Claim Missing Document
Check
Articles

PkM: Pendampingan Penyusunan Peta Kelurahan Berbasis WebGIS Untuk Penunjang Pembangunan Bagi Pemerintah Kelurahan Rowosari, Kota Semarang Abdi Sukmono; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman; Safira Devi Kirana
TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Vol. 4 No. 1 (2021): Mei: TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Desa/Kelurahan sebagai unit pemerintahan terkecil di Indonesia memiliki perananan yang Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan pembangunan desa/kelurahan sangat membutuhkan sebuah data penunjang berupa peta. Sesuai amanah UU No 6 Tahun 2014 Pasal 17 ayat 2 disebutkan tentang peta desa/kelurahan yang menunjukkan batas wilayah. Desa/Kelurahan diwajibkan memiliki peta yang dapat digunakan sebagai penunjang pelaksanaan pembangunan. Spesifikasi teknis peta desa/keluarahan telah dikeluarkan oleh Badan Informasi Gespasial melaui Perka No 3 Tahun 2016 tentang spesifikasi teknis penyajian peta desa/kelurahan. Namun dalam pelaksanaannya dengan jumlah SDM Informasi Spasial di Tingkat Daerah yang masih terbatas belum tentu semua pemerintah daerah telah menyusun Peta Desa/Kelurahan. Pemerintah Kelurahan Rowosari sebagai Pelaksana Pemerintahan daerah sangat berkomitmen terhadap pembangunan sehingga melihat pentingnya peta desa/kelurahan. Akan tetapi keterbatasan pengetahuan dasar dalam penyusunan informasi geospasial menjadi salah satu permasalahan utama. Berdasarkan hal tersebut, Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas yang berkomitmen dalam pengembangan masyarakat daerah berusaha menjembatani permasalahan tersebut melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk melaksanakan pendampingan penyusunan Peta Kelurahan berbentuk Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis Web atau lebih dikenal sebagai WebGIS. Hasil Program pengabdian kepada masyarakat ini berupa Peta dalam bentuk cetak dan WebGIS Infrastruktur dan Sebaran Potensi UMKM Kelurahan Rowosari yang dapat diakses secara online dan diintegrasikan dalam website Kelurahan Rowosari. Keberadaan Peta dan WebGIS ini mampu menjadi sarana rujukan perencanaan pembangunan dan publikasi potensi Kelurahan Rowosari
Analisis Kebijakan Land Value Capture dan Metode Zona Nilai Tanah dalam Perbedaan antara Kebijakan dan Pengukuran (Studi Kasus: Koridor Jalan Durian Raya, Banyumanik) Putri, Zulfara Disnatya Anggita; Wahyuddin, Yasser; Amarrohman, Fauzi Janu
TEKNIK Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i3.57930

Abstract

Nilai lahan memiliki perubahan dinamis. Peningkatan nilai lahan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah melalui penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Penyesuaian NJOP menggunakan pendekatan harga pasar dan potensial untuk implementasi kebijakan Land Value Capture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona nilai tanah tahun 2023, pengaruh faktor aksesibilitas, pusat perdagangan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan sarana umum terhadap nilai tanah serta potensi implementasi kebijakan Land Value Capture. Studi kasus dilakukan untuk tanah di sekitar koridor Jalan Durian Raya, Banyumanik, Semarang. Metode yang digunakan yaitu Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Assessment Sales Ratio (ASR). Hasil penelitian menunjukan bahwa zona dengan Nilai Indeks Rata-Rata (NIR) tertinggi yaitu zona 2409, dengan nilai sebesar Rp. 23.364.000,- untuk harga pasar dan zona 181 sebesar Rp. 15.105.000,- untuk NJOP. NIR terendah yaitu zona 860 sebesar Rp. 2.448.000,-  untuk harga pasar dan Rp. 792.000,- untuk NJOP. Hasil penghitungan SAR menunjukan pengaruh faktor aksesibilitas merupakan faktor paling signifikan, dengan nilai sebesar 0,0007 pada harga pasar dan 0,00188 pada NJOP. Dari penghitungan ASR di Jalan Durian Raya didapatkan hasil sebesar 35% pada zona 28 dan 73% pada zona 323. Nilai ini menunjukkan bahwa pada kedua zona tersebut masih perlu dilakukan penyesuaian NJOP.
Analisis Potensi Penentuan Lahan Pembangunan Rumah Sakit Di Kabupaten Jepara Ditinjau Dari Aspek Fisik Dan Kebutuhan Demografis Gunawan, Andreas; Amarrohman, Fauzi Janu; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39497

