Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SIFAT MEKANIK MODIFIKASI KEMIRINGAN MERCU SPILLWAY TIPE OGEE DENGAN STUDI KASUS BENDUNGAN RAKNAMO MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA SOFTWARE ELMER San Arnolus Kain; Ali Warsito; Minsyahril Bukit; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.3964

Abstract

Abstrak Penelitian tentang analisis sifat mekanik modifikasi kemiringan mercu Spillway Tipe Ogee menggunakan metode elemen hingga software ELMER telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besar tegangan, regangan dan deformasi pada mercu spillway bendungan tipe ogee dengan metode elemen hingga. Struktur bendungan dimodelkan dengan bantuan software FreeCAD, kemudian perhitungan metode elemen hingga dengan software Elmer dan dilanjutkan analisis dengan software ParaView. Berdasarkan hasil analisis mercu Spillway tipe Ogee dengan modifikasi kemiringan 41.18o, 45o dan 48.36o menunjukkan tegangan maksimum pada kemiringan 41.18o terjadi pada bagian dinding mercu spillway pada arah sumbu z dengan nilai 2.2 x 105 N/m2, sedangkan tegangan maksimum pada kemiringan 45o dan 48.36o terjadi pada bagian segmen dasar mercu spillway pada arah sumbu xy dengan nilai secara berurutan 2.5 x 105 N/m2 dan 3.0 x 105 N/m2. Regangan yang terjadi pada ketiga modifikasi kemiringan berurutan sebesar 35 x 10-8 , 47.5 x 10-8, dan 65 x 10-8. Deformasi yang terjadi pada ketiga modifikasi berurutan sebesar 1.4 x 10-5 m, 1.9 x 10-5 m dan 2.6x10-5 m. Dari analisis sifat mekanik modifikasi kemiringan mercu Spillway Tipe Ogee dapat disimpulkan bahwa perubahan nilai regangan dan deformasi semakin besar jika kemiringan mercu Spillway bertambah. Sedangkan nilai tegangan maksimum terjadi pada bagian dinding dan bagian segmen dasar mercu spillway. Kata Kunci : Metode Elemen Hingga, Spillway ogee, tegangan, regangan, deformasi. Abstract Research on the mechanical properties of the modification of the ogee spillway dam with slope variations has been caried out using the finite element method ELMER software. The purposes of this study were to analyze the magnitude of stress, strain and deformation on the ogee spillway. The structure of the dam was modeled with a FreeCAD software, then the calculation of the finite element method with an Elmer software and the analysis used ParaView software. Based on the analysis of the ogee spillway type with slopes of 41.18o, 45o and 48.36o, the maximum stress at the slope of 41.18o occurs in the wall section of the crest spillway in the z axis direction with a value of 2.2 x 105 N/m2, while the maximum stress at the slope of 45o and 48.36o occurs in the base segment of the crest spillway in the xy axis direction with values of 2.5 x 105 N/m2 and 3.0 x 105 N/m2 respectively. The strains that occurs in the three sequential tilt modifications were 35 x 10-8, 47.5 x 10-8, and 65 x 10-8. The deformation occurs in the three sequential modifications of 1.4 x 10-5 m, 1.9 x 10-5 m and 2.6 x 10-5 m. From the analysis of the mechanical properties of the modification of the crest spillway ogee Type it can be concluded that the change in strain and deformation values is greater if the slopes of the crest spillway increases. While, the maximum stress value occurs in the wall and the base segment of the mercu spillway. Keywords : Finite element method, spillway ogee, stress, strain, deformation.
PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN SERAT SELULOSA DARI LIMBAH KERTAS Intan M.P. Dewi; Albert Zicko Johannes; Redi K. Pingak; Minsyahril Bukit; Hadi Imam Sutaji
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6838

