Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Keanekaragaman Diatom Epilitik serta Potensinya Sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Gogor Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Nisrina; Aprilianti, Rafika; Abdus Salam Junaedi
Environmental Pollution Journal Vol. 3 No. 2: Juli 2023
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v3i2.124

Abstract

Sungai Gogor merupakan salah satu sungai yang berada di Wonosalam Kabupaten Jombang. Diatom epilitik merupakan alga mikroskopis yang hidupnya menenempel pada substrat berbatu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragam dan dominansi diatom epilitik serta mengetahui status perairan dengan mengacu pada Trophic Diatom Index di Sungai Gogor Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Sampel diambil dari 4 stasiun yang ditetapkan secara purposive sampling didasarkan pada aktivitas masyarakat disepanjang aliran sungai Gogor. Analisis yang digunakan yaitu Kelimpahan, indeks Keanekaragaman Shannon Wiener, Indeks Dominansi Simpson, dan Indeks Tropik Diatom. Hasil pengamatan menunjukkan ditemukannya genus diatom pada Sungai Gogor sebanyak 22 dengan nilai kelimpahan antara 2704 ind/cm2 hingga 9416 ind/cm2 . Indeks Keanekaragaman berada di kategori sedang dengan nilai keanekaragaman 2.292 hingga 2.044. Indeks dominanasi menunjukkan bahwa dikeempat stasiun tidak ada genus yang mendominasi dan dari hasil analisis TDI menunjukkan bahwa Sungai Gogor berada di fase pencemaran rendah dengan rentan nilai 33,7 hingga 42.
Pengelolaan Limbah Mikroplastik pada Udang dan Ikan di Segmen Hilir Sungai Brantas Subakti, Elvina Indriani; Maulana, Irkham; Junaedi, Abdus Salam; Farid, Akhmad
CAKRAWALA Vol 16, No 2: Desember 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v16i2.495

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel yang memiliki ukuran <5 mm. Sifat mikroplastik yang menempel pada semua molekul dapat mengkontaminasi biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada udang dan ikan di sungai Brantas. Metode penelitian ini menggunakan metode NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Metode ini memiliki beberapa tahap yaitu sampling, identifikasi sampel, dan analisis data. Pengambilan  sampel diambil sebanyak 9 stasiun. Menurut metode NOAA (National Oceanic and atmospheric Administration), sampel perlu dilakukan pemberian H2O2 dengan kosentrasi 30 % dan FeSO4 dengan konsentrasi 0.05 M dan sampel diinkubasi selama 24 jam. Hasil yang diperoleh ditemukan sebanyak 5-15 partikel/ekor pada udang (Macrobrachium equides) dan pada ikan sebanyak 11-345 partikel/ekor. Peran masyarakat sangat penting dalam pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi penyebab utama adanya kontaminasi mikroplastik. Sebaiknya perlu adanya  pengolahan limbah dengan mengolahnya terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai, serta membuat regulasi penggunaan sampah plastik sekali pakai.
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG Rizka Rahmana Putri; Rifky Aryasatya; Dwian Lumbangaol; Abdus Salam Junaedi; Muhammad Zainuri; Febi Ayu Pramithasari; Frida Fanani Rohma
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v10i2.13665

