Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nutriture Journal

Beban Glikemik Diet Diabetes Melitus, Tingkat Konsumsi Energi, Protein, dan Serat Kaitannya dengan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 NISRINA, OKTAVIANI SALWA; Sulistyowati, Etik; Luthfiyah, Fifi; Sutjiati, Endang
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i2.4200

Abstract

Latar belakang : Prevalensi DM di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang sebesar 3,1%. Penurunan glukosa darah dapat dicapai dengan beban glikemik yang rendah. Dipelajari bagaimana konsumsi energi, protein, dan serat berhubungan terhadap kadar glukosa darah. Tujuan : Mengetahui hubungan antara beban glikemik Diet DM, tingkat konsumsi energi, protein, dan serat dengan kadar glukosa darah pasien DM Tipe 2. Metode : Studi ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dan rancangan survey cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu 15 orang pasien rawat inap dengan diagnosa ataupun riwayat DM Tipe 2 pada 24 Mei-12 Juni 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan korelasi rank spearman. Hasil : Sebagian besar pasien berusia 55-64 tahun, berjenis kelamin perempuan, tidak bekerja, memiliki status gizi normal, memiliki komplikasi pada sistem kardiovaskular, dan diberikan jenis pengobatan insulin oleh dokter, beban glikemik Diet DM pasien rendah, tingkat konsumsi energi pasien kurang, tingkat konsumsi protein seimbang antara kurang dan baik, dan tingkat konsumsi serat pasien baik. Simpulan : Tidak ada hubungan antara beban glikemik diet DM, tingkat konsumsi energi, dan serat dengan kadar glukosa darah pasien DM Tipe 2 di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang. Ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan kadar glukosa darah pasien DM Tipe 2 di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang. Kata Kunci : Beban Glikemik, Diet DM, Tingkat Konsumsi, Zat Gizi
Tingkat Konsumsi Zn, Se dan GDS Pasien Diabetes Melitus Tipe II Adinda, Shintya Permata; Luthfiyah, Fifi
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 3 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i2.4170

Abstract

Latar belakang: Menurut data WHO 2019 yakni 7 dari 10 penyebab utama kematian pada tahun 2019 adalah penyakit tidak menular. Diabetes telah masuk ke dalam penyebab utama kematian ini (WHO 2020). Pada tahun 2019 ada sekitar 463 juta orang dewasa hidup dengan Diabetes Melitus di seluruh dunia dan sebanyak 90-95% adalah DM Tipe II (IDF 2019). Berdasarkan hasil (Riskesdas) 2018 prevelensi nasional DM tipe II mencapai 8,5% dari total populasi. Sebanyak 12 provinsi mempunyai prevelensi DM diatas prevelensi nasional, yaitu salah satunya provinsi Jawa Timur (Riskesdas 2018). Di kota Batu penyakit DM tipe II merupakan salah satu penyakit 10 terbanyak yang terjadi, yaitu sebanyak 4.329 orang (Badan Pusat Statistik Kota Batu 2018). Tata laksana DM tipe II meliputi 6 pilar, yaitu salah satunya terapi nutrisi medis. Prinsip ini memerlukan keteratutan 3J. Berdasarkan jenisnya, zat gizi terbagi menjadi 2. Mineral Zinc dan Selenium merupakan contoh mikronutrien. Mineral ini termasuk mineral metaloenzim yang bekerja sebagai antioksidan, sehingga berpotensi mencegah penyakit degeneratif (Ozenc dkk., 2015) dalam (Yuliati Widiastuti 2016). Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat konsumsi Zn dan Se pada pasien DM tipe II yang dirawat di RSU Karsa Husada Batu. Metode: Deskriptif Observasional dengan cara pengambilan sampel insidental sampling. Hasil: Terkumpul 9 pasien DM tipe II dengan tingkat konsumsi Zn defisit berat, Se normal dan kadar GDS tinggi. Simpulan: Tingkat konsumsi Zn defisit mempengaruhi hasil kadar GDS semakin tinggi, sedangkan tingkat konsumsi Se berlebih disertai Zn normal dapat menghasilkan kadar GDS mendekati normal. Kata kunci: Diabetes Melitus tipe II; Selenium; Zinc.