuat monitoring mutu berbasis data, terutama pada tahap pemetaan dan evaluasi mutu. Namun, pemanfaatannya belum merata dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam siklus perencanaan dan peningkatan mutu sekolah. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kebijakan, ketersediaan data terintegrasi, pelatihan, serta kompetensi digital pengawas. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya literasi data, kualitas data yang belum konsisten, keterbatasan infrastruktur, dan budaya kerja sekolah yang belum sepenuhnya berbasis data. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan SATUDIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan platform digital, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan mutu, dan budaya pengambilan keputusan berbasis bukti. Kata kunci: SATUDIK, pengawas sekolah, monitoring mutu, SPMI, data pendidikan
Study of Educational Administration in Primary Schools Ansar Ansar; Kaharman Kaharman; Yustari Yustari
Journal of World Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i12.1595

Abstract

This study examines the implementation, challenges, and strategies of educational administration at the primary school level in Makassar City. Basic education plays a crucial role in human resource development, and its effectiveness relies on quality school management. The study employs a qualitative approach, including interviews, participatory observation, and document analysis at three representative primary schools: a core public school, a peripheral public school, and a private school. The research covers eight areas of educational administration: curriculum, student affairs, educators and educational staff, facilities, finance, school-community relations, special services, and IT implementation. The findings reveal significant variation in educational administration practices across schools. Transformational leadership emerged as a key factor in successful administration, with such schools demonstrating innovation in curriculum and technology. Challenges include budget constraints affecting facility maintenance, excessive administrative workloads on teachers, and gaps in PTK’s ability to adapt to modern technology. Parental involvement in school activities remains largely ceremonial, failing to effectively support school programs. Effective strategies identified include fostering internal learning communities, forming partnerships with local businesses for facility procurement, and using simple digital platforms for communication and data management. The study concludes that improving basic education quality in Makassar requires strengthening school leadership, providing ongoing PTK training, ensuring proportional budget allocation, and implementing policies to enhance collaboration between schools, parents, and the community.
Principal Leadership as a Strategy for Developing Educators and Educational personnel: A Thematic Synthesis of Articles Indexed in SINTA 1 and SINTA 2 Kasmir Kasmir; Muh. Ardiansyah; Ansar Ansar
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 7 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.7.p.899-914

Abstract

Improving the quality of educators and educational personnel is essential for achieving sustainable educational quality. Principals play a strategic role in strengthening school culture, improving teacher and professionalism, and developing the capacity of educational personnel. However, previous studies have mainly examined leadership dimensions separately, resulting in limited comprehensive understanding of principal leadership in educational personnel development. This study aimed to formulate an integrative principal leadership model through a thematic synthesis of SINTA 1 and SINTA 2 indexed articles. A Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA framework was conducted. The search identified 37 articles, of which five met the inclusion criteria after screening and eligibility assessment. Data were analyzed using thematic synthesis. The findings revealed four leadership dimensions contributing to educational personnel development: leadership authority, managerial competence, transformational leadership, and digital leadership. These dimensions interact to strengthen positive school culture, support educational personnel development, and contribute to sustainable educational quality improvement. The study offers a novel integrative leadership framework by combining multiple leadership dimensions and positioning positive school culture as a mediating mechanism linking leadership practices to educational personnel development.
Penguatan Kapasitas Pengawas Sekolah dalam Supervisi Akademik Berbasis Data dan Artificial Intelligence di Kabupaten Tana Toraja Ansar Ansar; Ahmad Restani Syukron Thayyib; Sri Hastuti; Gita Irawanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1529

Abstract

Supervisi akademik merupakan salah satu instrumen penting dalam peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan. Namun, praktik supervisi masih sering berorientasi administratif dan belum sepenuhnya memanfaatkan data hasil supervisi sebagai dasar analisis, umpan balik, dan rekomendasi tindak lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik berbasis data dan Artificial Intelligence di Kabupaten Tana Toraja. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di Universitas Kristen Indonesia Toraja melalui workshop partisipatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi reflektif, praktik penggunaan AI, dan evaluasi pemahaman peserta. Peserta yang terdaftar sebanyak 30 orang, sedangkan yang hadir sebanyak 28 orang, sehingga tingkat kehadiran mencapai 93,33%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi selama workshop, ditandai dengan munculnya berbagai pertanyaan reflektif terkait penggunaan AI, validasi hasil analisis, etika pemanfaatan teknologi, dan relevansi rekomendasi dengan konteks sekolah. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan AI dalam menganalisis data berdasarkan hasil supervisi akademik yang dilakukan. Peserta mulai memahami bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi temuan supervisi, menyusun umpan balik, merumuskan rekomendasi tindak lanjut, dan memperbaiki struktur laporan supervisi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas pengawas sekolah agar mampu mengembangkan praktik supervisi akademik yang lebih objektif, sistematis, berbasis evidensi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.