Abstract

Kabupaten Jepara saat ini terdapat 6 rumah sakit baik negeri maupun swasta. Apabila didasari pada arahan World Health Organization (WHO), idealnya 1 unit rumah sakit melayani 100.000 penduduk. Saat ini dengan jumlah penduduk sebesar 1.205.800 jiwa, maka terdapat kekurangan kurang lebih 238 tempat tidur. Kekurangan jumlah tempat tidur terhadap jumlah penduduk menunjukan pelayanan rumah sakit masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode yang digunakan menentukan kebutuhan rumah sakit di Kabupaten Jepara. Data yang digunakan adalah peta kondisi wilayah Kabupaten Jepara, jumlah penduduk, data jumlah tempat tidur rumah sakit, data tingkat polusi udara, data tingkat kebisingan dan hasil survei kuesioner. Kriteria yang digunakan adalah jumlah penduduk, nilai tanah, luas tanah, kesesuaian lahan dengan tata guna lahan, kelas jalan, kemiringan jalan, tingkat kebisingan, bebas banjir, bebas longsor, jarak dengan TPA dan TPS. Kriteria tingkat polusi tidak digunakan dalam penelitian ini karena tidak banyaknya pengaruh terhadap lokasi pembangunan rumah sakit dengan dibuktikan adanya salah satu rumah sakit yang berdiri di daerah tingkat polusi tinggi seperti Rumah Sakit R. A. Kartini. Dalam menentukan lokasi peruntukan lahan rumah sakit, dilakukan perhitungan bobot dengan metode AHP dengan pertimbangan 9 kriteria yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi rumah sakit di Kabupaten Jepara. Dari analisis menggunakan metode AHP menunjukan besar bobot untuk masing – masing kriteria sebesar 9,065% untuk jumlah penduduk, 12,547% untuk nilai lahan, 10,927% untuk tata guna lahan, 8,826% untuk kelas jalan, 20,070% untuk kemiringan lahan, 2,323% untuk potensi banjir, 2,532% untuk daerah potensi tanah longsor, 9,282% untuk tingkat polusi udara, 17,573% untuk tingkat kebisingan, dan 6,855% untuk jarak TPA dan TPS. Rasio tempat tidur Rumah Sakit Di Kabupaten Jepara yaitu 1 : 1.238 penduduk. Rasio ideal 1 tempat tidur : 1.000 penduduk maka dapat dikatakan bahwa Kabupaten Jepara membutuhkan tambahan pembangunan rumah sakit baru untuk menurunkan rasio 1 tempat tidur ideal dengan kebutuhan setiap satuan 1000 jiwa.
Analisis Perkembangan Kerapatan Hutan Mangrove di Kota Semarang dengan Metode Normalized Difference Vegetation Index Tahun 2017 - 2022 Kusuma, Hafiizh Mega; Sukmono, Abdi; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika  lingkungan di Pesisir Utara Kota Semarang mengakibatkan perubahan luas dan kerapatan mangrove pada kawasan tersebut. Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekonomi. Namun, kerusakan dan degradasi hutan mangrove menjadi permasalahan serius sehingga diperlukan adanya pengelolaan yang tepat untuk menjaga keberadaan mangrove. Ekosistem mangrove merupakan salah satu objek yang dapat diidentifikasi menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh. Teknologi tersebut dapat memantau perkembangan luas dan kerapatan mangrove menggunakan perhitungan algoritma  indeks vegetasi. Pada  penelitian  ini, data citra satelit yang digunakan yaitu citra Sentinel-2A multitemporal tahun 2017 dan tahun 2022. Sedangkan algoritma indeks vegetasi yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index. Algoritma tersebut bertujuan untuk mengetahui luas dan tingkat kerapatan mangrove khususnya di Pesisir Utara Kota Semarang. Klasifikasi yang digunakan untuk mengetahui tutupan lahan pada daerah tersebut yaitu menggunakan klasifikasi terbimbing Maximum Likelihood. Uji Akurasi yang digunakan untuk keakuratan tutupan lahan yaitu menggunakan plugin AcATaMa didapatkan Overall Accuracy sebanyak 90% pada citra tahun 2017 dan 92% pada citra tahun 2022. Berdasarkan hasil pengolahan luas mangrove pada citra sentinel-2A, luas mangrove selama tahun 2017 – 2022 mengalami penurunan. Luas mangrove berdasarkan hasil klasifikasi tahun 2017 dan tahun 2022 sebesar 960,953 dan 809,539 hektar. Selain itu hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi (R) antara nilai NDVI dengan validasi data kerapatan mangrove yang cukup kuat yaitu 0,6225. Kelas kerapatan mangrove terbagi menjadi 3 yaitu kerapatan jarang, sedang, dan rapat. Selama 5 tahun kerapatan jarang  berkurang sebanyak 2,831 ha, kerapatan sedang bertambah sebanyak 184,320 ha dan kerapatan rapat berkurang sebanyak 275,476 ha. Sehingga terjadi penurunan kerapatan mangrove dari tahun 2017 ke tahun 2022, terutama pada kelas kerapatan rapat seluas 275,476 ha yang berubah menjadi kelas kerapatan sedang seluas 184,324 ha.
ANALISIS NILAI EKONOMI DAN PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ALAM PERANTUNAN KABUPATEN SEMARANG Wijaya, Sujiwo Pandu; Amarrohman, Fauzi Janu; Wahyuddin, Yasser
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 6, No 2 (2023): Volume 06 Issue 02 Year 2023
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2023.19763