Abstract

Abstrak Plastik konvensional yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan terjadinya penumpukan limbah plastik dan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan karena plastik sulit terurai oleh mikroorganisme. Bioplastik merupakan salah satu solusi yang digunakan dalam mengurangi pencemaran lingkungan, sifatnya yang mudah terdegradasi dan terurai oleh mikroorganisme dalam waktu yang cukup singkat membuat plastik tersebut ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan bioplastik pada penelitian ini adalah pati jagung dan serat selulosa yang diekstrak dari kertas bekas menggunakan metode Asetilasi. Tujuan umum dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat selulosa pada sampel bioplastik dengan gliserol berperan sebagai pemlastis. Analisis bioplastik dilakukan dengan melakukan pengukuran uji kekuatan tarik, uji daya serap air, uji biodegradasi, dan pengamatan struktur menggunakan mikroskop optik. Hasil uji kuat tarik terbaik didapat pada penambahan 2 gram pulp selulosa, dengan nilai kuat tarik sebesar 1,65 MPa dan persentase nilai elongasi sampel 25%. Untuk uji daya serap air dengan persentase terkecil didapat pada penambahan 1 gram pulp dengan nilai 35,48%. Hasil uji biodegradasi terbaik adalah pada penambahan 1 gram dan 2 gram, dengan lama waktu degradasi 13 hari. Abstract Conventional plastics which are often used in everyday life cause the accumulation of plastic waste and cause environmental pollution problems because plastics are difficult to decompose by microorganisms. Bioplastic is one of the solutions used in reducing environmental pollution, its nature is easily degraded and decomposed by microorganisms in a fairly short time making the plastic environmentally friendly. The materials used in the manufacture of bioplastics in this study are corn starch and cellulose fibers which are extracted from wasted paper using the acetylation method. The general objective of this study was to determine the effect of adding cellulose fibers to bioplastic samples with glycerol acting as plasticizers. Bioplastic analysis is carried out by measuring the tensile strength test, water absorption test, biodegradation test, and observing the structure using an optical microscope. The best tensile strength test results were obtained in the addition of 2 grams of cellulose pulp, with a tensile strength value of 1.65 MPa and a percentage of the sample's elongation value of 25%. For the water absorption test with the smallest percentage was obtained the addition of 1 gram of pulp with a value of 35.48%. The best biodegradation test results were in the addition of 1 gram and 2 grams, with a degradation time of 13 days.
A Theoretical Study on Vibrational Energies of Molecular Hydrogen and Its Isotopes Using a Semi-classical Approximation Redi Kristian Pingak; Albert Zicko Johannes; Fidelis Nitti; Meksianis Zadrak Ndii
Indonesian Journal of Chemistry Vol 21, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.63294

Abstract

This study aims to apply a semi-classical approach using some analytically solvable potential functions to accurately compute the first ten pure vibrational energies of molecular hydrogen (H2) and its isotopes in their ground electronic states. This study also aims at comparing the accuracy of the potential functions within the framework of the semi-classical approximation. The performance of the approximation was investigated as a function of the molecular mass. In this approximation, the nuclei were assumed to move in a classical potential. The Bohr-Sommerfeld quantization rule was then applied to calculate the vibrational energies of the molecules numerically. The results indicated that the first vibrational transition frequencies (v1ß0) of all hydrogen isotopes were consistent with the experimental ones, with a minimum percentage error of 0.02% for ditritium (T2) molecule using the Modified-Rosen-Morse potential. It was also demonstrated that, in general, the Rosen-Morse and the Modified-Rosen-Morse potential functions were better in terms of calculating the vibrational energies of the molecules than Morse potential. Interestingly, the Morse potential was found to be better than the Manning-Rosen potential. Finally, the semi-classical approximation was found to perform better for heavier isotopes for all potentials applied in this study.
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Sains dan Elektronika Sederhana Bagi Siswa SMAN I Taebenu Kabupaten Kupang Jonshon Tarigan; Albert Zicko Johannes; Bernandus Bernandus; Minsyahril Bukit
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.15 KB) | DOI: 10.55506/arch.v1i1.2

Abstract

Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang merupakan daerah yang masih memiliki banyak potensi sumber daya alam untuk dikembangkan. Potensi sumber daya alam tersebut cenderung tidak terolah karena terbatasnya pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) oleh warga di daerah tersebut. Pemahaman iptek ini dapat ditingkatkan dengan memberikan pembelajaran yang berkaitan dengan sains dasar kepada anak usia sekolah. Pembelajaran sains dasar pada siswa SMAN I Taebenu di desa Baumata masih terhambat karena keterbatasan minat dan fasilitas pembelajaran sains di sekolah tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat SMAN I Taebenu dengan tema “Meningkatkan sumber daya manusia guru dan murid dalam pembelajaran sains dan elektronika”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan bagi siswa SMAN I Taebenu dalam mempelajari sains dasar melalui pelatihan pembuatan alat peraga sains dan elektronika sederhana. Pelatihan ini berhasil memacu minat siswa untuk terus belajar sains dan elektronika. Serta menambah alat peraga sains dan elektronika sederhana yang nantinya dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sains di SMAN I Taebenu.
Quantum Anharmonic Oscillators: A Truncated Matrix Approach Redi Kristian Pingak; Albert Zicko Johannes; Minsyahril Bukit; Zakarias Seba Ngara
POSITRON Vol 11, No 1 (2021): Vol. 11 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.967 KB) | DOI: 10.26418/positron.v11i1.44369