Abstract

Desa Durbuk merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura. Pelaku budidaya ikan pada desa ini tidak banyak karena letak desa yang kurang strategis serta minat maupun harga pakan menjadi kendala untuk sektor perikanan budidaya. Peningkatan minat dan penyelesaian masalah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari Univesitas Trunojoyo Madura dengan cara melakukan inisiasi pelatihan budidaya ikan lele untuk menyelesaikan permasalahan pada sektor perikanan di desa tersebut. Kegiatan pelatihan budidaya ikan lele yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan minat masyarakat untuk bergerak kembali di sektor perikanan dilaksanakan dengan menggunakan metode Pendekatan Orang Dewasa (POD) dimana kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan diskusi interaktif. Pada saat ini permasalahan pakan bisa dicoba menggunakan campuran probiotik yang dapat membantu laju pertumbuhan dan kekebalan tubuh ikan sehingga bisa mengefisiensikan penggunaan pakan. Manfaat yang dapat diberikan adalah ilmu ataupun tahapan proses budidaya dengan benar, sehingga para pembudidaya dan pemuda atau masyarakat setempat lebih mendalami dan memahami dengan benar. Perlu adanya pendampingan secara intensif demi keberlanjutan kegiatan ini supaya masyarakat bisa benar-benar memahami dan nantinya kegiatan ini memperoleh hasil yang maksimal untuk saat ini dan masa yang akan datang.
Identifikasi Jenis Vegetasi dan Indeks Nilai Penting Mangrove Di Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna Clungup 2 Bagian Barat Kabupaten Malang Wasil, Moh; Junaedi, Abdus Salam
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8585

Abstract

Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis dan berlumpur serta di pengaruhi oleh pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis vegetasi hutan mangrove dan menentukan nilai Indeks Nilai Penting (INP) pada area mangrove Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna clungup 2 bagian barat. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2022. Kegiatan identifikasi jenis vegetasi mangrove dilakukan dengan metode transek garis. Pengumpulan data berupa data kualitatif-kuantitatif kemudian analisa data dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Identifikasi jenis mangrove dilakukan dengan menggunakan buku identifikasi dengan judul Buku Panduan Mangrove di Indonesia tahun 1997. Hasil penelitian ini adalah terdapat 4 jenis mangrove meliputi Ceriops tagal, Hibiscus tiliaceus, Rhizophora apiculate dan Ceriops decandra. Indeks Nilai Penting (INP) mangrove untuk tingkat pohon (213,84%) pada jenis vegetasi mangrove Ceriops Tagal tingkat pancang (122,96%), pada jenis vegetasi mangrove tingkat semai Ceriops Tagal (122,96%) pada jenis vegetasi mangrove tingkat pancang Ceriops tagal
Biogas Starter Aplikasi Indigenous Air Limbah Cucian Garam Pada Substrat Kotoran Sapi Dan Tongkol Jagung Varietas Madura Junaedi, Abdus Salam; Triajie, Haryo; Sari, Harfa Chandra Puspita; Laili, Nur Hamidah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9027

Abstract

Biogas merupakan campuran beberapa gas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies bakteri indigenous yang dapat diisolasi dari air limbah cucian garam dan aktivitas selulotiknya, pengaruh pemberian biogas starter dengan kombinasi perbandingan substrat kotoran sapi dan tongkol jagung varietas Madura serta lama waktu fermentasi terhadap produksi biogas; dan persentase gas metana (CH4) yang dihasilkan di akhir proses fermentasi biogas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Faktorial (RAF), dengan memberikan perbandingan komposisi substrat kotoran sapi dan tongkol jagung varietas Madura, yaitu 1:0, 1;1, 1:2. Selain itu, juga dilakukan perbandingan lama waktu fermentasi, yaitu 1, 2, 3, dan 4 minggu. Prosedur kerja dalam penelitian ini meliputi isolasi, identifikasi, skrining, peremajaan dan pembuatan kultur stok isolat bakteri indigenous air limbah cucian garam, pembuatan biogas starter, preparasi substrat, inokulasi biogas starter dan fementasinya pada substrat, serta analisis karakteristik gas pada produk biogas yang dihasilkan di akhir proses fermentasi. Hasil akhir kegiatan penelitian ini adalah terdapat 9 jenis bakteri indigenous dari air limbah cucian garam yang berhasil diisolasi, dikarakterisasi, dipurifikasi, dan 7 jenis bakteri yang mempunyai kemampuan dalam menghidrolisis komponen selulase dalam media uji Carboxy Methyl Cellulose Agar. Pemberian biogas starter dengan kombinasi perbandingan substrat kotoran sapi dan tongkol jagung varietas Madura serta lama waktu fermentasi terhadap produksi biogas. Persentase gas metana (CH4) yang dihasilkan di akhir proses fermentasi berkisar antara 50-65% dengan hasil terbaik yang diperoleh dari perbandingan variasi pemberian substrat kotoran sapi dan tongkol jagung sebesar 1:1 pada waktu fermentasi 3 minggu
Aplikasi Probiotik Ikan yang Berbeda pada Kegiatan Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Desa Banyuajuh, Kamal, Bangkalan Syawallita, Ridha Olnis; Efendy, Erika Noviyana; Zainuri, Muhammad; Junaedi, Abdus Salam
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8576