Abstract

Wisata Perantunan merupakan wisata alam dan termasuk dalam wisata baru yang berada di lereng Gunung Ungaran Kabupaten Semarang yang dalam proses pengembangan.  Pada tahun 2022, Wisata Alam Perantunan memiliki wisatawan sebanyak 17.633. Wisata Alam Perantunan mempengaruhi ekonomi di sekitarnya karena terdapat masyarakat yang mengambil manfaat dari adanya kawasan wisata tersebut. Namun tak lepas dari kegiatan wisata,Wisata Alam Perantunan dapat menyebabkan degradasi sumber daya alam jika kegiatan pariwisata tidak terkendali. Hal itu diperlukan adanya analisis nilai ekonomi kawasan dengan mengetahui nilai guna langsung serta nilai keberadaan kawasan menggunakan metode Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method serta Hedonic Pricing Method untuk mengetahui nilai kesukaan pengunjung pada kawasan tersebut. AHP dan overlay peta digunakan untuk menilai kesesuian lahan kawasan wisata dengan kriteria ekowisata serta hasil TEV dan nilai kesesuaian lahan ekowisata dugunakan untuk analisis potensi wisata. Perantunan memiliki nilai total ekonomi sebesar Rp. 51.861.232.188 serta memiliki nilai hedonik dengan interval 3,759-3,906. Selain itu Wisata Alam Perantunan memiliki kesesuaian lahan ekowisata dengan nilai kesesuaian 3,24 (sedang). Berdasarkan hasil zona nilai ekonomi kawasan dan nilai kesesuaian ekowisata, Wisata Alam Perantunan memiliki berbagai potensi yang mengedepankan daya tarik alam seperti berkemah, pendakian dan keindahan pemandangan, hal ini didukung dengana pendapat pengunjung mengenai sub wisata favorit berupa camping ground dan kesesuaian ekowisata di kelas sedang yang mengedepankan potensi daya tarik alami.
Analisis Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Akibat Pembangunan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Terhadap Zona Nilai Tanah Di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali Rifai, Lutfi Faizal; Amarrohman, Fauzi Janu; Yusuf, Muhammad Adnan
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 6, No 2 (2023): Volume 06 Issue 02 Year 2023
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2023.18414