Abstract

This study aims at implementing a truncated matrix approach based on harmonic oscillator eigenfunctions to calculate energy eigenvalues of anharmonic oscillators containing quadratic, quartic, sextic, octic, and decic anharmonicities. The accuracy of the matrix method is also tested. Using this method, the wave functions of the anharmonic oscillators were written as a linear combination of some finite number of harmonic oscillator basis states. Results showed that calculation with 100 basis states generated accurate energies of oscillators with relatively small coupling constants, with computation time less than 1 minute. Including more basis states could result in more correct digits. For instance, using 300 harmonic oscillator basis states in a simple Mathematica code in about 8 minutes, highly accurate energies of the oscillators were obtained for relatively small coupling constants, with up to 15 correct digits. Reasonable accuracy was also found for much larger coupling constants with at least three correct digits for some low lying energies of the oscillators reported in this study. Some of our results contained more correct digits than other results reported in the literature.
Pelatihan Penggunaan Perangkat TIK Untuk Peningkatan Mutu dan Kapasitas Pembelajaran di SMAN 1 Amfoang Tengah Albert Zicko Johannes; Redi K. Pingak; Jonshon Tarigan; Andreas Ch. Louk
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Zadama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.932 KB) | DOI: 10.56248/zadama.v1i2.34

Abstract

Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang merupakan wilayah dibangunnya Observatorium Nasional (OBNAS). Mayoritas penduduk di Amfoang tidak mengerti akan kepentingan keberadaan OBNAS dan tidak tahu tentang ilmu Astronomi. Hal ini karena masyarakat setempat masih kesusahan dalam mencari informasi terutama bila harus mengaksesnya dari internet. Sebagian besar kawasan ini masih belum terjangkau jaringan internet. SMAN 1 Amfoang Tengah yang menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan bagi masyarakat di kawasan ini perlu mendapatkan akses jaringan internet melalui pengadaan sarana prasarana teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hal ini, maka program studi Fisika FST UNDANA bersedia menangani permasalahan tersebut melaluli kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan cara memperkenalkan keberadaaan alat-alat pendukung sistem komunikasi internet seluler, mengajarkan tentang alat-alat tersebut, memperagakan penggunaan alat tersebut untuk mengakses sumber-sumber informasi dan menyumbangkan alat-alat tersebut untuk dapat dipakai seterusnya oleh pihak sekolah. Kegiatan pengabdian terselenggara dengan baik dan lancar dengan sedikit penyesuaian dari rencana awal (Pandemi COVID-19). Kegiatan ini mendapat sambutan positif. Pihak sekolah berterima kasih dengan kedatangan tim pengabdian serta peuyumbangan perangkat tersebut karena dapat membantu pihak sekolah dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan mutu dan kapasitas pembelajaran.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN CaCO3 DALAM BATUAN KAPUR DI DESA MANULAI I MENGGUNAKAN METODE XRF DAN XRD Kristantia Mida Subah; Redi Kristian Pingak; Minsyahril Bukit; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v8i1.11825

Abstract

This study aims to determine the compounds contained in limestone, identify the content and crystal phase of CaCO3 in limestone and determine the effect of heating temperature on the CaCO3 crystal phase in limestone using XRF and XRD methods. XRF test results show that the compounds contained in limestone in Manulai I village are CaO, Nb2O5, Cr2O3, MoO3, In2O3, SnO2, Sb2O3, RuO4, dan Na2O and XRD test results showed that the crystal phase of CaCO3 at a temperature of 5500C to 7500C was in the form of calcite. In limestone calcined at different temperatures, the intensity increases, this can be interpreted that the higher the calcination temperature, the higher the crystallinity.
PERBAIKAN VARIETAS KACANG BUNCIS LOKAL BAJAWA DENGAN METODE IRRADIASI MULTIGAMMA(NUKLIR) Maria Magdaline Bupu; Bartholomeus Pasangka; Christin Mbiliyora; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i2.9344