Abstract

Permasalahan efisiensi pakan di dunia perikanan adalah harga bahan dasar pakan yang semakin tinggi dan sukar diperoleh. Pemanfaatan probiotik komersil ini masih belum dapat meningkatkan nilai produktivitas dan angka produksi dari hasil kegiatan budidaya ikan yang diharapakan, salah satunya pada komoditas ikan lele (Clarias gariepinus). Oleh karena itu, inovasi baru sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan yang dapat diterapkan kepada masyarakat. Perlunya penelitian terkait aplikasi formulasi probiotik ikan menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pembuatan probiotik ikan, parameter kualitas air, dan pertumbuhan (panjang dan bobot) mutlak ikan lele 
Identifikasi Jenis Vegetasi dan Indeks Nilai Penting Mangrove Di Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna Clungup 2 Bagian Barat Kabupaten Malang Wasil, Moh; Junaedi, Abdus Salam
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8585

Abstract

Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis dan berlumpur serta di pengaruhi oleh pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis vegetasi hutan mangrove dan menentukan nilai Indeks Nilai Penting (INP) pada area mangrove Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna clungup 2 bagian barat. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2022. Kegiatan identifikasi jenis vegetasi mangrove dilakukan dengan metode transek garis. Pengumpulan data berupa data kualitatif-kuantitatif kemudian analisa data dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Identifikasi jenis mangrove dilakukan dengan menggunakan buku identifikasi dengan judul Buku Panduan Mangrove di Indonesia tahun 1997. Hasil penelitian ini adalah terdapat 4 jenis mangrove meliputi Ceriops tagal, Hibiscus tiliaceus, Rhizophora apiculate dan Ceriops decandra. Indeks Nilai Penting (INP) mangrove untuk tingkat pohon (213,84%) pada jenis vegetasi mangrove Ceriops Tagal tingkat pancang (122,96%), pada jenis vegetasi mangrove tingkat semai Ceriops Tagal (122,96%) pada jenis vegetasi mangrove tingkat pancang Ceriops tagal
Aplikasi Probiotik Ikan yang Berbeda pada Kegiatan Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Desa Banyuajuh, Kamal, Bangkalan Syawallita, Ridha Olnis; Efendy, Erika Noviyana; Zainuri, Muhammad; Junaedi, Abdus Salam
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8576

Abstract

Permasalahan efisiensi pakan di dunia perikanan adalah harga bahan dasar pakan yang semakin tinggi dan sukar diperoleh. Pemanfaatan probiotik komersil ini masih belum dapat meningkatkan nilai produktivitas dan angka produksi dari hasil kegiatan budidaya ikan yang diharapakan, salah satunya pada komoditas ikan lele (Clarias gariepinus). Oleh karena itu, inovasi baru sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan yang dapat diterapkan kepada masyarakat. Perlunya penelitian terkait aplikasi formulasi probiotik ikan menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pembuatan probiotik ikan, parameter kualitas air, dan pertumbuhan (panjang dan bobot) mutlak ikan lele 
Biogas Starter Aplikasi Indigenous Air Limbah Cucian Garam Pada Substrat Kotoran Sapi Dan Tongkol Jagung Varietas Madura Junaedi, Abdus Salam; Triajie, Haryo; Sari, Harfa Chandra Puspita; Laili, Nur Hamidah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9027