Abstract

Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali gencar melakukan pembangunan infrastruktur, Kecamatan Banyudono menjadi salah satu dari 22 kecamatan yang mengalami banyak pembangunan. Diantaranya, sesuai Pasal 13 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali melaksanakan program Relokasi Pasar Pengging ke kawasan baru dan lokasi pasar sebelumnya diubah menjadi Alun-alun Pengging. Kemudian terdapat proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo pada tahun 2009. Pembangunan jalan tol terbagi menjadi 2 tahap dan 5 seksi. Kecamatan Banyudono termasuk ke dalam tahap ke-2 seksi ke-5 Kilometer 488 sampai Kilometer 493. Maka dari itu perlu dilaksanakan penelitian untuk mengetahui perubahan nilai tanah di Kecamatan Banyudono pada tahun 2009-2022. Metode yang digunakan adalah analisis perubahan zona nilai tanah (ZNT) berdasarkan survei harga pasar wajar akibat perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial. Data yang digunakan yaitu, data ZNT tahun 2009 data penggunaan lahan tahun 2009, Citra SPOT-7, data jaringan jalan dan data harga pasar wajar tahun 2022. Hasil analisis perubahan lahan menunjukkan permukiman mengalami penambahan luas terbesar dengan luas 166,116 hektar, lahan dengan pengurangan luas terbesar adalah sawah berkurang 307,255 hektar. Peningkatan NIR tertinggi dialami zona nomor 53, yaitu sebesar Rp 5.489.000. Peningkatan NIR terendah dialami zona nomor 112, yaitu sebesar Rp 24.800. Hasil analisis aksesibilitas menunjukkan adanya pengaruh perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial terhadap harga tanah di Kecamatan Banyudono.Kata kunci :  Zona Nilai Tanah (ZNT), Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial, Perubahan Penggunaan Lahan, Faktor Aksesibilitas, Tumpang Susun
ANALISIS DEFORMASI SESAR MATANO MENGGUNAKAN DATA UKURAN GNSS TAHUN 2018-2021 Amarrohman, Fauzi Janu; Nugraha, Arief Laila; Hutagalung, Christovel Mangaratua
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 1 (2022): Volume 05 Issue 01 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16558

Abstract

Indonesia berada antara tiga lempeng kerak utama yang aktif, yaitu lempeng Eurasia, lempeng India-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng mikro Filipina. Wilayah Sulawesi merupakan bagian dari Indonesia bagian timur yang memiliki lempeng tektonik yang kompleks dimana Sesar Matano merupakan salah satu sesar aktif di kawasan tersebut. Aktivitas pergerakan sesar tersebut perlu di pantau setiap tahunnya untuk keperluan mitigasi bencana gempa maupun tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pergerakan lempeng yang terjadi pada periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 melalui 20 Titik Pantau Geodinamika (TPG) yang berlokasi di kawasan jalur Sesar Matano. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data pengamatan GNSS di kawasan jalur sesar Matano secara episodik pada bulan Februari tahun 2018 sampai dengan bulan September tahun 2021 yang diperoleh dari Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (PJKGG) Badan Informasi Geospasial (BIG) serta data pengamatan dari International GNSS Service (IGS) sebagai titik referensi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software GAMIT/GLOBK. Nilai Velocity rate horizontal terbesar terjadi pada titik 4114 dengan nilai pergeseran 80,2000 milimeter/tahun dan nilai rata rata 0,0066 meter/tahun. Nilai Velocity rate vertikal terbesar terjadi pada titik 4114 dengan nilai pergeseran 50,400 milimeter/tahun dan nilai rata rata 12,7000 milimeter/tahun. Arah gerak stasiun GNNS Matano Periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 menunjukan bagian utara sesar mengalami vektor pergeseran horizontal yang dominan ke arah utara sedangkan bagian selatan sesar mengalami vektor pergeseran horizontal dominan ke arah timur. Pola pergeseran vertikal bagian utara dan selatan sesar mengalami sesar naik (reverse fault/thrust fault).
Analisis Pengaruh Perubahan Garis Pantai Terhadapa Batas Pengelolaan Wilayah Laut Provinsi Bengkulu Simamora, Enggar Stefan; Amarrohman, Fauzi Janu; Wijaya, Arwan Putra
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 1 (2022): Volume 05 Issue 01 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16683

