Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemberdayaan Orang Tua Balita dalam Pencegahan Karies Gigi Anak melalui Media Edukasi Visual Berbasis Budaya Lokal di Pulau Gili Iyang Dian Prastiwi, Agnes; WD Astuti, Ari; Setyowati, Dini; Luthfi, Muhammad; Wissen, Selina; Cornelia Nelwan, Sindy; Janice Christabel, Yokhebed
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2708

Abstract

Karies gigi anak usia dini (early childhood caries/ ECC) masih menjadi permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang signifikan, terutama di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua sebagai pengelola utama kesehatan gigi dan mulut anak melalui pemanfaatan media edukasi visual berbasis budaya lokal di Pulau Gili Iyang, Sumenep, Madura. Sebanyak 75 orang tua yang memiliki anak usia di bawah lima tahun melalui pendekatan edukatif dengan desain one-group pre-test–post-test, melalui media kesehatan banner dan buku cerita berbahasa Madura yang memuat materi perkembangan gigi, pencegahan ECC, serta teknik menyikat gigi yang benar. Evaluasi dilakukan dengan menilai perubahan pemahaman dan respons peserta terhadap materi yang diberikan. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan niat untuk menerapkan perilaku perawatan gigi preventif di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua dari 54,53% menjadi 90,00% disertai respons masyarakat yang positif, ditandai dengan partisipasi aktif, diskusi interaktif, serta komitmen untuk menerapkan praktik perawatan gigi preventif anak di lingkungan keluarga. Media edukasi berbasis budaya lokal terbukti mampu mendukung proses pemberdayaan orang tua dan memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dalam pencegahan ECC. Pendekatan ini berpotensi berkelanjutan melalui keterlibatan kader kesehatan dan pemanfaatan media edukasi secara mandiri oleh masyarakat.
Evaluasi Aksesibilitas Fasilitas Publik di Jakarta: Implikasi terhadap Inklusivitas Penyandang Disabilitas dan Kesehatan Perkotaan: Evaluation of Public Facility Accessibility in Jakarta: Implications for Disability Inclusivity and Urban Health Luthfi, Muhammad
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas public terhadap standar kemudahan bangunan Gedung di wilayah DKI Jakarta serta mengindetifikasi komponen aksesibilitas yang masih menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas dalam pemanfaatan ruang public. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif melalui observasi pada delapan fasilitas publik. Penilaian dilakukan selama Desember 2024-Januari 2025 menggunakan instrumen observasi yang terdiri dari 37 indikator aksesibilitas yang mengacu pada standar dalam PERMENPUPR RI No 14 Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas publik masih bervariasi dengan skor berkisar antara 50,52% hingga 83%. Fasilitas transportasi publik menunjukkan tingkat kesesuaian tertinggi (83% dan 74%), diikuti fasilitas literasi publik (77,06%), sedangkan fasilitas keagamaan menunjukkan tingkat kesesuaian terendah (50,52% dan 65,38%). Komponen dengan tingkat kesesuaian tertinggi meliputi ukuran dasar ruang, selasar, dan koridor, sementara komponen dengan kesesuaian terendah meliputi pencahayaan exit dan tanda arah, urinal, ruang laktasi, ruang ganti, serta bak cuci tangan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi aksesibilitas pada infrastruktur public di Jakarta masih lebih banyak berfokus pada elemen structural bangunan dibandingkan pada sistem navigasi dan keselamatan, yang berpotensi terus membatasi akses yang setara terhadap lingkungan perkotaan bagi penyandang disabilitas.   This study aims to evaluate the level of accessibility compliance of public facilities with building accessibility standards in the DKI Jakarta region and to identify accessibility components that remain barriers for persons with disabilities in utilizing public spaces. The study employed a quantitative descriptive design through observations conducted in eight public facilities. The assessment was carried out between December 2024 and January 2025 using an observational instrument consisting of 37 accessibility indicators referring to the standards outlined in the Regulation of PERMENPUPR No. 14 of 2017. The results show that the level of accessibility compliance across public facilities varies, with scores ranging from 50.52% to 83%. Public transportation facilities demonstrated the highest level of compliance (83% and 74%), followed by public literacy facilities (77.06%), while religious facilities showed the lowest compliance (50.52% and 65.38%). Components with the highest compliance included basic spatial dimensions, corridors, and walkways, whereas components with the lowest compliance included exit lighting and directional signage, urinals, lactation rooms, changing rooms, and washbasins. These findings indicate that accessibility implementation in Jakarta’s public infrastructure remains primarily focused on structural building elements rather than navigation and safety systems, which may continue to limit equitable access to urban environments for persons with disabilities.
KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP MODUS KORUPSI DALAM KASUS ASABRI Muhammad Luthfi; Ika Dewi Sartika Saimima
MALA IN SE: Jurnal Hukum Pidana, Kriminologi, dan Viktimologi Vol. 2 No. 2 (2025): MALA IN SE: Jurnal Hukum Pidana, Kriminologi Dan Viktimologi (October)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN DAN PELAYANAN KESEHATAN RAHMAT HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.08221/mis.v2i2.305

