Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : mimbar integritas

PENERAPAN INOVASI ECO ENZYM DARI KULIT NANAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMAN 3 DAN SMKN 8 MUARO JAMBI Dawam Suprayogi; Rahma Dani; Firdiawan Ekaputra; Kriswantoro Kriswantoro
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7255

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 3 dan SMKN 8 Muaro Jambi dengan fokus pada penerapan inovasi eco enzyme dari kulit nanas sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pengelolaan limbah organik, keterbatasan penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL), serta kurangnya integrasi kearifan lokal dalam kurikulum sains. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan Eco Enzyme, pembangunan unit fermentasi sederhana di sekolah, hingga pendampingan integrasi Eco Enzyme dalam perangkat pembelajaran biologi, kimia, dan prakarya. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan. Produksi Eco Enzyme rata-rata mencapai enam liter per bulan, melampaui target awal lima liter, serta berhasil mengurangi timbulan sampah organik hingga 30% dalam enam bulan pertama. Sebanyak 92% peserta pelatihan (guru dan siswa) mampu membuat Eco Enzyme secara mandiri, sementara tingkat pemahaman meningkat rata-rata 40% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Dari sisi pembelajaran, 80% guru IPA telah mengintegrasikan PjBL berbasis Eco Enzyme dalam RPP, disertai tersusunnya modul pembelajaran dan lembar kerja ilmiah (LKI). Selain menghasilkan produk nyata berupa Eco Enzyme, kompos, SOP, modul, dan LKI, program ini juga memperkuat kapasitas guru dan siswa, membentuk Tim Adiwiyata Eco Enzyme sebagai motor keberlanjutan, serta mendorong terciptanya budaya sekolah yang ramah lingkungan. Luaran non-fisik lainnya mencakup publikasi kegiatan, pameran produk, dan presentasi hasil pada forum adiwiyata tingkat kabupaten. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada pengelolaan lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong inovasi pembelajaran kontekstual yang berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ELEKTRONIK TERINTEGRASI ETNOSAINS MENGGUNAKAN HEYZINE BAGI GURU-GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN BATANG HARI Jufrida Jufrida; Rahma Dani; M Furqon; Wawan Kurniawan; Cicyn Riantoni; Suharli AJ
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5604

Abstract

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penekanan diberikan pada pengintegrasian unsur-unsur kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran untuk mendukung pencapaian profil siswa yang selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menyiapkan materi pembelajaran yang memasukkan unsur-unsur kearifan lokal yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka. Namun, temuan di lapangan, khususnya di Kabupaten Batang Hari, menunjukkan bahwa beberapa sekolah, seperti SMAN 2 Batang Hari, masih mengandalkan bahan ajar yang didasarkan pada kurikulum sebelumnya yang tidak memasukkan aspek kearifan lokal atau etnosains. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih guru-guru di SMAN 2 Batang Hari untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Kurikulum Mandiri yang mengintegrasikan kearifan lokal atau aspek etnosains dengan menggunakan Heyzine. Platform ini digunakan untuk membuat modul pembelajaran digital interaktif berbasis etnosains yang memungkinkan guru untuk menyajikan unsur-unsur budaya lokal Jambi secara visual dan kontekstual. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah lokakarya yang terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan ini berlangsung pada tanggal 29 Agustus 2024 di SMAN 2 Batang Hari. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa para guru di SMAN 2 Batang Hari mendapatkan pemahaman yang baik tentang konsep, teknik, dan penggunaan Heyzine dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum Mandiri, sehingga memungkinkan pengintegrasian aspek kearifan lokal atau etnosains ke dalam proses pembelajaran secara lebih efektif.