Abstract

Mengacu pada Undang – Undang No.23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, penentuan dan penegasan batas pengelolaan wilayah laut merupakan suatu hal yang penting. Penentuan dan penegasan batas pengelolaan wilayah laut berkaitan dengan kewenangan suatu daerah dalam mengelola sumber daya alam laut serta ruang yang ada di wilayahnya. Kewenangan suatu daerah dalam mengelola wilayah lautnya meliputi eksplorasi, eksploitasi, konservasi dan pengelolaan kekayaan laut di luar minyak dan gas bumi, serta pengaturan administrasi dan tata ruang wilayah dan ikut serta dalam memelihara keamana dan kedaulatan negara. Berdasarkan undang – undang tersebut, maka garis pantai memiliki peran yang penting dalam penentuan dan penegasan batas pengelolaan wilayah laut. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh perubahan garis pantai terhadap batas pengelolaan wilayah laut, terkhususnya pada daerah Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat di bagian utara dan Provinsi Lampung di bagian selatan. Perubahan yang terjadi pada garis pantai dapat diamati dengan menggunakan pendekatan penginderaan jauh. Pendekatan penginderaan jauh yang digunakan untuk identifikasi garis pantai adalah algroritma BILKO dengan data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 8 tahun akuisisi tahun 2013, 2017 dan 2021. Metode penginderaan jauh untuk peta dasar yang digunakan sebagai acuan adalah peta Rupa Bumi Indonesi (RBI) yang kemudian akan dibandingkan dengan hasil pengolahan citra Landsat. Hasil pengamatan citra Landsat tahun 2013, 2017 dan 2021 menunjukkan adanya perubahan garis pantai yang menyebabkan terjadinya perubahan batas pengelolaan laut Provinsi Bengkulu. Luas pengelolaan wilayah laut Provinsi Bengkulu dari tahun 2013 sampai 2017 mengalami penambahan sebesar 2.082,684 Ha dan Luas pengelolaan wilayah laut Provinsi Bengkulu dari tahun 2017 sampai 2021 mengalami pengurangan sebesar 106,241 Ha.
ANALISIS PENGARUH DAERAH ANCAMAN BANJIR ROB TERHADAP ZONA NILAI TANAH (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG UTARA) WIjaya, Arwan Putra; Akbar, Rizki Maulidi; Amarrohman, Fauzi Janu
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.23633

Abstract

Fenomena banjir rob yang sering terjadi di Kecamatan Semarang Utara berdampak signifikan terhadap nilai tanah. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder serta analisis spasial dengan perangkat SIG (Sistem Informasi Geografis). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis perubahan nilai tanah di Kecamatan Semarang Utara. Data yang digunakan meliputi ZNT (Zona Nilai Tanah) tahun 2020 dan 2022, data ancaman banjir rob 2022, citra, dan survei lapangan. Pengaruh ancaman rob terhadap harga tanah dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 86 zona nilai tanah dengan total 310 sampel. Harga tanah tertinggi adalah Rp 23.107.673/m² di yang terletak di daerah dekat Stasiun Poncol, dan terendah Rp 697.803/m² di persegi yang terletak di daerah pesisir dekat laut. Kenaikan nilai tanah tertinggi dari 2023 ke 2022 sebesar Rp 479.000 atau 47%, dan daerah yang mengalami penurunan sebesar Rp -180.000 atau -5,9%. Dari 2022 ke 2020, kenaikan tertinggi sebesar Rp 1.008.000 atau 69,5%, dan daerah yang mengalami penurunan sebesar Rp -233.000 atau -4,1%. Dari 2023 ke 2020, kenaikan tertinggi sebesar Rp 925.000 atau 102%, sedangkan kenaikan yang tidak terlalu siknifikan sebesar Rp 54.000 atau 1,9%. Model regresi linier sederhana yang digunakan memperkirakan harga tanah (Y) dipengaruhi ancaman rob (X) adalah Y = 6.859.403,226 – 1.208.728,954X. Harga tanah rata-rata pada 2023 untuk ancaman rob rendah adalah Rp 6.117.000, ancaman sedang Rp 4.008.928, dan ancaman tinggi Rp 3.335.966.
Analysis of Land Value Changes and Its Correlation with the Existence of Tourism and Accessibility in 2017-2024 Putri, Ananda Sandriana; Amarrohman, Fauzi Janu; Yusuf, Muhammad Adnan
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 10 No. 2 (2024): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/bhumi.v10i2.794