Abstract

Corruption, as an extraordinary crime, has a destructive impact on the state and erodes public trust. The PT ASABRI scandal highlights the vulnerability of public fund management and the complexity of its modus operandi. This study aims to examine specific policies (preventive and repressive) based on ASABRI's corruption modus operandi to prevent similar cases in the future and identify obstacles to resolving cases from a criminological perspective. The research method used is Sociology-Criminology with a library research approach. The discussion indicates that preventive policies should focus on strengthening governance and internal oversight, increasing transparency (real-time reporting, whistleblowing), and improving investment regulations (limiting risky investments, strict due diligence, prohibiting conflicts of interest). Meanwhile, repressive policies require multidisciplinary and coordinated law enforcement and the application of proportionate sanctions that provide a deterrent effect (maximum penalties, revocation of rights, corporate liability, and optimization of asset recovery). Obstacles to resolving the ASABRI case include the complexity of the modus operandi (organized networks, sophisticated money laundering, elite involvement), challenges in the legal process (limited resources, lengthy bureaucracy, difficulty in proving evidence, weak coordination), and socio-political factors (low public trust, media influence, resistance to reform, and the phenomenon of moral holiday).
The Relationship Between Family Support And The Quality Of Life Of Patients With Chronic Renal Failure Who Are Undergoing Hemodialysis Naceda, Piddy Lhoksuma Erlyana; Rahmah, R.A Gabby Novikadarti; Fahdi, Faisal Kholid; Fauzan, Suhaimi; Luthfi, Muhammad
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: family support can affect the quality of life of hemodialysis patients. With family support in providing motivation, CKD patients undergoing hemodialysis have a stimulus to improve their quality of life. This study aims to analyze the relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Hospital in Pontianak.   Methods: This study is quantitative in nature, using a correlational design with a cross-sectional approach. The sample was taken using the total sampling technique with a total of 74 respondents. Data collection was conducted using the Family Support and Quality of Life questionnaire. (KDQOL-SF TM 1.3). Statistical tests used the Spearman rank correlation test.   Results: The univariate analysis showed that most respondents were aged 46-65 years (56.8%) and were female (52.7%). Almost all respondents were married (90.5%) and had a high school education (40.5%), with the fewest respondents having a college education, totaling 12 people (16.2%), and the majority being unemployed (62.2%). Most respondents had good family support and a moderate quality of life (52.7%). The result of the Spearman correlation test between family support and quality of life among hemodialysis patients showed a correlation coefficient of rho = −0.016 with a p-value of 0.839 (p > 0.05). This finding indicates a very weak negative correlation and statistically non-significant relationship between family support and patients’ quality of life. Therefore, family support was not significantly associated with the quality of life of hemodialysis patients in this study.   Conclusion: In this study, it can be concluded that there is no relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at RSU Yarsi Pontianak.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI STRATEGI AKUNTANSI KEUANGAN PADA UMKM YUNI EMPING DI GEDONG TATAAN, PESAWARAN LAMPUNG Luthfi, Muhammad; Ameria, Suci; Suhartono, Suhartono; Puspita, Imel; Syafira, Jihan Dara; Subhan, Tazkia Adha Putri Maharani; Yulianti, Yulianti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10145