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode irradiasi multigamma untuk perbaikan varietas kacang buncis lokal Bajawa di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan varietas kacang buncis lokal dengan produksi tinggi, menetapkan karakteristk bakal unggul tanaman kacang buncis lokal Bajawa, menyelidiki sifat adaptif varietas mutan hasil irradiasi terhadap beberapa sifat fisis lingkungan yang tidak sesuai dengan kondisi tumbuh kacang buncis lokal serta mengestimasi peningkatan produksi tanaman kacang buncis yang dikembangkan dengan iiradiasi multigamma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan radiasi multigamma dengan dosis 1000 rads, 2000 rads, 3000 rads, dan 4000 rads. Hasil penelitian menujukan bahwa penggunaan dosis radiasi terbaik terdapat pada dosis 2000 rads. Karakteristik fisis unggul yang diperoleh meliputi tumbuh lebih cepat, Jumlah benih yang tumbuh terbanyak, umur berbunga lebih cepat, umur panen lebih singkat 97 hari setelah tanam massa per 100 biji 36,34 gr dan presentase peningkatan produksi kacang buncis lokal Bajawa per 100 biji adalah 24,76%.
SABOAKPEAT : MEDIA TANAM BERBAHAN DASAR SABUT BUAH LONTAR Solly Joyce M. Kase; Andreas Christian Louk; Minsyahril Bukit; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kajian awal saboakpeat berbahan dasar sabut buah lontar sebagai media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan sifat kimia media tanam dan mengetahui hasil perbandingan pertumbuhan kangkung dari media tanam saboakpeat dengan media tanam lain, cocopeat komersial, cocopeat lokal dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk sifat fisis media tanam saboakpeat nilai lebih rendah dibandingkan ke-3 media tanam lain. Untuk sifat kimia yaitu tingkat keasaman (pH), saboakpeat menunjukkan nilai pH 6 dibandingkan media tanam lain yang cenderung netral (pH 7). Dalam kandungan unsur hara yaitu unsur N , P, dan K tidak jauh berbeda antara saboakpeat dan cocopeat. Pengujian pertumbuhan tanaman dilakukan dengan kelembaban media tanam, pengukuran tinggi tanaman dan jumlah daun setelah berumur 1 bulan. Dari hasil yang diperoleh untuk tanaman kangkung dengan media tanam saboakpeat menunjukkan tanaman dapat tumbuh dengan baik tapi belum sebaik pertumbuhan dibandingkan dengan media tanam lain. Media tanam berbahan lontar saboakpeat dapat mejadi alternatif media tanam, walaupun masih memiliki kekurangan dibanding media tanam lainnya.
Penentuan Tingkat-Tingkat Energi Vibrasi Molekul Hidrogen Pada Keadaan Elektronik Dasar Menggunakan Potensial Morse Redi Kristian Pingak; Albert Zicko Johannes
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.18614

Abstract

Pendekatan Born-Oppenheimer diterapkan untuk menghitung tingkat energi vibrasi keadaan dasar molekul hidrogen. Persamaan Schrodinger untuk inti atom diselesaikan dengan menggunakan metode semi-klasik, di mana inti atom diasumsikan bergerak secara klasik dalam sumur potensial dan energi vibrasi ditentukan dengan menerapkan aturan kuantisasi kuantum. Potensial yang digunakan pada penelitian adalah potensial Morse. Dalam penelitian ini, tingkat energi vibrasi dihitung dengan metode numerik, yaitu metode integrasi Simpson dan metode regula falsi. 15 Tingkat energi vibrasi dari molekul H2 diperoleh dan dibandingkan dengan data hasil eksperimen. Perbandingan ini mengindikasikan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini memberikan hasil yang sangat akurat pada tingkat energi vibrasi yang relatif rendah (0≤n≤4), dengan kesalahan kurang dari 0,7%, dan untuk 5≤n≤8 dengan kesalahan maksimum 7,3%. Keakuratan menurun ketika tingkat energi vibrasi meningkat. Secara khusus, untuk n = 13 dan n = 14, kesalahan meningkat secara signifikan, menunjukkan gagalnya pendekatan ini untuk tingkat energi vibrasi yang relatif tinggi, khususnya untuk dua tingkat energi ini. Born-Oppenheimer approximation was applied to calculate vibrational energy levels of ground state of Hydrogen molecule. The Schrodinger equation for the nuclei was solved using a semi-classical method, in which the nuclei are assumed to move classically in a potential well and the vibrational energies are determined by applying the quantum mechanical quantization rules. Potential used in this research was the Morse potential. Here, vibrational energy levels of the molecule were calculated using numerical methods, i.e. Simpson integration method and false position method. 15 Vibrational energy levels of the H2 molecule were obtained and compared to the corresponding results from experiments. The comparison indicated that the approximation used in this research yielded very accurate results for relatively low vibrational levels (0≤n≤4), with errors being less than 0.7% and for 5≤n≤8 with maximum of 7.3% errors. The accuracy decreased as the vibrational levels increased, as expected. In particular, for n=13 and n=14, errors significantly increased, indicating the breakdown of the approximation for relatively high vibrational levels, in particular for these two energy levels.           Keywords: Hydrogen Molecule; Morse Potential; Born-Oppenheimer Approximation; Simpson Method; False Position Method