Abstract

Abstract: The rapid growth in tourism has had a direct impact on the local economy and the potential for changes in land value. This study aims to analyze the influence of tourist attractions and accessibility on land value changes in Getasan District from 2017 to 2024, amidst the significant growth of tourism. The research employed a descriptive and quantitative approach to analyze the data comprehensively. Quantitative analysis was carried out using multiple linear regression to evaluate the influence of proximity to tourist attractions and road accessibility on land value. The land value zone maps for 2017 and 2021 were obtained from the Semarang Regency Land Office, while the 2024 land value zone was created through the update of the 2021 zone. This update resulted in 130 zones with 688 sample points collected through field surveys based on fair market prices. Multiple linear regression analysis was conducted to evaluate the influence of straight-line distance from the zone centroid to tourist attractions and collector roads. The results showed that the p-value in the simultaneous test was 0.03647 (? 0.05), indicating that tourist attractions and accessibility have a simultaneous and significant influence on land value zone changes, with an impact size of 7.87%. These findings highlight the urgency of considering the rapidly developing tourism sector and accessibility in regional management and development, given their effect on land values in Getasan. Keywords: Getasan District, Kopeng Tourism, Land Value Zone
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Ahmad Faishal Matazah Putra Ahmad Firdous Syifa Aisyah Arifin Aisyah Arifin Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Ajeng Kartika Nugraheni Syafitri Aji, Sentanu Akbar, Rizki Maulidi Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Albertus Indra Bagus Cahyadi Alfian Putra Setiadarma Alfred Boni Son Simbolon Amalia Tyo, Almaas Zain Andri Suprayogi Annisa Octaviana Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Imania Sukma Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bela Karbea Charisma Parasandi Alfarizi Desyta Ulfiana Dwi Rini Septiani Dwi Yulinanda Pratiwi Extiana, Kiky Fajar Rudi Purwoko Farid Burhanudin Yusup Farrah - Istiqomah, Farrah - Fatihulhaq, Muhammad Aidil Fryda Arlina Mahardika GETMA LAVEMIA Grandy Loranessa Wungo Gunawan, Andreas Hana Sugiastu Firdaus Hardi Wibowo Haryo Daruwedho Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ika Nurdianasari Imanuel Sitepu Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati Jaka Gumelar Jauhari Pangaribuan Jetri Livia Rindika Joko Wibowo Juwita Widya Qur’ani Kanti Ismawati Khofifatul Azizah Kusmaryudi, Alan Kusuma, Hafiizh Mega Laisa Usrini Laode M Sabri LAURENTIUS IMMANUEL YUDIT PRABOWO Maharditya Yoga Pramudyono Marissa Isabella Panggabean Marissa Isabella Panggabean Mavita Nabata Dzakiya Mia Aulina Moehammad Awaluddin Mohamad Jorgie Prasetyo Mohamad Rizki Ramadhan Mufid Damar Pidekso Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Alimsuardi Muhammad Chairul Ikbal, Muhammad Chairul Muhammad Maulana mahardika Amfa Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Sandhi Lazuardi Nastiti Asrining Hartri Naufal Dwiakram Novia Sari Ristianti Novialis, Elly Indah Novian Nur Aziz Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nur Rizal Adhi Nugroho Nurhadi Bashit Oki Samuel Damanik Putri, Ananda Sandriana Putri, Zulfara Disnatya Anggita Rahmah, Azizah Nur Rama Aditya Wiwaha Reisnu Iman Arjiansah Rifai, Lutfi Faizal Rika Enjelina Pidu Riza Ashar Rizki Widya Rasyid Rizky Saputra Safira Devi Kirana Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Setyo Ardy Gunawan Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Simamora, Enggar Stefan Sindi Rahma Erwanti Tatag Abiyoso Utomo Tito Wisnu Pramono Aji Tristika Putri Tristika Putri Wahyu Gangga Wahyuddin, Yasser Widi Hapsari Wijaya, Sujiwo Pandu Wili Setiadi Wiwik Levitasari Yogi Wahyu Aji Yosevel Lyhardo Sidabutar Yudo Prasetyo