Abstract

ABSTRACT The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector plays a significant role in driving economic growth while improving community welfare. However, many business actors still face challenges in financial management, particularly due to low levels of financial literacy, the absence of systematic recording practices, and limitations in developing sustainable business planning. These issues are also experienced by Yuni Emping MSME in Gedong Tataan, Pesawaran Regency, which encounters difficulties in monitoring its financial condition and managing production activities optimally. This study aims to strengthen business management capacity through the implementation of financial accounting strategies based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, as well as training and mentoring activities involving business partners. The stages of the study include problem identification, implementation of basic financial recording training, and evaluation of the application of transaction recording systems. The findings indicate that prior to the mentoring activities, the business actors had not implemented structured financial recording and still mixed business finances with personal finances. After the training and mentoring were conducted, the partners demonstrated improved understanding in recording transactions, preparing simple income statements, and managing business cash flow. These results confirm that the implementation of SAK EMKM-based financial recording, supported by mentoring activities, can enhance financial management capabilities and facilitate more structured and sustainable business decision-making. ABSTRAK Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, tidak sedikit pelaku usaha yang masih mengalami hambatan dalam mengelola keuangan, terutama akibat rendahnya tingkat literasi finansial, belum diterapkannya sistem pencatatan yang sistematis, serta keterbatasan dalam menyusun perencanaan usaha yang berkelanjutan. Permasalahan tersebut juga dialami oleh UMKM Yuni Emping di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang mengalami kesulitan dalam memantau kondisi keuangan dan mengelola aktivitas produksi secara optimal. Penelitian ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan usaha melalui implementasi strategi akuntansi keuangan yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada mitra usaha. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, pelaksanaan pelatihan pencatatan keuangan sederhana, serta evaluasi penerapan sistem pencatatan transaksi usaha. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebelum pelaksanaan pendampingan, pelaku usaha belum melakukan pencatatan keuangan secara terstruktur dan masih menggabungkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, mitra menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta pengelolaan arus kas usaha. Hasil tersebut menegaskan bahwa implementasi pencatatan keuangan berbasis SAK EMKM yang didukung oleh kegiatan pendampingan dapat memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan serta membantu proses pengambilan keputusan usaha menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.
PENGUATAN PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS UMKM GULA AREN DI DESA SUMBER AGUNG Mandasari, Lusiana; Luthfi, Muhammad; Winata, Anisa Lulu; Fadhilah, Fikri; Andini, Yunita Kartika; Sanda, Nova; Arzeti, Arzeti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10308

Abstract

ABSTRACT Palm sugar enterprises in Sumber Agung Village have promising economic potential; however, financial management remains a key constraint that hinders business development. The main issues include the absence of systematic bookkeeping, the lack of separation between business and personal finances, and limited understanding of production cost components. These conditions reduce the ability of business actors to make decisions based on reliable financial information. This community service program aims to improve financial governance by strengthening practical knowledge and skills. The method applies a participatory and contextual approach, consisting of initial assessment, training, hands-on practice, and mentoring for six business actors. Evaluation was conducted qualitatively through observation and interviews to compare conditions before and after the program. The results indicate improved capability in preparing simple financial records, separating business and personal finances, and understanding cost structures. In addition, participants began to apply more systematic financial management practices in their daily operations. These findings suggest that a locally grounded mentoring model that integrates hands-on practice is effective in fostering both technical and behavioral changes, thereby enhancing business management quality and supporting the sustainability and competitiveness of small enterprises. ABSTRAK Usaha gula aren di Desa Sumber Agung memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan, namun pengelolaan keuangan masih menjadi kendala utama yang menghambat pengembangan usaha. Permasalahan yang ditemukan meliputi ketiadaan pencatatan yang terstruktur, tidak adanya pemisahan antara keuangan usaha dan pribadi, serta keterbatasan dalam memahami komponen biaya produksi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam mengambil keputusan berbasis informasi keuangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan praktis. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif dan kontekstual dengan tahapan identifikasi awal, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan kepada enam pelaku usaha. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan wawancara untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan dalam menyusun pencatatan keuangan sederhana, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta memahami struktur biaya produksi. Selain itu, peserta mulai menerapkan praktik pengelolaan keuangan secara lebih sistematis dalam aktivitas usaha sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa model pendampingan berbasis kebutuhan lokal yang mengintegrasikan praktik langsung efektif dalam mendorong perubahan teknis sekaligus perilaku, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pengelolaan usaha dan memperkuat keberlanjutan serta daya saing usaha kecil.
Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pada Pekon Garut Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus) Kurniawati, Ade; Muhammad Luthfi; Apip Alansori
JFAS : Journal of Finance and Accounting Studies Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jfas.v8i1.10949