Abstract

Biogas merupakan campuran beberapa gas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies bakteri indigenous yang dapat diisolasi dari air limbah cucian garam dan aktivitas selulotiknya, pengaruh pemberian biogas starter dengan kombinasi perbandingan substrat kotoran sapi dan tongkol jagung varietas Madura serta lama waktu fermentasi terhadap produksi biogas; dan persentase gas metana (CH4) yang dihasilkan di akhir proses fermentasi biogas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Faktorial (RAF), dengan memberikan perbandingan komposisi substrat kotoran sapi dan tongkol jagung varietas Madura, yaitu 1:0, 1;1, 1:2. Selain itu, juga dilakukan perbandingan lama waktu fermentasi, yaitu 1, 2, 3, dan 4 minggu. Prosedur kerja dalam penelitian ini meliputi isolasi, identifikasi, skrining, peremajaan dan pembuatan kultur stok isolat bakteri indigenous air limbah cucian garam, pembuatan biogas starter, preparasi substrat, inokulasi biogas starter dan fementasinya pada substrat, serta analisis karakteristik gas pada produk biogas yang dihasilkan di akhir proses fermentasi. Hasil akhir kegiatan penelitian ini adalah terdapat 9 jenis bakteri indigenous dari air limbah cucian garam yang berhasil diisolasi, dikarakterisasi, dipurifikasi, dan 7 jenis bakteri yang mempunyai kemampuan dalam menghidrolisis komponen selulase dalam media uji Carboxy Methyl Cellulose Agar. Pemberian biogas starter dengan kombinasi perbandingan substrat kotoran sapi dan tongkol jagung varietas Madura serta lama waktu fermentasi terhadap produksi biogas. Persentase gas metana (CH4) yang dihasilkan di akhir proses fermentasi berkisar antara 50-65% dengan hasil terbaik yang diperoleh dari perbandingan variasi pemberian substrat kotoran sapi dan tongkol jagung sebesar 1:1 pada waktu fermentasi 3 minggu
Pemecahan Masalah Dalam Budidaya Kepiting dan Pelatihan Produksi Kepiting Karapas Lunak di Desa Kamal Bangkalan Madura Putri, Rizka Rahmana; Triajie, Haryo; Abida, Indah Wahyuni; Zainuri, Muhammad; Hafiludin, Hafiludin; Farid, Akhmad; Muhsoni, Firman Farid; Chandra, Adyos Bobby; Junaedi, Abdus Salam; Sholeh, M.; Laksani, Mertiara Ratih Terry; Pramithasari, Febi Ayu; Afifa, Fitria Hersiana; Wati, Tarisa Sholikha; Nisrina, Nisrina; Rahman, Rahman; Faizin, Muhammad Sahrul
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 10, No 2: Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v10i2.22371

Abstract

Soft-shell crabs are a type of crab harvested after molting or shedding their old shells. Soft-shell crabs are known for their high market value, both in domestic and international markets. Technological advancements in crab farming include the mangrove crab mutilation system to produce soft-shell crabs (soka). However, many communities still lack an understanding of this technology. The mutilation technology is known to provide benefits, so we conducted a community outreach program to impart knowledge about the molting process in crabs and provide training on how to mutilate crabs in Kamal Village. Additionally, in the crab farming process, there are issues related to water quality management and feeding. The outreach program also aims to provide solutions to these problems. The method employed is the Adult Learning Approach, which is carried out through participatory lectures and interactive discussions. Meanwhile, the crab mutilation training is conducted using the Demonstration and Example Method, where participants practice the crab mutilation process after receiving demonstrations from the facilitators. The molting process and the sustainability of the outreach program are continued with ongoing mentoring until desired outcomes are achieved.