Abstract

Riset ini ditujukan guna menguji Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat Atas Penanganan Anggaran Desa pada Pekon Garut Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Metode penghimpunan data pada riset ini ialah data primer yakni kuesioner dan pengamatan pada obyek penelitian. Cara menganalisa data yang dimanfaatkan pada kajian ini yakni Analisa Regresi Linier Berganda. Jenis tinjauan yang dipakai ialah deskriptif kuantitatif. Metode pemilihan sampel yang dipakai ialah random sampling pada jumlah sampel yakni 60 yang adalah masyarakat pekon garut. Variabel independen yang digunakan ialah Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat. Faktor terikat yang dipakai pada Penanganan Anggaran Desa. Hasil dari riset ini memperlihatkan jika faktor Transparansi Berpengaruh atas penanganan anggaran Desa, Akuntabilitas Berdampak Atas Penanganan Anggaran Desa, Sementara Partisipasi Masyarakat Tidak Berpengaruh Atas Penanganan Anggaran Desa Pekon Garut.
Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Pengelolaan Laundry Nikita Hotel Kota Bukittinggi Luthfi, Muhammad; Elvira, Rini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengelolaan laundry di Nikita Hotel Kota Bukittinggi yang berorientasi pada penerapan prinsip-prinsip syariah. Perkembangan pariwisata syariah di Indonesia menuntut industri perhotelan untuk tidak hanya memberikan layanan yang berkualitas, tetapi juga menjamin kebersihan, kehalalan, dan kesesuaian proses operasional dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOP laundry telah dilaksanakan secara sistematis mulai dari penerimaan, pencatatan, pemilahan, pencucian, penyetrikaan, penyimpanan, hingga distribusi linen. Implementasi tersebut telah mengakomodasi prinsip syariah seperti thaharah (kebersihan), halalan thayyiban, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab (mas’uliyyah), yang tercermin dalam penggunaan bahan pembersih halal, pemisahan linen, serta komitmen staf menjaga kualitas layanan. Namun, pengelolaan laundry masih bersifat konvensional dengan penggunaan peralatan manual dan pengeringan alami, sehingga berpotensi menurunkan efisiensi operasional ketika volume kerja meningkat. Keterbatasan teknologi dan tenaga kerja menjadi tantangan dalam menjaga konsistensi pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan melalui modernisasi peralatan, penambahan sumber daya manusia, serta pelatihan dan pengawasan berkala agar implementasi SOP semakin efektif. Dengan pengelolaan yang lebih optimal, layanan laundry diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, mempertahankan nilai-nilai syariah, serta mendukung daya saing hotel dalam industri pariwisata syariah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELANJA MASYARAKAT DI PASAR TRADISIONAL STUDI KASUS: PASAR TRADISIONAL KECAMATAN NGAMBUR, KABUPATEN PESISIR BARAT Muhammad Luthfi; Maya sari
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i1.162

Abstract

ABSTRAK Pasar tradisional masih berperan strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan menyediakan kebutuhan pokok harian. Meski demikian, tingkat ketertarikan konsumen berbelanja di pasar tradisional dipengaruhi sejumlah elemen yang perlu diteliti secara empiris. Penelitian ini difokuskan untuk menguji pengaruh harga barang, mutu produk, serta posisi strategis pasar terhadap minat belanja pembeli di Pasar Tradisional Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei dengan sampel 77 responden konsumen yang dipilih secara random. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner, dianalisis dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4.0. Temuan riset mengindikasikan bahwa mutu produk dan aksesibilitas lokasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat belanja, sementara faktor harga tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. Fakta ini menggambarkan prioritas konsumen lebih condong pada kualitas barang dan kemudahan menjangkau lokasi belanja. ABSTRACT Traditional markets still play a strategic role in supporting community economic activities and providing daily necessities. However, the level of consumer interest in shopping at traditional markets is influenced by a number of factors that require empirical research. This study focuses on examining the influence of product prices, product quality, and the market’s strategic location on shoppers’ interest in the Traditional Market of Ngambur Subdistrict, Pesisir Barat Regency. A quantitative approach was applied through a survey of 77 randomly selected consumer respondents. Primary data was collected using a questionnaire and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4.0 software. The research findings indicate that product quality and location accessibility have a significant positive influence on shopping interest, while the price factor does not show a significant influence. This fact illustrates that consumer priorities lean more toward product quality and ease of access to shopping locations.
Strategi Pemberdayaan Umkm Cuing Melalui Inovasi Produk, Sertifikasi Halal, Dan Legalitas Usaha Dalam Program KKN-T Universitas Swadaya Gunung Jati Mauliya, Alya Sofiyatu; Rozy, Niko; Ripalga, Denia Putri Nabila; Luthfi, Muhammad; Hamidah, Permata Hasna
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16427

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) di Desa Mirat bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, khususnya di sektor UMKM. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pelaku usaha UMKM cuing di Desa Mirat dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang inovasi produk, sertifikasi halal dan legalitas usaha. Es Cuing merupakan minuman atau jajanan tradisional yang berbahan Daun Cuing (Cyclea barbata). Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang melibatkan langsung masyarakat dan perangkat desa, serta sosialisasi dan pelatihan terkait strategi pemberdayaan UMKM melalui inovasi produk dan legalitas usaha. Hasil dari pendampingan ini adalah pelaku UMKM cuing di Desa Mirat bisa berinovasi dan mempunyai legalitas usaha seperti sertifikat halal dan NIB (Nomor Induk Berusaha). Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, masyarakat desa mampu mengoptimalkan potensi yang ada, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM cuing di Desa Mirat.